Guida astrologica per cuori infranti
نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX
Matahari menyinarimu, Alice.
Hari baru, peluang baru.
Prioritas yang membuatmu merasa bisa mengendalikan hidupmu.
Hidup sehat.
1. BANGUN DENGAN SIKAP BENAR 2. HIDUP SEHAT
Yang terpenting,
ketika kau menghindari peluru, ambillah pelajaran.
Carlo bisa jadi peluru besar.
Kau bisa saja Cristina.
Ya, bisa saja.
Alice!
Alice, tunggu!
Tunggu!
VIRGO
Sial, persnelingnya macet!
Dengarkan aku dulu.
Tidak.
Yang kau lihat semalam
tak seperti yang kau pikirkan.
Ini omong kosong yang tak ingin kudengar.
Ayolah! Maksudku…
Sonia tak berarti bagiku!
Sungguh.
Kumohon, berhentilah.
Dengarkan aku.
Dia hanya…
salah satu muridku.
Dia terus menatapku saat kuliah Sejarah Film.
Kau gurunya.
Waktu itu.
Apa maksudmu?
Seorang perempuan menatapmu, dia menunggumu setelah kelas,
lalu kau lupa kau bertunangan dengan kekasihmu yang hamil?
Aku mengakhirinya kemarin. Tunggu.
Jika kau tak sibuk bekerja,
mungkin aku sudah memberitahumu.
- Dan itu takkan terjadi. - Apa?
Jadi, itu salahku?
Bukan.
- Dengar. - Aku tak ingin terlibat.
Enyahlah!
Sebentar.
Sebentar.
Sebentar!
Alice, hai.
Sedang apa kau di sini?
Aku…
Kau tak membalas pesan
atau panggilanku.
Masuklah.
Pesan apa? Panggilan apa?
Kau menghubungi telepon kantor lamaku.
Aku mengembalikannya kepada Sardi saat aku keluar.
Ya ampun.
Apa isi pesanmu?
Bahwa aku menyesal
dan merasa bersalah karena Sardi memecatmu.
Karena acaraku.
Sardi tak memecatku. Aku mengundurkan diri.
Apa?
Ya, aku…
Bekerja di sana tak masuk akal.
Aku harus memilah-milah.
Bukan secara harfiah.
Kau lihat sendiri…
Riccardo menginap di rumah Elvira pekan ini. Jadi…
Begini saja.
Karena kau membuatku dipecat, sekarang bantu aku berbenah.
Apa urusanmu dengan Elvira sudah selesai?
Aku turut menyesal.
Baik.
Kau mencuci, aku mengeringkan.
Rencana bagus.
Sebetulnya Sardi mencarikanku pekerjaan paruh waktu di stasiun radio.
3. BERSILATURAHMI KE RUMAH ENRICO
4. MINTA MAAF KEPADA DAVIDE
MUSEUM FILM NASIONAL TURIN
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Alice?
- Ya. - Hai.
Hai.
Mulai dari hal mendesak,
Carlo sudah memanggilmu tiga kali.
- Berikutnya? - Berikan kepadaku.
Tio sedikit aneh.
Tio selalu aneh. Selanjutnya?
Ini soal Marlin.
Dia ingin berdandan seperti Audrey Hepburn di Roman Holiday.
Kita harus memeriksa konten video.
Beri tahu Marlin aku segera ke sana.
Bagaimana dengan Carlo?
Nanti saja.
Dah.
- Selamat pagi. - Pagi.
Davide. Aku berutang maaf kepadamu.
Benarkah?
Ya.
Kukira kau memecat Enrico,
tetapi ternyata tidak.
Kau membantunya.
Jadi…
Apa ini alasanmu memperlakukanku seperti wabah?
Maafkan aku.
Maaf diterima.
Omong-omong soal Enrico,
apa kau menyimpan telepon kantornya?
Ya.
Kau menggunakannya?
- Tidak. - Bagus.
Sebenarnya…
Punya satu ponsel saja sudah membuat stres.
Punya dua bisa gila.
Boleh aku menyimpannya?
Punyaku bermasalah.
Tentu.
Akan kucari.
Tentu.
- Tolong. - Alice?
Ya?
Marlin sudah didandani.
Aku datang.
Aku suka ini.
Warnanya bagus.
Kita bicara nanti. Ide bagus, terima kasih.
Ayo kita coba.
Mara, ingat,
posisikan semua orang seperti ini.
Bisa kau memintanya melakukannya bersamaan?
Semacam permainan…
Selamat pagi. Terima kasih atas kesempatan ini.
Hai.
Bisa kita bicara?
Cristina, maaf, aku sangat sibuk dan…
Kumohon, sebentar.
Aku tahu kami tak…
Masalah itu belum…
selesai.
Aku ingin meminta maaf.
Sebenarnya, aku selalu iri dengan persahabatanmu dengan Carlo.
Kami hanya kawan…
Dia menceritakan semua kepadamu.
Apa dia bilang…
kalau dia masih ingin menikahiku?
Apa dia senang dengan bayinya?
Dia bersikap aneh akhir-akhir ini.
Apa dia mengatakan sesuatu?
Aku tahu kau kawannya, bukan kawanku.
Tetapi kupikir…
Mungkin…
dia bersikap aneh karena…
pernikahannya sebentar lagi.
Mungkin dia merasa…
gugup?
Mungkin.
Terima kasih.
Beri tahu dia!
Kejar dan beri tahu dia!
Alice.
Kita bicara lagi nanti .
Tentu.
- Selamat pagi. - Hai.
- Hai. - Ini bagus.
- Aku punya setengah jam. Mau bergabung? - Ya.
- Semua baik-baik saja? - Ya.
Kita jarang bertemu akhir-akhir ini.
Halo?
- Hai. - Hai.
Aku senang kau di sini. Bisa kita bicara?
Kau bisa istirahat. Kami harus memeriksa konten video.
Itu tanggung jawabku.
Apa kita sedang membicarakan tanggung jawabmu?
Baiklah.
Baik.
Baiklah.
Mungkin kita bisa bicara nanti.
Tetapi aku ingin tahu…
Dah.
- Dah. - Dah.
Kau jahat.
Dia menempatkanku dalam situasi sulit.
Aku tak bisa menatap mata Cristina.
Menurutmu dia serius tentang gadis itu?
Entahlah.
Dan aku tak peduli.
Apa yang kau tonton?
Sepertinya…
Entahlah…
Jika kau tak mengenal kami…
apa pendapatmu tentang Davide dan aku?
Tidak, maksudku,
jika kau tak tahu kami hanya rekan kerja.
Apa kau menyukai Davide Sardi?
Ya.
Semua baik-baik saja?
Ya.
Mara benar. Kau bertingkah aneh.
Nenekmu baik-baik saja?
Ya, dia…
Dia baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.