نخستین 200 خط.
One The Woman Episode 11
Sekarang aku mengerti.
Mi Na yang aku suka...
adalah orang yang kuajak bicara malam itu.
Tapi aku bukan...
Kang Mi Na yang itu lagi.
Siapapun aku,
anak siapapun aku...
semuanya tidak masalah bagimu?
Aku juga bukan anak itu lagi.
Saat kau benar-benar mengenal seseorang,
sering kali orang itu ternyata berbeda dari yang kau bayangkan.
Dan juga,
saat itulah...
cinta sejati dimulai.
Diterjemahkan oleh Nung
Instagram @nungstagram_ Twitter @nurqodriah
Episode 11
Tempatnya terlalu terbuka, ya?
Tempat parkir Hotel Hanju emang begini.
Apa?
Di sini agak gelap dan tersembunyi,
jadi terkenal buat tempat pacaran, atau selingkuh diam-diam.
Mungkin dari jendela mobil gak akan kelihatan,
tapi di biasanya, di dalam tuh... mereka sibuk... nganu... ya gitu deh!
Mereka juga gak peduli apa yang terjadi di luar.
Bahkan kalo pun mereka peduli, kita kan bukan lagi selingkuh.
Tapi, di mata orang lain, kita itu lagi selingkuh.
Oh iya, aku kan Kang Mina ya.
Terus, kamu sepupu iparku.
Ini mah bukan selingkuh lagi, tapi Makjang euy!
- Dimana mobilmu? - Di sana.
Timjang-nim, kok ada di sini?
Kan sudah kubilang mungkin Han Daepyo masih di hotel,
terus kamu buru-buru pergi ke sini.
Itu sih sama aja kayak kamu ngasih tahu mau pergi ke mana.
Hadeuh, ternyata ini yang terjadi.
Apa maksudnya ini yang terjadi? Emangnya lihat?
Aku gak lihat apa-apa, kan baru juga nongol!
Ya terus a... apa maksudnya?
Ya kali gak kelihatan??
Lihat aja mukanya dia.
Kalo udah pacaran sebulan, gak mungkin mukanya kayak gitu.
Udah jelas pasti kalian berdua abis....
Yuk kita pulang bareng!
One The Woman
Walaupun begitu, tetap saja...
gimana bisa kau memberikan sahammu tanpa mendiskusikannya denganku?
Ya maaf.
Tapi, tanpa keputusannya yang cepat, urusannya tidak akan kunjung selesai.
Pasti dia yang paling marah karena harus kehilangan sahamnya,
tapi kenapa malah dia yang diomelin?
Udah gapapa bebz, aku rapopo.
Soalnya si Bapak keterlaluan!
Gimana kalo...
aku menyerahkan sebagian saham Mi Na padamu?
Bagaimana menurutmu?
Nanti kamu yang kena masalah.
Aku mah rapopo!
Lagipula masalah di hidupku emang udah banyak.
Nambah sedikit beban, gak akan ada bedanya.
Bahkan kalaupun sahammu disatukan, kau bukan pemegang saham terbesar.
Gak ada gunanya menukar sahammu.
Ada masalah yang lebih mendesak dari ini.
Divisi humas baru saja melapor padaku...
bahwa ada rumor yang beredar tentang Kang Mi Na Hwejang.
Rumor apa?
"Kang Mi Na Hwejang dari Yumin Grup adalah palsu."
"Ada orang lain yang menyamar sebagai Kang Mi Na."
Tidak pernah terbayangkan kaulah orang yang lebih dulu menyebarkan rumor ini.
Tidak perlu membuang tenagamu untuk berpura-pura bodoh!
Belakangan, mudah sekali mengetahui dari mana rumornya berasal.
Itu...
aku tidak berbohong, aku punya alasan untuk itu.
Yang ingin aku tahu adalah bagaimana pemikiranmu.
Aku dengar bahwa adikku mencampakkanmu.
Apa kau menyerang istrinya...
karena kau masih punya perasaan pada adikku?
Tidak mungkin.
Aku ingin menghancurkan Han Sung Woon hingga berkeping-keping.
Maaf atas pemilihan kataku yang tidak sopan.
Tentu saja, Han Sung Woon lah yang pertama kali kuberitahu.
Tapi dia bilang...
dia akan menghancurkan karirku...
dan membuatku dikucilkan.
Dia bilang begitu?
Sekarang dia sedang ada di puncak, berkat istrinya.
Tapi Jeonmu-nim...
istrinya itu palsu.
Kau tidak perlu meyakinkanku. Dengan kata lain,
ada orang lain yang merasakan hal yang sama...
denganku.
Sebelum rumornya menyebar...
kita harus cari cara supaya bisa keluar dari masalah ini.
Aku... datang.
Ada apa? Tumben gak ngasih kabar dulu.
Sejak kapan nelpon dulu kalo mau kesini?
Apa ini? Apa tidak apa-apa kalau seorang pria asing tahu password rumahmu...
dan masuk sesuka hatinya?
Seorang pria aneh apanya?
Dia mah bukan laki-laki...
tapi udah kuanggap adik kandungku sendiri.
Dianggap adik kandung, berarti dia bukan adik kandungmu.
Kayaknya kamu emang membiarkan siapa saja boleh masuk.
Sedangkan Han Daepyo belum pernah...
didatangi cewek sekalipun.
Pantesan...
rumah kamu gak pernah bersih!
Lihat nih lantainya! Kotor banget!
Aku sering datang ke apartemennya Han Daepyo,
tapi apartemennya bersih banget!
Timjang-nim, suasana hatiku sekarang lagi gak mood buat diajak gelud!
Kenapa sih julid banget?
Jangan bilang maksud Bapak kalo Han Seung Wook terlalu baik buatku?
Idih-idih...
dia diem aja, berarti bener.
Kok Bapak tega sih?
Padahal kita udah kenal dekat!
Kenal dekat mah, ya dekat aja.
Tapi soal dia terlalu baik buatmu, itu mah urusan lain.
Aku ini seorang jaksa. Profesional!
Apa hebatnya seorang jaksa?
Aku juga seorang jaksa.
3 dari 4 di antara kita, semuanya jaksa.
Hari ini aku ada urusan yang harus diselesaikan dengan Yu Jun,
jadi tolong tinggalkan kami.
Nanti aku ke rumahmu kalo udah selesai.
Jam segini mau ngapain coba?
Yaudah, kita nurut aja, Ajussi.
Kuy, Pak!
Jam segini mau ngapain sih?
Kayaknya dia ingin membicarakanku.
Ini akan baik-baik saja, kan, Ajussi?
Hari ini aku akan mengantar Yeon Ju, jadi Ajussi boleh pulang duluan.
Kenapa?
Jangan bodoh dan cemburu. Perlakukan dia dengan baik.
Bagian ngomel-ngomel, biar jadi tugasku saja.
Pertahankan tatapan itu di matamu.
Jangan lengah...
hanya karena waktu berlalu, oke?
Bayangkan betapa sulitnya jadi dia.
Harus hidup dengan dua karakter, terus balas dendam,
belum lagi harus pacaran!
Serangan dari sana sini datang bertubi-tubi.
Baik-baik kau sama dia!
Aku tidak tahu apa aman bagi kita untuk bertemu seperti ini.
Bagaimana jika ada yang menerobos masuk seperti waktu itu?
Bahkan jika mereka menerobos, kau bisa memarahi mereka.
Oh, begitu?
Sejujurnya, saat aku mendengar bahwa sahamku...
dialihkan ke Han Daepyo,
Aku sempat meragukannya.
Tapi aku menandatangani surat-surat itu karena aku percaya padamu.
Tapi apa yang terjadi? Itu sangat tidak terduga. Tentang hotel.
Sung Woon?
Ayahku bilang kita tidak boleh membiarkan dia menyia-nyiakan hidupnya selamanya...
dan aku harus mengajarinya berbisnis.
- Benar seperti itu? - Tentu saja.
Makanya aku mau meluruskan...
mengingat posisinya saat ini,
tapi rumor aneh terus beredar.
Itu sebabnya aku membutuhkan bantuanmu.
Bantuan apa?
Ada rumor beredar kalau Mi Na itu palsu.
Ini agak terlalu serius, bukan?
Jadi aku ingin melakukan tes DNA.
["Acara Amal Galeri Hyebyul untuk Penampungan Satwa"]
Aigoo, selamat ya, Bapak Jaksa Agung.
Aigoo, ini juga kesempatan terakhirku bisa minum-minum di luar begini.
Aku harus jaga kesehatanku. Paham, 'kan?
Iya, Pak.
Aku akan melayani jaksa juniormu dengan baik.
Bolehkah aku meneleponnya sendiri, jaksa yang aku temui hari itu?
Apa? Siapa?
Jaksa wanita yang aku temui saat sedang menjalani hukuman.
Sepertinya aku bisa nyambung sama dia. Karena dia suka barang-barang mahal.
Siapa? Jo-Pro?
Ya. Waktu aku bertemu dengannya di luar,
aku hampir membuat kesalahan.
Aku ingin bertemu dengannya dan meminta maaf.
Tunggu.
Kau melihatnya?
Di Mall, dia pakai barang yang mahal.
Kapan itu?
Di hari waktu ada pertandingan sepak bola melawan Jepang.
Bukan lagi, Pak! Tadinya rencanaku mau mancing...
di sebuah pulau sambil bersantai.
Tapi aku malah kecebur ke laut...
dan akhirnya harus istirahat selama berhari-hari.
Ponsel dan semua barangku hilang,
dan di pulau itu gak ada sinyal.
Itulah kenapa aku gak bisa nelpon Bapak.
Dia kecebur ke laut saat cuti,
tapi dia ada di Mall barang mahal?
Orang-orang di kantor kejaksaan agak segera mengetahuinya...
jadi, cepat tinggalkan rumah Hanju.
Iya.
Aku akan langsung pindah tepat setelah menemukan...
hubungan antara Pak Ryu dengan Hanju.
Mereka membungkam semua orang di penjara.
No comments yet. Be the first to leave one.