نخستین 200 خط.
SANG SUAMI
SERIAL INI ADALAH FIKSI
ANAK-ANAK DIFILM KAN DENGAN AMAN AI GENERATIF DIGUNAKAN DI ADEGAN TERTENTU
Apa kau baik-baik saja?
Ya, aku baik saja.
Kita harus bergegas.
Kita hampir sampai. Ayo!
Aku berhasil.
Ayo!
Kau baik saja?
Ya, aku baik!
Bagaimana menurutmu?
Mmm. Bagus.
Aku senang kita datang.
Sejauh ini, cedera sumsum tulang
belakang dianggap hampir
mustahil diobati. Dan RS Woori
Together adalah institusi pertama
yang menggabungkan teknologi bio-print 3D dan terapi sel punca untuk memulihkan
sumsum tulang belakang. Setelah tiga
tahun uji klinis pada 32 pasien
dengan cedera sumsum tulang belakang,
sekitar 80% menunjukkan
tanda pemulihan sensorik, dan di atas 60%
menunjukkan gerakan terbatas. - Ya, teruskan. - Sekali lagi.
Kau harus terus bergerak.
Begitu. Ya, bagus sekali.
Ini, pasien yang lumpuh total
selama sepuluh tahun menggerakkan jarinya.
Jalan kita masih panjang agar mereka
bisa berjalan lagi. Namun, kita melihat
potensi yang tak terbantahkan. Aku ingin berterima kasih pada Dr. Kang
Taeju, Direktur RS Woori Together,
karena menunjukkan jalan bagi kita. Dr. Kang, silakan bicara sepatah kata.
Maaf, Dr. Ko.
Aku dipanggil ke ruang operasi
untuk keadaan darurat. Mohon maafkan aku.
Maaf.
Setiap detik sangat berharga
bagi pasien darurat. Semoga kau paham.
Namun selagi Dr. Kang pergi,
Dr. Ko akan memberi penjelasan
lebih mendalam soal proyek ini. Beri dia tepuk tangan meriah.
CEK ULANG PERSETUJUAN! PERSETUJUAN OPERASI,
PERSETUJUAN TRANSFUSI DARAH, DAN PERSETUJUAN PCA
Lebih bebas.
RS WOORI TOGETHER
...kita bisa.
Halo.
Apa kabar, Pak?
Senang bertemu denganmu.
Aku baru saja menyelesaikan acaranya.
Baik. Kerja bagus.
Jadi, bagaimana perasaanmu hari ini? Apa kau baik saja?
Hmm. Aku sama sekali tidak baik.
Oh... Apa ada yang mengganggumu?
Aku mulai berhalusinasi.
Maksudnya dia lapar.
Apa?
Puasa ini menyiksaku.
Anggap saja ini tidur siang panjang.
Operasinya akan segera selesai.
Benar begitu, Nona Ko?
Tentu saja.
Dr. Kang adalah yang terbaik dalam bidang bedah mikro sumsum.
Kita akan mulai operasi stenosis tulang belakang Ketua Kim
Manseong dalam 30 menit.
Baik, Dokter.
Tolong, aku mohon! - Tenanglah, Bu!
Tolong selamatkan suamiku!
Baiklah. Bisa tunggu... - Hanya...
Biarkan dokter memeriksanya!
Kau harus tetap tenang.
Ada apa di sana?
Dia berteriak karena suaminya
perlu dioperasi. - Apa darurat? - Ya.
Tapi semua dokter bedah sedang
mengoperasi, jadi kami minta dia tunggu, tapi percuma.
Dia bilang akan bunuh diri di sini jika suaminya tidak dioperasi.
Ya ampun.
Tolong selamatkan suamiku!
Ya, kami paham,
tapi tak ada yang bisa mengoperasi.
Jadi berhenti menghalangi jalan dan tunggulah di luar.
Semua rumah sakit bilang begitu!
Jika tidak ditolong, dia akan mati!
Ini tidak akan mengubah apa pun. Hei, bawa mereka keluar.
Tidak, tolong... - Ayo.
Ayo pergi. - Tolong! Tidak!
Pak!
Tolong! Berhenti! Jangan lakukan!
Tunggu.
Dr. Kang.
Apa masalahnya?
Punggung, pinggul, dan kakinya sakit, sampai dia tak bisa berjalan.
Dia tak bisa buang air dan tak tahu kapan harus buang air.
Pak, kami akan coba arahkan
jari kaki ke atas, ya? Kau tak bisa
menggerakkannya, kan? Tidak bisa.
Kapan ini dimulai?
Kemarin dia memindahkan meja, lalu
punggungnya sakit. Sejak itu begitu.
Sekitar jam berapa?
Setelah sarapan, jam 9 pagi.
Tunggu sebentar. - Nona Ko.
Ada apa? - Itu...
Apa MRI-nya sudah keluar?
Sebentar lagi. - Apa ada ruang operasi?
RO Tiga. Anestesi juga hampir siap.
Dr. Kang.
Kita perlu bicara.
Tidak sekarang, maaf.
Kau tidak bisa mengubah jadwal operasi pasien VIP sesuka hatimu.
VIP sesuka hati. Ini menyulitkan kita. Apa kau memikirkannya?
Maaf.
Kau minta maaf?
Aku muak mendengarnya.
Ada lagi yang lain?
Dia kena cauda equina.
Jika tak segera dioperasi, dia akan cacat seumur hidup.
KELUMPUHAN KAKI DAN GANGGUAN KANDUNG KEMIH
AKIBAT PENEKANAN SARAF DI
UJUNG SUMSUM TULANG BELAKANG. Rumah sakit ini punya jadwal.
Kau akan mengoperasi Ketua Kim dulu.
Operasi Ketua Kim prosedur sederhana.
Waktu pria ini habis. Dia mungkin tak bisa berjalan lagi.
Mulai lagi deh.
Selalu ada yang lebih penting.
Sesuatu yang lebih mendesak.
Ayo. - Baik, Dokter.
Baik, mari verifikasi identitas pasien.
Park Yeongjun, pria 42 tahun.
Dekompresi darurat untuk
cauda equina. Laminektomi.
Anestesi, ada masalah?
Aman. - Oke, kita mulai. Pisau bedah.
Dr. Kang. Hentikan ini sekarang.
Dr. Ko, kau tak boleh di sini.
Kau tahu ruang operasi adalah area
terlarang selama prosedur. Kau belum membuat sayatan pun!
Tunda ini dan ikuti jadwal awal.
Pasien ini kritis. Ini kasus darurat
cauda equina. Kau dengar tidak? Aku tidak peduli apa itu!
Kau membahayakan seluruh rumah sakit!
Apa kau tahu berapa banyak uang yang
diberikan Ketua Kim? Hentikan prosedur ini dan operasi Ketua Kim dulu.
Sekarang!
Tolong keluar. - Apa?
Kubilang, tolong keluar dari sini.
Apa katamu?
Kubilang, keluar dari sini!
Ya?
Tunggu, apa?
Kau tidak dengar? Keluar dari sini sekarang juga!
Tolong pergi. Sekarang.
Dr. Kang, kau sudah keterlaluan.
Ini ruang operasiku.
Tolong pergi.
Begini jadinya aku memasukkanmu ke dalam keluargaku.
Baik, lanjutkan.
Pisau bedah.
SANG SUAMI
SABTU, 7 FEBRUARI ALARM
Mau kopi? Baru saja kubuat.
Aku tak punya pilihan kemarin. Waktu pria itu hampir habis.
Lagi pula, operasi Ketua Kim lancar.
Berakhir baik berarti semuanya baik, huh? Itu yang mau kau katakan?
Baiklah, maaf aku tidak mengikuti
jadwal. Tapi cuma terlambat sejam...
Cuma sejam?
Dia bukan VIP biasa.
Dia ketua sponsor perusahaan
terbesar kita. Seyun, itu pasien darurat.
Aku tak punya pilihan.
Jika tak dioperasi, dia tak akan
bisa berjalan lagi. Rumah sakit kita
punya aturan yang sangat spesifik. Dan kau mengabaikannya begitu saja.
Apakah itu aturan rumah sakit,
atau aturan kau dan ayahmu?
Apa?
Bukan apa-apa.
Aku akan minta maaf pada ayahmu dan Ketua Kim secara pribadi.
Ya, lakukan itu.
Ayah, aku keterlaluan kemarin. Aku sangat minta maaf.
Itu keterlaluan, kau tahu kan?
"Keluar dari ruang operasiku"?
Aku tahu kita berdua secara
teknis adalah direktur di sini. DIREKTUR RS WOORI TOGETHER, KO DONGCHAN
Tapi kau anggap kita setara?
Itu yang kau pikirkan?
Aku membangun rumah sakit ini dari nol,
hanya untuk diusir oleh menantuku sendiri!
Begini, saat ada keadaan darurat, pikiranku tidak jernih.
Aku sangat minta maaf.
Lalu soal konferensi pers?
Apa kau tahu apa yang mereka katakan setelah kau pergi?
Apa kau tahu betapa sulitnya Seyun membereskan kekacauan itu?
Ketua Kim sangat murka sampai menolak perawatan kita.
Jadi dia berusaha keras untuk
membujuknya... Aku janji tidak akan terulang.
No comments yet. Be the first to leave one.