نخستین 194 خط.
Kali ini aku pasti akan mencapai seberang.
Bidik saja sedikit lebih tinggi dari perkiraanmu.
Itulah triknya.
Kalau itu, aku sudah tahu.
Kalau aku serius, batuku pasti akan mencapai seberang.
Dan lagi, siapa kau ini?
Sekarang, bisa dibilang aku ini adalah sainganmu dalam melempar batu.
Lemparanku sudah mencapai seberang.
Itulah saat pertama kalinya aku bertemu dengan Madara Uchiha.
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
kau pernah bilang jika bayangan hanya 'kan muncul kalau ada cayaha
akari ga areba kagega dekiruto itta
ucapanmu membuatku tak bisa melupakan suaramu di hari itu
ano hino kimi no koega wasure rarezuni
keinginanku 'tuk menjadi lebih kuat
tsuyoku aritai to negai
juga jariku yang memadamkan lilin
rousoku wo keshitayubi
mengingatkanku akan kehidupan di dalam panasnya api
hino atsusani inochi wo ohoete
hingga suaraku menjerit keras
boku no koa ga hajikeru
cinta bermerah darah ini telah membakar dadaku
guren no aiga kokoro wo yaite
andai disesatkan angin, linangku 'kan meruah
kaze ni mayoeba namida ga ochiru
walau selalu tersakitkan ku yakin di hari depan itu
kisutsu kinagara mirai shinjite
di sana lagi, jauh di sana itu
mata saki e sono saki e
puing-puing angkasa adalah penghubung kita
gareki no sora wa bokura no kizuna
akan kuhapus habis serangan palsumu
osou mayakashi kechira shiteyaru
tak ada yang perlu ditangisi di ujung pertarungan itu
tatakai nowateni nani mo nakutemo
di sana lagi, jauh di sana itu, ayo
mata saki e sono saki e ikou
Hashirama dan Madara
Aku tanya kau ini siapa?
Namaku Hashirama.
Aku tak bisa katakan nama belakangku karena suatu alasan.
Hashirama, ya?
Lihatlah ini!
Kali ini aku pasti akan berhasil.
Caranya melempar itu...
Sudah kuduga, itu adalah jutsu shuriken!
Hei, kau!
Kau sengaja berdiri di belakangku untuk mengacaukan fokusku, 'kan?
Aku adalah tipe orang yang tak bisa buang air kecil saat ada seseorang di belakangku!
Ma-Maaf!
Hei, tak perlu menanggapinya serius.
Maaf, aku tiba-tiba membentak begitu.
A-Aku tak tahu
kalau kau ternyata punya kebiasaan aneh seperti itu.
Aku sendiri bahkan tak tahu kau ini orang baik atau bukan!
Yang penting, aku lebih baik darimu dalam hal melempar batu!
Kalau begitu mending kau saja yang kulempar!
Ma-Maaf, aku tak bermaksud membuatmu marah.
Untuk meredakan amarahmu, aku bersedia dilempar ke sungai.
Ayo, lemparlah aku.
Apa kau sadar kalau kau sendiri juga punya kebiasaan aneh?
Tapi, aku hanya berharap bisa mencapai seberang sana.
Benar-benar menyebalkan, cepat pergi sana!
Baiklah kalau begitu.
Tunggu sebentar!
Bagaimana, sih? Sebenarnya aku disuruh pergi atau tidak?
Me-Mengenai itu...
Itu...
Apa kau seorang Shinobi?
Sebentar lagi tempat ini akan jadi medan pertempuran, cepat pulanglah.
Ini adalah lambang dari Klan Hagoromo.
Maaf, tapi aku harus segera pergi.
Sampai jumpa.
Namaku Madara.
Madara.
Tak mengungkapkan nama keluarga adalah salah satu aturan Shinobi.
Sudah kuduga.
Kau juga seorang Shinobi.
Kepribadian kami berbeda,
dan aku juga rasakan suatu ikatan yang misterius darinya.
Aku juga mengerti kenapa dia pergi ke sungai itu.
Kawarama.
Shinobi tak boleh menangis!
Shinobi dilahirkan ke dunia ini untuk bertarung dan mati dalam medan pertempuran.
Bersyukurlah kita masih bisa mendapatkan bagian tubuhnya!
Musuh kita kali ini tak hanya Klan Hagoromo, tapi juga Klan Uchiha.
Mereka sama sekali tak punya rasa ampun!
Kawarama masih berumur tujuh tahun!
Berapa lama lagi pertempuran seperti ini akan berlanjut?
Sampai semua musuh kita musnah tanpa sisa.
Jalan menuju dunia tanpa perang tak akan semudah yang kaubayangkan.
Lalu haruskah anak-anak dikorbankan?
Tak akan kubiarkan kau menghina Kawarama!
Dia telah bertarung dan mati sebagai Shinobi sejati!
Dia bukanlah anak-anak!
Kak Hashirama, apa kau baik-baik saja?
Kau tahu sendiri apa yang terjadi kalau menentang ayah.
Aku tak mau
Itama atau Tobirama
mati sia-sia!
Bukankah Klan Senju adalah klan penuh cinta?
Apanya yang Shinobi sejati?
Itu semua hanyalah pemaksaan pada Shinobi yang baru tumbuh untuk menghadapi kematian.
Yang kita lakukan sama saja dengan apa yang dilakukan Uchiha!
Itulah rasa hormat kita pada lawan.
Bahkan seorang bayi yang memegang senjata bisa dianggap musuh.
Dan membesarkan bayi itu adalah wujud dari cinta orang tua pada anaknya!
Jadi untuk jadi Shinobi sejati harus korbankan nyawa?
Kita sudah saling membunuh dan tak tahu berapa banyak dendam yang telah tercipta!
Bahkan menyebutkan nama klan dianggap terlalu berisiko!
Dunia Shinobi yang seperti ini benar-benar sebuah kesalahan!
Anak sepertimu pantas disebut bocah!
Ayah.
Hari ini perasaan kakak sedang tak baik.
Jadi tolong maafkan dia.
Hashirama, pergilah dan dinginkan kepalamu.
Orang dewasa memang bodoh.
Kalau mereka ingin hentikan pertempuran,
harusnya mereka buat perjanjian dengan musuh.
Tapi bagaimana dengan pembalasan untuk orang tua dan saudara kita
serta teman-teman kita yang telah terbunuh?
Kalau kau terus beranggapan seperti itu, kau pun juga akan mati.
Kau dan para orang dewasa itu sama keras kepalanya.
Maaf.
Seorang Shinobi harus mampu menekan perasaannya,
dan menciptakan aturan yang bisa disepakati bersama,
dan menghindari konflik yang tak diperlukan.
Apa mungkin
membuat perjanjian nyata membentuk aliansi?
Apa itu perjanjian nyata?
Selama masa peperangan,
masa hidup rata-rata Shinobi dan penduduk biasa adalah
sekitar 30 tahun.
Dan alasan kenapa masa hidup yang begitu rendah itu adalah...
Itama!
...banyaknya kematian Shinobi muda.
Itama!
Yo, lama tak jumpa!
Hashirama.
Jadi, Hashirama, sepertinya kau sedang murung sekali.
Apa yang terjadi?
Ada apa denganmu?
Aku tak apa-apa!
Bohong, kalau ada sesuatu ceritakan saja padaku.
Bukan apa-apa.
Ayo, katakan padaku.
Tidak, tak ada yang harus kukatakan.
Tidak, aku berjanji akan mendengarkannya!
Aku benar-benar baik-baik saja.
Tak ada masalah apa pun.
Cepat katakan!
Apa yang terjadi?
Adikku meninggal.
Aku datang ke sungai ini
karena aku merasa kalau semua perasaan di hatiku
akan hanyut saat aku menatap air.
Jadi begitu rupanya.
Namamu Madara, 'kan?
Apa kau juga sepertiku?
Apa kau punya saudara?
Aku lima bersaudara.
Dulunya.
Dulunya?
Kita ini Shinobi.
Kita tak pernah tahu kapan kita akan mati.
Kalau ada cara di mana tak ada pihak yang harus mati,
itu bisa terwujud kalau kedua pihak saling terbuka satu sama lain.
Dan saling menuangkan minuman dan minum bersama-sama seperti saudara.
Tapi itu tak mungkin.
Karena seseorang tak bisa lihat isi hati orang lain.
Pada kenyataannya, itu sangat sulit diterapkan.
Apa mungkin
mengungkapkan isi hati?
Aku tak tahu.
Tapi tiap kali aku ke sini, aku berdoa semoga ada cara untuk mewujudkannya.
Akhirnya berhasil menuju ke arah yang benar.
Bukan hanya kau.
Aku juga.
Ini akan terwujud.
Sejujurnya, aku terkejut.
Di saat tak ada yang mengerti bagaimana perasaanku,
dialah yang jadi satu-satunya orang yang mengerti perasaanku.
Jadi ada anak bodoh lain yang berpikir sepertiku,
coba mengubah masa yang dilanda perang ini.
Tapi bukannya terkejut,
bagiku itu adalah sebuah ilham yang tak ternilai.
Aku bisa mengerti dirimu tanpa lihat isi hatimu.
Apa?
Lihat saja potongan rambut dan pakaianmu itu, payah sekali!
Meski begitu, pendapat kami tak selalu sama.
No comments yet. Be the first to leave one.