نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Selamat pagi.
Hai.
Seharusnya aku sudah pulang.
Pekerjaanku sangat banyak.
Pekerjaanmu tak akan pergi.
Sayangnya, pekerjaanku bisa.
Anggap rumah sendiri.
Jangan lupa pastikan pintu terkunci saat kau pergi.
Baik.
Sayang sekali.
Ya.
- Dah. - Dah.
Aku tak bisa melihat jelas lagi.
Penglihatanku buram.
Pria itu mungkin tak ada di arsip kita.
Tidak akan kita temukan.
Ayo istirahat.
Tidak, itu buang waktu.
Tahu apa yang buang waktu?
Kita kena serangan epilepsi dan harus dibawa pergi.
Sebab kita memelototi layar dengan lemak menumpuk terlalu lama.
Ayo jalan-jalan.
Ya.
Astaga.
Aku mestinya tak ucap ini,
dan sangat ingin menangkap Mozes,
tapi aku pun penasaran apa tindakan dia selanjutnya.
- Kupikir... - Aku tahu maksudmu.
Namun, kita di sini untuk mematuhi hukum
dan memastikannya dipatuhi.
Aku tahu.
Akhirnya.
Kami membutuhkanmu, Kawan.
Sudah ada keputusan?
Astaga.
- Katakan ini tak benar. - Ini benar.
Tidak akan kubiarkan Liesbet puas karena mendepakku.
Kata siapa kau akan dipecat?
Jangan bodoh. Mereka tak punya pilihan.
Punya.
Kau bisa dilepaskan dengan peringatan atau diberi tugas administratif.
Ya, itu akan membuatku senang.
Kau akan dirindukan.
Kau yang merindukanku? Homo.
Aku tak akan berkata seperti itu, tapi...
- Ya. - Ya.
Apa rencanamu?
Seharusnya tak kutinggalkan dia.
Marnix?
Andai kami tetap bersama,
- dia tak akan menembak pria itu. - Tidak.
Seharusnya kau tak berbohong pada PSU.
Ayolah.
Banyak hal yang kusesali,
tapi berbohong pada PSU akan kuulangi.
Kukira kau tak suka Marnix?
Terlepas dari suka atau tidak,
hal yang menimpanya bisa terjadi pada kita juga.
Simon, kau sudah kembali?
Bob Desaeger sudah sadar.
Kita bisa tanyakan pelaku pedofil ketiga padanya.
Jadi, kasus perzinaan sekarang.
Akan kucoba sekali lagi.
Vicky yang seksi...
maukah pergi denganku
untuk makan malam di restoran,
mungkin pesta kecil di sauna setelahnya
agar tubuh kita akhirnya bisa saling mengenal?
- Tidak. - Tidak? Dia menolak.
Tidak.
Sial.
Kau terlalu berpikir.
Itu masalahmu.
- Dia tak tahu tentang video itu? - Tidak.
Bob menganggap dirinya korban insiden mengerikan.
Korban. Segila apa dia?
Gadis itu belum 12 tahun.
Seluruh dunia sudah gila, tahu?
Pelakunya sudah ditemukan?
Kelihatannya, kau pun korban kejahatan serius,
maka...
kami juga akan menginvestigasinya.
Kau kenal
dengan penculikmu?
Aku tak kenal.
Dia juga yang menghancurkan kakimu?
Aku hanya lihat kilasan.
Wajah bertopeng...
Aku dipukuli.
Saat sadar, aku ada di situs bangunan.
Terikat.
Orang tua tak akan memaafkan
jika kau menyerang anak-anak mereka.
Bisa berikan detail kontak teman-temanmu?
Tidak, aku...
Aku tak kenal dia.
Sungguh?
Kau berpesta seks bersamanya,
melihat kelaminnya, melihatnya memerkosa anak-anak.
Suster?
Namun, menanyakan namanya terlalu personal?
Suster?
Aku tak tahu.
- Pria itu. - Kumohon...
Armand mengatur semuanya.
Agar aman.
Anonim.
Bagaimana dia mengontakmu?
Kotak obrolan.
Lewat Tor.
Aku percaya Bob tak tahu siapa pria ketiga.
Lalu anak itu? Laure?
- Dia tak bisa bantu? - Dia tak bicara.
Tidak ada wajah yang cocok di basis data.
Kita bisa menunggu.
Hanya masalah waktu sebelum kita dapat kabar
seseorang diserang hingga pingsan.
Kusarankan buat gambar komposit wajah, lalu sebarkan.
Pengumuman buron?
Ya, tapi bagaimana jika Mozes terpicu
agar menghukumnya lebih cepat dan parah?
Kita tak punya pilihan.
Semoga kita lebih cepat darinya.
Tolong buat gambar kompositnya?
Di mana Peter?
Ayolah, Bu. Angkat kotaknya atau kita tak akan selesai.
Ibu tak sanggup, Sara.
Ayolah, jangan mulai.
Apa boleh buat?
Ibu pikir kepindahanmu terlalu cepat.
- Kau yakin? - Ya, seribu persen.
Ibu.
Tak apa.
Ibu hanya belum terbiasa.
Tentu. Ayo, hanya tinggal beberapa kotak.
Semua akan baik.
"Dia melihatnya dengan kebingungan, bahkan terkejut.
'Kau mengucilkanku dari semua orang,' serasa ingin dia berkata begitu.
'Kau memaksaku menyimpan rahasiamu.
Aku bukan salah satu muridmu lagi.
Beraninya kau bicara begitu padaku?'
Akhirnya gadis itu bisa bersuara, penuh keraguan.
Pria itu nyaris tak bisa mendengarnya.
'Aku belum belajar, tak bisa mengerjakan ujian.'
Dia tak bisa katakan keinginannya.
Setidaknya, dengan benar.
Dia hanya bisa memberi petunjuk
dan berharap gadis itu mengerti."
PENGUMUMAN BURON
POLISI
Anggur merah?
Hanya ada ini.
Ya, asalkan alkohol.
- Sara sudah betah? - Ya, kurang lebih.
Maaf atas kedatanganku, tapi aku enggan pulang.
Alex tak ada di rumah?
Ada.
Saat Sara masih ada, selalu ada...
Entahlah, pengalihan?
Saat Sara tinggal di karavanmu sepekan, kami tak bicara atau berdebat.
Bukan itu yang kuharapkan.
Astaga.
Ya...
Entah aku harus berkata apa.
Tidak perlu bicara apa pun.
- Maaf, harusnya tak kubahas. - Ya, harus.
Bagaimanapun, kau akan selalu diterima di sini. Ya?
Untuk mengobrol.
Ya, tentu. Mengobrol.
Apa lagi?
Entah.
Kuharap kau mengerti.
Tentu saja.
Kau benar, kita tak boleh.
- Sampai jumpa. - Dah.
PEDOFIL
- Kau sedang apa? - Kupikir mendengar suara.
Mungkin anjing tetangga.
Ini baru pukul 05.00.
Sungguh? Kukira sudah pukul 07.00.
Baiklah, kurasa aku harus bangun juga.
Tidak, kembalilah tidur. Aku akan bekerja sebentar.
Nanti kususul.
Baik.
Kau gemetar.
Aku kaget.
- Anjing bodoh. - Anjing bodoh.
Sampai nanti.
POLISI MENCARI PEMERKOSA
Hai, mau pergi ke mana?
Katamu, kau akan menyusulku.
Aku mau ke toko roti.
Namun, kita punya roti.
Ada apa?
Eric, siapa itu?
Astaga, apa yang terjadi?
- Akan kupanggil polisi. - Tidak, jangan.
Aku telah...
No comments yet. Be the first to leave one.