نخستین 200 خط.
BERSAMA
Franco sudah mati.
Disampaikan pagi ini oleh kantor berita resmi.
Jenderal itu meninggal pada pukul 04:40 karena serangan jantung.
- Franco sudah mati. Franco sudah mati. - Apa?
Mereka baru saja mengatakannya di radio. Ya, Franco sudah mati.
Franco sudah mati. Franco sudah mati.
Franco sudah mati. Franco sudah mati.
- Tapi aku hanya mencintaimu. - Ya, tapi bagaimana dengan Anna?
Anna? Tidak, tidak, tidak.
- Kita sudah sepakat boleh melakukannya kalau mau. - Tapi aku ingin denganmu.
- Tapi kau bisa melakukannya. - Ya, tapi aku ingin bersamamu.
- Bagaimana dengan Maria? - Maria yang mana?
- Yang di pesta itu. - Tidak. Astaga, tidak.
- Siapa yang menelepon? - Tapi katakan padaku. Kau bisa.
- Kau boleh dengan siapa pun, terserah. - Kau ingin dengan siapa?
- Aku tak ingin dengan siapa pun. - Kenapa tak ada yang menjawab?
- Abaikan saja. - Bisa saja penting. Akan kuangkat.
- Tak bisakah orang lain yang mengangkatnya? - Tak akan ada yang mau.
Aku kedinginan.
- Dari Elisabeth. - Kakakmu?
Mereka sedang bertengkar. Dia ingin ke sini besok.
Bisakah kau pergi?
Maaf.
Pergilah.
Kalau begitu keluarlah.
Aku tak peduli apa yang kau lakukan. Eva.
Aku tak peduli apa yang kau lakukan. Lakukan apa pun yang kau suka.
Aku tak peduli.
- Kau mau ikut bermain? - Apa?
- Kau mau bermain? - Aku tak bisa. Kami akan segera pergi.
Kau percaya? Aku cuma bercanda. Kau tak bisa bermain dengan kami.
Pergilah. Hei, tolong, kumohon...
Elisabeth.
Ayo.
BERSAMA
Karena mesin cucinya tak berfungsi...
- Aku mencuci kemarin. - Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.
- Itu tiga atau empat hari! - Atau bulan.
- Aku mencuci sehari sebelumnya. - Tidak, kau tidak mencuci.
- Aku melakukannya. - Tidak.
- Aku memang melakukannya. - Tidak, Anna. Aku tahu.
- Kau mau pergi? - Aku tak mau membahasnya.
- Ini penting, Erik. - Mencuci adalah borjuis!
- Itu sangat khas. - Kita tak bisa ...
Kita tak bisa berdiskusi serius kalau kau berdiri dengan seperti itu.
- Apa? - Apa yang kau pikirkan?
Aku tak tahu pendapat yang lain, tapi aku tak bisa berdiskusi ...
kalu dipaksa untuk melihatmu memamerkan onderdilmu.
Apa maksudmu "onderdil"?
- Apa yang harus kukatakan? Apa perlunya? - Aku terkena infeksi jamur.
- Anna. - Aku tak peduli.
- Aku tak boleh memakai pakaian ketat. - Aku tak perlu penjelasan medis.
Aku harus terkena udara. Tak ada yang memaksamu untuk melihat.
- Tapi cukup sulit untuk tidak melakukannya. - Ini tidak jelek. Atau kau berpikir begitu?
Pakailah celana.
- Sesuatu harus disembunyikan? - Kita berada di dapur!
- Jangan mulai lagi... - Ini tubuhku!
Bagaimana menurutmu kalau aku melakukan hal yang sama?
Jangan, Lasse. Jangan.
Tak perlu melepas jaketmu. Kita cuma mau menyapa.
- Semua orang tampaknya ada di sini. - Lasse, itu tak perlu.
- Kau harus berkeliaran seperti itu. - Menurut Klas ini bagus.
Lasse Lasse .... Lasse!
Halo semua. Tampak bersemangat sekali di sini.
Nah, ini saudariku Elisabeth. Kakak perempuanku.
Dan anak-anak Elisabeth. Itu Eva dan ini Stefan.
Dan yang sedang melucu itu adalah Lasse.
- Halo. - Dan Anna.
Dan Klas. Dan Signe dan Sigvard.
Inilah kami.
- Halo. - Hai.
Ada Tet dan Moon di sana. Kalian nanti bisa bermain dengan mereka.
Baiklah, selamat datang di keluarga besar Bersama.
Ini sudah sangat ramai.
Ruangan ini dipakai untuk relaksasi dan meditasi.
Kakakmu boleh tinggal... Dan anak-anaknya, tapi sekarang ...
- Ini hanya sementara. - Tapi bagaimana kalau semakin lama...
Aku tahu ini gila. Tapi kita harus membantu.
Solidaritas kata lain untuk berusaha membantu dengan berbagai cara.
Hey Stefan, ini hanya sementara.
- Berapa lama? - Sementara, sampai kami menemukan yang lain.
- Berapa lama itu? - Ibu tak tahu.
Aku tak mau tinggal di sini.
- Apa aku tidak pergi ke sekolah? - Tentu saja pergi.
- Bagaimana aku akan sampai ke sana? - Göran akan memberikan tumpangan.
- Aku tak mau pergi dengan bus jeleknya. - Ya, tapi beginilah kita sekarang.
Apa yang kau lakukan?
Melihat burung di taman.
Lihatlah, Ragnar. Ada lagi.
Ini gila.
Kok bisa orang sebanyak itu tinggal di satu rumah yang sama?
Bagaimana menurutmu?
- Apakah kita semua akan tinggal di sini? - Iya. Ini akan baik-baik saja.
Kita bertiga? Aku tak mau tinggal sekamar dengannya.
Stefan. Eva.
- Mungkin ini memang sempit ... - Ibu sudah bilang jangan membantah.
Astaga, ini sudah terlalu banyak. Tidak, tenang saja, ini baik-baik saja.
Aku akan bicara dengan Lena, aku akan mengatasinya.
Göran, apa kepalamu ada otaknya?
Tapi mereka bertiga, mungkin kita tak perlu ruangan besar.
Aku tak mau bertukar. Tidak setelah mengecatnya dengan warna yang kuinginkan.
- Ini kamar kita.Titik. - Kau benar.
Göran, kau adalah orang paling baik di dunia, paling manis, baik hati.
- Tapi kau harus berpikir juga. - Aku dapat ide.
Aku sudah menyiapkan kamar untukmu. Kamarmu sendiri. Mau lihat?
Ini agak kecil. Tapi bisa jadi sangat nyaman kalau kau punya lampu yang bagus.
Pasang beberapa poster dan memperbaikinya. Bisa menjadi nyaman. Bagaimana?
Kita bisa mengecat dindingnya. Ini bisa menjadi sangat nyaman.
- Kenapa kau pakai sepatu perempuan? - Ini bukan sepatu perempuan.
- Memang iya. - Sama sekali bukan.
- Memang iya. - Aku lebih tahu. Ini sepatu olahraga.
- Sepatu olahraga untuk perempuan. - Bukan. Kau tidak melihatnya dengan baik?
- Sepatu perempuan. - Dasar Fasis!
- Enak. - Ini sangat enak.
Terima kasih.
- Kau menyukainya? - Apa ini?
- Beberapa jenis kacang. - Kacang panjang.
- Mau tambah, Stefan? - Tidak, terima kasih.
Haruskah kita makan kacang dalam segala hal sepanjang waktu?
Apa yang kau lakukan pada tanganmu? Apa kau mengelas dengan buruk lagi?
Tidak.
Erik bekerja sebagai tukang las. Dia ingin menjadi pustakawan,
tapi menurut partainya dia harus berada di antara para pekerja.
Sebaiknya kau diam.
Hanya saja begitu bodoh, Erik bukan tukang las.
Dia orang paling kikuk yang permah kutemui. Dia hanya memukul dan membakar dirinya sendiri.
Kau tak tahu apa-apa.
- Keluarga Bersama? - Bisa bicara dengan Elisabeth?
- Apa kau sendiri berguna, Lasse? - Halo, Rolf.
Kubilang, bisakah aku bicara dengan Elisabeth?
- Mungkin lebih baik tunggu dulu beberapa hari. - Sesuai keinginanmu 'kan? Kau senang sekarang?
Aku berjuang. Aku ada di tengah orang-orang biasa, aku berusaha untuk melakukan sesuatu.
Jangan lihat mereka, jangan dengarkan mereka.
Aku bersama dengan orang-orang biasa. Aku tidak membusuk di dalam sebuah universitas.
- Bukankah itu salah membusuk di universitas? - Aku tidak membusuk.
Jangan dengarkan ini.
- Kau senang sekarang? - Aku tidak mengerti.
Kau sudah memisahkan keluarga? Kau menginginkannya 'kan, kau dan teman-teman komunismu?
Aku tidak mengerti.
Tertawalah. Tapi ini serius, kalian mengerti?
Aku janji, kalian akan mengerti. Kalian benar-benar akan mengerti.
- Ayo. - Benar-benar adegan yang buruk.
Ketika revolusi dimulai. Kalian akan lihat siapa yang tertawa.
Moon, kita makan lagi nanti.
- Apa dia marah? - Ya, bisa dibilang begitu.
Tidak ada tempat untuk kelas atas setelah revolusi.
- Aku bukan kelas atas. - Kau akan menghadap dinding dan bang! bang!
- Kau tidak dengar aku? - Ayahmu seorang direktur bank, Erik.
Dia bukan ayahku lagi. Oh, sialan, maaf. Aku lupa...
Erik memutus kontak dengan keluarganya. Dia bahkan mengubah namanya.
- Dia punya nama yang mulia. Siapa namamu? - Andersson.
Kau bisa duduk dan tertawa, tapi ini serius.
Kau mengerti? Kaulah yang akan berdiri menghadap dinding.
- Dasar pengkhianat sialan. - Erik, tenanglah.
- Kalian tak mengeti, dasar filistin sialan. - Astaga, kau jahat sekali.
Jangan terlalu keras padanya, dia bermaksud baik.
- Jangan terlalu negatif pada orang lain. - Kau tidak harus terlalu positif.
Lasse.
Jangan hiraukan mereka. Jangan khawatir.
- Mereka tidak memiliki api yang sama sepertimu. - Tidak, memang tidak.
Mereka tidak mengerti. Bahwa kau sangat membara.
Tidak ... tidak ...
Selamat tidur.
Sampai ketemu lagi.
Aku hanya mau pergi dan berbincang dengan Göran dan yang lain.
Lalu aku akan kembali lagi.
Terima kasih.
- Jangan dimatikan. - Anak-anak sudah tidur.
- Mereka tidak terganggu oleh itu. - Ya, mereka terganggu.
Awalnya dia memukulku sekali. Itu hanya tamparan.
Lalu aku berkata, "Kau melakukannya lagi, maka aku akan meninggalkanmu".
Jadi dia tidak melakukannya lagi.
- Jadi kemarin ... aku meninggalkannya. - Bagus.
- Aku tak tahu. - Benar. Itu berani sekali.
Aku tak tahu. Ini tidak mudah. Kurasa... aku masih mencintainya.
Kau mau menciumku?
- Ya, tapi aku tak boleh melakukannya. - Kenapa tidak?
Tapi kau sedih. Ayo.
Tapi kita tidak boleh melakukannya.
Apakah kau memikirkan Göran? Ini tak ada bedanya baginya.
Kami memiliki hubungan yang terbuka.
Iya...
Tapi itu...
- Kau mau? - Dia sedang sedih.
- Ya, tapi ... Ya, baiklah... - Terima kasih. Aku mencintaimu.
Lena?
- Tidak, bukan apa-apa. - Ada apa?
Tidak, itu ... Tidak apa-apa.
Hei, kita bisa melakukan apa yang kita mau.
- Tak bisakah kita hanya bicara? - Apa yang akan kita bicarakan?
Tentang pro-sosialisme. Ini hanya dari buku.
- Pelajaran Dasar Marxis-Leninis. - Kedengarannya sangat menarik.
- Tak bisakah kita melakukannya nanti? - Aku ingin membahasnya.
Seperti ... Apa yang membedakan nilai lebih dan keuntungan?
Kita bisa membicarakannya nanti. Mari kita bercumbu sekarang.
- Kau janji? - Aku janji.
Benarkah?
Harus kukatakan, aku menyukaimu. Apa yang telah kau lakukan. Kau wanita yang kuat.
- Aku tak tahu. - Kau memang begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.