نخستین 200 خط.
Manusia harus menghadapi banyak badai dalam hidup.
Tapi anak yatim ini harus menghadapi badai lainnya.
Yaitu ketidakberdayaannya, kelemahannya.
Dan rasa kesepian.
Aman. - Bapak.
Apa yang kamu lakukan sendirian di sini?
Semua anak pasti ada yang datang mengunjungi atau menjemput mereka.
Tapi tidak ada yang datang untuk menjenguk atau menjemputku.
Apa aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini?
Anakku, justru yang tidak punya siapa-siapa...
Dialah yang menjadi milik-Nya.
Umpan bolanya. - Dia pincang, mana bisa.
Umpan bolanya!
Dasar cacat! Nggak dengar? Umpan bolanya!
Nggak cuma pincang, dia juga tuli!
Dia nggak bakal ngerti kalau begini. - Terus gimana?
Ayo kita lihat dia bisa jalan atau nggak.
Akan aku tunjukkan padamu! Bilang dia pincang, bilang dia tuli!
Terima kasih ya. Kamu sangat membantuku. Siapa namamu?
Akash Verma. Kalau kamu?
Mulai hari ini, Akash dan Aman berteman.
Aman!
Aman!
Lihat apa yang kubawakan untukmu.
Ini kelihatannya impor. Pasti mahal.
Itu bukan urusanmu. Kamu makan saja.
Apa yang kamu pegang? - Permen 10 paise.
Kasih aku dong. Aku suka. - Eh, kamu ngapain?
Yang itu buatku, jadi aku makan. Yang ini buatmu, jadi kamu makan.
Lepaskan! Kamu ngapain sih?
Kamu selalu saja cari gara-gara! Gimana kalau ada yang lihat?
Terus kenapa? Aku tinggal minta izin ke mereka.
Tuan Penonton, bolehkah aku merayu istriku?
Aku sudah terbiasa minta izin.
Pertama minta izin ke kamu buat merayu, lalu ke orang tuamu untuk menikah.
Lalu ke pendeta agar menikahkan kita.
Setahun kemudian minta izin ke anak kita, taruh dia di buaian...
Dan tanya, bolehkah aku mendekatinya?
Waktu pertama kali kita bertemu, rasanya kamu nggak punya lidah!
Sampai sekarang juga masih begitu. - Berhenti!
Sekarang 100 burung beo di satu sisi, kamu di sisi lain!
Burung beo? - Iya.
Siapa yang percaya kalau kamu Rajiv Verma...
...pemilik Verma Estates?
Bapak dari anak laki-laki umur 12 tahun.
Ngomong-ngomong, anak kita ke mana ya? Anak orang kaya itu.
Dia pergi menemui temannya.
Sejak dia punya teman baru, dia lupa sama teman lamanya.
Selamat pagi, Bapak.
Halo Ibu. Halo Bapak. - Halo, Nak.
Ayah, ini sahabat terbaikku, Aman.
Halo Bibi. Halo Ayah.
Kamu tinggal di mana, Nak? Apa pekerjaan orang tuamu?
Aku tidak punya siapa-siapa. Aku tinggal bersama Pastor D'mello.
Tidak, Ayah, dia bohong! Di dunia ini, aku adalah miliknya!
Kalau kamu mencintainya, maka kami juga mencintainya!
Jangan pernah bilang kalau kamu tidak punya siapa-siapa.
Kamu tidak ajak Aman?
Dia menolak datang. - Menolak?
Mau ke mana kamu? - Biar saja dia pergi.
Apa yang tidak bisa dilakukan orang dewasa, akan dilakukan oleh cinta Akash.
Kamu mau datang atau tidak? - Aku mau.
Ada apa ini? - Aku sedang mencari koin yang hilang.
Mau sok pintar ya? - Sungguh. Tapi kamu sedang apa?
Dia malah tanya balik! Aku juga cari uang koin 50 paise yang jatuh.
Ada apa ini?
Dia kehilangan 25 paise, aku 50. Kami sedang mencarinya.
Keluar kalian. Biar aku cari koinnya.
Ayo bangun. - Lepaskan telingaku. - Bangun dulu.
Keluar sekarang. - Suatu hari aku pasti dihajar gara-gara dia!
Ayo cepat.
Anaknya saja sudah cukup merepotkan, ayahnya lebih parah!
Demi Tuhan! Aku memang payah.
Gara-gara kamu aku bisa dipecat!
Bukan! Aku yang dipecat karena kamu!
Dia benar-benar keterlaluan.
Luar biasa. Aman, semua piala dan perisai ini kamu menangkan sendiri?
Aku bangga padamu. Kamu hebat.
Apa yang hebat? Semua berkat doa dan restumu.
Dia memang selalu hebat, tapi coba tanya anakmu yang tidak berguna itu, apa yang dia bawa?
Apa kubilang? Aku sudah tahu Mami pasti tanya itu.
Tapi aku tidak datang dengan tangan kosong.
Kalau Aman bawa piala, aku bawa piring!
Lihat ini. Sekarang jawab aku! - Lihat betapa lancangnya anakmu!
Aman bawa piala, dia bawa piring!
Akan kuhajar kamu! - Ibu, aku beli itu seharga 15 rupee.
Berhenti di situ! - Jangan, Ibu, tolong.
Bilang ke dia kalau aku ini sudah 24 tahun!
Ampuni dia kali ini. Kalau lain kali dia buat ulah, pukul dia, jangan aku.
Ini piringnya. Tolong buatkan teh. - Diam!
Kamu tidak akan pernah berubah. - Kamu bikin aku kena hajar terus!
Kamu benar-benar manjain dia! - Ayah, bagian dialogmu sekarang.
Aku tahu. Berdiri yang tegak. Apa cinta bisa membuat orang rusak?
Aku juga mencintaimu. Apa aku jadi rusak? - Anak-anak sedang menonton. Malulah sedikit!
Ada apa? Kenapa kalian tertawa?
Terima kasih.
Para pekerja setia dan berdedikasi dari Verma Constructions.
Hari ini saya perkenalkan kepada kalian, putra-putra saya.
Ini Aman. Aman Verma.
Dan ini adalah... - Aku Akash. Akash Verma.
Baiklah, lanjutkan. - Masih ada yang perlu dikatakan?
Aku lupa mau bilang apa.
Selama ini kalian sudah memberiku semangat.
Untuk memperkuat fondasi kita. Mulai hari ini...
Bantu kedua anak ini dengan cara yang sama.
Terima kasih banyak.
Mari, ayo masuk. Ini kantor Verma Constructions.
Bagaimana menurutmu? - Bagus sekali, tapi aku harus ngapain di sini?
Maksudmu? Ini ada telepon. Kamu punya jari.
Ada banyak gadis di kota. Telepon dan bersenang-senanglah.
Beneran bisa? - Tentu saja.
Ayah memang yang terbaik di dunia. - Ya?
Dan kamu anak paling nakal di dunia.
Kamu sedang apa?
Aku pernah dengar tentang malaikat.
Tak pernah melihat mereka, tapi hari ini aku yakin...
...mereka seperti kalian.
Apa yang sudah kami lakukan?
Kehormatan yang kalian berikan dengan memberiku nama keluarga ini...
Itu adalah utang yang takkan bisa aku bayar.
Kamu anggap cinta kami sebagai utang?
Bukan begitu, Ayah, maksudku... - Kenapa bicara soal utang dan kewajiban?
Aku tak pernah menganggapmu berbeda dari Akash.
Tentu saja. Kamu pikir dia pintar, aku bodoh!
Dan kamu benar juga. - Tidak.
Ayo pergi. - Ya. - Kita harus ke pesta. Tapi kamu tetap di sini.
Mau ke mana kamu? - Menemui para ini.
Apa ini? - Daftar para gadis.
Rita jam 12, Sita jam 2.
Meeta jam 4, dan entah siapa jam 6.
Dan jam 8 malam pulang ke rumah, kena hajar Ayah!
Daftar kamu bikin aku gila!
Oke, aku cabut sekarang ya?
Hari ini hari pertamaku di kantor. - Betul juga.
Oke, aku cabut ya? - Kalau Ayah nelpon?
Aku bakal kena semprot. Oke, aku cabut ya?
Gimana kalau kamu dibutuhkan di kantor?
Oke, aku cabut ya?
Silakan saja. - Oke, aku berangkat!
"Ini pertama kalinya kita bertemu..."
"dan hatiku berkata aku telah jatuh cinta"
"Sejak pandangan pertama darimu..."
"hatiku terus merindukanmu"
"Ini pertama kalinya kita bertemu..."
"dan hatiku berkata aku telah jatuh cinta"
"Sejak pandangan pertama darimu..."
"hatiku terus merindukanmu"
"Dia yang selalu ada dalam mimpiku..."
"kini hadir di hadapanku"
"Aku bahkan tak tahu apakah ini siang atau malam"
"Aku romantis dari hati, maka aku merayu..."
"kamu gadis muda nan nakal..."
"kamu adalah hidupku"
"Aku jatuh cinta padamu, kasih..."
"setiap detik hidupku kini dipenuhi kebahagiaan"
"Sejak pandangan cinta pertama darimu..."
"hatiku tak berhenti merindukanmu"
"Ini pertama kalinya kita bertemu..."
"dan hatiku berkata aku telah jatuh cinta"
"Jangan malu..."
"ikuti cinta yang ada di hatimu"
"Kesempatan begini jangan disia-siakan..."
"genggam tanganku"
"Aku yang selalu jadi pujaan hati, semua tergila-gila padaku..."
"tapi hatiku tergila-gila pada sifat unikmu"
"Kamulah penguasa hatiku, cintaku"
"Sejak pandangan cinta pertama darimu..."
"hatiku tak berhenti merindukanmu"
"Ini pertama kalinya kita bertemu..."
"dan hatiku berkata aku telah jatuh cinta"
"Mata memikat, wajah menawan..."
"dan tubuh yang menggoda..."
"berkilau bagai cahaya di atas air"
"Di gang ini, hanya namamulah yang dibicarakan"
"Tapi apa artinya kecantikanmu tanpa seorang kekasih?"
"Peluk aku dalam dekapanmu..."
"hatiku merintih, kasihku"
"Sejak pandangan cinta pertama darimu..."
"hatiku tak berhenti merindukanmu"
"Ini pertama kalinya kita bertemu..."
"dan hatiku berkata aku telah jatuh cinta"
Hanya melihatmu saja membuat hati tenang.
Aman.
Musuh ketenanganku kembali!
Aman, cepat ke sini.
Aman.
Ada apa?
Ayo, ikut aku.
Akhirnya sempat juga?
Dari pagi aku sibuk banget dengan urusan bisnis sampai lelah.
Baru sekarang punya waktu untuk Menaka tercinta.
Ayo kita keluar. Kita senang-senang!
Ayo dong.
Nggak, aku capek banget. Ngantuk pula.
Kamu perusak suasana!
Mending kamu tidur. Dunia luar bukan untukmu!
Temanmu aneh sekali.
Kenapa?
Kenapa dia nggak ikut kita? Katanya capek dan ngantuk.
Padahal nggak capek dan nggak ngantuk. - Maksudmu?
No comments yet. Be the first to leave one.