نخستین 200 خط.
Pasukan musuh akan tiba lima detik lagi.
Harap bersiap!
Cepat...cepat...
Sudah kosong melompong, tidak ada apa-apa lagi.
Sudah yang terakhir.
Anda datang ke sini untuk memelihara kesehatan?
Cepat...cepat...
Jangan biarkan kakak kelas menunggu.
Sekarang bilang aku merepotkan.
Saat makan, kalian panggil aku ayah.
Urusan ayah anak itu nanti saja.
Cepat!
Asrama kalian ini kacaunya keterlaluan ya,
Sun Ziyuan.
Seprai kotornya seperti ini,
kamu tidak takut gatal-gatal borokan tidur di sini?
Namanya juga laki-laki,
hanya mengurus masalah besar, tidak perlu mempermasalahkan detail-detail kecil begini.
Kalau terlalu rapi dan bersih, nanti seperti perempuan saja.
Aku sih tidak bisa.
Nak,
kamu tidur sekamar dengan mereka berdua,
susah tidak?
Bagaimana mungkin?
Si Residu Minyak (julukan Li You) ini adalah tokoh penting
dalam kelompok pria sejati kami ini.
Aku...
aku utamanya bertanggung jawab dalam urusan logistik.
Kalian tiga serangkai ya!
Semangka masih bagus sudah dibuang?
Kalian ini mau ternak ulat belatung?
Bawa pergi! Bawa pergi!
Chen Jing!
Chen Jing!
Sebentar lagi ada pemeriksaan kebersihan asrama.
Cepat bereskan ranjangmu.
Jangan jadi beban kami, bisa?
Baik.
Chen Jing,
kamu datang ke sekolah ini untuk belajar musik?
Kulihat, kamu ini cuma datang untuk berwisata.
Jika tubuh santai, maka otak baru bisa kosong,
baru bisa memperoleh kebebasan jiwa.
Aku ini belajar musik dengan teknik meditasi,
tahu tidak?
Baru pertama kali dengar ada yang mengatakan
malas dengan begitu elegan.
Jangan pedulikan aku.
Cepat bereskan saja potret dirimu itu.
Kakak kelas, maaf mengganggu sebentar,
kita jalan-jalan keluar dulu ya.
Kamu juga memilih untuk kabur hari ini?
Jodoh ya.
Taruh di kamar kami lagi?
Kamar kalian di atas, diperiksa terakhir.
Kerja sama dong.
Kalau kalian ada barang yang perlu disembunyikan, masukkan sekalian.
Nanti setelah selesai memeriksa tempat kami, barangnya kami ambil.
Guru Pengurus Asrama, apa kabar!
Guru Wang, apa kabar!
Guru sudah bekerja keras.
Kami ucapkan Selamat Hari Anak untuk Guru.
Silakan Guru melakukan pemeriksaan.
Kami sudah siap.
Hari ini kami
mulai memeriksa dari lantai atas dulu.
Our Shiny Days
Episode 1
Apa kebutuhan pokok dalam kehidupan?
502 membuka pintunya!
502 membuka pintunya!
Sudah pernah diberitahu belum?
Kelambu juga merupakan benda terlarang.
Aku bukan mau menyulitkan kalian.
Harap kalian mau bekerja sama.
Bisa?
Hawa ganas Si Polusi (julukan Zhao Yimo) ini menakutkan juga.
Kalau dia muncul, serasa ada efek angin dingin berhembus.
Iya.
Asrama mereka sungguh hebat.
Walaupun cuma ada tiga orang,
Tapi
hawanya seperti makam kuno ribuan tahun.
Aku tidak pernah tahu,
kenapa teman-teman menjuluki Zhao Yimo sebagai Polusi?
Anak-anak jurusan musik barat yang duluan memanggil begitu.
Zheng You'en dari asrama kalian sangat membenci dia.
145 jam?!
Ini sudah masuk tingkatan iblis ya?!
Berarti selain makan, tidur, dan pelajaran budaya,
semua waktu lain dihabiskan di ruang latihan musik.
Hebat!
Nilai ujian tengah semester pelajaran instrumen musik sudah keluar.
Urutan ranking mata kuliah jurusan,
yang juara di kelas kita lagi-lagi musik barat.
Musik tradisional hancur-hancuran lagi.
Seru! Seru!
Tunggu sebentar...
Itu orangnya.
Zhao Yimo,
selamat ya!
Kurang kerjaan.
Kalau kamu sendiri tidak peduli ya sudah,
tapi kenapa meremehkan kerja keras orang lain!
Apa perlu sok seperti ini?
Aku sok
juga masih lebih baik daripada kamu, ribuan tahun tidak pernah juara.
Semangat!
Kutunggu di garis start.
Zhao Yimo ini
apa dia lahir di hari penuh polusi?
Zheng You'en dari jurusan musik barat ini
orangnya terlalu serius.
Zhao Yimo dari jurusan musik tradisional ini
memang sifatnya terlalu aneh.
Tapi jiwa persaingan di antara para juara ini,
kita juga sulit memahaminya.
Ujian tengah semester, kamu ranking berapa?
Nomor dua dari bawah.
Aku nomor satu dari bawah.
Teman baik!
Bersama selamanya!
Tenang saja.
Ada aku di belakangmu.
Residu Minyak, hati-hati! Hati-hati!
Panciku...
Panciku...
Mereka anak laki-laki kompak sekali,
berebut memikul panci (memikul panci = kiasan untuk "memikul kesalahan").
Pemeriksaan dadakan di asrama kemarin,
hasilnya masih terbilang lumayan.
Aku sangat puas.
Para siswa sekalian,
kalian datang ke Akademi Musik Zhongxia
untuk belajar musik dan menambah pengetahuan.
Bukan untuk menentang peraturan sekolah,
juga bukan untuk makan minum dan bersenang-senang
di usia belajar.
Sebagian besar siswa masih patuh pada
permintaan sekolah.
Tapi ada sebagian kecil siswa,
walaupun kali ini tidak tertangkap,
tapi dalam hati aku tahu
siapa kalian
dan apa yang kalian lakukan.
Hari ini, aku tidak menyebut nama,
bukan berarti tidak akan terus mengawasi kalian.
Tapi hari ini yang harus dikritik dengan menyebut nama adalah
asrama perempuan kamar 502.
Benda terlarang di kamar kalian
terlalu banyak,
sampai aku tidak punya waktu untuk menyebutkannya di sini.
Asrama perempuan kamar 502,
Zhao Yimo dari kelas kecapi,
Su Bei dari kelas zhongruan (nama alat musik tradisional),
Liu Yueta dari jurusan pi-pa (nama alat musik tradisional).
Kalian ini terang-terangan menantang peraturan sekolah!
Kali ini, ketiganya mendapat peringatan lisan.
Aku ada barang baru untukmu.
Kualitas HD, resource tangan pertama.
Bagus, bagus...kirim ke aku, kirim ke aku...
Mau bayar dengan Alipay atau Wechat,
yang mana pun boleh.
Jangan begini...
Bulan ini aku sedang miskin, uang makan saja sudah habis.
Tadi pagi ada yang memberiku permen karet saja
tidak rela kumakan,
kusimpan untuk jadi makan malam.
Kalau begitu, kamu urus masalah perut saja dulu.
Kalau sudah punya kemampuan, baru pikirkan makanan untuk jiwa.
Kami membereskan ruang di gedung instrumen
yang dulu dijadikan gudang.
Sekarang sudah selesai direnovasi
menjadi ruang latihan musik lagi,
dan bisa digunakan.
Kami akan mengatur beberapa siswa
untuk berlatih di ruang latihan musik baru ini.
Harap kalian memanfaatkan waktu latihan sebaik-baiknya.
Sudah diduga, yang dapat ruang latihan musik baru
adalah siswa macam kita begini.
Memangnya kenapa?
Ruang baru, suasana baru kan.
Sudah lihat?
Tidak ada sinar matahari sama sekali.
Dulu dijadikan gudang, sama sekali tidak sayang.
Sekarang dijadikan ruang latihan musik,
sungguh keterlaluan!
Apa sekarang masih ada orang di gedung ini?
Dulunya gedung tempat tinggal keluarga anggota kelompok teater tradisional, kan?
Bukankah katanya mau dibongkar?
Sudah banyak ruangan yang kosong.
Tapi masih ada beberapa orang tua yang tidak pindah.
Berdoa mohon perlindungan saja.
Semoga jangan sampai diberi ruang latihan musik yang di depannya ada penghuninya.
Iya.
Kalau tidak, nanti kita asyik
berenang di tengah lautan musik,
malah dianggap mengganggu oleh tetangga.
Sinting (julukan Chen Jing),
berdasarkan nilaimu yang seperti itu,
No comments yet. Be the first to leave one.