نخستین 200 خط.
UNCLE
[Cerita di drama ini adalah fiktif. Jika ada kesamaan, itu hanya kebetulan.]
Diterjemahkan oleh Nung
Permisi... permisi!
Benar, 'kan?
- Benar! Uncle King! - Iya.
Boleh minta tanda tangan?
- Tanda tangan? - Ya, tanda tangan.
Sudah lama aku tidak ngasih tanda tangan.
Sering-sering ke sini ya.
Aku sudah pamer kalau kau adalah langganan toko kami.
Buibu! Nih! Di sini, ada Uncle King!
- Di mana? - Di sini! Di sini!
WAAAHHH ADA LEGENDA!!!
Uncle King!
Ayo fotbar!!
Hana... dul... set!
- Sekali lagi! - Aku juga mau!!
Dalam waktu 72 jam, Paman mendadak jadi terkenal.
Dan kepopulerannya tidak padam.
- Oh! Uncle King! - Benarkah?
Halo.
Ya, ya. Ini aku, Uncle King!
- Halo. - Halo.
Aku kira Ajussi itu pria cabul.
Ya, itu bisa saja terjadi.
Boleh minta foto bareng gak?
Boleh dong! Ayo, sini!
Hana... dul... set!
Hey, para bocil! Kalian rajin belajar, 'kan?
- Paman! - Paman!
Paman, lagi ngapain di sini?
Ngapain lagi? Aku ke sini untuk melihat keponakanku sepulang sekolah.
Aku berjalan-jalan di sekitar sini, sekalian ngasih tanda tangan.
Kalian mau juga gak?
Gak usah, kami udah dapat tanda tangannya Ji-hoo.
Hah?
Ji-hoo lebih populer di kalangan anak-anak.
Oh, gitu?
Kamu jangan berubah ya, walaupun udah jadi terkenal.
Orang tidak gampang berubah.
Park Se-chan, kamu udah minta maaf ke No-eul?
Cowok itu gak perlu pake kata-kata, tapi pake tindakan.
Dia membantu Ji-hoo melarikan diri, jadi aku memaafkannya.
Anak-anak zaman now emang cerdas dan perhitungan.
- Kalian mau makan donat gak? - MAU!
- Yok, Paman yang traktir! - Paman! Paman!
Halo, pemirsa King's Family!
Di sini adalah lokasi pemotretan foto profil Uncle King.
Kami akan mengadakan sesi tanya jawab setelah pemotretannya selesai.
Kalau ada pertanyaan, tuliskan saja di komentar.
Jangan lupa like dan subscribe -nya!
Ji-hoo benar-benar hebat!
Benar. Uncle King tidak pandai bermain sosmed dan berkomunikasi.
Sepertinya bukan hanya itu saja.
Ya, santai.
Ya, bagus!
Bagus, tapi rilekskan matamu.
Pasti bisa! Ya, lihat kamera.
Pose yang imut!
Lagi. Lagi!
Lagi, lagi, lagi!
Harus gimana ya? Posenya jadul banget!
Ya, maaf. Kita istirahat dulu sebentar ya.
Kenapa aku gugup ya? Deg-degan banget!
- Bahkan susah bernapas. - Santuy aja atuh, santuy!
Kenapa sih, tidak seperti biasanya.
Iya. Hey, aku lagi deg-degan, kenapa malah nyodorin hape?
Udah ah! Nanti aku jadi kelihatan jelek!
Paman ini ner-bener! Tahu gak? Fan-service itu penting banget!
Seorang penyanyi ya harus bernyanyi.
Musisi itu harus merilis album dan tampil di atas panggung.
Apa gunanya pemotretan ini?
Foto profil Paman yang sekarang tuh jadul banget!
Apa dia bahkan bisa muncul di variety show?
Belum lagi ada dua acara radio.
Dan acara "I Live Alone" sudah dijadwalkan minggu depan.
Benarkah? Pasti seru!
Pasti kau sibuk menjadikanku sapi perah ya.
Kita bisa lebih sibuk lagi!
Kau tidak akan pernah tahu kapan ketenaranmu berakhir.
Kita harus kejar setoran, mumpung dia sedang terkenal!
- Tarik! - Tarik!! Tarik!
Tapi Direktur, ketenaran J. King bukan seperti gelembung.
Dia musisi yang sudah siap. Bukan sekadar artis musiman.
Aduuh, Banguli, Banguli! Mantap!
Pendukung terbaikku, Uncle Queen!
Ya, ya, baiklah! Ya, baiklah, Ibunda Ratu!
Mari kita mulai. Waktunya tidak banyak.
- J. King, bisa tersenyum tidak? - Iya.
Lihat, tuh! Senyumnya kaku banget kayak kanebo kering.
Kenapa senyumnya gitu ya?
Bagaimana kalau bersama dengan Ji-hoo?
Bolehkah? Penggemarnya Uncle King juga ngefans sama Ji-hoo.
Tapi aku juga gak bisa.
Kalau begitu jangan berpose, ngobrol santai saja. Gimana?
- Aneh ya? - Kedengarannya lebih baik dan kekinian.
- Kalau begitu kita sesi tanya jawab? - Ya, mari kita coba.
Paman, apa Paman berencana untuk muncul di acara "The Masked Singer"?
Kalau diundang sih ya pasti muncul!
Kalau diundang, aku yakin pasti bisa jadi juara selama 6 atau 8 minggu.
Para penonton, dengar sendiri, 'kan?
Kenapa Paman ingin menjadi penyanyi?
Hmm...
Karena membuat lagu itu mudah.
Kalau boleh jujur sih...
Aku tidak becus dalam banyak hal. Tapi anehnya, membuat musik itu mudah.
Awalnya...
aku pikir aku melakukannya untuk mewujudkan impian ayahku yang sudah meninggal.
Lalu aku menyadari bahwa aku haus akan cinta dan perhatian orang-orang.
Kemudian, aku selalu berjuang untuk mengomunikasikan ceritaku.
Tapi karena tidak ada yang mendengarkan,
jadi aku memutuskan untuk menulis lagu, membuat musik dan bernyanyi.
- Ternyata seserius itu ya? - Hah?
- Mari kita ubah suasananya. - Oke oke.
Kalau makan tangsuyuk, tipe yang dicelup atau disiram?
Aku... gak dua-duanya, karena bokek gak bisa beli tangsuyuk.
ASTAGFIRULLOH!!!!
Kaget, Mak!!
Kenapa ditempel di sini sih? Bukan di kamarnya aja?
Masih pagi udah bikin jantungan, apaan sih?
Kau bisa langsung masuk saja.
Aku? Aku tidak bisa bergerak.
Kau kan tahu password -nya. masih sama, belum diganti.
Kau belum mengubah password -nya?
Bagaimana kalau aku mencuri sesuatu?
Ambil saja semuanya.
Apa masih sakit?
Mungkin kau belum bisa melepas gips -nya minggu depan.
Nah itu dia. Bisa bantu aku bangun?
Sepertinya tidak bisa.
Waktu tidur juga terasa sakit.
Aku tidak bisa berjalan tanpa kruk.
Kok aneh ya.
No-eul bilang kalau sekarang ayahnya sudah bisa berjalan dengan baik.
Kenapa tiba-tiba gak bisa ngomong? Keselek air comberan ya?
No-eul, pasti...
berbohong agar kau tidak khawatir. Beneran ini sakit banget.
Apa ini? Di sini?
Geli ih!
Lah? Bisa lari?
Ni orang banyak modusnya.
- Barusan udah sembuh. - Hadeuh, jinjja! Bahkan bisa lari segala!
Kenapa kau memintaku untuk datang dengan Ji-hoo?
Oooh...
Aku punya ide, walaupun itu bukan ideku.
Banyak penggemar yang memintanya.
Bagaimana dengan mini konser untuk perilisan album kali ini?
Dengan rilis album?
Bukankah perilisan albumnya akhir bulan ini?
Memang waktunya agak mepet. Itulah kenapa, dibarengi mini konser.
Kami tidak punya budget yang banyak, tapi nanti kita bisa berbagi pendapatan.
Jadi, kalau saat konser nanti tidak banyak penonton yang datang...
berarti itu hancur?
Sepertinya tidak akan hancur, kalau kamu mau membantu.
Bisakah kau menggelar konser bersama dengan Ji-hoo?
Eh?
Videomu yang paling banyak ditonton sekarang adalah video duetmu.
Dan sebagian besar penggemarmu tertarik pada Ji-hoo.
Dan sejujurnya, Ji-hoo memainkan peran besar.
Kalau begitu...
Ji-hoo juga bisa tampil di konserku?
Daebak!
Daebak! Itu ide yang bagus!
- Bagaimana? Ji-hoo, apa kamu bisa? - Tentu saja, kenapa tidak?
Direktur, dia dilahirkan untuk berada di atas panggung.
Kami juga berencana untuk duet kalau nanti dia sudah besar. Iya, 'kan?
Ya.
Syukurlah!
Aku khawatir kau akan menentangnya karena dia masih terlalu kecil.
Bisakah kau mendapatkan izin dari walinya?
Aku walinya, aku mengizinkannya.
Tapi bukan kau yang melahirkannya.
Ya, aku tidak melahirkannya.
Kami membutuhkan perizinan tertulis dari ibunya.
Baiklah.
Ibumu juga sangat ingin melihatmu di atas panggung, 'kan?
Kakakku bekerja sangat keras untuk membantunya belajar musik.
Dia pasti akan sangat senang kalau mendengar kabar ini!
Gak boleh!
Gak boleh?
Kenapa gak boleh? Kenapa?
Kenapa lagi? Sekarang Ji-hoo sudah kelas 6.
Heh!
Banyak penyanyi yang memulai karirnya dari masih kecil,
Ini pengalaman buat dia. Maksudmu apa sih?
Bu, aku beneran pengen tampil Sekarang aku ini terkenal, lho!
Waah, aku gak paham sama kamu!
Kenapa tiba-tiba melarang anakmu bermusik?
Nah itu dia. Ibu juga ingin aku bermusik, tapi kenapa sekarang malah gak boleh?
Kalau begini, terus apa bedanya kamu sama neneknya dia?
Apa sekarang ibu terlihat seperti menghalangi keinginanmu?
Ya, terlihat persis seperti itu.
Aku bukan melarang dia bermusik,
aku ingin dia mengikuti mimpinya, apa pun yang terjadi.
Tapi apa yang kau sarankan adalah pekerjaan yang dibayar, seperti bisnis.
Dia baru kelas 6 SD.
Dia tidak tahu perspektif tentang uang atau pandangan masyarakat.
Bagaimana kalau dia melakukan kesalahan saat tampil dan mengalami trauma?
Bagaimana kau akan mengatasinya?
No comments yet. Be the first to leave one.