نخستین 108 خط.
Serial TV Story
Maafkan aku!
Mulai sekarang, kita orang asing satu sama lain.
Ayo pergi, Mare dan Ittetsu.
Tunggu, Aiko... Aiko-san? Ittetsu? Mare?
Ah,
Ah!
Ala?
Kalau kau mau makan, aku bisa siapkan.
Kalau tidak merepotkan.
Satu makanan 300 yen.
300 yen...
Kau bahkan tidak punya 300 yen?
Aku punya, tapi... aku hanya punya pecahan besar.
Aku bisa cari kembalian.
Tidak... tidak apa-apa. Aku akan makan di luar.
Heiwa Fansubs Presents
Serial TV Story
Mare
Pengakuan Cream Puff
Minggu 2 (Episode 10)
Diterjemahkan oleh Jabet IDFL™ SubsCrew
Screenplay: Shinozaki Eriko
Music: Sawano Hiroyuki
Narrator: Toda Keiko
Tsumura Mare: Tsuchiya Tao
Tsumura Toru: Ooizumi Yo
Tsumura Aiko: Tokiwa Takako
Kontani Hiroyuki: Itao Itsuji
Kontani Keita: Yamazaki Kento
Kuramoto Ichiko: Shimizu Fumika
Teraoka Minori: Kadowaki Mugi
Tsumura Ittetsu: Hayama Shono
Futaki Takeshi: Watanabe Daichi
Kado Yoichiro: Takahata Yuta
Kontani Yataro: Nakamura Atsuo
Okesaku Ganji: Tanaka Min
Okesaku Fumi: Tanaka Yuko
さあ翔け出そうよ Saa kake dasou yo Ayo, kita melambung tinggi
今すぐに Ima sugu ni Sekarang
未来が今は遠くても Mirai ga ima wa toukute mo Meskipun masa depan jauh untuk saat ini
ひとりぼっちのままで Hitori botchi no mama de Dan berarti tinggal sendiri seperti ini
泣く夜が続いても Naku yoru ga tsudzuite mo Dan menangis sepanjang malam
本当のわたしへ Hontou no watashi he Aku masih percaya pada diriku
風が強く冷たいほど Kaze ga tsuyoku tsumetai hodo Angin, kuat dan dingin
教えてくれる Oshie te kureru Beritahu aku
出会うべき人のことを Deau beki hito no koto o Orang yang harus kutemui
どうか希望の地図を Douka kibou no chizu o Buka dengan lembut
そっと開いてみてね Sotto aite mite ne Peta harapan
あたたかい未来たちが Atatakai mirai-tachi ga Masa depan cerah
僕らを待っているよ Bokura o matte iru yo Menunggu kita
Ayah! cepat.
Ada apa?
Masuk.
Ah... mengagetkanku saja.
Kau yakin?
Cepat makan. Jangan sampai ketahuan Ibu.
Terima kasih, Mare.
Mare... maaf.
Untuk apa?
Tepat setelah kita datang kemari 7 tahun lalu...
...meskipun ayahmu yang tak berguna bilang...
...dia akan membantumu.
Dan meski aku janji pada kalian semua aku akan berubah.
Aku... bisa memahami perasaan ayah...
...saat itu.
Kenapa?
"Jika aku membantu, Aku tidak akan jadi orang tidak berguna."
"Tapi meski bantuanku sia-sia karena aku hanya laki-laki tidak berguna."
Huh?
Bukankah ini tabunganmu?
Ayah butuh makan...
...dan ayah terlihat seperti orang jahat.
Aku tidak bisa menerima ini.
Ayah tidak punya uang lagi.
Karena hal itu, kan?
Kau berhenti menungguku juga, kan?
Ayah tak punya hak menggerutu.
Tapi benar, bukan?
Bodoh! Ayah sungguh bodoh!
Ibu menjatuhkan 100 yen ke dalam kotak persembahan di kuil kemarin.
Eh?
Kita sekarang miskin...
...Kita tidak mampu memberikan barang bagus seperti 100 yen pada Tuhan.
Meski begitu, Ayah memberi 10 yen...
...untuk mendoakan Ayah.
Ayah tahu kenapa Ibu tidak membaca surat terakhir Ayah?
Ibu membaca surat Ayah dan berharap tinggi...
...tapi hanya kekecewaan lagi!
Mare... kau menangis?
Aku tidak punya alasan menangis!
Aku berkata begitu... Aku sangat marah pada Ayah.
7 tahun lalu aku mulai merasa terharu kita tinggal di Noto...
...hanya satu tahun, semuanya hancur.
Ambil saja!
Tidak, Ayah tidak bisa menerima ini.
Ambil!
Ambil saja.
Tak ada gunanya berusaha keren seperti itu, Ayah.
Orang yang berusaha jadi keren akhirnya akan buruk.
Ini. Ambil saja, berpikirlah...
...dan kembali berdiri dengan kedua kakimu, Toru-kun.
Ya.
Aku ada latihan pagi.
Ya.
Permisi.
Aku naif?
Huh?
No comments yet. Be the first to leave one.