نخستین 200 خط.
UNCLE
[Cerita di drama ini adalah fiktif. Jika ada kesamaan, itu hanya kebetulan.]
[Gak diterjemahin ya. Langsung skip aja ke menit 01:53]
Diterjemahkan oleh Nung
Tapi bagaimana bisa Direktur Byeon tahu?
Kenapa dia bisa tahu tentang alergimu?
Dia bukan keluargamu.
Ya, Direktur.
Ya, maaf. Aku tidak akan melewatkan sesi rekaman berikutnya.
Kau bertanya tentang Other Music, Direktur Byeon.
- Ya! Kau sudah mencari tahunya? - Aku dengar dari teknisi musik di sini.
Rupanya Direktur Byeon mengatakan sesuatu sambil mabuk saat makan malam perusahaan.
Dia bilang apa?
Dia bilang investor perusahaannya adalah Gangto Money.
- Kau tahu 'kan, Gangto Money? - Sebentar...
- Mereka terkenal. - Gangto... Tunggu, Gangto Money?
Kenapa tiba-tiba dia menyebut Gangto Money?
- Cokelat yang Ji-hoo makan... - Sepertinya itu pemberian Direktur Byeon.
Pikirkan tentang apa yang telah hilang darimu.
Siapa orang yang menginginkan sesuatu yang hilang darimu itu?
Cari orang itu, bodoh.
Wang Joon-hyeok! Mampus kau ketahuan!
Sini kau, berlutut!
Paman, sembunyi! Nanti Paman bisa masuk penjara!
Aku tidak akan lapor. Sini!
Cepat sini, bajingan!
Tunggu sebentar di dalam, oke, Ji-hoo?
Dia tahu karena dia keluarganya.
Karena dia keluarganya. Karena dia ayahnya.
Ngomong apa sih?
Ji-hoo hampir mati. Dia hampir mati!
Jagiya!!
- Kau gila? - Kau menyebut dirimu ayah?
Kau bukan seorang ayah!
Apa maksud omonganmu itu?
- Cepat bawa Ji-hoo. - Ya.
Kau tahu Direktur Byeon, 'kan?
Hah?
Kau CEO Other Music, bajingan!
Kau menyuruh Direktur Byeon untuk memberi alkohol ke Ji-hoo, 'kan?
Omong kosong! Aku bahkan tidak tahu Other Music!
Direktur Byeon itu siapa?
Apa kau tahu berapa banyak karyawan yang kupunya?
Kau akan dipenjara karena percobaan pembunuhan, paham?
Kau sudah gila ya?
- Panggil polisi. - Ji-hoo, sini.
Apa-apaan kau ini?
Paman, Paman!
Dasar bajingan gila!!
Persiapkan dirimu. Lihat saja nanti!
- Ji-hoo. - Paman!
- Paman! - Ji-hoo, Ji-hoo!
- Ji-hoo, Ji-hoo!. - Paman!
- Paman! - Ji-hoo!
Paman!
Paman!
UNCLE
Cepat masuk ke dalam!!
Nenek, tolong ampuni aku sekali ini saja.
Ini semua salahku.
Tolong jangan laporkan Paman.
Cepat masuk ke kamarmu!
Aku akan nurut semua kata-kata Nenek.
Aku akan dapatkan juara pertama di semua pelajaran!
Nenek, aku mohon!
Berisik kau!!
Tutup mulutmu dan naik ke atas!
Dan kau! Apa-apaan ini?
Bu, aku ibu Ji-hoo. Aku berhak untuk membuat beberapa keputusan.
Dia harus dihargai atas usahanya atau dia akan berhenti!
Ibu ingin Ji-hoo berakhir seperti ayahnya?
Apa?
Berani-beraninya kau ini!
Bu, kenapa sih? Ibu mau aku cerai lagi?
Yong-ah!
Laporkan dia! Jebloskan ke penjara!
Tapi ibu...
dia bertanya apa aku ini CEO Other Music.
- Apa? - Sepertinya dia curiga pada kita!
Dia bilang akan memenjarakanku karena percobaan pembunuhan pada Ji-hoo.
Tunggu, tunggu sebentar. Apa harus gimana?
Tenang dulu. Apa mereka membawa Ji-hoo?
Ya.
Lalu, haruskah aku pergi ke kantor polisi?
Dia menyangkal semuanya. Bahkan kita tidak memiliki bukti.
Bukti, bukti...
Kalau sudah begini, aku membutuhkan bantuan Direktur Byeon.
Ya. Untuk sekarang aku paham. Nanti aku telepon balik.
Aku harus diskusi dulu dengan kakakku, nanti aku telepon lagi.
Gimana ini?
Kalau dikasih tahu, Nuna pasti heboh! Bisa gila aku!
Nak, jangan salah paham. Aku benar-benar tidak memberitahunya.
Sepertinya mereka tidak akan langsung melaporkan pamanmu.
Benarkah?
Kalau begitu, bisakah beri tahu Paman kalau aku baik-baik saja?
Kau tahu 'kan, memberi dan menerima.
Aku melakukan sesuatu untukmu, kau juga harus melakukan sesuatu untukku.
Ya.
Kalau begitu Nak, ayo kita coba ikutan Olimpiade.
Aku melanggar perintah penahananku, tapi tetap saja aku harus pergi.
Ji-hoo baik-baik saja. Sungguh, bukan aku yang mengadu.
Sudah nangisnya?
Rasanya plong, 'kan?
Kamu benar-benar ingin pindah?
Aku tidak peduli kalau aku yang diejek.
Tapi aku tidak suka saat orang-orang menggunjing tentang Ayah.
Itulah kenapa aku ingin merahasiakannya sampai aku mati.
Kau pernah bilang, bahwa orang-orang menikmati penderitaan orang lain.
Tapi tidak selalu terjadi seperti itu.
Itu karena mereka tidak tahu yang sebenarnya.
Jadi, kita jangan merasa tersakiti oleh perkataan jahat orang lain.
Bisakah Ajumma menjaga ayah?
Anak pintar.
No-eul sudah dewasa, dia lebih mengkhawatirkan ayahnya.
Terima kasih...
karena sudah membawa pulang No-eul hari ini.
Aku bahkan memukul seseorang.
Maaf, ini salah kami.
Sepertinya...
Ayah Ji-hoo yang menyebarkan rumor itu.
Aku juga mendengarnya dari ayah Ji-hoo.
Tapi...
sebelumnya rumor ini tidak pernah muncul. Tapi kenapa sekarang bisa begini?
Bagaimana dengan Se-chan?
Apa dia tahu bahwa ayahnya adalah seroang kriminal?
Jika kau tidak ingin rumor ayah Se-chan menyebar di lingkungan ini...
Lakukan saja sesuai perintahku.
Kau menyebut dirimu seorang ibu?
- Bagaimana No-eul? - Dia pasti sedih.
Jadi itu sebabnya kau bertanya, apa aku percaya pada Hyung-nim.
Aku pindah untuk bertahan hidup.
Benar atau salah, tapi itu benar-benar menggangguku.
Aku merasa tidak cukup mengenalnya.
Mungkin aku terlalu cepat mengambil keputusan.
Kenapa kau tidak mendiskusikannya dulu denganku?
Ayah Ji-hoo benar-benar membuatku takut.
Hah?
Kenapa nama si kampret itu lagi yang muncul? Kenapa?
Apa maksudnya "kenapa dia lagi?"
Aduh, bisa gila aku!
Kenapa?
Ada apa?
Begini...
sepertinya CEO Other Music adalah Min Kyung-soo.
Apa?
Sepertinya orang yang menyuruh Direktur Byeon menipuku adalah...
Min Kyung-soo.
Jadi maksudmu, ini semua adalah rencananya ayah Ji-hoo?
Semuanya, semuanya akal busuk dia.
Juga, yang memberi Ji-hoo cokelat sampai dia masuk UGD.
Astaga!!
Tapi...
tidak ada gunanya jika kita ke sana sekarang.
Karena kita tidak punya bukti.
Kita harus mencari buktinya dulu.
Jika ini semua benar, dia akan dituduh sebagai percobaan pembunuhan.
Dengan begitu, tanpa persidangan ulang, kita bisa langsung membawa Ji-hoo.
Bisa-bisanya... Bisa-bisanya dia melakukan ini semua?
Tenang. Aku akan bicara dulu dengan Hyung-nim.
Astaga, Ya Tuhan!
Hey!
Nenek Ji-hoo datang.
Penerus Gangto Money tinggal di apartemen sewaan.
Jadi ini kenyataan hidup kalian.
Kebetulan, aku baru saja berniat menemuimu.
Beraninya kau datang ke sini dan menemui kami.
Kau melanggar hukum penahanan. Beraninya bicara padaku?
Penjarakan saja aku, aku tidak peduli.
Tapi, kau harus dihukum atas perbuatanmu pada kami.
Seberapa bodohnya kau ini, sampai salah paham begini?
Salah paham?
Kau berbohong tentang tidak menginginkan Ji-hoo, tapi tega-teganya...
Kau sengaja membahayakan Ji-hoo, dan membuat Hyeok jadi seorang kriminal.
Kau berpura-pura ingin menolong, tapi kenapa melakukan itu semua?
Karena itu bukan perbuatan kami!
Lalu siapa yang melakukannya?
Jadi insiden itu terjadi, tapi tidak ada yang bertanggung jawab?
Ibu Min-gi. Park Hye-ryeong yang merencanakan semuanya.
Bisakah aku benar-benar menyalahkan semuanya padamu?
Tentu saja, Hwejang-nim.
Sekarang mereka tahu yang sebenarnya, mereka tidak akan tinggal diam.
Jadi, gunakan aku sebagai tamengmu.
Saat aku mencarimu dan Ji-hoo selama berbulan-bulan...
aku mendapat telepon dari penjara.
Jika aku membantu memenangkan bandingnya, dia akan menemukan Ji-hoo untukku.
Salahkan semuanya padaku.
Aku yang akan bertanggung jawab.
Aku akan anggap ini sebagai balasan atas kebaikanmu, Hwejang-nim.
Jadi...
dia memberitahumu tentang keberadaan kami demi menyelamatkan dirinya sendiri?
Menyelamatkan dirinya sendiri? Tidak.
Katanya dia ingin balas dendam padamu.
Tapi...
akankah mereka percaya padaku?
Aku mencoba untuk mendapatkan putraku kembali.
Aku ingin membalas dendam atas putriku. Jika bilang begitu, mereka akan percaya.
Karenamu, dia kehilangan putrinya, reputasinya dan berakhir di penjara.
Dasar gila!
Seharusnya kau tidak boleh merusak hidup orang seperti itu.
Gara-gara kalian, Ji-hoo hampir mati! Paham?
No comments yet. Be the first to leave one.