نخستین 200 خط.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Pergi kau!
Sudah kubilang aku tak tahu apa-apa!
Jangan ganggu aku! Berengsek! Aku tak tahu apa-apa.
Sudah kubilang!
Sudah kubilang, aku tak tahu.
Jangan, kumohon.
Kumohon.
- Di mana dia? - Kubilang aku tak tahu.
- Katakan. - Dia tak di sana, entah di mana.
Jangan, kumohon.
Ciut nyalimu sekarang, 'kan?
- Kumohon. - Chino.
Sudah kubilang aku tak tahu keberadaannya.
Kumohon.
Tidak!
Hentikan, Bangsat!
Dasar bajingan!
Suhu di sebagian besar wilayah negara dan kepulauan Balears akan turun.
Ya, tetapi kami sudah lama di sini.
Berapa lama lagi?
Baik, terima kasih.
Masih agak lama.
...interval kuat meliputi…
Kita akan telat jemput Emma.
Pergilah. Biar kuganti bannya.
Kau yakin?
Tentu saja.
Sayang.
Jangan nakal, ya?
…selebihnya berawan disertai hujan di timur…
Sampai jumpa nanti.
Sampai nanti, Bu.
Kita mau apa, Ayah?
Hei, Ayah.
Apa, Sayang?
Yang lama diapakan?
Bannya?
Nanti kita buang.
Kenapa?
Ini hanya ban. Mobilnya lebih penting.
Ayah hampir selesai. Tutup jendela, dingin. Ayo.
Astaga, sabar!
Sabar!
Astaga, Carlos, malah begini. Keringkan dahulu.
- Di sebelah sana. - Permisi.
Kacau sekali kantor polisi ini. Ya, ampun, gila.
Lepaskan aku! Jangan pegang aku.
- Ayo, Pak! - Jangan pegang aku!
Kacau sekali kantormu.
Apa keperluanmu?
Martín Salas.
Kepolisian utara.
Baik. Ini dia.
Kau ditugasi memindahkan tahanan. Lumayan untuk hari pertamamu, 'kan?
Dengan Montesinos. Agak apes kau hari ini.
Ruang loker di ujung sana.
Selamat makan.
Kau pakai itu lagi. Gila kau, ya?
Anting tak memengaruhi kinerjaku.
Ya, tetapi sersan tak akan suka.
Persetan. Serikat mendukungku.
Ingin sekalian kutato wajahku agar dia marah.
- Kau Martín? - Ya.
Montesinos.
Pernah mengurus pemindahan di area sini?
Belum.
Kau akan membeku.
Sial. Untuk mencapai penjara Cuenca, mau tak mau lewat jalur alternatif.
Jika tidak, kita tiba tiga jam lagi.
Kita lihat saljunya.
Ya. Sepertinya aman.
Kenapa pemindahan dilakukan malam hari?
Terkadang begitu. Jadwalnya tak tetap.
Yang penting keselamatan dan keamanan.
Karenanya, kita dilarang bawa ponsel, dan tahanan diberi tahu mendadak.
PENJARA
- Halo. - Selamat malam.
- Masuklah. - Terima kasih.
Enam tahanan dikawal satu mobil patroli.
- Kenapa? - Tahanan Kelas A, orang Rumania.
Lihat, muka bajingan tulen.
Gembong geng internasional.
Perdagangan senjata, PSK.
Dia punya 200 gadis pekerja saat ditangkap.
Saat patroli sel rutin, keparat itu menggorok leher opsir
dengan besi yang diselipkan di sol sepatunya.
Selalu ada pentolan.
Kuharap yang lain lebih baik.
Penjahat segala kelas ada.
Kebanyakan pelanggaran ringan.
Pengecer narkoba dan sebagian perampok.
- Selamat malam. - Halo.
Kau akan suka ini. Politisi.
Aku tak tahu. Terkenal?
Cari di ruang dua. Sayap barat.
- Ikuti opsir. - Terima kasih.
Entahlah. Ada salah satu yang akuntan.
Mihai Lungo.
Surat pemindahan.
SURAT PEMINDAHAN TAHANAN
Ramis, kau siap?
Akhirnya, Bung.
Ayo berangkat.
Ayo, pakai bajumu.
Kau.
Selanjutnya.
Taruh bajumu di sana.
Rentangkan tangan.
Buka mulut. Angkat lidahmu.
Julurkan. Goyangkan.
Batukkan.
Buka celana dalam. Tangan di belakang kepala.
Sudah. Pakai bajumu.
Kau. Selanjutnya.
Taruh bajumu di sana.
Rentangkan tangan.
Buka mulut.
Lidah ke atas.
- Di mana lolipopku? - Kumat lagi.
Pasti kalian curi.
- Tolong diam. - Terserahlah.
Dasar berengsek. Awas kalian.
Batukkan.
Turunkan celana dalammu.
Asal tahu saja, itu untuk terapi kecemasanku.
Aku yakin itu di tasnya.
Pakai bajumu.
Astaga.
Maaf, ya.
Ternyata ada. Maaf.
Kau.
Selanjutnya.
Baik. Taruh bajumu di sana.
Apa ini?
Jangan diambil, Kawan.
Ini pemberian adikku.
Tenang, tak akan kuambil.
Kau yang melepas.
Ayo.
Rentangkan tangan.
Jangan dibawa.
Tak akan dibawa. Itu masuk tas. Buka mulutmu.
Terakhir kali digeledah, kalian mengambil beberapa CD-ku.
- Maksudmu apa? - Mau bilang saja.
Musik itu seharusnya hak kami.
Ambil bajumu.
Kau, selanjutnya.
Mereka menyebalkan, 'kan, Pak?
Tak perlu capai bicara, Pardo.
Mereka ini tak akan memberimu uang.
Taruh di sana.
Julio, bukan?
Ramis saja. Nama panggungku.
Buka mulut.
Kau hafal.
Aku ini profesional. Tak seperti mereka.
Kau tak tahu malu, Ramis.
Aku seniman, Tuan-tuan.
Sudah. Pakai bajumu.
Kau, selanjutnya.
Barang pribadi dilarang saat pemindahan. Maaf.
Aku sedang belajar.
Memulai bisnis di penjara?
Bukan di sini. Di Karibia.
Bar terbaik.
Kalian diundang ke pembukaan. Tak ada dendam.
Taruh itu di sana.
Kau bilang apa?
- Terlalu ketat! - Persetan, Bajingan!
Batukkan.
Buka celana dalammu.
Tangan di belakang kepala.
Kau suka melihat penis.
Apa katamu?
Tak ada.
Lepas celana, tangan di kepala, dan jongkok.
- Kenapa? - Kau tak dengar?
Tetapi…
Lepas celana, tangan di kepala, dan jongkok.
- Kenapa? - Mau kupukul?
Baiklah.
Sekarang, batukkan.
Lebih keras.
Berdiri.
Pakai bajumu.
- Berengsek. - Apa katamu, Berandal?
- Hei! - Hei, bangsat kau!
Hentikan!
- Apa yang kau lakukan? - Memangnya apa?
Sial, aku muak dengan para bajingan ini.
Ayo, lepaskan dia.
Pergi.
Apa tasnya sudah siap?
Sudah.
Ayo berangkat.
KEPOLISIAN NEGARA
- Tangan. - Sebentar. Tunggu di situ.
Ayo.
Masuk.
No comments yet. Be the first to leave one.