نخستین 200 خط.
Selamat pagi.
Hari ini ulangtahunnya pacarku.
Ini kali pertama kurayakan dengannya. Aku akan memberinya kejutan.
Kubuatkan beberapa karangan bunga untuknya.
Ada bunga kertas, juga ada bunga betulan.
Ini adalah 'Pohon Ultah'. Bukan pohon Natal.
Banyak catatan kecil terpasang. Biar kubacakan sebagian.
Tanpa jerawat, tiada kekuatiran.
Mencintaimu sampai mati.
Dan sebagainya.
Mari kita lihat pacarku, Flora.
Kini kita berada pada intinya.
Halo, jarikaki no. 1.
Halo, jarikaki no. 2.
Halo, jarikaki no. 3.
Wow, seksinya! Wow...
Cukup, cukup, cukup...
Ayo bangun, gadis yang mau ultah.
Coba buka matamu, yang ini.
Kau mengagetkanku, Nona.
Aku malu, belum dandan.
Terus kenapa?
Kau tetap cantik.
Hari ini ulangtahunmu.
Sengaja aku bangunkan untuk ucapkan...
Selamat ulangtahun...
Buatmu.
Cepat, aku tak tahan lagi.
Aku ulangtahun hari ini. Apa yang kau siapkan?
Selamat ulangtahun...
Tiup lilinnya. Ini sarapan ulangtahunmu.
Ayo, tiuplah. Pelan, nanti kena ludah.
Terimakasih.
Kau 'kan sudah janji. | Tidak! | Jika aku ultah, kau rela kudandani.
Ayo, sini! | Tidak mau.
Baby!
Tidak.
Sedikit saja, ya?
Tenang. | Jangan diwarnai, ya? Kau bikin apa?
Semua ditaruh di wajahku, kau gila.
Wah, apa-apaan ini?
Ini buku harian kita.
Coba bilang... | Buku harian.
Mulai sekarang, kita harus tulis...
Segala yang kita lakukan, di dalamnya.
Di dalamnya. | Di dalamnya. Seperti halnya hari ini.
Kau harus tulis setiap hari.
Kenapa... | Kenapa...
Kau buat... | Kau buat aku...
Kenapa kau... Kenapa buat... Kenapa... | Kenapa kau buat aku jadi jelek!
Flora...
Aku ingin bilang kalau...
Aku...
Sebaiknya kutulis saja!
Flora, aku harap kita 'kan selalu bersama selamanya, takkan pernah terpisah...
e
fe
afe
Cafe
Cafe
t Cafe
et Cafe
det Cafe
edet Cafe
Dedet Cafe
D
De
Ded
Dede
Dedet
Dedet
Dedet C
Dedet Ca
Dedet Caf
Dedet Cafe
Dedet Cafe
Pagi, sutradara. | Sudah berapa yang ada disini?
Sekitar 40 orang sekarang.
Hay, selamat pagi.
Suatu hari, Barbara bilang dia ingin buat film baru.
Aku tawarkan beberapa naskah.
Katanya, dia tak perlu naskah kali ini.
Dia ingin kisah nyata.
Aku mau pencahayaannya lebih kontras...
Karena aku pikir, mungkin tak semua orang punya pengalaman akan cinta sejati.
Dan pasti mereka pernah Dumper atau Dumpee.
Memutuskan atau Diputuskan-
Jadi, aku benar-benar ingin syuting tentang kisah putus cinta.
Seleksinya kami adakan terbuka guna mendapatkan kisah sebenarnya.
Jika kisah mereka memang layak, maka akan kugunakan.
Dan mereka akan jadi tokoh utama filmnya.
Kami siapkan 10 Kamera DV (Digital Video).
Jika kisahnya terdengar menarik, mereka akan diberi 1 Kamera DV...
Untuk merekamnya sendiri dan nanti akan dilihat dan dinilai oleh sutradara.
Katanya kau punya banyak pasangan?
Begitulah, dan kenyataannya terlalu banyak malah.
Banyak?
Sekitar 20-an mungkin.
Biasanya kau yang memutuskan atau diputuskan?
Yah, menurutku wajar saja kita punya banyak pacar.
Tak perlu menyia-nyiakan mereka, selama...
Kita bisa menanganinya.
Benarkah?
Ya, biar saja mereka kelayapan, sampai...
Sampainya mereka tak tahan lagi?
Benar. | Terimakasih.
Waktu itu 25 Desember...
Hari Natal, di telepon dia bilang kalau...
Dia ingin putus denganku.
Serasa dunia kiamat saat itu.
Aku lagi di rumah dengan keluarga waktu itu.
Aku tak boleh beritahu mereka akan hal ini.
Seandainya bisa memilih...
Aku tak mau putus bertepatan hari raya.
Terlalu mudah di ingat. Tapi rasanya sukar jika mau seperti itu.
Dialah cinta pertamaku.
Sebelum aku dengannya...
Dia sudah punya 7 pacar.
7? | Ya.
Dia tampan? | Lumayan.
Maksudnya, kau tinggal bersama dia dan Ibunya?
Ibunya sering memukulku pakai gantungan baju.
Memukulmu? | Iya.
Aku tak tahan lagi, makin lama dia makin menjauh.
Jadi aku putus saja dengannya.
Ada yang ingin kau sampaikan padanya sekarang?
Benarkah dia mencintaiku?
Andaikan itu benar, apa kau akan merasa lega?
Ya, jauh lebih nyaman.
Seandainya tidak? | Jelas menyakitkan.
Joe, kau bisa mulai sekarang.
Namaku Joe, 21 tahun.
Sebentar lagi 22. Aku punya pacar.
Dia suka memanggilku Rumput. Dan aku memanggilnya Bunga.
Maaf, Joe. Abaikan saja kameranya.
Lihatnya ke aku saja, biar alami. Oke!
Kenapa kalian putus?
Katanya, aku terlalu polos.
Di hadapannya...
Aku tak di anggap. | Kau tak di anggap?
Ya. Itu sebabnya dia putus denganku.
Tiada niat untuk baikan? | Tidak! | Lantas?
Aku ingin bunuh diri.
Bagaimana caranya?
Entahlah!
Ada satu tempat yang ingin kudatangi sebelum mati.
Di internet nanti aku mau...
Mengucapkan selamat tinggal...
Pada teman dan keluarga.
Lalu tiba-tiba, jreng, jreng!
Muncullah sebuah laman...
Yang disebut 'Break Up Club'.
Itu nantinya bisa membantuku mendapatkan Flora kembali.
Membantumu mendapatkannya lewat sebuah laman 'break up'?
Ya...
Aku cukup mengetikkan nama pasangan lain...
Untuk dipisahkan, dan Flora akan kembali padaku.
Benarkah? | Iya.
Sudah kau coba?
Belum. Aku masih ragu.
Jadi...
Percayalah, ini benar adanya.
Kalau ada komputer, kita bisa mencobanya.
Laman tak ditemukan.
Bukan... | Tak masalah.
Sutradara, mereka mau beres-beres sekarang.
Kami harus pergi. | Percayalah padaku.
Jika lamannya sudah ditemukan, kau boleh hubungi kami.
Aku yakin pernah lihat 'BreakUpClub.Asia'.
Oke, kisahmu cukup unik. | Iya?
Ini, kuberi 1 kamera DV.
Kau rekamlah kisahmu, oke? | Terimakasih.
Boleh filmkan tentang laman atau apa saja yang kau mau.
Nanti kembalikan lagi padaku. | Ya, aku usahakan.
Terimakasih! | Oke.
Hey! | Tunggu! | Simpan no. teleponmu! | Oke.
Sudah nyala.
Tes Mic, tes tes!
Gambarnya tajam.
Ini dia rekaman 360°.
Sekarang, tes anti-getar.
Sutradara, terimakasih sudah memberiku kesempatan.
Akan kulakukan yang terbaik.
Pertama, aku perkenalkan mantanku, Flora.
Ini rumahnya Flora.
Tinggalnya di lantai 2.
Sabtu ini, biasanya ada 2 hal.
Dia mestinya ada di rumah. | Halo?
Halo, Flora.
Joe?
Bisa kau turun? Aku lagi dibawah.
Kita sudah putus.
Oke. Bisa kau keluar ke arah balkon? Aku ingin melihatmu.
Tunggu.
Kau dimana?
Ini aku... | Jangan bercanda, Joe.
Kita sudah berulang-kali putus.
Aku lagi banyak kerjaan di rumah, sudah dulu.
Sebentar... | Oke, dah! | Tunggu...
Setelah memperkenalkan Flora mantanku...
No comments yet. Be the first to leave one.