Spartacus

Spartacus

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 2

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Spartacus Vengeance S02E09 2012 720p BluRay x264-mRS
ناشر enjumpz
Resynced for BluRay dari terjemahannya IKANG. All Credits and Thanks to IKANG as Owner.

برچسب‌ها

BluRay
x264
720p
720
تاریخ انتشار: 2013-05-05
تعداد دانلود: 220
مخصوص ناشنوایان: Yes

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Akhiri dendammu.

Bunuh istrinya Glaber, seperti dia membunuh istrimu.

Ini anakmu!

Kau pernah memikat Praetor Varinius. Kirim pesanmu dan itu bisa terulang lagi.

Tidakkah kau sadar? Dewa membimbingku kepada Gaius.

Termasuk saat mereka menyingkirkan Ilithyia darinya.

Apa kau gila?

Itu milik kakakmu, bukan?

Bagaimana kau mendapatkannya?./ Terselip diantara harta simpanan Ashur.

Yang bisa memerintahnya hanya Gaius Claudius Glaber.

Glaber setuju?./ Aku akan ke Atella utk membereskannya.

Dia lebih memilih balas dendam padaku daripada nyawamu.

Kau membiarkan aku hidup?

Jangan menganggapnya sebagai belas kasih.

SPARTACUS "PEMBALASAN"

MONSTER

Translated by: IKANG KLEBENGAN Resynced for BluRay by: enjumpz

Lugo! Buka matamu lebar-lebar !

Untuk apa?

Bangun jika pohonnya menyerangmu, bung.

Tentara Romawi!

Romawi keparat! Serang!

Cukup!

Tenanglah!

Ini cuma tes?

Jika tidak, kalian semua pasti sudah mati.

Lain kali kami akan lebih waspada.

Aku ingin lihat buktinya.

Bangun dan pergilah sarapan.

Hari-hari ke depan akan sangat panjang.

Aku khawatir.

Mengetahui dirimu tidak ada disampingku.

Aku tak bisa begitu terus.

Selalu teringat mereka yg telah meninggalkan kita begitu cepat.

Dan monster yg telah merenggutnya.

Kita sama-sama telah merasakan kehilangan yang mendalam.

Kita harus menikmati apa yg kini kita dapatkan akibat dari itu.

Aku ceroboh dan telah menyesalinya.

Tidak menghargai kedukaanmu atas kehilangan istrimu.

Dia hanya kenangan...

Yang akan pudar seperti embun malam yg dipeluk sinar mentari pagi.

Ilithyia...?

Bagaimana dengan janinnya?

Masih hidup.

Dia bangun.

Keluar.

Apakah kau ada di alam baka?/ Sentuhlah, aku masih hidup.

Tinggalkan kami.

Aku kira kau sudah mati./ Aku juga berpikir begitu.

Tapi para dewa membawaku kembali padamu.

Ini sebuah berkah./ Yang diterima bayi kita.

Hangatnya kehidupan yg ada dirahimku...

Memberiku kekuatan dan kenyamanan saat kupikir semua telah hilang.

Bagaimana kau bisa kabur?./ Aku tidak kabur.

Dia melepaskanku./ Spartacus melepaskanmu?

Menurutnya...membunuhku hanya akan sia-sia.

Di mana kau dilepaskan?./ Aku tak tahu.

Aku diikat dan mataku ditutup./ Bagaimana Gannicus membawamu padanya?

Dengan kuda setengah hari dan berjalan kaki di hutan selama beberapa jam.

Tak sempat melihat kamp mereka? Hanya lubang lembab tempat aku ditawan.

Lubang di dalam tanah? Atau terbuat dari batu dan kayu?

Apa pentingnya?

Dindingnya dari batu dan balok kayu. Dan ukiran di dinding batunya.

Apa tulisannya?./ Aku tak tahu.

Tulisannya kabur dan tidak jelas.

Bahasanya?./ Sepertinya Yunani.

Kenapa aku tidak dibawa ke kamar kita?

Ilithyia..../ Aku kira hanya mimpi.

Seppia bersandar di bahumu...

Kau memeluknya...

Spartacus benar. Nyawaku tidak berharga.

Kau tidak mencintaiku.

Kau baru menyadarinya?

Kau sudah sering menyakiti hatiku. Kau heran kini itu menimpamu?

Apa tak ada lagi yg tersisa di antara kita?

Aku pernah menanyakan hal yg sama.

Kau ingat apa jawabanmu?

Apa penderitaanku ini belum cukup?

Aku rela terus menjalaninya asal suamiku ada disampingku.

Suamimu itu sudah tidak ada lagi./ Lalu siapa yg di hadapanku ini?

Dengan tingkah dan bentuk yang menyerupainya?

Seorang monster.

Terlahir dari kemalangan dan bernafas dari kebutuhan

Kita takkan bisa mempertahankan tempat ini jika kita tak bersatu.

Biar Lugo yang berjaga! Bukan banci dan bernyali kecil!

Aku terjaga sementara kau hanya bisa tidur saja.

Kau tertidur?./ Dan menyalahkan Nasir, dasar pemalas?

Jangan membela pacarmu, lihatlah dirimu./ Tutup mulutmu dan lihat saja kemampuanku.

Tentara Romawi akan datang.

Jika kita terus bertengkar maka hancurlah kita.

Kata-katanya benar.

Dia benar. ./ Kami harus bagaimana?

Jangan biarkan kepalamu terpenggal.

Kecongkakkan dari seorang yg lemah./ Aku tak memegang senjata!

Kenapa dia punya, tapi Lugo tidak?

Kita tak mungkin melawan mereka dengan pedang kayu.

Akan kuajari memanah./ Persetan dengan panahnya.

Kami dari Rhine timur dan bertempur dengan pedang besi.

Gunakan apa yang kita punya.

Kenapa kau lepaskan wanita Romawi itu tanpa mendapatkan apapun?

Dia tanya, kenapa kau lepaskan Ilithyia padahal Glaber telah ingkar janji.

Aku juga penasaran.

Membunuhnya takkan membuat kita mendapatkan apa yang kita butuhkan.

Aku tak ingin balas dendam secara membabi buta.

Kita lebih baik dari itu. Lebih baik dari orang-orang Romawi itu.

Oenomaus. Gannicus.

Suruh mereka untuk berjaga.

Kita berlatih untuk serbuan siang hari dan mengurangi peluang kalah saat malam hari.

Mari kita laksanakan./ Aku tak butuh bantuan.

Lugo! Nasir!

Jaga di gerbang.

Donar! Nemetes!

Lydon! Saxa!

Kalian bersamaku!

Aku kira ini akan sia-sia.

Seperti tinju, kita ibarat jari-jarinya yang saling tercerai berai.

Aku berkata, tapi tak pernah didengarkan.

Jika begitu kita harus lebih tegas.

Mungkin memberikan hukuman bagi mereka yang gagal di latihan akan membantu?

Kesetiaan dan kepercayaan tak bisa diraih dengan...

...pecutan cambuk, seperti yang dilakukan Romawi.

Lalu dengan apa? Kecupan dan bisikan mesra?

Panggil Fulco dan Harudes.

Aku ingin kau lakukan sesuatu./ Apa itu?

Menyatukan jari-jari menjadi kepalan yang kokoh.

Aku sangat menyesalinya.

Lucius tak lagi bersama kita.

Aku juga merasakannya.

Tapi kita harus melupakannya.

Melakukan apa yang seharusnya.

Aku ingin kau melatih pemanah lebih banyak lagi, seperti saranmu.

Hanya itu yang kau butuhkan dariku?

Siapkan busurmu.

Kau tak lagi tidur disampingku.

Kau bicara hanya untuk memerintah. Sampai kapan kau akan menghukumku?

Aku tak bermaksud begitu./ Tapi itulah yang kurasakan.

Kau mengacuhkanku.

Kau menjauh sendiri sejak berniat membunuh Ilithyia.

Tindakan yang akan menghantuimu selamanya.

Aku hanya ingin menjauhkan itu darimu.

Kau hanya ingin menyelamatkan yang pernah kita miliki.

Pernah?

Kau tak lagi nyaman bersamaku?

Kau merasa nyaman bersamaku?./ Ya. Asal kau lebih membuka lagi hatimu.

Aku sudah berikan semua yang tersisa.

Itu belum cukup.

Belum.

Memang belum.

Aku merasakannya.

Sejak dari semula.

Kehilangan sentuhanmu.

Tidak masalah seberapa hangatnya.

Kehampaan.

Aku berusaha merubahnya.

Pasti suatu hari nanti aku akan bisa mengisinya.

Bahkan para dewa sekalipun akan gagal untuk usaha ini.

Apakah kau akan tergerak...

Saat kau melihatku di pelukan lelaki lain?

Aku akan merasakan rasa sakitnya...

Meskipun aku berdoa semoga kau menemukan...

...apa yang tidak bisa kau dapatkan pada diriku.

Mari kita berlatih.

Melaksanakan yang harus dilaksanakan.

Dia tidak mencintaimu...

Kau membiarkanku hidup... / Jangan menganggapnya sebagai belas kasih...

Ilithyia?

Dewa mengabulkan doaku. Mengembalikanmu padaku.

Kau terlihat pucat sekali./ Aku tak bisa makan sejak kau diculik.

Karena tahu nasibmu yang seperti itu.

Andai semua hati sebahagia itu.

Kau alasan jantungku masih berdetak. Kau dan janin yang kau kandung.

Aku nyaris mengabaikannya.

Hingga disaat-saat terakhir, saat kupikir nyawaku akan tercabut.

Aku merasakan kesedihan mendalam.

Bukan untuk diriku, tapi untuk janin tak berdosa yang harus menanggung dosa ibunya.

Kita semua pernah berbuat dosa.

Anak ini milik Spartacus.

Dia menanam benihnya saat kau mengelabui aku di malam itu.

Ilithyia..../ Aku takkan menyalahkanmu lagi.

Semua karena keinginanku untuk balas dendam. Semua akibat pilihanku sendiri.

Yang kutujukan pada wanita yang dulu kubenci.

Dan janin yang perlahan mulai aku sayangi.

Melihat harapan dan kebahagiaan yang mulai tumbuh pada dirimu...

Itu seperti bunga yang paling langka di dunia.

Terlepas apapun penyebabnya bertumbuh.

Maaf. Aku tak menyangka kalian...

Maaf.

Dia mulai merasa bisa menggantikanku di sisi suamiku.

Kelak dia akan merasakan akibatnya.

Matanya telah terbukakan.

Seppius tidak dibunuh oleh budaknya, tapi oleh suamimu.

Gaius?

Aku mengetahuinya secara tak sengaja dan kuceritakan pada Seppia.

Tapi dia tetap ada di tempat ini?

Dia mengabaikan penderitaan hatinya saat bersama suamiku?

Jika pergi sekarang akan menimbulkan kecurigaan.

Tapi dia sudah terbakar dendam atas kakaknya.

Aku ingin api itu semakin berkobar .

Saat apinya membara, maka aku dan anakku akan bangkit dari abu penderitaan masa lalu.

Mereka menunggangi kuda lalu berjalan kaki melewati hutan selama beberapa jam.

More Indonesian subtitles for Spartacus

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left