نخستین 200 خط.
Show Window: The Queen's House Episode 4
Tayangan ini ditujukan untuk pemirsa di atas 15 tahun. Permisa diharap bijak.
Diterjemahkan oleh Nung
Kau tahu kapan hidup terasa paling sulit?
Saat dikhianati oleh orang yang paling kita percayai,
saat itulah saat yang paling menyakitkan dan menyiksa.
Kotak Pandora.
Bahkan pasangan yang sudah menikah pun mempunyai "Kotak Pandora"nya masing-masing.
Kotak yang tidak boleh dibuka.
Tapi, saat tutupnya terbuka,
neraka yang mengerikan akan dimulai.
Pesta pernikahan yang indah dan mewah...
Kenapa dua orang yang sedang jatuh cinta
mengadakan pernikahan untuk dilihat oleh orang lain
padahal kebersamaaan dan hidup dengan baik seharusnya sudah cukup?
Pertunjukan pertama untuk dipamerkan kepada orang lain.
Itu adalah awal dari "Show Window."
Bersiap untuk CPR.
Show Window: The Queen's House
Malam ini kau pulang cepat, 'kan?
Gat-kimchi kesukaanmu fermentasinya sudah pas dan siap dimakan.
Aku pulang telat.
Tiba-tiba ada jadwal rapat.
Oh, begitu?
Ya, mau gimana lagi.
Jangan terlalu dipaksakan ya.
Oke, sampai ketemu di rumah.
Aku pulang telat, tiba-tiba ada jadwal rapat.
- Ya? - Kenapa belum datang?
Aku sedang mencari tempat parkir.
Parkir saja di kompleks pertokoan.
Pertokoan?
Oke. Sebentar lagi aku naik.
Oke.
Sudah sampai di rumah?
Halo?
Oh...
Ya, aku sudah sampai.
Sudah dicoba gat-kimchi -nya?
Aku tidak tahu apa sesuai seleramu.
Enak, nanti tolong beritahu apa resepnya.
Maaf, tapi kalau tidak mendesak, bolehkah aku menelepon lagi lain kali?
Apa... orang itu datang?
Ya.
Oke.
Kututup ya.
Rasanya pas!
Hati-hati. Nanti kotor ke bajumu.
Beli dimana?
Diberi oleh kenalanku.
Kenalanmu? Siapa?
Kenapa makanmu belepotan seperti anak kecil? Kotor!
Kotor?
Apaan sih?
Kita bisa kotor bersama.
Jangan!
Terkadang kau seperti anak kecil! Hentikan!
Aku mencintai suaminya wanita lain.
Pacarku tidak terlalu suka daging.
Dia tahu cara memetik buah karena dia anak pemilik kebun.
Ibu dimana?
Aku kangen Ibu.
Gat-kimchi yang barusan itu...
pemberian siapa?
Kenapa?
Belum lama kau pindah, tapi sudah kenal seseorang.
Mi Ra, biasanya kau bukan tipe yang cepat akrab.
Ternyata teman kerjaku dulu tinggal di dekat sini.
Kebetulan aku bertemu dengannya.
Kita dekat, tapi lost contact. Itu pemberian darinya.
Pasti senang bertemu dengannya.
Tetap saja, jangan terlalu dekat dengannya.
Oke.
Aku harus pergi.
- Sudah mau pergi? - Ya.
Masih ada pekerjaan, harus kuselesaikan di rumah.
Selamat tidur.
Yeobo, kau dimana?
Kau dimana sekarang?
Di rumah. Kenapa?
Kau di rumah?
Ibu!
Ibu darimana? Kenapa telponku gak dijawab??
Kau darimana? Apa ada masalah?
Yeobo!
Ini sudah malam. Tidurlah.
Ibu...
Ibu baik-baik saja, jadi jangan khawatir dan tidurlah.
- Bu, sebenarnya--- - Kau tidak dengar perkataanku?!
Ya, dengarkan ibumu.
Ayo, naik ke atas.
Cepat tidur.
Yeobo...
Aku membelinya di flea market di depan Hongdae.
Kupikir ada sesuatu terjadi. Aku dan anak-anak sangat khawatir.
Apa kau tahu gelang ini?
Tidak.
Aku tidak tahu. Kenapa?
Benar tidak tahu?
Ini gelang apa??
Bukan apa-apa.
Kau yakin tidak ada yang terjadi?
Kau sudah makan malam?
Tentu sudah, karena ini sudah malam.
Di mana? Dengan siapa?
Di perusahaan, karena sekalian rapat.
Kau makan apa?
Kenapa tiba-tiba begitu?
Aku cuma bertanya apa yang kau makan, kenapa tidak bisa jawab?
- Ya, Jeonmu-nim. - Kang Biseo.
Saat rapat dan makan malam tadi, kita makan apa?
Ya?
Aku menyiapkan sandwich dan kue.
Apa ada yang salah dengan makanannya?
Tidak. Kalau begitu selamat malam.
Sebenarnya ada apa?
Kau yakin baik-baik saja?
Tidak. Untuk saat ini...
aku masih baik-baik saja.
Tapi...
aku tidak yakin.
Apa maksudmu?
Hari ini... perasaanku sedikit tidak enak.
Sepertinya depresiku kambuh, memang terkadang aku seperti ini.
Jika terlalu sulit...
pergilah ke rumah sakit.
Halo.
Silakan tulis kekhawatiran Anda secara anonim. Tanpa nama.
Ya.
Orang yang terbiasa berselingkuh...
memiliki kecanduan dan membentuk kebiasaan buruk.
Ada cara untuk menghentikannya secara sekaligus.
Bercerai saja, sederhana.
Tapi, bercerailah setelah Anda mandiri secara finansial...
supaya Anda tidak harus bergantung pada siapapun setelah bercerai.
Kalau begitu ayo kita dengarkan masalah para tamu yang hadir di sini.
Suamiku orang yang sempurna. Ayah yang hebat dan suami penyayang.
Juga, dia seorang pengusaha terhormat yang sempurna.
Tapi sepertinya dia punya wanita.
Aku sangat bingung memikirkan sisi lain dari dirinya
yang belum pernah aku pertimbangkan sebelumnya.
Aku seperti merasa, keluarga yang kulindungi sepenuh hati
dengan begitu banyak usaha, akan hancur dalam semalam.
Anda memiliki dua pilihan.
Jangan mencoba mencari tahu dan percayai suami Anda sampai akhir.
Atau cari tahu dan temukan semuanya,
dan akhiri sekali secara sekaligus.
Semua keputusan ada di tangan Anda.
Suamimu? Anak-anak? Pandangan orang lain?
Jangan khawatir tentang pandangan mereka.
Bukan hidup demi orang lain, tapi Anda harus menjalani hidup...
dimana Anda merasa paling bahagia, tanpa adanya rasa penyesalan.
Tolong untuk diingat.
Bagaimana acara hari ini?
Aku menyukainya.
Apa kau menyukai solusi yang kusarankan?
Apa maksudmu?
Kenapa kaget begitu?
Solusi yang aku berikan ke orang yang masalahanya kubacakan tadi.
Bagaimana itu?
Tidak tahu...
Kau menyarankan untuk menjalani hidup mereka sendiri,
tapi siapa yang tidak tahu itu?
Tetap saja, tidak ada yang bisa hidup seperti itu.
Kenapa?
Hidup untuk diri sendiri...
sulit untuk mengetahui apa itu sebenarnya.
Aku tidak bisa memisahkan keluargaku dari hidupku sendiri.
Itu... mungkin pemikiran umum...
dari setiap wanita yang sudah menikah.
Itu juga jadi dilema.
Bolehkah aku bertanya sesuatu?
- Kenapa bukan aku? - Apa?
Sebagai calon suamimu, kenapa aku tidak lolos?
Tiba-tiba?
Maksudku, aku selalu penasaran kenapa aku tidak berhasil.
Apa alasannya?
Kau terlalu...
berjiwa bebas.
[Direktur Eksekutif, Shin Myeong Seob]
Apa kau tahu gelang ini?
Halo?
Hai, sedang apa?
Aku mau pergi ke tempat les.
Hari ini kau mengajar?
Ya, ada apa menelepon jam segini?
Begini...
gelang yang kuberikan padamu sebagai hadiah...
kau masih memakainya?
Tentu saja. Aku memakainya setiap hari karena sangat menyukainya.
Aku juga memakainya sekarang.
Sekarang juga memakainya?
Ya.
Kenapa? Mau kukirimkan bukti fotonya?
Tidak. Tidak apa-apa.
Kalau begitu, selamat mengajar.
Ya?
Oh, adik ipar.
Selamat datang.
Berkatmu, aku kembali dengan selamat setelah menyelesaikan studiku.
No comments yet. Be the first to leave one.