نخستین 168 خط.
Di episode Zombie Land Saga Revenge sebelumnya,
kami menantikan kedatangan Pak Kotaro
yang terlalu santai setelah pentas gagal kami di Ekimae.
Sakura ngamuk abis gara-gara dia enggak pulang-pulang.
Pentas reuni pun kami tangani sendiri.
Sementara Pak Mawangtaro yang masih trauma pentas Ekimae jadi babak belur.
Berkat dukungannya, kami mampu menuntaskan pentas itu.
Pembalasan kami baru dimulai.
Dengan tujuh raga zombi yang dibangkitkan dari kubur
meski mustahil pun kami akan tetap bernyanyi!
Kalau bukan Franchoucou, siapa lagi yang mau?
Ada apa, Sakura?
Aku jadi cenat-cenut karena kita sudah jadi idol lagi
Bagus, 'kan?
Terbiasa memang baik, tapi akan lebih bagus kalau tetap merasa tegang.
Terus, Saki sedang apa?
Kita butuh tenaga untuk menyanyi dan menari.
Kita ingin menaklukkan satu negara, loh.
Memangnya zombi perlu olahraga?
Iya lah, bro! Ingat waktu kita pakai Saganship?
Sedikit olahraga bikin perut kotak-kotak!
Oke.
Ai!
Hiya!
Saki selalu bisa membuat orang di sekitarnya terpengaruh, ya?
Rasanya langsung tertulari dengan semangatnya itu, ya.
Apa pun yang terjadi, selalu ada esok hakiki.
Terpuruk dan diinjak, itulah cerita Saga kami.
Akan kami tuntaskan meski dalam kobaran!
Sekarang saatnya pembalasan!
SAGA! SAGA! SAGA! SAGA! SAGA! SAGA!
Selamat pagi, hari ini ada kejadian.
Di tengah pengumuman era baru Reiwa,
kami baru mendapat kabar bahwa Franchouchou telah kembali.
Mari terjun ke TKP.
Nona Catur, mohon komentarnya tentang kembalinya Franchouchou.
Kami harus mengejar satu bulan ketertinggalan kami...
Ya, ya, ya.
Nona Tri! Apa rencana Anda untuk mengejar satu bulan ketertinggalan kalian?
Selain melakukan pekerjaan sambilan, kami juga harus mencoba kegiatan baru.
Ya, ya, ya...
Nona Eka! Apa contoh dari kegiatan baru tersebut?
Saya tidak tahu...
Ah, mungkin pentas drama?
Tele...
Teledor bikin skandal!
Televisi, bego!
Sekarang yang penting
adalah daya tarik reuni ke demografi yang luas!
Dan gebrakan yang meninggalkan kesan!
Satu-satunya cara adalah dengan tampil di televisi, dasar zombi hina!
Kampret!
Hentikan! Lagi pula semuanya salahmu, 'kan?
Tadi itu pelanggaran kontrak zombi, lo.
Harusnya Anda menjelaskan sesuatu, 'kan?
Aduh seram, cuy! Perundungan zombi, nih!
Saya tuntut pakai pasal perlindungan zombi!
Jika kalian tidak ingin dituntut,
maka laksanakan pekerjaan besar yang dirancang oleh sang Tatsumi Kotaro ini.
Mak dhuar!
Kalian akan meliput kuil wisata Yutoku-Inari di acara TV terkenal.
Kita akan tampil di TV?
Siapa tahu papimu ikut menonton.
Kali ini bukan sembarang liputan.
Ada bintang tamu lain yang mendampingi kalian.
Yaitu White Ryu nan gemilang!
White?
White Ryu!
Selain biasa manggung di acara musik.
Beliau juga pembawa siaran radio tengah malam berjudul “Untuk Tetap Menjadi Saga” sejak 1992.
Bintang rock legendaris asal Saga pemikat hati pemuda-pemudi di seluruh penjuru negeri.
Jawaban saga-la pertanyaanmu ada di Saga.
Jangan bilang Ryu yang itu?
Benar.
Setelah memulai karirnya 30 tahun lalu
beliau masih terus mengumandangkan wangsit kepada pemuda-pemudi Saga.
Keren banget!
Aku baru tahu ada artis terkenal begini di Saga.
Situ minta dibunuh?
Dengar ya.
Selain mengumumkan reuni, kalian juga harus membangun ikatan dengan legenda Saga.
Kapan? Kapan mulainya?
Ya sekarang, bos!
Kita mulai dari sini, lalu menyusuri blok niaga sekitar kuil hingga tiba di kuil.
Sisanya akan kami instruksikan, jadi mohon tampilkan yang terbaik.
Baik, mohon bantuannya.
Rasanya beda dengan zaman dulu...
Maaf saya terlambat.
Angin embusan Kyogatake menghadang jalanku.
Enggak salah lagi dia akang Ryu!
Norak.
Selamat pagi, semua. Kami Franchouchou yang baru saja memulai kembali.
Saat ini kami sedang mengunjungi Kuil Yutoku-Inari bersama White Ryu.
Apakah Anda sering mengunjungi tempat ini?
Jika bertanya padaku, tentu saja adalah jawabannya.
Namun jika ditanyakan pada angin Saga, tentu saja adalah jawabannya.
Tentu saja.
Sakura, ada instruksi.
Ah, baik.
Ah, dengan bagus.
Blok niaga ini memajang berbagai cendera mata khas.
Tiap toko menjual cendera mata khasnya masing-masing.
Wah, ayo keliling.
Sedang lihat apa, Pak Ryu?
Perhatikan, tembakul ini terperangkap dalam masyarakat berbentuk akuarium.
Persis seperti kalian yang mengurung amarah tak tersampaikan.
Dia benar, persis seperti kita!
Aku ingin membukakan pintu kemerdekaan pada mereka.
Berapa harganya?
Mereka peliharaanku.
Model untuk alas sumpit ini. Satunya 500 Yen.
Kita merdeka!
Kesan macam apa ini?
Mereka sudah meriah, pasti menjual.
Wah, kuilnya penuh warna.
Imut seperti mainan.
Tidak seperti Kuil Kuroinari Yoshiwara.
(Kunjungi Dewa Pernikahan dengan ekspresi bagus)
Catur, Catur...
Ada apa?
Katanya di sana ada Dewa Pernikahan, ayo ke sana.
Dewa Pernikahan— Tidak mau, ah.
Eh?
Apa harapan zombi akan didengarkan?
Dewa juga pasti terkejut.
Demikian liputan kami, kita sudah mendekati akhir acara.
Tunggu.
Yutoku-Inari memang hanya sebatas cahaya yang menerangi kuil ini.
Namun jika tersilaukan oleh cahaya ini,
maka jalan kita akan terbutakan, dan tidak mampu mencapai tempat tujuan.
Apa maksud Anda?
Di zaman ini, kebenaran selalu terpadamkan oleh hiruk-pikuk dan gemerlap kota.
Namun jika kalian memiliki tekad untuk menaklukkannya, niscaya akan kutunjukkan.
Jalan menuju kuil bagian dalam.
Kuil bagian dalam?
Perjalanan menuju kuil dalam bakal berat, Pak Ryu.
Mohon izinkan!
Aduh...
Kami sudah merdeka!
Yang benar saja...
Jauh sekali...
Tidak salah kalau jalannya berat.
Tunggu kami, kuil dalam...
Keren!
Laut Ariake bisa tampak dari sini.
Pak Ryu, Anda baik-baik saja?
Menggapai sesuatu selalu penuh penderitaan.
Pak Ryu!
Oke banget!
Bagus sekali!
Franchouchou sudah berusaha keras mendampingi Ryu.
Padahal sudah konsentrasi, tapi aku masih tidak paham dia bicara apa.
Cih!
Saki, jangan marah!
Sialan.
Ucapan Pak Ryu adalah kepalan tinju nurani.
Bukan untuk didengar, tapi dirasakan di sini.
Aku pergi sebentar.
Saki!
Permisi!
Saat bisa bertemu dengan Anda hari ini,
pendapat saya tentang Pak Ryu memang luar biasa!
Terima kasih banyak.
Ada angin sejuk yang berembus.
Saya sudah lama tidak dengar radio, tapi saya akan kembali dengarkan!
Kembalilah kapan saja.
Baik!
Tapi aku harus angkat kaki dari siarannya.
No comments yet. Be the first to leave one.