Seven Years in Tibet

Seven Years in Tibet

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Seven Years in Tibet 1997 Brrip 500 Mb
ناشر hermanski
Resynce Dari Monkbhodi (manual Translate).. Semoga membantu...

برچسب‌ها

brrip
تاریخ انتشار: 2011-11-05
تعداد دانلود: 206
مخصوص ناشنوایان: Yes

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Mengapa kau harus melakukan ini?

Mengapa harus selalu menjadi masalah? Pertanyaan yang bagus...

Kau ingin pulang? Kau ingin balik lagi?

- Ya! - Ini Himalaya!

Berapa lama aku selalu bicara soal Himalaya?

-Berapa lama? - Cukup lama.

Horst, saat kita sampai disana, Mau kau bantu aku, bisakan?

- Ya, tentu saja. - Ingrid, hentikan.

Mari kita berbuat yng terbaik untuk ini.

Kemana orang-orang bodoh itu yang harusnya menemui kita?

Minggir!

Mr. Harrer.

Saya bawa tiketmu.

- Aku terlambat. Antar aku ke keretanya. - Tidak, kau belum paham.

Saya Peter Aufschnaiter. Saya yang memimpin ekspedisi.

- Apa kabarmu? - Ini dia pesohor kita!

Mr. Harrer?

Boleh saya bicara, Mr. Harrer, atas nama Reichssportsfuhrer...

Kami merasa terhormat memiliki Team pahlawan Jerman yang hebat.

Terima kasih, Tapi saya orang Austria.

Memang. tapi saya yakin

Atas nama Partai sosialis Nasional, dengan bangga anda akan mengibarkan...

bendera kita di atas puncak Nanga Parbat saat kau mencapainya.

Hans Lobenhoffer.

Lutz Chicken.

Berfotolah dengan isterimu tercinta.

Dan Mr.--

Horst lmmendorf. Teman. Tak perlu di foto.

Kapan si kecil ini lahir.

Kira-kira saat suamiku mencapai base camp.

Terima kasih.

mengapa tak sekalian kau ceritakan saja seluruh masalah kita pada negeri sialan ini?

Aku akan naik ke kereta. Ada yang ingin di sampaikan?

Baik.

Sana. Pergilah.

Sampai ketemu 4 bulan lagi.

- Jaga dia, Horst. - Pasti. Heinrich .

Kami akan menempuh perjalanan 5,000 mil.

Saat sampai di lndia, kami langsung menuju Himalaya...

dan puncak ke sembilan diatas bumi, Nanga Parbat.

Jerman menyebutnya "Unserberg-- Gunung kita. "

Sebelum kami, 4 ekspedisi Jerman telah mencobanya.

Semuanya gagal.

Sebelas pendaki tewas dalam badai dan longsoran salju.

mulai saat itulah, penaklukan Nanga Parbat menjadi obsesi nasional--

Kehormatan bangsa Jerman.

29 Juli 1939.

Kami sampai di Camp 4 ketinggian 22.000 kaki.

Didepan adalah Gletser Reklak dan daerah yang sulit di daki karena esnya.

Bayiku kira-kira berusia sebulan sekarang.

Aku begitu kacau dan bimbang.

Aku tak bisa mendaki seperti biasanya.

Kau baik-baik saja?

Sial!

- Apa kau baik-baik saja? - haruskah kami turun?

Sepatuku esku lepas !

Terus saja!

Cuacanya semakin buruk. Kita harus memakai tali.

- Apa kau terluka tadi? - Hanya tergores. aku yang di depan.

Awas batu!

Awas yang dibawah!

Tahan aku!

Kau memegangku?

Tahan aku!

Harusnya kau ceritakan padaku seberapa parah lukamu.

Aku harus melihatnya. Aku bisa menjahitnya.

Ini bukan masalahmu.

Sebenarnya, ini masalahku.

- Ini hidupku. - Apa?

Saat kau mengalami cidera yang serius kau membuat hidupku bermasalah...

Jadi kuanggap itu masalahku.

Tidak, kau yang membuat hidupmu bermasalah. Aku menyelamatkannya, jadi diamlah !

Tolong, ini bukan tempatnya--

Tutup mulutmu !

Lain kali kau bohong soal cideramu, Heinrich...

Kau keluar dari Tim.

Coba saja.

4 Agustus, Kamp 5. Badai yang kuat telah berlalu.

Rekan satu timku mencemaskan salju longsor..

Jadi kita menunggu sepanjang hari.

Aufschnalter merasa kami harus memanfaatkan cuaca ini untuk mendirikan kamp

Tapi dia tak setuju denganku. Bodoh.

Yang lain sepertinya tidak keberatan duduk sambil menunggu...

berharap, tak melakukan apa-apa.

Menghabiskan banyak waktu kesendirian tidaklah baik.

Aku mulai berpikir seluruh ekspedisi ini adalah sebuah kesalahan.

Lari ! Salju longsor! Berlindung!

Tinggalkan semuanya!

Letakkan itu !

Kita turun sekarang!

Jika mereka takut akan badai, suruh mereka turun ke kamp 2.

Aku bisa menuju puncak sendirian ! Selalu beri kesempatan untuk orang terbaik!

Dia mencoba mengatakan pada kita Dia orang yang paling handal.

Beri aku dua Pemandu. Aku bisa mencapai Kamp 6 malam ini...

dan perjalanan finalku besok!

- Kita turun sekarang sebagai team! - Aku berhutang pada puncak itu!

- Aku ingin sampai puncak! - Sebagai team! Itu perintah!

Itu perintah! Perintah!

Ikuti aku!

Foto Dalai Lama. Untuk perlindungan.

Simpan. Sahib. Ia akan melindungimu.

Tidak, itu tak ada artinya bagiku.

Dalai Lama. Foto Dalai Lama.

Sahib, ambillah.

Perlindungan yang baik untukmu.

Selamat siang, Herr Harrer.

Mari berharap Jerman mundur dari Polandia...

secepat yang kalian lakukan dari gunung ini.

mungkin bisa mengurangi masa tahanan kalian.

Ada apa ini? Siapa kalian?

- Aku minta maaf, tapi kau di tahan. - Atas tuduhan apa? Gagal ke puncak?

Saya rasa bukan.

Kau tahu, Pemerintahan kami dengan Jerman telah menyatakan perang.

Jadi semua orang yang berhubungan dengan musuh kerajaan kami sekarang menjadi tahanan perang.

- Berhenti, atau ku tembak! - Angkat tangan!

Tidak, kau tak mengerti! Aku warga Austria ! Aku pendaki!

Aku tak ada hubungannya dengan perang bodoh kalian!

Aku bisa jalan sendiri. Ini sebuah penghinaan!

Kau pikir kau punya kata terakhir, tapi nyatanya tidak

Babi! Dasar kalian babi!

15 Oktober 1939.

Sampai di kamp tahanan, Aku berjanji pada diriku sendiri.

aku akan berbaring di sisi lngrid sebelum musim panas menjelang tahun baru nanti.

Gunung Himalaya tepat didepan kami.

Akan sangat mudah melarikan diri dan menghilang kedalamnya.

Pelarianku yang keempat tak juga mendekati tujuanku.

Berapa jauh kau lari kali ini?

Yang aku dapatkan hanyalah menjadi pesohor dungu diantara tahanan.

Hanya jika tanganku bisa melukiskan apa isi hatiku.

Ku dengar penjaga mengirimkan surat-suratmu.

Ya.

Maukah kau mengirimkan ini?

Terima kasih.

Heyi, Heinrich, pernah baca buku ini?

Ini di peruntukan untukmu.

- kami ingin bicara padamu. - Tentang apa?

Tentang ini.

Sangat menarik. Kapan kalian berencana pergi?

Setelah angin musim berakhir. Dan kau?

Kulihat kau telah memilih ruteku menuju Tibet.

Beberapa orang telah mencobanya tak pernah kembali. jadi, semoga beruntung.

- Maukah kau bergabung dengan kami? - Kenapa?

Lagian, kau penguasa dalam masalahImembobol penjara disini.

- Kami bisa memanfaatkan pengalamanmu. - Tolong.

Hentikan permohonan memalukan ini.

Setiap kali kau melarikan diri, patroli menjadi dua tiga kali lipat.

Membuat situasi menjadi sulit untuk kita semua.

Aku lebih nyaman berjalan sendiri, tapi terima kasih telah memikirkan aku.

Tukang pos telah tiba.

Heinrich sayang:

Tolong tanda tangani surat perceraian ini dan kirimkan pada pengacaraku.

Horst dan aku memutuskan untuk menikah segera setelah perceraian terlaksana.

menanggapi suratku, ya.

Anakmu, Rolf Harrer, telah lahir saat kau sedang mendaki gunung

Umurnya dua tahun sekarang dan memanggil Horst "papa. "

Saat dia telah cukup umur, aku akan menyampaikan padanya...

Ayahnya yang asli telah hilang di gunung Himalaya.

Rasanya ini kata yang tepat untuk di ucapkan mengingat...

kau tak pernah menginginkan anak ini.

Disamping itu, Aku tidak tertarik...

untuk"memecahkan perbedaan " seperti yang kau sarankan.

Itu sudah terpecahkan pada saat kau meninggalkan Austria.

Aku ikut prihatin kau dipenjarakan di lndia...

dan berharap perang mengerikan ini segera berakhir untuk kebaikan semua orang.

Ingrid.

Aku ikut denganmu.

Ini rencanamu?

dalam opiniku yang rendah hati, ini menggelikan.

Karena kau sudah rendah hati, kami tak butuh pendapatmu.

Buka petanya. Berbalik.

hadapkan punggungmu pada pintu gerbang. Buka petanya!

Tetap bicara. Tunggu tandaku.

Kita aman. Oke.

Buka gerbangnya!

Lihat ini. Buka gerbangnya!

Aku pergi sendiri.

Jadi, semoga beruntung.

Pelarian pertama dari kamp tahanan, 18 November 1939.

Rolf Harrer-- tiga setengah tahun.

Ulang tahun ke-30ku, 6 Juli 1941.

Rolf Harrer-- tepat 1 tahun, 11 bulan dan 26 hari.

Pelarianku yang terakhir dari Dehra Dun. Rolf Harrer--

Ambil dua dan cobalah tidur. Ku kirim tagihannya besok pagi.

Apa yang kau lakukan disini?

Aku sangat rindu padamu. kurasa aku harus mengunjungimu.

Bagaimana dengan yang lain?

Orang Itali tertangkap di luar Nelang.

Lutz dan Hans sakit dan kembali ke kamp.

- Sayang sekali. - Kau pasti patah hati.

Bolehkah aku melihat sifat kebaikanmu ini bermalam disini?

Dengan senang hati.

Terima kasih. Kau sungguh baik hati.

- Bagus. - Apa lagi yang kau miliki?

10 jenis musik orchestra?

Ngomong-ngomong, Ku dengar Jepang telah menyerah...

Sepanjang jalan menuju Shanghai jadi meski kau sampai ke perbatasan China..

kau tetap akan kesulitan berlomba dengan mereka.

Aku tak perduli jika mereka terusir sepanjang jalan menuju Tokyo.

Kau harus jika kau ingin kembali ke Austria.

- Tapi aku tidak ingin. - Tidak ingin apa?

More Indonesian subtitles for Seven Years in Tibet

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left