Start-Up

Start-Up (스타트업)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Start-Up S01E04 720p NF WEB-DL DDP2 0 H 265-SH3LBY
ناشر MarBot

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
تاریخ انتشار: 2020-11-27
تعداد دانلود: 40
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

EPISODE 4

TEMPAT IMPIAN

UNTUK PERUSAHAAN RINTISAN

MENERIMA PENDAFTAR UNTUK PROGRAM KEANGGOTAAN SAND BOX KE-12

TEMPAT IMPIANMU TERWUJUD

TEMPAT IMPIANMU TERWUJUD

AKU INGIN MELUNCURKAN PERUSAHAAN RINTISAN KARENA

AKU INGIN MENJADI CEO YANG MENGINSPIRASI

AKU INGIN NAIK…

Meskipun kau pikir kodemu sudah rampung…

AKU TAK MAU…

…satu hal saja bisa menciptakan kekutu

dan merusak programmu.

EROR PADA KODE SUMBER

AKU INGIN MEMBUAT…

Ada satu kondisi khusus,

"Jika Sand Box adalah mimpi semua orang…"

PENDAFTAR UNTUK PROGRAM KEANGGOTAAN SAND BOX KE-12

WON IN-JAE, NAM DO-SAN, SEO DAL-MI

Aku mengabaikan satu syarat itu,

dan hasilnya…

sekarang aku…

Siapa yang kau pilih?

Aku atau Seo Dal-mi?

Do-san.

Ada kekutu, dan aku terdiam.

KOTAK PASIR

1. TEMPAT BERMAIN BERISI PASIR UNTUK CEGAH LUKA

2. LINGKUNGAN UJI BAGI PARA PENGEMBANG

3. PENUNDAAN REGULASI UNTUK MERILIS PRODUK BARU

EPISODE 4

Dal-mi, lap liurmu dan tidurlah di kasur.

- Nenek, aku punya ide bisnis. - Ya?

Restoran yang tak butuh modal banyak.

Restoran yang hanya punya dapur.

Restoran butuh lebih dari sekadar dapur.

Lantas, para tamu duduk di mana?

Tak perlu ada.

Hanya untuk pesan antar.

Tak perlu dekorasi tempat,

tak perlu meja dan kursi.

Hanya perlu dapur.

Jadi, modalnya sedikit.

Gagal pun tak masalah.

Ibu. Bagaimana dengan ini?

- Apa? - Semua selebaran dalam satu situs web.

Jadi, kita tak perlu selebaran lagi.

Jika masuk ke situs web,

kau bisa lihat semua makanan pesan antar berdasarkan jenis.

Ayah! Bagaimana jika dibuat sistem penilaian juga?

Ada lima nilai berbeda.

- Benar. - Dal-mi, idemu bagus.

Masukan layanan yang bisa menerima pendapat dari pelanggan.

Jika penilaian bagus…

Ayah.

Bagaimana ini?

Apa?

Tak apa-apa.

Ini bukan masalah besar.

Tak apa-apa. Kemarilah.

Jadi, seperti mengaplikasikan kantor bersama, tapi untuk restoran.

Ternyata tak bagus. Baiklah, yang lain.

Nenek.

Kalau mobil tanpa kunci?

Jadi, aplikasikan biometrik di mobil juga.

Jika bisa buka dengan sidik jari, kau tak perlu bawa kunci ke mana-mana.

Tidak.

Sepertinya lebih baik dengan pengenalan wajah.

Susah lepas sarung tangan waktu cuaca dingin.

- Dal-mi. - Apa?

Berbisnis itu…

hal sulit. Kau tahu, 'kan?

Tentu saja aku tahu.

Tapi sekarang tak sesulit dulu.

Bahkan anak SMA bisa membuat bisnis.

Aku juga punya jalan.

Jalan apa?

Rahasia.

Akan kuberi tahu jika sudah lolos.

Kenapa? Katakan sekarang.

Tidak mau. Akan memalukan jika gugur.

Pengenalan wajah, bukan sidik jari.

Astaga. Ini sudah nasibku.

Selamat pagi.

Hai.

Rapat akan segera mulai. Di mana yang lain?

Astaga. Aku tak suka jam kerja fleksibel. Menurutku, itu ide bodoh.

Kalian harus tepat waktu saat rapat,

dan cepat telepon pegawai yang belum datang.

Ayo mulai rapatnya.

Bukan begitu. Ini, Pak.

SURAT PENGUNDURAN DIRI

Apa ini?

Kalian sudah percaya dan mengikutiku, tapi maaf.

Aku masih belum bisa janjikan gaji kalian.

Dan belum bisa punya kantor.

Bagus. Aku merasa seperti kembali ke masa lalu.

Mana ada kantor dengan Jacuzzi begini?

- Benar. - Minyaknya juga harum.

Keriput dan noda hitam bisa langsung hilang.

Itu karena matamu tua. Bukan hilang,

hanya tak terlihat.

In-jae, kau…

Kenapa mereka di sini?

Pakai kaca pembesar jika noda hitam tak terlihat.

Tidak. Haruskah dibiarkan karena itu berkah?

Kau mau membuat kamar hotelku menjadi kantormu?

Ya. Tahan sampai aku masuk Sand Box.

Jika masuk sana, kantornya gratis, dan kalian bisa digaji meskipun tak besar.

Maaf mengganggu saat rapat.

Kita perlu bicara.

Sand Box? Kenapa kau masuk ke sana?

Bukankah itu tempat untuk orang yang tak punya uang atau koneksi?

Aku butuh itu.

Aku butuh citra itu, orang yang berhasil tanpa uang dan relasi.

Kenapa begitu? Kau punya uang dan relasi.

Aku belum bercerai.

Karena itu Ibu hidup begini? Karena mau beri aku uang dan relasi?

Kau berterima kasih karena sudah membuatmu menjadi anak konglomerat.

Aku berterima kasih.

Usahaku tak dilihat karena memulai sebagai anak konglomerat.

Ibu pun tak mengakuiku.

Berkatmu, aku sadar itu semua.

Hei, kau!

Kau pikir mudah mulai bisnis tanpa pendanaan awal?

Apa kau mau buat aku khawatir?

"Khawatir"?

Mengapa aku merasa begini kesal karena kau mengkhawatirkanku?

Kau mengkhawatirkanku, tapi mendukungnya?

Hanya membual tanpa rencana nyata menjadikanmu penipu.

Baru memikirkannya setelahnya membuatmu sama seperti ayahmu.

Semangat.

In-jae, aku…

Jika kau benar mengakuiku,

jangan khawatirkan aku, tapi dukung aku.

SAND BOX YOON SEON-HAK

IKUT TANYA JAWAB SAND BOX

Aku yang ambil lebih dulu.

Benarkah? Tapi menurutku, aku yang lebih dulu.

Kenapa pengacara sepertimu mau daftar ke Sand Box?

Pengacara hanya hobi. Pekerjaanku desainer.

Lantas, kenapa kau daftar?

Aku tak punya relasi, pendidikan tinggi, dan uang.

- Siapa namamu? - Seo Dal-mi.

- Kenapa? - Mau kuhindari.

Tak akan baik terlibat denganmu.

Lalu, siapa namamu?

Jung Sa-ha. Kenapa?

Aku mau terlibat denganmu karena kualifikasimu hebat.

Kau mau terlibat denganku, tapi tak mau mengalah?

Aku akan berikan 1.000 won. Jadi, berikan buku ini kepadaku.

Kuberi 5.000 won.

Baiklah.

Kenapa mudah sekali?

Dasar penipu!

IKUT TANYA JAWAB SAND BOX

Ini sudah toko buku ke berapa?

Hei. Buku itu ada di sini.

Tanya dia.

Permisi.

Dari mana kau dapat buku itu?

Di bagian usaha rintisan.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Ada di sana.

Baik.

Tapi ini stok buku terakhir.

Benarkah?

Astaga. Kita sudah berkeliling toko buku berkali-kali.

Memang sudah berapa kali?

Enam kali.

Bagaimana dengan ini?

Beri aku 10.000 won, dan buku ini menjadi milik kalian, Sayang.

Apa?

Hei, menurutmu apa artinya

jika wanita memanggilmu "sayang"?

- Apa maksudmu? - Wanita tadi.

Dia memberi kita buku ini,

dan memanggil kita "sayang".

- Apa itu lampu hijau? - Lampu hijau?

Astaga. Gila.

Lampu hijau, 'kan, Do-san?

Apa?

Cepat bereskan.

Ini.

Astaga.

IKUT TANYA JAWAB SAND BOX

- Anting-antingku jatuh tadi. - Aku juga. Bukan, maksudku…

- Halo. - Ya.

- Kenapa di sini? - Ada buku yang mau kubeli. San…

San Francisco, tentang Sillicon Valley. Buku itu.

Perusahaan kami sedang menuju global.

Sudah global. Kalian hebat.

Tidak, kami tak sehebat itu.

Dia rendah hati.

Di mana mobilmu?

Mobil?

Kemarin aku menginap di rumah Chul-san.

Gang rumahnya sempit. Jadi, tak bawa mobil.

Karena itu juga bajuku begini.

More Indonesian subtitles for Start-Up

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left