نخستین 200 خط.
Halo.
Oh, halo.
Hae Ra disini juga.
Ibu Jang mengundangku.
kau baik-baik saja?
Apa kau kena flu?
Oh, kalau kau tak menolongku pasto akan jadi lebih buruk.
Itu tidak masalah.
Aku hanya berusaha keras menutup jendelanya.
Kau mau minum kopi?
Omo, terima kasih.
Kalau boleh kopi hitam saja.
Hitam? - Tanpa susu dan gula...
Americano.
Kau mau pergi memesannya bersamaku?
Bolehkah?
Ya, ayo.
Bagaimana mereka bisa saling kenal?
Kau sudah merasa lebih baik?
Berkat mu.
Terima kasih sudah mengirim asistenmu.
Begini.
Bisakah kau tidak memberitahu Hae Ra kalau aku memesankan pakaian untuknya?
Kenapa?
Itu hadiah. Aku tak ingin merusak kesenangan.
Ini silahkan. Kopi hitam.
Terima kasih.
Aku akan pergi.
Ya.
Kalian ingin tau yang sebenarnya terjadi malam ini?
"Pria itu bukan milikmu!"
Nyonya...
menghabiskan sepanjang malam...
berdiri diluar, menatap pintu yang gelap.
Pria itu bukan milikmu.
Beraninya gadis rendahan sepertimu menyentuhnya?
Tak ada yang terjadi diantara mereka.
Bagaimanapun,
malam itu adalah pertama kalinya...
mereka mengetahui perasaan mereka sesungguhnya.
Boon Yi, sedang apa kau disini?
Kau harus beristirahat.
Tidak, aku bisa mengerjakannya.
Kurasa kau akan mendapatkan bayi impianmu.
Seorang putra. Putra.
Boon Yi!
Astaga.
Jeom Bok-ah.
Ada apa kemari?
Aku datang kemari demi Nyonya.
Aih, dasar.
Duduklah.
Apa kau lapar?
Aku menggambar bukit kecil yang kau sukai itu.
Jeom Bok, kau memang pandai menggambar.
Ini, kau harus minum juga.
Boon Yi. - Ya?
Apa sesuatu yang buruk terjadi padamu?
Ayah Nam Sik bilang kau akan...
melahirkan seorang putra.
Tapi kau bahkan tidak menikah.
Untungnya, atau mungkin sialnya,
orang-orang tidak penasaran dalam waktu yang lama.
Bawakan lebih banyak buku. - Ya.
Pengadilan Kerajaan terbagi antara....
fraksi utara dan fraksi selatan,
dan mereka berakhir dengan memperjuangkan masing-masing partai.
Mereka menggunakan penyiksaan agama...
untuk menindas pemikir-pemikir progresif.
Ya Tuhan, Tuan!
Sarjana muda yang tertangkap...
mempelajari pemikiran Konfusius...
jadi dikorbankan bagi konflik fraksi.
Tuan! - Tuan!
Kau selalu ingin menggunakan ini.
Kau dapat memakai ini...
dan mati ditempatku.
Keluar.
Apa kau istri Lee Myung So?
Jawab aku.
Ya, itu benar.
Apa tidak ada anggota keluarga yang lain?
Ya.
Beraninya kau membodohiku?
Kau tak dapat menikahinya dengan wajah seperti ini.
Aku mendapat luka ini setelah kami menikah.
Bagaimana dia bisa hidup bersama wanita seperti ini?
Dia adalah suami yang manis...
tak peduli dengan lukaku.
Dia bukan seseorang yang bisa kau pahami.
Bawa dia.
Mereka menginterogasinya dan menanyakan...
dengan siapa Myung So bekerja sama,
dan orang macam apa saja yang mengunjunginya.
Lee Myung So menganut Katolik, iya kan?
Bagaimanapun, Boon Yi tak memberikan mereka jawaban apapun.
Apa aku akan mendapat racun sebagai hukuman pagi ini?
Tuan.
Boon Yi.
Oh, oh. Boon Yi.
Kau masih hidup.
Bagaimana kau bisa berjalan sejauh ini?
Ya.
Aku mendengar apa yang kau alami.
Aku sungguh senang...
kau baik-baik saja.
Apa suaramu hilang karena aku? Benarkah?
Kudengar dia disiksa dengan berbagai macam cara.
Orang-orang bilang dia mencoba melarikan diri...
saat akan dijual lalu mati.
Kalau begitu ...
harusnya dia sadar akan dirinya.
Kudengar beberapa orang kembali dari pengasingan dalam keadaan hidup.
Ya, Nyonya.
Tuan pasti akan kembali.
Aku akan mencuci. Kau sebaiknya beristirahat.
Kau istirahat saja.
Coba kulihat.
Ini belum selesai.
Ini bukan main-main.
Hem?
Kau tidak membuat kesalahan,
jadi aku tak bisa memarahimu.
Kau sangat cepat...
belajar.
Bukalah.
Pak pandai besi tua...
banyak membantuku membuat ini,
mempercayai bahwa suatu saat aku akan kembali.
Jadi aku memberinya sebuah buku dan cincin.
Kuharap cincin ini dapat membantu.
Saat kau membutuhkan uang,
juallah cincin ini.
Jika ada kehidupan selanjutnya,
lahirlah ditempat yang baik.
Baiklah.
Jangan kehilangan suaramu lagi.
Jangan punya luka seperti ini.
Jika kau harus ...
hidup dengan luka seperti ini lagi,
Aku akan mengambil luka itu.
Jadilah seorang yang cantik,
dan hiduplah jadi orang berharga, Boon Yi.
Aigoo.
Dimana cincin yang kuberikan padamu?
Disana.
Kenapa kau letakkan disana?
Bulan purnama.
Bulan purnama.
Saat bulan purnama.
Saat bulan purnama.
Aigoo, kau bilang apa sih?
Aku tau.
JIka cincin menerima cahaya sinar bulan purnama,
itu akan memiliki kekuaran untuk mengabulkan harapanmu.
Boon Yi, apa yang kau harapkan?
Rahasia.
Sudah malam. Ayo masuk.
Ayo masuk.
Boon Yi. Bangunlah.
Boon Yi.
Boon Yi. KIta harus pergi keluar.
Suamiku.
Tinggalkan saja gadis itu didalam dan kita pergi.
Hentikan.
Katakan padaku.
Siapa yang lebih kau cintai?
Aku atau dia?
Katakan padaku!
Apa kau gila?
KIta tinggalkan saja gadis sial itu.
Boon Yi. Keluarlah.
Boon Yi. Bangun.
Kau tetaplah disana.
Matilah disana!
Boon Yi.
Boon Yi.
Kalau kau tak keluar,
Aku tak akan pergi.
Kalian semua harus mati.
Kalian semua harus mati!
Tidak.
Tidak. Suamiku!
Tidak!
Suamiku!
Kau penyihir.
Jadilah hantu...
yang berkeliaran...
selamanya.
Permisi.
Aku ingin bertanya sesuatu.
Apa benar ini rumah tuan Choi?
Nyo..... Nyonya.
Kau siapa?
Nyonya.
Aku Jeom Bok.
Jeom Bok?
Apa yang terjadi padamu?
Kenapa kau terlihat sama seperti dulu?
Apa yang sudah terjadi pada rumahku beberapa hari ini?
No comments yet. Be the first to leave one.