My Brother, My Sister

My Brother, My Sister (Mio fratello, mia sorella)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

ㅡMy Brother My Sister NF-360P/720P/1080P
ناشر DD_Movie
NF Retail [ RT 01:54:22 ] | t.me/ddmoviechannel

برچسب‌ها

720p
720
1080
تاریخ انتشار: 2021-10-23
تعداد دانلود: 13
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Terima kasih.

Terima kasih telah datang.

Giada.

Aku sangat menyesal.

Aku tahu.

Dia mau bermain? Kau bilang apa padanya?

Tidak. Mungkin dia meyakinkan dirinya.

Giulio bukan hanya profesor astrofisika.

Giulio adalah astrofisika.

Karena ayahku…

bukan hanya pria yang…

Aku tak sanggup. Maaf.

Aku akan lulus karena dia.

Dia seorang ayah bagiku.

Teman, guru.

Pada dasarnya, semuanya.

Stau-satunya yang dia tidak tahu, kini dia lakukan.

Meninggalkanku.

Saudara Giulio,

semua yang baru kita dengar hanya memastikan…

Permisi.

Permisi.

Aku juga ingin katakan sesuatu.

Waktu ayahku berakhir.

Itu yang kita rayakan di sini, bukan?

Tapi tahukah? Itu tidak benar.

Karena waktu tidak ada.

Ingatanku tentang dia

adalah saat dia jelaskan hal konyol ini padaku.

"Waktu dan ruang adalah konsep yang tak ada di alam semesta,

dan apa yang ada

sudah ada,

karena perbedaan persepsi soal waktu itu relatif

terhadap tempat kita."

Entahlah…

Aku tak pernah paham soal ini.

Jadi,

dia bilang Tuhan di balik misteri ini.

Aku ingin tahu, akhirnya,

kau memecahkan misteri ini, Profesor.

Yang kutemukan, dan bukan hari ini,

bahwa waktu dan ruang, di kehidupan, itu ada.

Dan tindakanmu meninggalkan tanda,

Profesor Costa.

Kadang, aku merasa seperti makhluk Mars di Bumi.

Jadi, jika waktu tak ada, seperti katamu,

aku tak perlu berpamitan.

Jika ruang tak ada,

artinya kau tak di sini.

Kau ada, dan kau akan di sini, atau di planet lain, mungkin.

Aku akan tetap di sini,

saat ini dan di ruang ini.

Mengemban tandamu.

Tak mungkin kau tak rasakan apa pun jumpa dia lagi setelah 20 tahun.

Bagaimana menurutmu?

Apa tingkahnya tampak normal bagimu?

- Siapa akan berpakaian begitu? - Siapa peduli caranya berpakaian?

Maaf, tapi itu lebih baik daripada pidato koleganya.

Aku senang Giada datang. Aku tak mengira.

- Aku ingin menyapa. - Aku tak menghentikanmu.

Tidak, kau memintaku mengantar tuan itu ke mobilnya.

Kau tak lihat dia tak tahan lagi?

- Ke mana dia? - Entah.

Carolina. Di mana dia?

- Entah! Aku tak menguncinya. - Sebastiano!

Aku paham maksudmu tadi.

Begitu?

Sungguh?

Ya. Jadi, kau juga merasa…

Kau merasa seperti makhluk Mars?

Ya.

- Hampir seumur hidupku. - Aku juga, tapi…

Tidak seumur hidupku.

Karena aku paham kondisinya.

Jadi, kita punya kesamaan.

Ya.

Ya.

Hari ini, aku…

Aku membawa ini, aku…

Entah kenapa.

Ini tentang kita.

Itu…

Mungkin sudah kau baca, entahlah. Jika belum, simpanlah.

- Ini tentang kita? - Ya.

Dalam hal apa?

Soal kita, makhluk Mars.

Benar, bukan?

Ya.

Aku tak begitu tertarik, tapi akan kubaca nanti.

Dengar.

Kau salah satu murid ayahku, bukan?

Siapa kau, calon ilmuwan?

Kau agak aneh, ya?

- Tidak, aku… - Sebastiano?

Ayo, Sayang. Ayo ke mobil.

Ayolah.

- Tesla. - Tidak. Tunggu, Ibu. Tunggu.

Siapa itu? Siapa dia?

Siapa dia?

- Ibu jelaskan di mobil. - Kenapa dia bilang aku aneh?

Ayo masuk ke mobil.

- Katanya aku aneh, makhluk asing. - Dia salah. Ceritakan nanti.

Dia membuat kesalahan. Ayo.

Apa aku sudah banyak berubah atau kau pura-pura tak mengenaliku?

- Selamat datang, Nik. Senang bertemu. - Tak ada yang perlu dibicarakan.

Karena ini hanya beberapa hari,

biarkan saja dia tinggal.

Pintunya!

Bagaimana dengan adikmu?

Hampir saja terjadi drama. Ayolah, Carolina.

Drama apa, Tesla? Sebastiano tak kena wabah!

- Aku tak mau Nik tahu. - Kau tak mau ada yang tahu.

Aku coba melindunginya.

Dia datang untuk pemakaman. Itu berarti sesuatu.

Dengar baik-baik.

Pamanmu tak peduli dengan kakekmu. Kau tak mengenalnya.

Wasiat dibuka dan dapat uang,

dia akan menghilang seperti biasanya.

- Mungkin kali ini tidak. - Atau mungkin dia pergi.

Segera, semoga saja.

Terima kasih.

Sungguh.

Sama-sama. Tak masalah.

Kau paham maksudku.

Dengar, aku hanya coba membujuk

pemain selo andal di konservatori main denganku.

Ya, tentu.

Tapi yang dia pikirkan hanya misi ke Mars.

Obsesi itu bisa bertahan berbulan-bulan.

Dengan kematian ayah…

Ayolah.

Bayanganku tentang saudaramu berbeda.

Ya, aku juga.

Setidaknya, itu harapanku.

…kau tak pernah mengaksesnya, 'kan?

Apa? Maaf, apa?

- Ayolah, Carolina. - Dia tak dengar.

Apa katamu? Kumohon.

Kuberi tahu Emma profil yang kubuatkan dulu.

Pengikutnya banyak.

- Lagi? - Kau semakin hebat.

Tak kupakai.

NONA TESLA

Kau di sini cantik sekali.

Hentikan, kumohon?

Aku bukan memasangnya di situs wanita panggilan.

- Apa salahnya? - Kau bercanda?

Risikonya fatal jika dia mengenal orang baru,

bersantai, berteman,

beristirahat dari mengamati Sebastiano.

Itu bukan untukku.

Sekarang, permisi.

- Lanjutkan makan. Jangan khawatir. - Kami sudah selesai.

Kami.

- Makan bersama? - Kumohon.

Bercanda.

Selamat pagi.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Tesla.

- Hai. - Hai, Federico.

- Turut berduka. - Terima kasih.

Anda pasti Nikola, bukan?

Federico Valmonte, teman Ayah Anda.

Halo.

Harus saya akui, pilihan nama kalian sangat menyenangkan.

Nikola, Tesla.

Hanya orang cerdas seperti profesor yang bisa

menamai anak seperti fisikawan,

Nikola Tesla, terbagi dua.

Ya, benar.

Bisa kita mulai?

Tentu.

Tiga orang lagi mendaftar.

Orang Islandia.

Kau kenal mereka?

Kenapa kau tak menjawab?

Kenapa kau tak menjawab?

"Atas kematianku, aku mewariskan asetku sebagai berikut:

mobil vanku untuk Carolina,

selo-ku yang sama berharganya, pada cucuku Sebastiano.

Akhirnya, kutinggalkan rumahku di Roma, Enam, via San Giovanni Fabri,

blok A, apartemen Tiga, pada Tesla Costa,

lahir di Roma pada 17 November 1972,

bersama putraku Nikola Costa, lahir di Roma pada 25 Juni 1970,

yang bisa dibagi rata

sebisa mungkin.

Saya tidak lagi memiliki aset bergerak atau tak bergerak lainnya,

baik terdaftar atau terkait. Dr. Giulio Costa."

Tunggu sebentar.

Tak mungkin hanya itu. Ada yang terlewat. Periksa lagi.

Tidak, Tesla, ini semuanya.

Bagaimana bisa? Maafkan aku.

Dia selalu bilang aku dapat rumah, dia dapat uang. Di mana uangnya?

Ternyata, sebelum mati, dia berubah pikiran.

Bagaimana sekarang?

Kami tak bisa tinggalkan rumah itu. Federico, tak bisa. Itu mustahil.

Itu tidak akan…

Tolong katakan ada alternatif.

Kenapa lakukan ini padaku?

My Brother, My Sister subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for My Brother, My Sister

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left