نخستین 157 خط.
- S01E17 - Diterjemahkan oleh mifae :)
Suaranya indah sekali.
Haruskah kita menghentikannya, Prof?
Itu nyanyian alam. Sempurna.
Tidak sempurna kalau manusia mendengar bunga menyanyi.
Suaranya memang indah
tapi mematikan wabah gaib
walaupun menyenangkan, adalah tugas kita.
Itu ancaman tingkat satu. Bisa kuatasi dengan mudah.
Sabar, Imogen.
Kita bisa coba cara lain.
Kyra.
- Kau menyuruhku pergi? - Tidak.
Kupikir kau bisa coba sihir bola.
- Dari sini? - Ya.
Kalau kau tak keberatan.
Baik, akan kucoba.
- Kau berhasil. - Kau mematikan wabah
tanpa pergi dari sini.
Itu cukup mudah.
Apa ini berarti DIS tak butuh kami lagi?
Hai, Kyra. Ada aroma sedap.
Bagaimana caramu selesaikan semua ini
dan kerjakan PR-mu?
Ayah mengenalku. Aku penyihir di dapur.
Apa ini bisa menunggu? Aku agak sibuk.
Kau pasti mau dengar ini.
Soal bola itu.
- Lilly! - Akhirnya.
Kukira kau takkan bangun.
Sejak kapan kau di sana?
Sudah agak lama.
Aku mau kau tahu ini dariku.
- Apa? - Semalam, aku pulang
sehabis mengambil gigi
dan dengar Ayah bicara pada Ibu.
- Terus? - DIS sudah temukan cara
mencabut sihir bola darimu
dan mereka akan melakukannya.
Apa prosesnya tak menyenangkan?
Bisa memicu kebingungan
tapi tidak menyakitkan
dan Kyra akan merasa seperti baru bangun tidur.
Sekalipun kau mencabut sihir bolanya
dia masih punya sihir lain.
Kau tak bisa mencabutnya.
Mungkin kita tak punya pilihan.
- Dia tak pantas menerima ini. - Kau ingin aku bagaimana?
- Batalkan! - Andai aku bisa melakukannya
tapi ini bukan keputusanku sendiri.
Aku tahu kau akrab dengan gadis itu, tapi dia hanya tamu.
Dia tak pernah ditakdirkan untuk masuk ke dunia kita.
Bagaimana pertemuanmu dengan Sean?
Aku sudah berusaha, Kyra
tapi keputusan sudah diambil.
Baiklah. Aku mengerti. Tak ada sihir bola lagi.
Kurasa aku bisa menerimanya.
Ada satu hal lagi.
Mencabut sihir bola belum pernah dilakukan
tapi ada kemungkinan sihirmu yang lain ikut hilang
beserta ingatanmu tentang dunia sihir.
- Tidak! - Aku akan jadi manusia lagi?
Dia anggota kita sekarang, Prof.
Kau tak boleh biarkan mereka melakukan ini.
- Maaf, Darra. - Kapan itu akan dilakukan?
Pukul 10 pagi esok hari di DIS.
Maaf, Kyra.
Hai, Peter.
Apa pun itu, bisakah kita melakukannya nanti?
Aku tak bisa menyalahkanmu.
Aku juga takkan senang kalau harus kehilangan sihir.
Ruksy memberitahumu.
Kau makhluk terkuat di dunia sihir.
Katakan saja kalau mereka coba-coba
kau akan hancurkan tongkat mereka dan jadikan mereka katak.
Menurutmu aku sanggup melakukan hal itu?
Kurasa tidak.
Maxwell tak yakin ini akan mencabut semua ingatanku.
Kalau itu terjadi?
Maka aku yang jadi makhluk gaib
tapi kau yang mengingatnya.
Lucu, ya?
Sangat lucu.
Kau harus mengingatkanku pada semua ini.
Memberitahumu soal elf dan peri?
Ayolah. Kau akan menertawaiku.
Kurasa akan sulit bagiku untuk mempercayaimu.
Ada satu orang yang akan kupercayai.
Kyra akan melupakanku dan kita semua.
Aku paham perasaanmu, tapi keputusan sudah diambil.
Bukan kesalahan Kyra dia mendapatkan sihir bola.
Itu kecelakaan.
DIS tahu itu. Mereka tak peduli.
Aku tahu menurutmu DIS sempurna
tapi kali ini mereka salah.
Kau tak boleh bicara begitu keras-keras.
Aku tak peduli. Ini salah.
Aku yang akan mengirimkan pesannya, bukan kau.
Itu ide cemerlang.
Kini, aku hanya harus memikirkan kalimat apa
yang dapat meyakinkanku semua ini pernah terjadi.
Anggap saja kau sedang bercerita pada diri sendiri.
- Siap? - Siap, Tn. Sutradara.
Mulai.
Halo, diriku. Apa kabar?
Kurasa kau bertanya-tanya kenapa Peter menunjukkan ini.
Kau bahkan tak ingat pernah merekam ini, kan?
Ada alasan yang sangat bagus
dan akan kubahas nanti
tapi hal pertama yang perlu kau ketahui
adalah sihir itu nyata.
Kau separuh manusia, peri, dan elf.
Permisi, Orla. Darra ingin bicara padamu.
- Aku tergesa-gesa. - Dia memaksa.
Sebaiknya ini penting.
Tindakan DIS pada Kyra itu salah.
Kau harus minta Sean membatalkannya
sampai ada solusi yang lain.
Aku tak paham maksudmu.
Kau belum dengar?
Bagaimana kau tahu soal Kyra?
Darra Blackwell.
Anak itu menyukainya.
Sayang sekali.
Tugasku melindungi dunia sihir.
Tentu saja. Lalu setelah sihirnya dicabut?
Bolanya akan dihancurkan.
Hal itu belum dibicarakan.
Sudah atau belum, itulah yang akan terjadi.
Banyak yang takkan menyetujuinya.
Ini keputusanku. Tak ada negosiasi.
Tolong tinggalkan aku sekarang.
Ini bukan tipuan, Kyra. Ini sihir sungguhan
dan kau bisa melakukannya.
Selesai.
Kau luar biasa.
Terima kasih. Soal besok...
- Tunggu. Kita belum selesai. - Harus bilang apa lagi?
Aku tak mau mengkritik, tapi sebagai sutradaramu
ucapanmu belum memuaskanku.
- Maksudnya? - Filmnya terlalu singkat.
Pasti terasa sangat aneh jika Kyra tidak ada.
- Dia teman yang sangat baik. - Terbaik.
Kita harus bilang betapa pentingnya dia bagi kita.
- Kau tahu kita harus apa. - Pesta.
Kau atur kuenya. Aku jemput Kyra kemari.
Imogen, kau ikut?
Kita harus adakan perpisahan yang layak untuk Kyra.
Kau tak berpikir DIS benar, kan?
Apa aku harus berpendapat?
Menurutmu mereka benar.
Kau keterlaluan.
- Ayo pergi, Lilly. - Tidak.
Imogen, aku tahu kau keras, tapi sikapmu ini terlalu kejam.
Hanya karena hatiku tidak lembek
jangan mengira kau paham perasaanku.
Terima kasih, Frank. Sampai jumpa minggu depan.
No comments yet. Be the first to leave one.