نخستین 200 خط.
Entahlah. Ini sangat aneh.
Baiklah, dia bilang apa tepatnya?
Katanya dia harus bicara denganku.
- Harus atau ingin? - Ada bedanya?
- Mendesak. - Katanya harus.
- Uh, itu mendesak. - Aku tahu.
Dia menularimu super gonore.
Diam!
Kapan dia mengatakannya?
- Setelah melewati pintu. - Oh, Astaga.
Berengsek. Kau mau pergi?
Ya, dan tidak. Aku tidak mau tahu apa itu.
- Astaga. Kau harus mencari tahu. - Kau harus tahu.
- Ayo kita periksa. - Maaf, uh...
Maaf lama.
Ini sangat aneh. Mereka punya toilet yang seperti jacuzzi di pantatmu.
Budaya Jepang sangat menarik, bukan?
Seperti, uh, aku tak sabar pergi ke Tokyo.
Permisi?
Hei, kau masih meng-airbnb rumahmu, 'kan?
- Puji Tuhan, tidak! - Dia tidak cerita?
- Tidak. - Astaga, itu mimpi buruk!
Wanita baik ini, dia menyewa selama akhir pekan dan bawa anjing.
Aku tak ada masalah dengan hewan peliharaan. Apa pun, tak apa.
Hingga wanita itu memutuskan dia ingin bersikap baik dan bersih-bersih sendiri.
Itu sangat tidak lucu.
Baiklah, jadi, Adam punya robot vakum.
- Roomba. - Roomba, ya.
Ya, Roomba.
Wanita itu menyalakan Roomba, meninggalkan rumah, dan si anjing masuk ke tempat sampah dan makan sesuatu yang membuatnya diare.
Un-uh.
Dan Roomba menyebarkan kotoran kemana-mana.
Dia pergi selama delapan jam. Butuh dua minggu untuk membersihkannya.
- Tidak, tidak, sayang, itu seperti... - Benar.
...hal terburuk yang kudengar minggu ini.
- Mm-hmm. - Kau punya banyak properti.
Dan kau memilikinya bersama mantanmu,kan?
Tidak, sebenarnya aku mendapatkannya ketika ibuku meninggal.
Rumah itu selalu menjadi milikku, aku rasa.
Begitu banyak properti.
Dan rumah itu sangat cantik, omong-omong. Sangat menawan.
- Rumah jaring pengaman. - Bukan.
- Kau harus menjualnya. - Sedang kucoba.
Mm-hmm.
- Omong-omong... - Sangat banyak properti.
Makanan penutup?
Tidak.
Terima kasih, tagihannya saja.
Aku tak bermaksud mengganggumu, tapi aku terobsesi dengan situs web-mu.
Oh, terima kasih.
Oh, hentikan. Ini makan malam perayaan kami, jadi Marklin dan aku akan mentraktirmu.
- Kau tak harus melakukannya. - Yes!
- Kami yang undang. - Serius?
Ya.
Adam dan aku akan jalan-jalan sebentar dan menyelesaikan perkelahian kami.
- Beneran? - Tidak.
Tidak juga. Kami akan mengantar kalian.
Bisa ini dibungkus?
Um, tentu.
Ini juga.
Yang ini juga.
Telepon aku dan beritahu aku ada apa.
Mm-hmm.
Si pelayan memesankan UberPool.
- Itu keren, bukan? - Ya.
Hei!
Doakan aku.
Dan itu semakin memburuk.
Ponselku menyala.
Nah, dia benar-benar tahu cara memilih.
Aku butuh minuman.
Oh, beruntungnya dirimu...
- Kau tidak. - Ya.
Mereka mengambil yang lain. Kenapa tidak?
Kau akan membuat kita ditangkap.
Mirip botol Sprite. Jangan khawatir.
Sedikit khawatir itu tidak apa-apa.
Ya, itulah sebabnya aku mencintaimu.
Aku mencintaimu. Selamat hari jadi.
Lain kali mungkin jangan kencan-ganda?
Hai! Kalian ada waktu untuk hak gay?
- Tidak! - Baik, berengsek.
Tenang. Kami sudah jadi anggota.
Astaga!
Aku suka kau.
- Bisa minta foto? - Tak masalah.
Naikkan!
- Terima kasih. - Oke.
Aku bersemangat.
Tidak tahu mereka kerja malam.
Yah, kita di pusat kota.
Hei, bisa tanya sesuatu?
Apa kau...
Ayo.
Ya.
Ah, man!
Aku... aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Katakan saja, aku rasa? Maksudku...
Uh, baiklah.
Um, dengar, um... Tiga minggu belakangan ini, mengenalmu itu menakjubkan
dan aku benar-benar merasa aku merasakan sesuatu padamu, tapi ada sesuatu yang aku... Uh!
Oh, Astaga, sekarang kau membuatku gugup!
Maaf.
- Katakan saja. - Maafkan aku!
- Ya, aku... - Tak apa.
Aku...
Aku tunawisma.
Maaf, apa?
Aku tunawisma.
- Dan kau tinggal di sofa teman? - Tidak, aku melakukannya.
Kau pindah bersama orang tuamu?
Tidak, aku juga melakukan itu.
Aku...
Aku tinggal di penampungan.
Tapi kau punya sepatu bagus.
Aku punya loker.
Jangan dimakan.
Ayolah. Tak bisakah kita minum kopi seperti orang normal?
Saat aku sudah selesai.
Bingo. Bingo.
Oke, bisa bantu aku?
Aku tidak bisa memotret sendiri.
- Aku khawatir. - Kau keberatan?
Tidak.
Baiklah.
Pastikan logonya kelihatan...
- Paham. - Baiklah.
Apa yang kau lakukan? Mukamu jangan begitu.
Yang normal saja, oke?
Ini sudah normal.
- Jangan makan blackberry-ku. - Terlambat.
Ini sudah normal?
Kau beritahu dia agar keluar, 'kan?
- Yah, aku... - Kau tidak bercinta dengannya.
- Yah, dia sudah ke sana. - Cammy!
Dan aku sudah tidur dengannya!
Dengan anggapan dia punya tempat berlindung!
Kau tahu, mungkin seharusnya ada aplikasinya.
Aku kira itu cuma asumsi. Astaga!
Kau tidur dengan tunawisma.
Orang, manis.
Aku tidur dengan orang tunawisma, oke?
- Tunawisma bukan kata benda. - Orang, tentu saja.
Wow, kau sangat baik, Cam.
Akhir-akhir ini aku benar-benar membongkar bagian bawah tong.
Tidak, itu bagus. Kau memberi kepada orang yang membutuhkan.
- Oh! - Oh, Astaga, panasnya!
- Eww! - Apa mereka memanaskan ini di matahari?
- Maaf, ini salahku. - Ini sangat panas!
Aku bilang pada mereka, "Caldo," bahasa Italia-nya panas.
- Jadi, kau akan menemuinya lagi? - Tentu saja tidak.
- Oke, aku tidak tahu! - Aku punya sedikit harga diri, manis.
- Baiklah. - Aku melakukannya lagi, oke?
Aku memilih pecundang lagi.
Maaf, tapi, cowok kulit putih macam apa yang gembel di usia 36?
- Aku yakin ada banyak. - Di Tinder?
Ya, itu putaran yang menarik.
Astaga, dia sangat baik, dia sangat manis.
Aku benar-benar berharap ini akan berhasil, kau tahu?
Bagaimana dia jadi tunawisma? Jadi tunawisma? Menjadi tunawisma?
Tunggu, mana frase yang benar?
Yang "menjadi." Bagaimana bisa kau tidak tahu?
Menjadi tunawisma.
Yah, mantan pacarnya biasa membayar semuanya dan dia tinggal bersamanya,
Dan mereka putus, jadi dia harus pergi.
Dia tingga di sofa teman
sampai tak bisa dipertahankan.
Kemudian dia memeriksa dirinya ke penampungan?
Ada beberapa langkah yang hilang.
Aku rasa kau tak bisa pergi begitu saja dari sofa ke penampungan.
Ya, oke! Haley, aku mengerti, tapi itu yang dia ceritakan padaku, oke?
Kurasa bendera merahnya apakah dia didukung pacarnya.
Ada banyak bendera merah. Di mana-mana.
Aku buta warna. Omong-omong, bagaimana kabarmu?
Baik-baik saja. Maksudku, aku punya atap di atas kepalaku.
- Terlalu cepat? - Ya, berengsek. Terlalu cepat.
Entahlah. Bagaimana menurutmu sejauh ini?
- Bagus menurutku. - Benar?
Ravella menginginkannya sebelum Jumat.
Terus beritahu dia agar membuat sendiri.
Dan serius, tak sesulit kelihatannya.
Berapa harga salah satu ini?
Entahlah, mungkin seratus.
- Ribu? - Ya.
Sinting!
Kenapa kau tidak melukis satu dan menyimpannya
lalu menjualnya?
Karena, itu akan dilakukan olehku, bukan Ravella.
- Benar, tapi, mereka semua hasil kerjamu. - Secara tidak resmi.
Mm.
Sangat kacau. Sangat kacau.
Bajingan-bajingan malang yang membeli ini. Apa mereka tahu
Ravella Brewer sebenarnya tidak melukis harta benda 100,000 dolar mereka?
Tidak, tapi Ravella bukan yang pertama melakukannya.
Rembrandt, Matisse.
Memang, tapi dia menghasilkan banyak uang
dan kau, nyaris tidak menghasilkan apa-apa.
Yah, itu apa adanya.
Jika kau dan Marklin akan menikah.
Mm, aku tidak mengambil uangnya, Elizabeth.
No comments yet. Be the first to leave one.