نخستین 200 خط.
Subtitle oleh Viki
Sejak awal, aku membayangkan karakter utamanya Ayumi sebagai kamu, Kana-san./Benarkah?
Aku terus menulis sebagai penulis novel Tono Risa.
Kawahara Yuki terus menjadi penulis hantu untukku.
Perbuatan dosa yang kami berdua lakukan
memberi kami sebuah hubungan yang kuat.
Bagaimana?
Sangat menggagumkan.
Terima kasih banyak.
Di acara talk show hari ini, aku menerima banyak tepuk tangan.
Separuh tepuk tangan itu untukmu.
Touno Risa bukanlah lagi hanya aku seorang.
Kita berdua adalah dia sekarang.
Kita akan terus seperti itu untuk waktu yang lama.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Aku tak ragu jika cerita kami berdua
akan bertahan selama-lamanya
Selamat datang kembali.
Apa-apa ini? Apa kau punya banyak waktu luang karena kau tidak menulis?
Naskahnya selesai lebih cepat hari ini.
Kita makan, yah?
Kau mau pergi kemana?
Aku akan beli makan siang dari toserba
Sekarang mereka punya macam-macam makanan.
Jangan bermain-main dengan aku.
Aku sedang berusaha lebih dekat denganmu.
Kebetulan sekali! Karena kau lagi tak ada kerjaan, kau bermain menjadi ibu yang baik?
Kau ingin aku melakukan apa?
Pikirkan saja dirimu sendiri.
["Eternal Recipe" berakhir pada saat masih bisa terus berjalan. Dalam pikiranmu, apa benar itu ada akhirnya?]
Hei, bisa aku bicara denganmu sebentar?
Iya.
Jika kau diminta menjawab pertanyaan terakhir ini, apa jawabanmu?
Permisi.
"Eternal Recipe" berakhir pada saat masih bisa terus berjalan.
Dalam pikiranmu, apa benar itu ada akhirnya?
Kalau menurutku itu untuk ceritanya tapi ada 3 kemungkinan untuk endingnya.
Itu bagus.
Sensei, sudah hampir waktunya.
Oke. Ini wawancara acara langsung jadi aku sedikit gugup.
Aku pergi dulu.
Selamat berseang-senang.
"Eternal Recipe" berakhir pada saat masih bisa terus berjalan.
Dalam pikiranmu, apa benar itu ada akhirnya?
Sebenarnya dalam pikiranku, ada 3 kemungkinan untuk ending ceritanya.
Aku ingin pembaca ikut membayangkan kemungkinan ending yang ke-3.
Terima kasih banyak.
Pemirsa, silahkan saksikan versi filmnya dari "Eternal Recipe".
Um, maaf!
Apa tidak apa-apa jika kami bertanya satu lagi?
Anda mensetting novel terbaru ada di Nagano, yang mana itu tak biasa untuk anda,
Kami berdua dari Nagano dan sangat bahagia.
Kenapa anda memilih Nagano?
Itu karena...
Sebabnya karena...
Alasan sebenanrya adalah karena
salah satu staf kantor saya berasal dari Nagano.
Kami ingin sekali mendengar lebih jauh, tetapi
Sekarang sudah waktunya untuk berita.
Pasukan Beladiri Jepang telah kehilangan salah satu gnarat M-67 milik mereka
tepat di tempat pelatihan mereka...
Sebuah granat...?
Ini pesan anda./Oh, sudah jadi.
Touno-sensei melakukan kerja bagus dalam novel terbarunya "I'll Wait For You By The Window" iyakan?
Iya, memang benar.
Sejujurnya, aku tidak suka dengan karakter Hiroto di novel itu.
Kenapa?
Karena dia arogan.
Apa? Dia arogan karena dia tak percaya diri dengan dirinya sendiri.
Bukan itu! Apa kau tak membaca novelnya?
Dia tak akan bertindak senekat itu jika dia tak punya kepercayaan diri.
Dia harus banyak-banyak minum karena dia tidak percaya diri.
Oda-san, kamulah yang tidak membaca novelnya.
Tapi kamu tak perlu sampai kesal seperti itu.
Aku tidak kesal.
Oh, ngomong-ngomong,
Kawahara-san, bagaimana kau menulis kata
"tenggat waktu"?
Apa?
Yang ini.
Sudah kuduga...
Apa?
Aku minta maaf! Aku sudah memasang jebakan untukmu, Kawahara-san.
Apa?
Novel "I'll Wait For You By the Window"...
Yang menulisnya...
Itu kamu, iyakan?
Sensei selalu menggunakan penulisan yang ini.
Hanya berdasarkan dari ini saja?
Tidak. ada hal-hal kecil yang sempat membuat aku berpikir.
Dan juga di acara TV hari ini...
Bukan hanya novel "I'll Wait For You By the Window", tapi juga "Eternal Recipe",
dan juga novel "Residents in Wonderland".
Semuanya kamu yang menulis, kan?
Aku minta maaf. Bukannya aku mengkritik kamu.
Kawahara-san, apa kau dalam masalah?
Karena Kepala Editor Kanzaki menerbitkan novelmu,
kau tak sanggup bilang "tidak" padanya. Apa itu benar?
Aku akan membantumu, ayo kita lawan ini bersama-sama!
Aku tidak dalam masalah.
Oda-san, kau tidak paham dengan situasinya.
Aku tidak... menulis novel-novel itu.
Aku ada paket untukmu, Oda.
Dari mana?
Ini dari penerbit kantor berita Touou. Ini lumayan berat.
Kantor berita Touou? Apa mungkin ini...
Asisten Kepala Editor!
Ini sebuah granat./Apa?
Ini sebuah granat!
Tak mungkin itu adalah sebuah granat...
Yang benar saja...?
Semuanya pergi dari sini! Cepat!
Cepat!
Halo?
Granat itu palsu dan bukan milik Tentara Beladiri Jepang yang hilang.
Kalau itu hanya lelucon, tidak apa-apa.
Tapi mungkin saja ini sebuah peringatan untuk sesuatu.
"Touno Risa, mati"
Itu pesan yang kami temukan di dalam kotak.
"Capital Letter No.8"
Bukan itu...
"Daimonji No.8".
Bahkan orang bodoh sekalipun tak akan melakukan hal seperti itu.
Para karyawan di penerbit Shunpo harus dievakuasi dan menutup lantainya. Itu sangat kacau.
Kau tahu kalau kau sudah melakukan sebuah tindak kejahatan, iyakan?
Kenapa kau diam saja? Katakan sesuatu!
Kau yang meminta maaf kepada semua orang
jadi mereka mengabaikan apa yang terjadi, iyakan?
Iyakan?
Apa lagi yang harus aku lakukan?
Hei...!
Kau ingin aku melakukan apa?
Hentikan sekarang juga./Daiki.
Kubilang hentikan!/ Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus aku lakukan?
Lepaskan aku!
Tak adil menyuruh orang lain menulis untukmu. Hentikanlah.
Aku memandang rendah.
Aku tak ingin orang seperti kamu menjadi ibuku.
Aku tak butuh kamu.
Apa kai baik-baik saja?
Aku lama-lama jadi khawatir... Lagi dan lagi.
Aku di sini untukmu, kau tahu itu?
Lagipula, kita berdua adalah Touno Risa.
Ghostwriter Episode 5
Ini sangat menggelikan...
diolok-olok oleh anakku sendiri.
Ini benar-benar menyakitkan.
Kau ingin bicara apa?
Bahkan lebih menyakitkan lagi bagi anak
yang mengolok-olok seorang ibu.
Aku tahu itu...
lebih dari siapapun.
Kenapa ibu bisa bilang seperti itu,
seperti ini tak ada hubungannya dengan ibu?
Apa ibu tahu penderitaan yang dialami putrimu gara-gara ulah ibu?
Aku tidak punya putri...
Gadis seperti itu,
dia bukanlah putriku.
Ibumu...
Bagaimana kabarnya?
Jadilah putri yang baik untuknya, yah?
Aku tak akan pernah...
membuat Daiki menderita seperti aku.
Kanzaki.
Aku dengar tentang peristiwa granat itu.
Kami sudah mengurusnya tanpa masalah.
Aku juga dengar kau pergi menemui Direktur Pelaksana.
Iya.
Aku sudah menerima pemberitahuannya.
Akhirnya, kita punya anggota termuda di dewan direksi kita.
Selamat!
Aku merasa tak enak jika belum menerima penunjukkan resminya.
Ada banyak orang yang menunggu aku untuk tersandung.
Halo?
Maaf tiba-tiba menelponmu.
Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.
Ada apa?
Bisakah aku bertemu denganmu?
Tentu.
Saat Daiki masih berusia 10 tahun,
dia...
punya beberapa novel misteri.
Dalam novel-novel itu, seorang penjahatnya selalu mengungkap kejahatannya di awal cerita.
Jadi, penjahatnya adalah 'Daimonji No.8'?
Benar.
Menulis novel di usia 10 tahun...
Apa dia berusaha meniru ibunya?
Dia selalu berusaha menarik perhatianku.
Dia...
tak bilang padaku kalau menulis sebuah novel.
Dia hanya menaruhnya di buku catatan,
dimana aku bisa melihatnya.
Dia bahkan menggambar ilustrasi.
Kau tahu...
Hmm?
Aku akan berhenti...
menjadi seorang penulis novel.
Ini adalah kesempatan yang bagus.
Jika aku tidak berhenti sekarang,
No comments yet. Be the first to leave one.