نخستین 200 خط.
Sebelumnya di Elementary...
Ayahku adalah...
Dia skizofrenia dan tuna wisma.
Kadang dia mengenaliku.
Kadang tidak.
Itu tergantung obatnya.
Aku menderita sindrom paska gegar otak.
Dokter tidak bisa memberikan janji.
Kondisiku bisa memburuk sebelum membaik.
Aku tidak ingat alasanku masuk ke ruangan ini.
Kadang kita masuk ruangan dan lupa alasannya.
Itu terjadi pada semua orang.
Tidak kepadaku.
Jika aku tidak bisa berfungsi sebagai detektif,
aku tidak yakin...
..aku bisa tetap bersih, jika aku tidak bisa tetap bersih,
bagaimana otakku bisa pulih?
Aku senang kau datang.
Ibuku sangat menghargainya.
Tentu saja.
Dia ayahku juga.
Elogimu indah.
Dia pasti menyukainya.
Mungkin, tergantung apakah dia dalam pengaruh obatnya.
Terakhir kali aku menemuinya, skizofrenianya parah.
Bicara padanya sangat sulit.
Bagaimana keadaanmu?
Jujur.
Kuharap aku merasakan lebih.
Aku masih sangat muda saat dia pergi jadi aku tidak mengingatnya.
Kau dan ibumu bersamanya selama bertahun-tahun.
Dia ayahku, tapi dia ayah yang bersamamu.
Aku tidak ingin ini jadi pertemuan kita satu-satunya minggu ini.
Apa kau bisa makan siang besok?
Tentu.
Oh, itu Sherlock di gerbang.
Telepon aku dan beri tahu tempatnya, aku akan datang.
Baik.
Tidak, aku tidak tahu butuh berapa lama.
Aku harus ke kantor dan membuat laporan.
Ini lagi? Serius?
Aku tidak selingkuh.
Aku menghadapi situasi darurat besar.
Sumpah demi Tuhan, Heather, aku tidak selingkuh.
Satu, dua, tiga.
Tuan-tuan, hai. Sebentar saja, kalau boleh.
Aku mau lihat sebentar saja.
Tidak apa. Dia bersama polisi.
Silakan.
Sepertinya kau buang-buang waktu.
MLI sudah memeriksanya.
Memastikan pernyataan saksi.
Dia tewas disambar petir.
Jadi, jika kau kira ada kejahatan, kau harus bicarakan dengan Tuhan.
Biasanya, akan kulakukan.
Tapi penyelidik medikolegal salah.
Pria ini bukan dibunuh Tuhan atau Zeus...
atau Indra atau dewa pelempar petir lainnya.
Mustahil seseorang bisa disambar petir di trotoar Midtown.
Pencakar langit di sekitarnya bertindak seperti penangkal petir.
Ada luka bakar di sekujur tubuhnya.
Benar.
Tapi menurutku petir yang menyambarnya ialah buatan manusia.
Ini adalah pembunuhan.
Elementary S06E02 Once You've Ruled Out God
Subtitle Inggris oleh elderman. Diterjemahkan oleh atonim.
Perhatikan lokasi sambarannya di dekat pinggul kanannya.
Disambar di selangkangan oleh miliaran voltase listrik.
Aw.
Untungnya, kematiannya cepat.
Yang terpenting adalah...
petir tidak akan menyambar orang yang sedang berdiri...
di bawah pinggangnya.
Bekas sambarannya harusnya dimulai dari kepala atau tubuh atas.
Tepat sekali.
Tapi petir ini tidak menyambar vertikal.
Melainkan sejajar dengan tanah, seperti peluru dari pistol.
Aku tidak melihat bekas tusukan yang mengindikasikan pistol kejut,
dan pola luka bakarnya tidak sesuai dengan penyetrum ternak.
Menurutmu ini senjata unik?
Senjata yang belum diketahui.
Mungkin ekperimen.
Mungkin pistol pembeku pelakunya sedang dibetulkan,
jadi dia pakai pistol petirnya.
Mungkin saja.
Menurut lencana dalam barang pribadinya,
korban bernama Rohan Giri.
Dia inspektor dari Departemen Energi.
Dia bekerja mengintai aula...
pembangkit tenaga nuklir, lab penelitian ilmiah.
Dan menurut media sosialnya, istrinya seorang fisikawan,
begitu juga sebagian besar teman-teman mereka.
Jadi, dia kenal banyak orang,
yang bisa, secara teori, membuat petir imitasi.
Marcus.
Dia bilang kau memintanya memeriksa istrinya.
Dia menemukan beberapa laporan KDRT...
dan tuduhan selingkuh dari kedua pihak.
Mungkin istri Tn. Giri melempar barang saat marah,
tapi dia bisa melempar petir.
Dia sedang menuju markas sekarang.
Kau mau ikut wawancara?
Akan kutelepon Marcus, memberitahunya kau datang.
Aku tidak bisa pergi. Aku ada makan siang dengan Lin.
Mengingat ayahmu baru meninggal,
kau tidak akan disalahkan jika tidak ikut wawancara.
Aku tidak apa. Kau yang harus hati-hati.
Aku berhati-hati.
Apa kau sudah coba latihan yang kuberikan?
Memilah berdasarkan warna, memasang puzzle anak-anak?
Tidak. Jika tujuannya ialah melatih kemampuan berpikirku...
akan lebih baik jika aku memecahkan kasus pembunuhan.
Aku tidak mengerti.
Kukira kau bilang Rohan terbunuh karena petir.
Kau fisikawan, Profesor Giri.
Katakan, apakah mungkin suamimu...
disambar petir di lokasi ini?
Tidak.
Tidak. Gedungnya akan menarik muatan listriknya.
Kau menyelidiki kemungkinan...
bahwa Rohan dibunuh dengan semacam senjata listrik.
Senjata eksperimen, mungkin.
Aku tersangka, bukan?
Itu sebabnya aku dipanggil ke sini.
Kau dan suamimu sering bertengkar.
Polisi dipanggil ke rumahmu lebih dari satu kali.
Kami juga tahu kau membuat keributan di bar...
saat kau menuduh Rohan selingkuh.
Mungkin kau sudah muak dengannya.
Perkataanku malam itu, aku tidak sungguh-sungguh.
Aku tahu Rohan tidak selingkuh.
Aku yang selingkuh.
Aku bekerja hingga larut dengan kolegaku, Jose.
Rohan tampak curiga, jadi aku...
Jadi kau menuduhnya selingkuh...
untuk mengalihkannya dari tindakan asusilamu sendiri.
Bicaralah pada Jose.
Dia bukan hanya kekasihku.
Dia alibiku.
Kami sedang makan malam saat Rohan terbunuh.
Aku yakin pelayan atau pegawai restoran mengingat kami.
Baik, kami butuh nama restorannya.
Kau harus tahu, meski bila aku ingin...
membunuh suamiku dengan senjata petir,
aku tidak tahu caranya.
Aku kosmolog.
Begitu juga Jose.
Kami mempelajari alam semesta.
Itu tidak praktis.
Kami tidak akan tahu cara membuat LIPC.
LIPC?
Penyalur plasma induksi laser.
Sebuah Elektrolaser.
Pistol petir, pada dasarnya.
Jenis senjata yang membunuh Rohan.
Kau tahu teknologi itu?
Aku membaca artikel.
Elektrolaser masih eksperimen,
tapi aku tahu beberapa lab yang mengembangkannya.
Apakah ada lab yang di New York?
Lin, hei.
Mereka tidak memberikanmu meja sebelum aku datang?
Sebenarnya, aku tidak memintanya,
karena aku harus pergi.
Kolegaku terkena flu perut.
Aku harus menggantikannya menawarkan rumah jam 1:30.
Oh, kau bisa meneleponku.
Aku tetap ingin menemuimu.
Aku ditelepon penampungan tempat Ayah tinggal.
Mereka punya barang pribadinya...
dan mereka bertanya apakah aku menginginkannya.
Entahlah. Kukira aku akan menemukan...
foto lamaku atau ibuku...
atau proyek seni SD yang kuberikan padanya.
Sesuatu yang dia simpan untuk mengingatku.
Apa yang mereka punya?
Botol airnya, aloji rusak,
kamus tua yang aku yakin dipungutnya dari tempat sampah,
dan ini.
Ini nama Cina-mu, bukan?
Yun Jing Yi?
Aku tidak mengerti. Dia menulis surat untuk kita?
Hanya untukmu.
Tidak.
Tidak apa. Serius.
Setidaknya dia mengingat salah satu dari kita, bukan?
Jika kau heran kenapa suratnya tampak rapi,
dia menyimpannya di tengah kamusnya.
Kurasa itu penting baginya.
Dan tidak peduli apa pendapatmu,
kurasa kau penting baginya juga.
Asal tahu saja. Sparky bukan pistol petir,
lebih seperti meriam petir raksasa.
Dan labmu membuat Sparky untuk militer?
Semoga. Kami mencoba mendapat kontrak dari AU.
Mereka ingin memasang LIPC di pesawat mereka.
Masalahnya Sparky terlalu besar...
untuk dimasukkan dalam badan pesawat saat ini.
Saat itulah Rohan Giri datang.
Kukira dia hanya inspektor.
No comments yet. Be the first to leave one.