نخستین 200 خط.
Kau itu...
...siapa?
Apa benar Mama itu istrinya papa?
Hari ini, tingkahmu sedikit aneh.
Yang aneh itu hubungan Mama dan papa.
Jadi, aku ingin minta tolong padamu yang merupakan sahabatku.
Maukah kau dengar permintaanku?
Minta tolong apa?
Aku berencana untuk pergi berkelana.
Untuk cari papa dan mama kandungku.
Maukah kau ikut temaniku?
Itu...
Itu dia!
Setelah selesai berkemas-kemas, kita langsung berangkat, ya!
Ya?
Mengerti?
Hokage Ketujuh harusnya tahu di mana papa berada.
kejar masa depan dari masa sekarang
mirai wo ima ni oinuite ashiato de egaita chijoue
bersama gambar tanah yang terlukis jejak kaki
beri dukungan pada mata itu
sono me ni yadose hikari to hi
dengan cahaya dan api
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bayangan mimpi yang tumpang tindih
kasaneta yume no kage mayoigao utsuru mado
jendela bayangkan wajah yang bingung
warna biru laut
uzoumuzou tobira no mukou no gunjou
yang bersinar di balik pintu itu
saat digenggam, itulah bayangan mimpi
tsukameba yume no kage kotae ha kaze no naka
jawabannya ada di embusan angin
sesuatu yang masih belum terlihat
kitto mada mienai mono
langkah kaki itu akan ikuti hari-hari yang berlalu
kawaita ashiato mo tadoreba osanaki hi
terlupakan hanya dengan pejamkan mata
mabataki mo wasurete
kejar masa depan bersama denganmu
mirai wo kimi to oinuite mitai no sa kono me de shinshou wo
kuingin lihat babak baru dengan mata ini
mengingat jalan penyerahan baton itu
Baton Road furikaeru to kimi dake no chijoue
gambar tanah hanya milikmu
meski sekarang adalah benih air mata
ima ha namida no tane datte sakasereba idai na denshouka
suatu saat kan mekar jadi bunga yang hebat
beri dukungan pada mata itu dengan cahaya dan api
sono me ni yadose hikari to hi
beri dukungan pada masa depanmu
yadose kimi no mirai
beri dukungan selama-lamanya
yadose itsumademo
Kantor Hokage
Anak yang Memiliki Sharingan
Anak yang Memiliki Sharingan
Anak yang Memiliki Sharingan
Shikamaru, berapa banyak lagi jumlah ikat kepala yang harus kita pesan?
Masalah itu bisa kuurus, tugasmu itu...
Burung elang milik Sasuke.
Di zaman seperti ini, dia masih pakai cara kuno, ya.
Kebanyakan misi Sasuke itu di tempat yang tak ada tempat pengisian daya teleponnya.
Jadi, mau bagaimana lagi.
Ini...
Pemandian Air Panas
Ada apa, Naruto?
Bukankah aku sudah bilang kalau aku lagi liburan?
Begitu, ya.
Kalau dia memang punya Sharingan...
Memang itu mustahil, sih.
Dia itu salah satu Uchiha yang masih hidup?
Ataukah...
...ada seseorang yang jadi dalangnya.
Apa pertemuanmu dengannya sudah selesai?
Bagaimana menurutmu Sasuke Uchiha?
Dia kuat.
Sangatlah kuat.
Kekuatannya yang sebenarnya tak hanya seperti itu.
Kekuatan Sharingan Sasuke Uchiha jauh lebihi bayanganmu.
Sharingan?
Dia sudah bunuh Itachi.
Tak bisa dimaafkan.
Harus dibunuh.
Benar sekali.
Sasuke sudah permalukan kehormatan Uchiha.
Yang seharusnya punya Sharingan bukanlah dia.
Kalau ada kabar lagi, aku akan hubungimu.
Aku harus dengarkan detailnya secara langsung darinya.
Yang jelas,
aku akan temui Sasuke.
Aku akan tinggalkan Klona Bayangan di desa,
dan aku akan menemuinya langsung.
Api kecil itu sekarang jadi api besar.
Lebih cepat lebih baik.
Ya.
Sip!
Kuserahkan segala hal di desa padamu.
Ya.
Maaf buatmu menunggu.
Ada apa?
Sepertinya kau lebih semangat dariku, deh.
Chocho!
Bawaanmu banyak sekali, ya.
Ya, mungkin saja perjalanan kita akan panjang.
Lihat.
Persiapanku matang banget!
Oh, begitu, ya.
Banyak banget, ya.
Aku pasti akan temukan papaku yang sebenarnya.
Lekaslah sembuh.
Pria ganteng yang selamatkan nyawaku itu...
Aku yakin, dia pasti papaku yang sebenarnya!
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Sampaikan maafku pada Boruto.
Itu Hokage Ketujuh.
Apa dia mau pergi juga?
Apaan, sih?
Sakit!
Maaf.
Kau baik-baik saja?
Kenapa malah kau yang memimpin?
Dan tunggu, kau marah, ya?
Kau terlambat selangkah, ya.
Jadi, maaf yang dia maksud adalah ini, ya?
Ayo pergi, Mitsuki.
Kalau dikejar, kurasa masih sempat, sih.
Boruto!
Biar kami yang antarkan bekal itu!
Sarada.
Kami mau pergi juga, sih.
Kalau mau, kami bisa antarkan bekalnya pada Hokage Ketujuh.
Kau tak keberatan 'kan, Chocho?
Aku tak keberatan, sih.
Porsi buatku ada, tidak?
Tidak, tak perlu.
Aku akan bawa ini kembali dan sadarkan ibuku.
Dia selalu buatkan orang itu bekal, jadi harusnya ibu tahu bakal begini jadinya.
Apaan, sih?
Sudah kubilang biar aku yang mengantarkannya.
Sudah kubilang tak perlu, 'kan?
Kalau tak mau, biar aku saja yang makan.
Kau bisa ikut aku sebentar?
Mau menembak?
Kepekaanmu perlu dibenahi, ya.
Tak perlu ikut campur.
Sekarang kau tahu siapa yang akan mengantarkannya,
jadi apa lagi yang kaubimbangkan?
Dan juga, aku bisa mengantarkannya.
Karena aku pasti akan mengantarkannya.
Takkan kubiarkan bekal yang ibumu buatkan untuk Hokage Ketujuh terbuang begitu saja.
Kenapa kau mengotot banget?
Bekal itu tak sebatas makanan.
Saat menyadari betapa istimewanya yang membuatkannya untukmu...
Kau ini kenapa, sih?
Naruto sedang menuju Jalur Shikoro.
Boruto, kasih saja ke dia.
Ya, deh.
Nih.
Aku pasti akan mengantarkannya.
Ayo pergi, Chocho.
Sepertinya dia ada rasa padaku.
Sumpah, mending jangan.
Akhirnya aku bisa menemuimu, Papa!
No comments yet. Be the first to leave one.