نخستین 200 خط.
Kereta api jurusan Saikyo akan segera berhenti.
Silakan tunggu di depan pintu kereta.
Kita tiba di Tonan. Tonan.
Terima kasih sudah menggunakan kereta ini.
Irie!
Selamat pagi!
Irie Naoki-sama.
Aku...
...Aihara Kotoko, dari kelas 3-F.
Sudah dua tahun sejak kau membawakan pidato penyambutan siswa baru...
...yang membuatku mengagumi kepintaran dan penampilanmu.
Tapi soal nilai, karena aku berada di kelas paling bawah yaitu Kelas F...
...aku tak bisa masuk ke kelas orang pintar di Kelas A seperti dirimu.
Sekarang aku sudah kelas tiga, kuputuskan untuk menyatakan perasaan padamu!
Aku suka kamu, Irie-kun.
Umm...!
Maukah kau menerima ini?
Tidak mau.
Itu kurang "T".
Harusnya ada satu lagi "T" disitu.
Ini tea(teh) untukmu!
A/N: Permainan kata dari huruf "T" dan "Tea". Kotoko mengira dia menginginkan "tea(teh)".
Aku benci gadis bodoh.
Kurang "T"?
Yang benar saja!!!
Kudengar dia memberi surat cinta pada Irie dari Kelas A!
Benarkah?! Tidak mungkin!
Kotoko!
Selamat pagi, Satomi. Jinko.
Kudengar kau menembak Irie dari Kelas A?
Irie itu siswa yang punya IQ 200?
Dia dapat nilai sempurna di try out!
Ditambah, dia juara Kompetisi Tenis Nasional selama beberapa tahun.
Dia terlalu sempurna, kita tak ada apa-apanya.
Kotoko, coba hitung ada berapa huruf antara A dan F.
A B C D E F.
Lihat? F bahkan masuk kelompok lain!
Kita di Kelas F adalah kelas orang gagal!
Dengan kata lain, Irie ada di dunia berbeda!
Tidak! Tapi meski begitu...
Mungkin saja dia akan--
Mustahil! Sama sekali tak ada kesempatan!
Dengan kata lain, ada orang lain yang jauh lebih normal dan cocok untukmu, Kotoko.
Kotoko...
Dia datang, Kinnosuke!
Kin-chan!
Apa benar kau menyatakan perasaan pada Irie?! Meski kau sudah memiliki aku?
Aku bukan pacarmu.
Sikapmu dingin sekali! Bukankah kita sudah menghabiskan waktu tiga tahun yang berharga bersama?
Tenanglah!
Si brengsek itu! Dia mempermalukanmu di depan umum!
Suaramu terlalu keras!
Kalian semua, kembali ke tempat duduk kalian.
Cepat duduk!
Bapak akan absen kalian.
Ikezawa.
Hadir.
Inoue.
Hadir.
Ichida.
Yamato.
Hayamura.
Saat itu tahun pertamaku di SMA, saat aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Irie-kun.
Tanpa ada yang tahu, diam-diam aku memandangi Irie-kun.
Saat itu, setiap kali aku melihatnya...
...aku selalu menempelkan penanda merah hati di tanggal pada kalender buku catatanku.
Lalu...
Saat akhirnya aku menyatakan perasaan padanya...
Tidak mau.
Kehidupan masa SMA ku yang dimulai dengan surat cinta itu...
aku akan menyerah soal dia.
Orang tak berperasaan seperti dia...
Aku merasa kasihan...
...pada suratku.
Kami makan!
Laparnya.
Kotoko!
Kin-chan!
Kau akan pindah rumah, 'kan? Kapan? Biar kubantu.
Terima kasih, Kin-chan.
Kami baru selesai membawa seluruh perabotan ke rumah baru.
Begitu.
Kalau begitu, bagaimana jika kami bantu membongkarnya?
Ya, benar!
Soal itu...
dapur masih di perbaiki dan instalasi gas masih dikerjakan.
Jadi...
Jangan pikirkan itu!
Kami akan bawa makanan kecil ke sana! Benarkan, teman-teman?
Ya! Kami akan membantu!
Baiklah. Sampai nanti, oke?
Aku suka Kotoko! Dah!
Dia selalu seperti itu!
Selalu agresif.
Mungkin dia seperti itu, tapi pagi ini...
dia berusaha keras menghiburmu.
Kau benar.
Dia peduli dengan caranya sendiri.
Dia juga punya sisi baik.
Lupakan pria dingin bernama Irie itu!
Bukankah kau akan lebih bahagia jika bersama Kinnosuke?
Kau dan dia saling cocok.
Meski kalian bilang begitu...
Oh ya, soal itu...
Padahal kau belum pernah sekali pun bicara pada Irie...
Langkah buruk tiba-tiba memberinya surat cinta!
Itu benar! Pria saja pasti akan kaget!
Kalian salah.
Aku pernah bicara dengannya.
Kalian bicara?
Ya. Itu terjadi setelah ujian saat kita masih kelas satu...
Kotoko, bagaimana nilai ujian Bahasa Inggrismu?
38 point! Kau sendiri?
Tak ada yang bisa dibanggakan.
Bagaimana denganmu, Jinko?
Nilaiku dibawah standar!
Aku akan menikahi pria Jepang jadi aku tak butuh Bahasa Inggris.
Lupakan soal ujian...
...ayo beli es krim.
Ide bagus!
Buang semuanya!
Buang semuanya!
Buang---
Kertas ujianku!
Kotoko...
Sains...
Bahasa Inggris...
Mana kertas ujian Matematika ku?
Harus kutemukan...!
Itu dia!
Ini punyamu?
Ya! Itu kertas ujian Matematika ku dengan nilai 27 poin!
Terima kasih...
...sudah memungutnya!
Dasar super idiot.
Akhirnya...
...aku...
...bicara dengan Irie-kun!
Yang kau pikirkan...
....hanya yang menyenangkan saja, ya?
Kau punya kepala yang menyenangkan!
Yang benar aku berpikiran positif!
Benarkah?
Lihat!
Ada pria berpikiran positif yang sedang menunggumu!
Ayo pergi.
Rumahmu keren sekali!
Kuno sekali,'kan?
Ayah bilang rumah ini pemberian temannya.
Meski sebenarnya aku lebih suka tinggal di rumah kecil kami sebelumnya.
Ayah! Aku pulang!
Yahoo!
Kotoko! Selamat datang!
Paman, selamat sudah...
pindah ke rumah baru!
Jinko-chan dan Satomi-chan! Kalian selalu cantik!
Silakan masuk!
Kami masuk!
Jangan sungkan! Anggap rumah sendiri!
Baiklah. Silakan dimakan!
Kami makan!
Kuserahkan padamu.
Ya!
Pemasangan instalasi gas belum selesai jadi aku tak bisa memasak untuk kalian.
Seharusnya aku membuatkan kalian banyak makanan.
Maaf ya.
Tidak perlu!
Masakan paman...
...kami akan coba lain kali.
Maaf soal ini.
Tidak perlu!
Shigeo-san!
Kami akan memulai pemasangan instalasi gas sekarang.
Ya! Mohon bantuannya!
Gempa bumi?
Keras sekali!
Hei, jangan malas!
Sepertinya bukan gempa bumi.
Apa mungkin...
...konstruksi gas membuat rumah ini bergoncang?
Konyol sekali!
Apa tebakanmu tak terlalu mengada-ada?
Dengar! Rumah ini dibangun sebagai kediaman penguasa dan dibangun dengan sangat kokoh.
Ayah! Cepat pergi!
Mama! Mama!
Kotoko! Bawa ini! Cepat pergi!
Ayah! Cepat!
Ayah!
Cepat lari!
Lari! Cepat!
Cepat!
Aku datang!
Suruh mereka berhenti!
Hei, berhenti! Hentikan pekerjaan kalian!
Hentikan pekerjaan kalian!
Kubilang berhenti!
Hei! Suruh dia berhenti!
Ada apa?
Dengan bor itu...
kurasa kalian akan menghancurkan rumah kami!
No comments yet. Be the first to leave one.