نخستین 200 خط.
"Episode 48"
Ibu.
Kenapa kamu membiarkan orang asing menggendong anakmu?
Ibu, biar aku yang menggendongnya.
Tidak apa-apa.
Berikan dia kepadaku.
Sang Cheol, ayo bawa Byeol ke dalam.
Baik. - Pegang.
Cucu nenek sayang.
Hati-hati.
Kamu tidak apa-apa, bukan?
Sebaiknya kamu pulang. Aku akan meneleponmu besok.
Sang Cheol, bawa dia ke kamar ini,
Ibu, biar aku saja.
Tidak, masuklah.
Akan kututup pintunya.
Apa terjadi sesuatu di luar?
Ibu tampak kesal.
Selamat malam.
Ya, Pak Dirut?
Apa semuanya baik-baik saja?
Tidak juga. Ada apa?
Dia marah karena melihatku menggendong Byeol.
Seharusnya aku mendengarkan Bang Wool.
Dia bilang akan memulangkan Byeol sendiri dari taman bermain.
Kupikir Pimpinan akan menjadi tantangan.
Kurasa Anda akan menghadapi tantangan lainnya.
Sebenarnya, aku yakin bisa membujuk ibuku.
Mertua Bang Wool adalah tantangan yang lebih besar.
Hubungan mereka agak berbeda dari keluarga lainnya.
Mereka sangat dekat.
Mereka mungkin kesal jika Bang Wool memiliki kekasih.
Terima kasih atas saranmu.
Aku akan segera melewati tantangan itu.
Jika butuh waktu lama,
Bang Wool akan menderita.
Aku akan pergi.
Kenapa kamu mudah tersinggung? Biar dia tidur di kamar Bang Wool.
Kamu berkata begitu karena tidak melihat dia.
Pria itu menggendong Byeol.
Aku marah begitu melihatnya.
Kamu tahu mereka menghabiskan waktu bersama hari ini.
Aku memberinya izin.
Aku tahu, tapi aku tetap kesal saat dia menemui pria itu.
Sudah kukatakan, hal seperti ini akan terjadi.
Aku merasa orang lain
akan merebut anak Dong Joon.
Astaga.
Maksudmu kamu akan mengambil Byeol jika Bang Wool menikah?
Itu yang kumau jika bisa.
Jangan seperti itu.
Kenapa Byeol tinggal bersama kita bukan bersama ibunya?
Itu tidak baik bagi mereka.
Lalu, kamu mau Byeol tinggal bersama orang lain?
Aku tidak berkata aku mau.
Maksudku, kita tidak punya pilihan jika menyangkut hal itu.
Kamu pasti senang karena kamu sangat murah hati.
Bukan berarti aku tidak memahami perasaanmu.
Tapi tolong tenanglah.
Ibu!
Apa tidurmu nyenyak?
Kenapa aku tidur di kamar Nenek?
Aku bersama Ibu semalam.
Tidak apa-apa. Itu kebetulan saja.
Aku akan tidur dengan ibu nanti. - Baiklah.
Selamat pagi.
Tolong pahami Ibu.
Dia kesal karena tempat cuci mobil dan kejadian semalam.
Maafkan aku, Ayah.
Tidak perlu minta maaf.
Kamu harus bertemu dengan pria baik dan menikah.
Ayah tidak berharap kamu tinggal bersama kami selamanya.
Aku bingung karena aku tidak pernah memikirkan orang seperti ini.
Karena itu aku merasa bersalah.
Jangan berpikir seperti itu.
Ibu, kenapa Ibu merasa bersalah?
Ayo mencuci mukamu.
Baiklah.
Jangan mengantarku ke kantor. Kamu terlalu sibuk.
Tolong jangan melarangku melakukan sesuatu.
Justru, kamu yang seharusnya melakukan sesuatu.
Apa?
Kenapa kamu tidak memberi tahu mertuamu bahwa kita berpacaran?
Kukira kamu akan marah jika mereka tahu.
Awalnya, kamu berkata tidak bisa keluar.
Apa kemudian kamu keluar diam-diam?
Tidak, Ayah memberiku izin.
Jangan menyembunyikan apa pun. Kita harus melewatinya bersama.
Jika kamu menyembunyikan sesuatu dariku,
maka
itu akan membuatku merasa bersalah.
Apa kedua mertuamu menentang?
Ibu tampaknya sangat kesal.
Ayah tampak sudah menyangka ini akan terjadi.
Aku akan mengingatnya.
Berjanjilah mulai sekarang kamu akan memberitahuku segalanya.
Baiklah.
Semoga harimu menyenangkan.
Biarkan aku memelukmu.
Kenapa kamu naik dari lantai satu?
Kamu tidak mengantar Pak Dirut ke kantor?
Kenapa kamu terus mengabaikan perkataanku?
Apa? - Aku tidak wajib melapor kepadamu.
Aku sudah berkali-kali mengatakan itu kepadamu.
Tidak bolehkah aku bertanya sebagai teman?
Teman?
Aku orang asing bagimu.
Kamu menganggap aku temanmu hanya saat kamu butuh aku, bukan?
Itu membuatku kesal.
Apa Pak Dirut sudah datang?
Belum.
Pak Kang, kamu tidak berangkat bersama Pak Dirut?
Dia akan datang terlambat karena ada urusan pribadi.
Sampaikan kepadanya aku mampir.
Astaga, halo.
Halo, Chae Rin.
Apa kamu menemui Woo Hyuk?
Tidak, dia belum sampai.
Apa?
Belum sampai?
Dia berangkat lebih awal tadi.
Pasti ada urusan pribadi.
Pak Kang datang lebih dahulu.
Apa yang terjadi?
Itu aneh.
Kalau begitu, aku permisi. - Baiklah.
Itu aneh.
Anda memanggilku?
Apa Pak Dirut sudah datang?
Dia sedang dalam perjalanan.
Di mana dia sekarang?
Itu...
Dia pergi memanjat tebing.
Kenapa kamu tidak bersamanya?
Kalian juga biasanya pergi bersama pada malam hari.
Benar, tapi dia ingin pergi pagi-pagi hari ini.
Aku bingung.
Dia datang terlambat ke kantor karena urusan pribadi?
Jika diingat-ingat, dia sering meninggalkan mejanya.
Jangan memberi tahu dia,
tapi aku ingin kamu melaporkan keberadaannya kepadaku setiap hari.
Baik, Bu.
Apa?
Ibu ingin kamu melaporkan ke mana aku pergi setiap hari?
Sepertinya dia curiga. Aku harus bagaimana?
Aku bekerja lembur agar tidak terganggu.
Sebaiknya Anda tidak pergi pada siang hari.
Aku harus membujuk ibu mertua Bang Wool. Aku harus pergi.
Itu benar, tapi...
Ini sulit.
Walau aku pergi pada siang hari, tolong laporkan bahwa aku di sini.
Aku mengerti.
Maaf aku merepotkanmu.
Tidak apa-apa, Pak.
Kak Woo Kyung.
Hei, Chae Rin. Ada apa kamu kemari?
Aku keluar untuk rapat dan ingin makan malam bersama Kakak.
Begitukah? Kalau begitu,
bagaimana jika kita mengajak pamanmu?
Kakak harus meneleponnya.
Bisakah kamu meneleponnya untukku?
Dia galak. Dia tidak mau makan bersama muridnya.
Kalau begitu,
maukah Kakak menelepon Woo Hyuk untuk bergabung dengan kita?
Chae Rin, kamu masih menyimpan perasaan terhadap Woo Hyuk?
Bagaimana orang bisa melupakannya dengan cepat?
Aku kasihan kepadamu.
Kenapa kamu jatuh cinta kepada orang seperti dia?
Dia bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta.
Tidak. Hubungan kami singkat, tapi dia sangat baik kepadaku.
Kini kami hanya kolega, tapi dia tetap baik kepadaku.
Benarkah?
Itu artinya hubungan kalian mungkin akan berhasil kelak.
Aku juga berpikir begitu.
Dia juga tidak sedang dekat dengan wanita.
Benar.
Bagus. - Terima kasih.
Ada apa, Kak?
Woo Hyuk, traktir kakak makan malam. Kakak ingin ikan.
Minta Ibu saja.
Tidak, kakak ingin kamu mentraktir kakak.
Baiklah, aku akan keluar setelah menyelesaikan ini.
Di mana?
Baiklah, sampai jumpa di sana.
Woo Kyung juga ada di sini?
Duduklah di sebelah sana.
Apa ada orang lain yang akan datang?
Woo Hyuk juga akan datang.
Paman kira kalian sudah putus.
Tidak bolehkah kami makan bersama walaupun sudah putus?
Kami merasa nyaman dengan satu sama lain.
Paman tidak mengerti dengan gaya berpacaran zaman sekarang.
Bagaimana kamu bisa setenang ini?
Lalu menurut Paman, apakah normal jika tidak mau berpacaran
selama sepuluh tahun karena pernah putus?
Astaga. Kamu tidak berpacaran selama sepuluh tahun?
Bukankah aneh jika memacari orang lain tidak lama setelah putus?
Tetap saja, sepuluh tahun itu lama.
Kak, pamanku ini memang unik.
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.