فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Hungry and the Hairy S01E04-NF-WEBDL
ناشر Sh1Ft3R
𝙉𝙁 𝙍𝙚𝙡𝙚𝙖𝙨𝙚𝙨

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2022-08-10
تعداد دانلود: 12
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX

Netflix!

Netflix!

KTX KE BUSAN

KTX KE BUSAN

Rasanya aneh.

Naik kereta pukul 05.00.

Cuaca di luar sangat romantis. Hujan pun turun.

Sayangnya, kaulah yang duduk di sebelahku.

Bersyukurlah aku ada di sini.

Sejak kapan kau sangat percaya diri?

Sejak dulu.

Kau pasti tidak pernah punya masalah dalam hidupmu.

Aku yakin bahwa masalah datang

karena kita bisa melaluinya.

- Jadi, tak apa-apa. Aku serius. - Kau menyebalkan.

Kau pasti tak pernah merasa depresi atau kesepian.

Sebagai manusia, tentu aku pernah sedih.

Namun, berbeda dengan rasa sedih orang biasa.

- Sungguh? - Kesedihan kita pasti berbeda.

- Apa ini dilengkungkan? - Benar.

Kumismu melengkung seperti orang Meksiko.

- Aku akan makin dikenal di Netflix. - Apa?

Hanya aku yang punya kumis ini di dunia.

- Apa ini? - Aku melengkungkan kumis.

Astaga.

Kita perlu mengenalnya untuk mencintainya.

Sang CEO yang menulisnya.

- Sungguh? - CEO Netflix.

Ini seperti Alkitab, kenapa membawanya?

Ada banyak tulisan bagus.

"Tempat kerja bagus itu kolega hebat."

"Percaya pada hatimu dengan niat positif."

"Tingkatkan kejujuran."

"Tanpa aturan."

Kau mungkin tahu Rolls-Royce, tapi apa kau tahu "Aturan Tanpa Aturan"?

Andai program ini ditayangkan,

lalu CEO Netflix menonton dan mengundang kita.

Aku akan menemuinya.

Aku langsung mengajukan visa kerja.

- Visa kerja? - Ya.

Jika diminta, menjadi pramutamu pun aku mau.

Penjaga pintu.

Kau sangat hormat padanya.

Tidak, bukan begitu. Aku warga negara global.

Aku kosmopolitan.

Artinya bisa berbeda.

- CEO Netflix bisa salah paham. - Baiklah.

- Warga apa? - Warga global.

Kosmopolitan.

Kita akan segera sampai Busan, sudah hampir sampai stasiun berikutnya.

- Sekarang di mana? - Aku tak bisa tidur. Tadi di Gwacheon.

- Cheonan? Cepat sekali. - Aku mau kukis kenari.

- Asalmu dari Chungnam. - Benar.

- Dari Dubuk-ri, Seocheon-gun, Chungnam - Dubuk-ri, Gisan-myeon.

- Rumah nomor 63-1. - Nomor 63-1.

Dia adalah putra agrikultur, putra Chungnam, Ro Hong-chul.

- Siap. - Mulai!

Aku tak tinggal lama di Chungnam.

Namun, dialek Chungcheong-do sangat sederhana.

"Ji-hoon, apa kau melakukannya?"

Jika benar…

- Ing. - Yaya.

- Jika tidak, jawabannya, "Ing?" - Benar.

- Ing. Ya. - Ing?

Dan juga,

ada hal lucu dari dialek Chungcheong-do.

Misal kita ingin makan burger.

Aku mengatakan, "Makanlah yang mau kau makan."

"Tidak, kau saja yang pilih."

"Tidak, kau saja."

- Lalu… - Kenapa kau tiba-tiba bersemangat?

- Mereka bilang geosigi di Chungcheong-do. - Benar.

- "Hei, kau mau ke geosigi ?" - Benar.

Umpatan yang paling kasar keluar saat marah.

- "Ada apa denganmu? Cari mati?" - Benar.

Itu yang paling kasar.

"Sekali lagi lakukan itu, kubunuh kau."

Kau menonton sesuatu semalam sebelum tidur?

- Begitu? - Tidak.

Kenapa terus bicara dialek?

- Maksudku… - Mau sampai kapan?

- Hanya saja… - Hampir sampai Gyeongsang-do?

Kau bahas Cheonan dan Chungnam tadi. Karena itulah.

Kau menonton YouTube, ya?

- Ing. - Ing?

- Ing. - Hentikan.

Astaga. Tidak hujan, 'kan?

Kita di Daejeon. Kau pernah ke pameran?

- Waktu sekolah. - Tahun 1993.

Aku memohon pada Ibu untuk ke sana.

Di sana, kami mengantre kepanasan selama tiga jam.

- Waktu itu musim panas. - Kau bersama ibumu, ya.

Ya, ayahku juga.

Sesampainya di sana, aku merengek minta dibelikan sesuatu.

Meski kekurangan, kau lakukan banyak hal.

Kami cukup berada saat itu.

- Sebelum kekurangan, ya? - Benar, sebelum kekurangan.

Tunggu, kenapa kau harus bicara begitu?

- Maksudku… - Astaga.

Kupikir kau sangat kekurangan sampai kesulitan makan.

- Kau juga melakukan banyak hal. - Aku tersinggung.

- Aku kesal. - Kau pergi ke pameran.

Tadi kau bilang mau sesuatu.

Ibumu bilang apa?

- Memukulku dengan tangan. - Di kerumunan?

Ibu memukulku sangat keras.

Aku masih ingat sakitnya.

Ibuku menyeretku ke toilet dan mengguyurku dengan air dingin.

Kuharap dia memukulku.

Andai Ibu memukulku seperti ibu lain.

Ibu melepas bajuku dan mengguyurku dengan air dingin.

- Aku nakal, jadi, pantas diguyur. - Astaga.

Orang tua zaman dahulu

cara mendidiknya seperti acara Netflix. Tidak ada batasan.

Ada hal yang mengingatkanmu pada Daejeon?

Aku pernah tinggal di tempat tinggal kakakku.

Di KAIST.

- KAIST? - Ya.

- Tapi… - Hebat. Kakakmu tinggal di KAIST?

Benar.

Kakak kandung Ro Hong-chul, Ro Sung-chul!

Hong-chul!

- Astaga! Kenapa kemari? - Hong-chul!

Dia berjualan patbingsu di kantin, harganya 1.000 won.

Sekarang 2.000 won.

Rasanya enak sekali.

Patbingsu dari es batu sungguhan?

- Bukan es susu? - Benar.

Aku mau itu.

Aku juga.

Sejak kecil, kau tak punya kelebihan apa pun,

tapi sering ke tempat bagus berkat orang di sekitarmu.

- Kau ke KAIST. - Ya, aku sering ke sana.

Ayahku manajer Samsung cabang Busan.

Jadi, aku anggota YMCA Busan.

Kau bisa berenang?

Ya, aku mahir berenang.

Kita sampai.

Luar biasa.

Perjalanan dua setengah jam.

Stasiun terakhir adalah Stasiun Busan. Pintu keluar ada di sebelah kiri.

STASIUN BUSAN

MEI, BUSAN

Mari kita atur motornya.

Akhirnya.

MOTOR BARU

Mendebarkan.

Ini keren.

- Aku boleh naik? - Ya, jangan jauh-jauh.

BERSEMANGAT

- Berbulu, motor ini cocok untukmu. - Ini hebat.

Aku serius.

HEBAT

- Ayo sewa itu. - Itu milik Si-nae.

- Itu milik Si-nae? - Tunggu. Hei.

Di mana Si-nae?

DIA BISA LANGSUNG MENYEWANYA

IMPIAN TERWUJUD

Aku tak sabar.

Bagaimana cara menalikannya?

Aku membelinya.

Istriku? Dia tak tahu.

Kami semua bisa mati jika dia tahu.

Rasanya luar biasa!

Aku sudah tak sabar.

ADA YANG ANEH

Apa itu merek baju sungguhan?

Bajumu.

- Apa? - Kau memakainya terbalik.

Tidak, memang seharusnya begini.

Kenapa ada kelimnya?

Aku meragukanmu.

Bajumu terbalik. Labelnya dipotong. Itu meragukan.

Dia gugup karena aku bilang.

Mataku sangat tajam.

Bajumu terbalik.

Astaga.

Aku membelinya seperti ini. Maneken pun memakai dengan terbalik.

Lihatlah labelnya.

Itu bukan bekas pemutih, 'kan? Ada warna yang pudar di bahu.

Astaga. Kau tak tahu tentang mode.

- Itu baju lama, ya. - Aku beli dua hari lalu.

Noda keringat. Dia sangat suka olahraga.

Dia tidak mengerti mode.

BRUM, BRUM

Kita di Busan!

Ayo berangkat!

- Pelan-pelan. - Ya.

Meninggalkan Stasiun Busan!

Terowongan yang keren.

Kita di kota!

Di kota!

Jalan lingkar dermaga Pelabuhan Busan.

Kita lewat mengendarai Harley! Harley!

Menyenangkan mengendarai Harley.

Harley cocok di Busan.

Harley cocok di Busan.

- Bagus, 'kan? - Mari mengebut.

Di sini cocok untuk itu.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left