Kabir Singh

Kabir Singh (कबीर सिंह)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Kabir-Singh-2019-WEBDL-HDRip-x265-x264
ناشر Galank87
IDFL™ SubsCrew || From Retail

برچسب‌ها

webdl
hdrip
web
HDRip
x264
x265
WEBDL
HD
تاریخ انتشار: 2019-09-18
تعداد دانلود: 91
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Cinta itu seperti lautan.

Amat dalam dan besar.

Tak bisa kau taklukkan. Namun bisa kau rasakan kekuatannya.

Bisa terasa kacau maupun tenang.

Kacau, bagi mereka yang tak mengerti cinta.

Tenang, bagi mereka

yang terpisah oleh waktu dan keadaan,

tetapi sesungguhnya tak ada yang dapat memisahkan mereka.

Kabir, seorang santo dan penyair India

berkata bahwa tidak ada satu pun hal akan tetap sama.

Santo Kabir juga berkata bahwa laju waktu tak dapat dihentikan.

Manusia tak akan pernah puas.

Rencana bisa saja gagal.

Hidup tidak bisa ditebak.

Saat Kabir masih muda,

dia memiliki boneka kesukaan.

Dia menyayangi boneka itu dan membawanya sepanjang waktu.

Suatu pagi aku terbangun dalam suatu kegaduhan.

Bonekanya hilang.

Dia terus menangis seharian. Dia tidak makan, tidak tidur.

Di saat itulah aku memberi tahu dia soal Santo Kabir.

Dan inilah yang dia katakan, "Nenek, bonekaku sangat pintar.

Aku yakin dia ada di sekitar sini.

Ikut aku sekarang. Ayo! Ayo kita cari dia!"

Anak-anak mempunyai pikiran yang jelas.

Dia hanya bilang, "Berharap itu baik."

"Berharap itu baik."

Sudah 80 hari sejak dia pergi, Ayah.

Delapan puluh hari itu sangatlah lama.

Kita tak bisa duduk diam saja tanpa mengetahui keberadaan dan keadaannya.

Aku tak peduli dengannya.

Kisah cintanya luar biasa, bukan?

Bersejarah. Apa yang terjadi?

Sudah 82 hari sejak aku mengusirnya dari rumah.

Dan ingat ini.

Jika seseorang sudah terobsesi dengan suatu hal,

dia pasti akan kecewa juga.

Itu masalahnya dengan adikmu.

Shankar, nyalakan motornya.

Wah!

Bodoh!

Itu piamaku, bukan selimut.

Berikan padaku.

Dengar, para remaja

Jangan jatuh cinta

Dengar, anak-anak

Jangan jatuh cinta

Aku kehilangan akal sehatku

Setelah jatuh cinta

Bukalah.

Hei. Lepaskan itu.

Tunggu, Baba. Bukan begitu melepaskannya.

Tunggu.

Tidak.

Sial. Tunanganku datang.

Dia baik-baik saja? Kenapa dia menyanyi?

Dengar. Ini pertama kali kita melakukannya. Jangan sekarang.

- Aku cuma butuh waktu sebentar. - Kau gila?

Jangan sekarang! Tolong pergi.

Aku bisa menunggu di luar, Sayangku.

Pergi! Sekarang! Pergilah.

Buka. Bukalah.

Cinta itu seperti penyakit yang tak bisa disembuhkan

Bernyanyi bersamaku Om Shanti Om

- Halo, Sheena. - Hai, Pak. Apa kabar?

- Dengar. Kau akan melewatkan seminarku. - Ya, Pak.

Akan kukirim alamatnya. Tolong datang sekarang juga.

Kenapa, Pak? Aku akan menemuimu di aula seminar.

- Tidak, datanglah ke rumahku sekarang. - Berengsek.

Lebih lebar.

Sebentar.

- Halo. - Shiva, dengar.

Kau ingat wanita yang kutemui di klinikmu?

Dia menanyakan diriku.

Dia pikir aku tampan.

Namanya Shipra. Dia teman dari keluarga.

- Maukah dia datang ke rumahku? - Tolong jangan.

Itu memalukan.

Jawab saja pertanyaanku. Maukah dia datang ke rumahku?

Dia sudah punya pacar.

Mereka akan menikah. Tolong pahami.

Jawab saja pertanyaannya. Maukah dia datang ke rumahku?

Kau sungguh konyol.

Apa nafsu sudah menguasai dirimu?

- Ini akan membantumu melupakan Preeti? - Diam.

Auto!

Kenapa kau ini? Kau kencing di kursi?

Popokku penuh.

Kau memakai popok?

Sungguh?

Kau tak tahu kapan harus kencing?

Pergi!

Preeti.

Preeti.

Preeti.

Kau makan apa? Buka mulutmu.

Apa itu ayam?

Keluarkan.

Pak, anjing suka makan ayam.

Pushpa, sudah kubilang sebelumnya. Jangan sebut dia anjing.

Apa dia merepotkanmu?

Aku bersihkan sisa makannya. Kenapa kau ini?

Preeti, muntahkan ayamnya.

Kau tak biasa makan ayam. Perutmu akan sakit.

Kenapa kau memakannya?

Pak, apa dia sungguh akan bicara?

Ya.

Tidak mungkin dia akan membalas perkataanmu.

Hei!

Lebih baik kau tutup mulutmu.

- Maaf, Pak. - Keluar.

Dia menertawakan kita.

Rani, ada operasi empat jam dijadwalkan untuk hari ini.

Perhatikan semua peralatan.

- Aku tak mau dibentak. - Baik.

Pagi, Pak.

Ini kasus lama patah tulang di bagian paha.

Dengar baik-baik, Pak.

Kulit akan sembuh sendiri setelah dibedah.

Tulang sembuh dengan sendirinya.

Tulangmu tak terbalut dengan baik saat patah kemarin.

Sudah sembuh, namun tulangnya kaku.

Itu penyebab rasa sakitnya.

Aku akan ambil bagian yang berlebih dan meluruskannya lagi

menggunakan sekrup dan pelat. Paham?

Kau yang mengoperasi kakiku.

Mengapa kau harus mencukur bulunya?

Kuharap kau ahli dengan pisau.

- Manjari, kau tak jelaskan pada pasien? - Sudah, Pak.

Sudah, Pak.

Berapa kali harus kuberi tahu tak boleh ada lipstik di OT?

Rani, keluar dan bersihkan.

Maaf, Pak.

Kebersihan itu penting, Pak. Itu bagian dari proses.

Contohnya di kriket, kebersihan permukaan itu penting

jadi, bukan hanya lapangan. Jangan cemas. Tenang saja.

Rani, bawa pasien di kamar 18 ke ruangan OT.

Peramalnya bilang hari ini bukan hari yang baik untuk operasi.

- Dia mau besok saja. - Besok hari Minggu.

Aku mau ajak Preeti jalan-jalan ke taman.

Kita harus bagaimana?

Katakan paha bagian atasnya membengkak.

Jika tidak bertindak cepat, bengkaknya akan melebar.

Katakan padanya bahwa aku gila dan aku akan amputasi saja.

Beri tahu dia.

Rani, mulai persiapan untuk operasi.

Baik.

Perawat bilang pasienmu terlalu banyak.

Dia tak akan membuat rekam datanya.

Omong kosong buku rekam data apa lagi?

Lakukan sesukamu. Jangan libatkan aku lagi.

Baik, Pak.

INSTITUT KEDOKTERAN DELHI

Selamat datang di Turnamen Sepak Bola Universitas Delhi 2016.

Institut Kedokteran Delhi melawan Institut Kedokteran Khalsa.

Amit Sharma, Kapten Institut Khalsa.

Kabir Rajdheer Singh, kapten Institut DIMS.

PAPAN SKOR LAPANGAN SEPAK BOLA VEER SINGH

Maaf, Kawan-Kawan.

Ada luka lain?

Tunggu...

Tahan.

Hati-hati di bagian pribadi. Kulit sensitif terhadap alkohol.

Kau harus letakkan kompres es di atasnya.

Dokter macam apa kau?

- Ini pertolongan pertamamu? - Ya.

Aku memang berengsek. Jika kutahu dia akan mengambil alkohol

aku sudah bawa ketip.

Diam. Berikan rokoknya padaku.

- Ini. - Kau sudah gila?

Sohail.

Patahkan rahangnya!

Sungguh?

Coba saja.

Jika kau berhasil

aku akan menari telanjang untukmu di Connaught Place.

Berengsek!

Ayo!

- Ya! - Hebat!

Ya!

Kabir!

Berengsek!

- Berhenti! - Ayo, Bajingan!

Hentikan!

- Hentikan! - Lepaskan dia!

Jangan berlindung di belakangnya!

Tiga menit lagi, dan piala itu milik kita.

Dia memprovokasimu.

Mereka sudah menyuap wasit. Lupakan saja.

Tenanglah.

Pertandingannya seru sekali!

Bolanya sudah dioper! Dan gol!

Ya! Ayo!

Hei, Amit.

Tiga menit lagi, dan kita akan juara lagi!

Shiva.

Kabir!

- Kabir! - Kabir!

Lihat!

Kabir?

More Indonesian subtitles for Kabir Singh

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left