نخستین 144 خط.
m 0 0 l -2986.5 0 l -2986.5 -13.375 l 0 -13.375 b 3.375 -12.625 5.25 -10.625 5.25 -6.625 b 5.25 -3.375 4 0 0 0
Hunter No Sekai
Now Watching
Ishura
Episode #09
Hunter No Sekai
Now Watching
Kunjungi:
Raja Iblis Sejati telah mati.
Musuh dunia telah dikalahkan oleh seseorang.
Tapi, hingga kini, sisa kekuatannya masih menggeliat dalam jumlah besar.
Mereka tidak bisa ditundukkan oleh kekuatan biasa.
Seratus iblis laksana shura…
Selagi kota terbesar dunia, Aureatia, melangsungkan pemilihan sang Pahlawan,
pemimpin Kerajaan Baru Lithia, Taren si Waspada,
menuntut tatanan baru dan memerintah lewat ketakutan.
ISHURA
Apa ini?
Kerajaan Baru Lithia
Apa aku terlambat?
Sepertinya perang sudah dimulai.
Kurasa orang-orang Aureatia tidak akan bisa lewat.
Api dari Langit
Di mana pergerakan musuh?
Persiapkan lebih banyak pemanah!
Ada pergerakan di Aureatia?
Awasi serangan kavaleri!
Jangan biarkan satu penunggang pun lewat!
Hoi!
Bisa minggir sebentar?
Pasti tidak seru melawan kalian.
Tembak!
Hanya tujuh peluru yang mengarah ke tubuhku.
Kalian harus membidik lebih baik!
Bedebah! Kau pembunuh dari Aureatia, ya?
Aku sudah minta kalian minggir.
Siapa kau?
Aku merasa tidak enak,
tetapi kalian semua harus mati.
Aku harus membuka jalan bagi yang lain.
Gunakan meriam!
Kirim pesan ke wyvern patroli!
Tembakkan meriam!
Prajurit wyvern belum tiba juga?
Aku tidak bisa membuka jalan sebelum membereskan mereka-
Hoe!
Kenapa tidak menjawabku?
Elu itu apaan?
Aku tahu siapa kamu, kok.
Soujiro si Pedang Dedalu.
Aku di pihakmu.
Bukan itu pertanyaanku.
Tidak akan kubiarkan kau mengacau sendirian.
Kalau mau bertarung, lawan aku!
Kenapa?
Karena kau kuat!
Kecepatan itu. Kau benar-benar minia?
Di torsomu.
Aku melihatnya. Nyawamu.
Kau hanya punya satu nyawa, 'kan?
Kendaraan itu dan pengendaranya bergabung menjadi satu.
Mungkin dia memang di pihak Aureatia…
Tunggu, itu sebabnya dia berbahaya.
Aku tidak ingin bertarung denganmu.
Karena aku hampir selesai…
mengambil alih posisi ini.
Hei, tunggu!
Apa boleh buat?
Akan kuhabisi laba-laba itu bersama si tengkorak.
Apa?
Matanya…
Sama seperti waktu itu.
Padahal baju zirah Helneten
tidak bisa dihancurkan kapak raksasa atau napas naga.
Pedang apa yang dipakainya untuk menebasku?
Sepertinya ada orang
selain dirimu yang bisa membunuhku,
Kuze.
Dia yang berasal dari dunia orang mati,
bisa beradaptasi dengan bobot dan kecepatan luar biasa seekor kuda
yang menghancurkan sebuah daerah.
Dia pemilik senjata jarak jauh mematikan
yang bisa menembus satu pasukan dengan sekali tebas.
Dia pemilik baju zirah yang dapat menghalau segala serangan biasa
dan sifat abadi yang tidak bisa dihentikan.
Ia diberi dua tubuh,
tetapi kuda perang bengis ini hanya dicari untuk satu fungsi,
yaitu menghancurkan semua yang ada di depannya.
Dia Katafrak. Dia bangkit dari kematian. Dia Nihilo si Penyerbu Pusaran.
Pelari Bintang.
B-Bergerak ke Lithia.
Karena dia tidak muncul di Lithia,
kita bisa mengamankan sebagian besar benda sihir.
Siapa sangka dia begitu ceroboh menunjukkan taktiknya.
Dia memang payah.
Dengar, Otak Burung!
Dengar!
Serangan Alus paling berbahaya
adalah Pedang Cahaya Hillensingen.
Pedang itu menembakkan sinar begitu dihunus.
Menurut laporan, jaraknya bisa mencapai empat meter.
Tidak perlu menangkis.
Kalian akan tetap mati kalau terkena.
Pedang ajaibnya yang lain bernama Burung Gemetar.
Pedang itu bisa terbang sendiri sambil mengeluarkan suara keras.
Anggap pedang itu sebagai musuh lain.
Aku sudah menugaskan unit terpisah untuk mengawasi pedang itu.
Bukan itu saja. Dia memiliki cambuk ajaib bernama Tangan Kio.
Panjangnya mencapai 12 meter bahkan lebih.
Tapi,
kadang dia menggunakannya sebagai pelindung di sekeliling tubuhnya.
Ini serangan yang harus kalian waspadai.
Waktu dia melakukan ini, jangkauan serangannya menjadi separuhnya.
Ulangi kata-kataku! Dua belas meter!
Dua belas meter…
Jangan mendekat…
Sudah ingat semuanya?
Senjata utamanya, pistol, jaraknya lebih jauh lagi.
Dia punya peluru sihir beracun yang bisa melelehkan kalian hanya dengan goresan,
dan peluru sihir petir.
Kalian bisa mencegahnya menembak
dengan mengacaukan posisinya dan mencegahnya mengisi peluru.
Itu harus dilakukan pada jarak lebih dari 12 meter.
Pasukan bunuh diri, usik dia di luar radius enam meter.
Mengerti…
Serang si Pelari Bintang!
Wyvern tidak butuh pahlawan.
Akan kuakhiri ini di sini, sekarang.
Wajah yang sudah lama tidak terlihat.
Kau sudah lari begitu lama,
Alus si Lengan Tiga.
Akhirnya kau kembali ke kawanan.
Kami bahkan menyambut sampah sepertimu di kawananku.
Kalau mau, kau bisa bertugas mencari makanan.
Berisik amat.
Jangan bilang kau marah.
Tentu tidak.
Kau bahkan tidak punya otak yang dibutuhkan untuk marah.
Kau merangkak di tanah dan hampir tidak bisa menaiki angin.
Lengan tiga yang bodoh.
Itulah dirimu!
Respons ceroboh, seperti dugaanku.
Kau tahu kenapa aku menunggumu di Lithia?
Menggunakan senjata sendiri
No comments yet. Be the first to leave one.