نخستین 200 خط.
Bab 1. Bergegas Menjauh Dari Bumi
Jumat. 06:00.
Hei.
Terima kasih./ Ya.
Aku tak bisa terus bekerja separuh sif seperti ini, Shelly.
Kau harus bantu aku sambungkan aki mobil lagi.
Aku harus mulai mencari jam kerja lebih banyak.
Besok.
Aku butuh mobil lagi malam ini.
Aku mengambil sif dari Tommy.
Oke. Pukul berapa?/ 23:30.
Oke.
Kau punya yang sewa bulan ini?
Hei, Shell.
Hei, apa kabar?
Apa kabar? Ada cerita apa?
Kau tahu...
Ya, aku tahu apa maksudmu.
Di sini juga sangat payah.
Apa kau bisa kembalikan buku itu ke universitas untukku?
Mereka terus mendesakku.
Ya, maksudku, aku bisa,
Atau kita bisa pergi bersama-sama.
Aku rasa tidak.
Ya, kenapa kita tak pergi bersama-sama?
Aku akan membantumu mendaftar.
Kau tahu kau masih bisa kembali.
Aku hanya...
Tidak, aku...
Itu akan aneh, aku hanya...
Tapi tidak. Sungguh.
Ini akan baik-baik saja.
Dengar, kau akan melakukannya untukku atau tidak?
Ya, terserahlah.
Hei, apa Thomas ada?
Tidak, dia ke toko.
Dia sedang dalam fase serba buatan rumah menyebalkan.
Entahlah.
Dia baru saja pulang.
Sedikit bantuan akan sangat bagus.
Apa?/ Itu Shelly.
Baiklah, aku masih punya beberapa di mobil, bisa kau ambilkan?
Bersihkan hidungmu.
Shelly, hei, bagaimana kabarmu?
Kau tahu, ini sulit.
Ya? Disana semua saling memangsa.
Apa yang bisa aku bantu?
Menurutmu apa mungkin...
Aku punya banyak pengeluaran. Dan aku tak punya uang.
Shelly./ Rebecca terus mendesakku...
Shelly, Shelly, Shelly, aku akan membantumu...
Bagus. Astaga, Thomas, terima kasih.
Ya, jangan khawatir. Tak masalah, hanya saja...
Kau tahu, ingat kesepakatan kita, oke?
Apa mungkin kau bisa datang ke tempatku bekerja malam ini?
Akan aku usahakan,
Aku akan ke sana dan memberimu paketnya, oke?
Agar kau bisa menata ulang hingga nanti.
Sekali lagi terima kasih, Thomas.
Baiklah, ya, sampai bertemu lagi.
Demi Tuhan, apa menurutmu kau punya cukup?
Menambah stok.
Aku melihat itu.
Tunggu, kau menutup teleponnya?/ Ya.
Aku belum selesai bicara dengannya.
Dia selesai bicara denganmu.
Wow, Thomas, kau benar-benar tak peduli dengan siapapun, ya?
Rebecca... Baiklah, kau tahu?
Kau ingin tahu apa yang aku lakukan?
Ya, beritahu aku./ Aku berusaha ke rumahnya...
...agar bisa bicara padanya tentang urusan kuliah ini.
Bicara dengan caranya dia,
Melihat jika aku bisa meredakan permasalahannya, kau tahu?
Dengar...
Aku paham, dia depresi, kesepian, dan dia temanmu,
Dan jika kau ingin aku mainkan peran pacar yang mendukung,
Maka itu yang akan aku lakukan untukmu.
Ini bukan hanya itu. Ada...
Apa?/ Entahlah. Ada yang lebih dari itu!
Kau tak bisa mendorong Shelly begitu saja. Dia rapuh.
Dia tak hanya depresi atau apapun itu.
Aku sudah bicarakan itu dengannya.../ Rebecca... Rebecca...
Rebecca, ini idenya dia! Oke?/ Dan kau...
Kau mau aku bagaimana?
Serius, kau mau aku bagaimana?/ Aku tidak tahu!
Dengar...
Menurutku Shelly frustrasi...
...dengan caramu terus ceramahi dia tentang semua ini setiap waktu.
Maksudku, coba pikir. Aku pasti begitu.
Yang kau lakukan adalah membuat dia merasa bersalah soal ini,
Dan aku tahu jika kau sadar melakukan itu, jadi...
Kau tahu, jika ada yang bersikap egois, kau orangnya.
Persetan denganmu, Thomas.
Ya, baiklah, silakan bereaksi soal itu...
Siapkan barisan kokain. Mari menghisap itu seharian.
Itu terdengar sangat bagus.
Masalah mobil?
Ya.
Aku bisa memberimu sambungan aki.
Kau sudah coba itu?
Aku...
Entahlah.
Kenapa kita tak coba itu?
Apa kabar, Shelly?/ Thomas!
Bagaimana situasinya?
Aku benci hidupku dan aku ingin mati.
Kau masih butuh bantuan?/ Ya.
Kau lihat itu?
Aku tak peduli. Aku bukan bosnya.
Baiklah, kita akan melakukannya di sini?
Ya./ Baiklah.
Sampai jumpa lagi. Ya./ Terima kasih, Thomas.
Terima kasih, Grover,
Entah berapa lama aku mendiamkannya di luar sini.
Tak masalah. Tapi...
Aku butuh uang sewanya, Francis.
Ayolah, kawan. Kupikir kita memiliki momen indah disini.
Peraturan tetap peraturan.
Dengar, aku sudah punya uangnya.
Aku hanya perlu mengurus beberapa hal terlebih dahulu.
Shelly...
Shelly tak begitu membantu.
Itu jelas!
Aku tak pernah mengerti kenapa kau tinggal bersama waria.
Baiklah, Grover, terima kasih.
Tentu, Francis.
Aku akan menemuimu soal uang sewanya.
Bajingan serakah.
Hei, Sam.
Ya, tidak, aku datang.
Hei./ Hei!
Kau mau ke bar nanti?/ Tentu saja!
Baiklah.
Hei, Shelly... Aku hanya ingin memberitahumu...
...jika aku berhasil membuat mobilku kembali menyala,
Jadi aku tak butuh truk nanti.
Apa kau baik-baik saja?
Ya, tidak, aku baik.
Aku hanya harus keluar dari rumah.
Baiklah, jadi, kau tak butuh truk?
Tidak, tak apa.
Kau yakin kau baik-baik saja?
Dengar, Shelly, aku harus pergi.
Jalang keparat./ Tidak, tidak, tidak.
Bisa kau diam sebentar?
Kau merasa yang paling benar./ Kau terus mengoceh padaku...
...sejak kau datang ke sini. Diamlah sebentar.
Tidak, aku tahu apa yang Presidenmu pikirkan tentangku.
Juga wanita dan orang kulit hitam./ Kau memang pecundang.
Kau merasa yang paling benar!
Diamlah, jalang keparat!
Kau terus menggangguku sejak kau datang.
Tutup mulutmu, berengsek...
Dah, Hillary.
Sekarang kau akan pergi begitu saja?
Nazi keparat.
Kau mendorongku untuk memukul kepalamu.
Keparat.
Hei.
Enyahlah, enyahlah, enyahlah.
Enyahlah!
Hai, Shell.
Senang kau akhirnya datang.
Lihat bajingan yang aku buat pergi ketakutan?
Hei, biar aku pesankan kau sesuatu.
Bisa aku pesan gin dan tonik lagi, dan sesuatu untuk temanku?
Tequila?/ Yang benar saja!
Kau pikir aku banyak uang? Berikan dia vodka termurah.
Itu tak masalah?/ Gelas besar.
Pria itu menyebalkan.
Apa yang kau tahu tentang dia?
Topinya!
Astaga. Aku pikir kau lebih peduli.
Kenapa kau bicara dengannya?
Astaga, aku hanya...
Apa yang terjadi?
Kau tak terlihat begitu baik.
Aku sudah punya cukup masalah sekarang, oke?
Jangan terlalu memaksakan diri.
Kau bekerja malam ini?
Ya.
Masih nanti.
Berhati-hatilah.
Aku segera kembali.
Oke, baiklah./ Aku bersumpah.
Jangan khawatir soal itu. Ya, tidak.
Tenangkan dirimu... Hati-hati dengan bajingan itu...
Jangan biarkan dia kembali ke sini.
Aku segera kembali. Aku pasti kembali.
Hei, semua./ Hei.
Dengar, ini yang akan terjadi.
Kami akan membantumu, tapi ini yang terakhir.
Baiklah. Ya./ Oke, Shelly?
Aku serius.
Oke.
Jumat. 22:30
Sabtu. 00:05
Shelly.
Hei, kau sudah pikirkan yang kutanyakan padamu?
Aku tidak pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.