نخستین 200 خط.
SAVE ME
EPISODE 9
Silakan masuk.
Aku sangat menikmati makanannya.
Astaga, Pak. Sepertinya aku sedikit terlambat.
Tidak perlu cemas. Aku tahu betapa sibuknya dirimu.
Kemari dan duduklah di sini.
Baik.
Kau harus duduk di bantal ini.
Terima kasih banyak, Pak Kim.
Lama tidak bertemu, Pak Han.
Kau tampak lebih muda.
Pasti karena asisten mudamu.
Kau juga tampak hebat
mengingat stres yang kau alami atas skandal Pimpinan Kim.
Astaga, kenapa sangat tegang di sini?
Aku mengunjungi kampung halamanku setelah sekian lama. Hentikanlah.
Hampir lupa. Biar kutuangkan minuman.
Soal proyek relokasi terminal...
Aku sangat tertarik dengan itu.
Kau paham, bukan?
Tentu saja. Itu salah satu janji Anda.
Aku memeriksa semua dengan saksama agar tidak ada kesalahan.
Bagus. Jangan sampai ada kesalahan.
- Mari minum. - Baik.
Halo.
Kenapa kalian hanya saling menatap? Berjabat tanganlah.
Mantan dan gubernur aktif haruslah bersatu
demi kemajuan rakyat kita.
Lama tidak bertemu, Pak Han.
Ya. Sudah lama sekali, Pak Cheon.
Astaga.
Pak!
Anda suka hidangannya?
Siapa pria ini?
Dia kepala komite pemuda yang kuceritakan kepada Anda.
Dia pemuda yang kau ceritakan?
Dia anak buah Pak Cheon.
Namanya Lee Jin Seok.
Izinkan kuperkenalkan diri dengan layak.
Salam.
Aku pengawas komite pemuda. Namaku Lee Jin Seok.
Senang bertemu denganmu. Tanpa pemuda patriotik sepertimu,
tidak ada kemajuan demokrasi.
Senang bertemu Anda, Pak Han.
Kau sungguh kepala komite pemuda?
Apa?
Kurasa kau bukan kepala komite pemuda.
Bukankah kau seorang preman?
Pak Han,
memangnya preman tidak bisa berada di bidang politik?
- Kau membela preman ini? - Apa katamu?
Astaga, hentikan.
Jangan mempertengkarkan hal seperti itu.
Jika tidak bisa masuki jalan keselamatan,
habislah kita semua.
Pak, silakan masuk.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Ya, sampai jumpa.
- Tunggu. - Ya.
Kudengar putramu sudah kembali ke sini.
Ya.
Dia tidak membuat masalah, bukan?
Kepala Kim memberitahuku sebelumnya
bahwa putramu berada di sana saat putra ketua perserikatan
mengalami kecelakaan tiga tahun lalu.
Namanya Sang Hwan, bukan? Han Sang Hwan.
Pak Cheon.
Jika Anda ingin
diperlakukan dengan hormat sebagai mantan gubernur Muji Gun,
tutuplah mulutmu dan jangan buat masalah.
Jika Anda ingin mengancamku lagi menggunakan anakku,
aku tidak akan diam saja.
Baiklah.
Izinkan aku untuk meminta maaf.
Mau tahu tanganmu itu seharusnya untuk apa?
Untuk menyeka dirimu sendiri.
Sekalah kotoran menjijikkanmu itu!
Nona Lee,
sebaiknya kau menjaga bosmu dengan baik.
Mulut kasarnya akan menggigitnya nanti.
Pak Cheon,
semoga Anda berumur panjang
agar pikun dan tembokmu penuh kotoranmu.
Jaga dirimu.
GUSEONWON
Sang Mi...
Maksudku, calon Bunda Rohani kami.
Kau bertubuh atletis karena dahulu pemain voli.
Siapa tahu nanti kau akan mencoba untuk kabur lagi?
Tidak, itu tidak akan terjadi lagi.
Aku dan Sang Mi banyak berdoa belakangan ini.
Itu benar. Kita tidak boleh terus mengingat masa lalu.
Mereka akan melewati jalan ini.
Dong Cheol.
Kau sudah menyergap mereka?
Belum, kami akan segera menyergap mereka.
Aku akan meneleponmu nanti.
Dasar...
- Kawan-kawan, kalian siap? - Ayahku seorang polisi.
Aku mantan anggota tim gulat.
Ayo.
Kita sedang melihat para iblis.
Mereka pasti datang untuk mencuri milik Yang Mahakuasa.
Tahukah kau cara mujarab untuk menyingkirkan iblis?
Ini.
Kita harus menghajar mereka agar mereka sadar.
Wan Deok, ayo.
TUNGGU KAMI. KAMI AKAN MENYELAMATKANMU
Kami akan menyelamatkanmu.
Mau apa kau?
Sang Mi!
- Mau ke mana? - Lepaskan!
- Tunggu, Sang Mi. - Sang Mi.
Jangan teperdaya oleh mereka, Sang Mi. Mereka iblis.
- Sang Mi! - Jangan mau dibodohi.
Mereka iblis.
Siapa kau? Keluar!
Sang Mi!
Dasar berengsek.
Sang Mi!
- Astaga. - Kembali, Sang Mi!
Sang Mi!
Dasar iblis.
Sang Mi!
Sang Hwan! Cepat.
- Sang Mi! - Sang Mi, kembali!
Berani-beraninya kalian mencuri milik Yang Mahakuasa.
Sang Mi!
Dasar monster iblis, berhenti.
- Hentikan mobilnya! - Sang Mi!
Sang Mi!
Astaga, Apostel Kang.
Sang Mi!
Sang Mi!
- Apa yang harus kita lakukan? - Sang Mi!
Baik.
Sementara ini, kembali saja.
- Man Hee. - Ya?
Tidak ada yang mengikuti kita. Kau bisa sedikit lebih pelan.
Baik.
Apostel Kang.
Sang Mi akan baik-baik saja, bukan?
Tidak.
Dia harus menerima keselamatan. Dia harus menerimanya.
Apostel Kang.
Hei.
Berhentilah mencari dan kembali ke sini!
Dia sangat bodoh.
Celaka.
BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI KE SURGA DENGAN PERAHU KESELAMATAN
Apostel Jo,
kita harus bagaimana?
Tolong jangan cemas.
Apa yang menjadi milik Yang Mahakuasa akan selalu kembali kepada-Nya.
Doa kita akan terkabul. Aku memercayainya.
Bukankah aku benar, Apostel Kang?
Apostel Kang.
Ya?
Ada apa?
Tolong jangan terlalu bingung. Kau cemas
dia akan seperti Yu Ra?
Apa maksudmu? Jaga ucapanmu.
Aku akan memastikan
Sang Mi menjadi Bunda Rohani.
Apa pun yang terjadi.
- Doa kita akan terkabul. - Pasti.
- Astaga. - Ya ampun. Usaha yang bagus.
Perutku sakit sekali.
Kenapa kau ke sini?
Aku tidak pernah sempat meminta maaf
atau berterima kasih.
Aku tidak sempat mengatakan apa pun.
Aku tidak perlu mendengarnya.
Aku selamat berkat kau.
Jika tidak ada yang membantuku hari itu,
aku juga akan mati seperti kakakku.
Jadi, kumohon...
Bertahanlah.
Terima kasih.
Kalian semua.
Terima kasih banyak.
Sama-sama.
Kami sedikit kesakitan,
tapi kami berempat bisa berkumpul seperti ini berkat kau.
Semua baik-baik saja.
Sekarang situasinya mungkin akan lebih sulit.
Omong-omong, mereka akan berusaha untuk melacak kita.
Kita harus sembunyi di mana?
KAMI ANTAR KE SELURUH MUJI TERIMA PESANAN GROSIR
Pertama, kita harus mengembalikan mobilnya dahulu, bukan?
Aku sangat ingin melihat wajahnya saat kita kembalikan mobilnya.
Kita hanya akan ke tempat teman. Jangan cemas.
Demi menemukan seekor domba yang hilang,
aku bahkan mempertaruhkan nyawa untuk pergi ke lembah kematian.
Namun, mereka yang telah kehilangan iman
bukan lagi anak-anak Yang Mahakuasa.
Bapa Rohani,
kumohon jangan tinggalkan dia.
No comments yet. Be the first to leave one.