نخستین 200 خط.
"Episode 27" - Terima kasih.
Nona Eun.
Bisa bicara sebentar?
Ada apa?
Aku harus mengantarkan kopi ini kepada kolegaku.
Datanglah ke kantorku setelah itu.
Baiklah.
Masuk.
Ada apa denganmu?
Kenapa kamu berpura-pura tidak mengetahui soal artikel itu?
Aku bisa apa soal artikel yang sudah dipublikasikan?
Haruskah aku bersikeras mengatakan kalau itu salah?
Itu...
Tidak.
Aku berpura-pura tidak tahu agar Anda tidak malu.
Itu membuatku lebih kesal.
Aku akan menjelaskan jika kamu bilang sudah melihat artikel itu.
Kalau begitu, jelaskan sekarang.
Sekarang...
Aku membaca artikel itu setelah dipublikasikan.
Aku mencoba mengoreksinya, tapi tidak bisa. Lagi pula...
Itu...
Maafkan aku.
Itu salah reporternya. Anda tidak perlu meminta maaf.
Lupakan saja.
Jika sudah selesai, aku akan pergi sekarang.
Astaga, aku masih merasa tidak enak.
Apa ada masalah?
Aku khawatir tentang artikel yang salah itu.
Aku sudah minta maaf pada Nona Eun, tapi masih merasa tidak enak.
Apa Nona Eun komplain?
Aku berharap dia komplain.
Dia bersikap seolah baik-baik saja.
Lalu, apa masalahnya?
Dia menangkap pencopet tidak bisa dijadikan berita.
Kamu dan Nona Eun berbeda level.
Kita semua manusia. Tidak ada yang namanya level.
Tentu saja ada.
Bahkan perusahaan asuransi mengganti kerugian seseorang
berdasarkan gaji tahunan mereka.
Ini hidangan terakhir Anda. Ini mi.
Kuahnya sangat unik dan enak.
Ini restoran Korea terbaik. Tentu saja enak.
Omong-omong, apa kamu mahir menggunakan dua tangan?
Tidak.
Dahulu aku menggunakan tangan kanan.
Tapi entah kenapa aku jadi nyaman memegang sendok
dengan tangan kiri setelah operasi.
Itu menarik.
Orang bilang gen tidak bisa disembunyikan.
Kamu memegang sendok dengan tangan kiri seperti ayahmu.
Kamu menggunakan tangan kanan untuk melakukan hal lain.
Apa itu gen?
Apa?
Bagaimana nenek menjelaskannya?
Maksud nenek,
kamu mirip seperti mendiang ayahmu.
Apa aku sangat mirip dengan Ayah?
Ya, kamu jiplakannya dia.
Apa itu jiplakan?
Astaga, pertanyaanmu banyak sekali hari ini.
Ya.
Pembuat waffle membuat waffle yang terlihat sama, bukan?
Ya. - Itu yang disebut jiplakan.
Begitu rupanya. Maksud Nenek wajah kami mirip.
Kamu sangat pintar seperti dia.
Kamu sangat manis.
Ide menumu adalah mi daging?
Itu mudah dimakan untuk orang sibuk. Laba per meja juga akan tinggi.
Biaya per porsi terlalu rendah. Apakah itu akan menghasilkan laba?
Karena restoran kita dikenal sebagai tempat barbeku,
beberapa orang ada yang belum pernah kemari.
Aku memilih menu terjangkau untuk menarik orang saat makan siang.
Jika mereka datang saat makan siang, mereka akan kembali malam harinya.
Ya.
Chae Rin, kamu merekomendasikan salad bar. Apa alasannya?
Restoran keluarga membuat salad bar untuk menarik konsumen muda.
Itu menarik anak muda atau orang yang ingin makan makanan ringan.
Salad bar di restoran daging?
Itu terasa muda dan segar.
Beberapa restoran ayam membuka itu untuk makan siang.
Bukankah sudah terlalu banyak?
Kita harus membuat yang lebih unik.
Ide-ide yang lain ditolak. Tersisa dua.
Mi daging dan salad bar.
Kalian berdua harus terus mengembangkannya,
dan kita akan segera mengadakan rapat lagi.
Sang Cheol, apa kamu sibuk malam ini?
Jika kamu senggang, kamu mau makan malam?
Masuklah.
Apakah Anda ada keperluan lain untuk jadwal malam ini?
Aku berniat pulang karena aku lelah. Kenapa?
Jika tidak ada apa-apa, aku ingin membuat rencana.
Silakan.
Ya.
Sepertinya kita perlu menyesuaikan waktu kerja.
Apa maksud Anda?
Kesehatanku sekarang sudah lebih stabil.
Sebaiknya kamu pulang tepat waktu dua kali seminggu.
Apa aku membuat Anda kesal karena bertanya jadwal hari ini?
Tidak, aku sudah memikirkannya sejak lama.
Aku butuh waktu pribadi dan kurasa kamu juga.
Kamu boleh pulang sekarang.
Aku akan pulang setelah mengantar Anda pulang.
Tidak apa-apa, kamu boleh pulang.
Baiklah.
Kalau begitu, aku akan mengirimkan pesan saat jadwal minum obat Anda.
Kenapa hanya memesan satu?
Kamu akan mengerti nanti. Makanlah saja sekarang.
Katakan bagaimana menurutmu?
"Bilis, rumput laut, bumbu buatan"
Mereka bilang tidak memakai bumbu buatan, tapi ternyata pakai.
Aku tidak bisa membedakan.
Jumlahnya sedikit, tapi mereka memakainya.
Kamu mengajakku makan malam agar kamu bisa mengembangkan menu?
Aku mencatat beberapa tempat yang ingin kudatangi,
tapi aku tidak bisa makan sendirian. Aku sedih jika makanannya tersisa.
Begitu rupanya.
Jika kamu membantuku sedikit, aku bisa mencicipi semuanya.
Sebaiknya aku lebih teliti jika ingin membantu.
Tidak, tidak perlu.
Makanlah saja dengan nyaman dan katakan pendapatmu.
Aku yang akan berpikir.
Kami mengembangkan mi daging untuk menu makan siang.
Mi daging dan salad bar menjadi kandidat kuat,
tapi kita lihat saja nanti.
Dirut Park, kamu di rumah.
Jangan bahas pekerjaan di rumah.
Lalu, apa yang harus kita bahas?
Bagaimana hubunganmu dengan Chae Rin?
Kamu harus berkencan dengannya di hari seperti ini.
Kami sudah makan siang bersama.
Apa salahnya keluar lagi untuk makan malam?
Kamu punya peraturan untuk kencan? Kamu hanya menemuinya sehari sekali?
Aku tidak terlalu menyukainya untuk menemuinya 2 sampai 3 kali.
Bi, buatkan aku secangkir teh quince.
Kenapa kamu murung?
Aku hanya kesal dengan seseorang.
Apakah pria?
Pria? Tidak mungkin.
Mereka menjijikkan.
Bibi apakan rambut Bibi? Itu seperti surai singa.
Bibi ingin ikut Miss Korea?
Singa? Nona tahu berapa biayanya?
Tidak peduli berapa biayanya. Yang penting cocok atau tidak.
Lihat saja diri Bibi.
Kepala Bibi sudah besar. Sekarang tambah besar.
Astaga.
Nyonya, apa Nyonya juga berpikir aku seperti singa? Apa aku jelek?
Aku sampai ke Cheongdam-dong dan membayar mahal.
Kamu boleh memakai gaya yang kamu mau,
tapi tolong pakailah kunciran saat memasak.
Seperti kubilang, makanan yang paling penting di sini.
Baik, Nyonya.
Cheongdam-dong?
Dia mencurigakan.
Sayang, cobalah ini.
Ini sulit karena sudah lama.
Ada apa? Probiotik?
Aku membelinya karena pelangganku merekomendasikannya.
Suami-suami mereka meminumnya.
Aku baik-baik saja bahkan tanpa ini.
Kamu akan lebih baik dengan ini.
Bu, Ibu di mana?
Apakah itu Chae Rin?
Kamu pulang malam. Kamu habis berkencan?
Aku pergi ke toko buku.
Aku mencari referensi buku untuk membuat menu baru.
Kenapa kamu tidak mengundang Woo Hyuk untuk makan malam?
Ya, aku sangat lupa. - Astaga.
Tanyakan dia kapan dia bisa.
Baiklah.
Ya, Chae Rin.
Ayah percaya Woo Hyuk, jadi, ayah merestui kalian.
Tapi jangan melewati batas.
Jangan kuno. Ayah tahu berapa usiaku?
Ayah tahu kamu ke Hong Kong untuk kerja, tapi ayah nyaris mencegahmu.
Wanita harus selalu berhati-hati sebelum menikah.
Terima kasih atas bantuanmu. Kamu makan tiga mangkuk mi.
Syukurlah, aku tidak makan tiga mangkuk.
Itu satu setengah mangkuk.
Kamu tahu kamu bermuka dua? - Apa?
Saat kita mengobrol, kamu pintar dan ceria.
Tapi saat bicara soal makanan, matamu berubah.
Benarkah? Aku tidak mengerti maksudmu.
Matamu bersinar sangat terang.
Benarkah?
Siapa ini?
Ini sepupu bayi.
Bibi bilang dia akan punya bayi.
Kamu ingin adik?
Ya, bisakah Ibu membuatkan adik untukku?
Apa? - Yoon Seok punya adik
yang sangat mirip dengannya.
Jika Ibu punya bayi, aku akan punya adik.
Kurasa dia akan sangat menggemaskan.
Ayolah, buatkan aku adik.
Byeol, dengar baik-baik.
Untuk bisa punya bayi, ibu membutuhkan ayahmu.
Tapi ayahmu ada di surga.
No comments yet. Be the first to leave one.