هماهنگ با نسخه‌های زیر

ㅡ너를 닮은 사람ㅡReflection of You E11 NF-360P/720P/1080P
ناشر DD_Movie
[ RT 1:10:10 ] | t.me/ddmoviechannel

برچسب‌ها

720p
720
1080
تاریخ انتشار: 2021-11-18
تعداد دانلود: 15
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX

Lihat ini.

- Kau mau warna apa? - Lihatlah.

Kau mau ke mana?

- Apa? Kau belum yakin? - Kau di mana?

- Kau mau apa? - Hei. Lihat ini.

- Jangan sentuh itu. Kembalikan. - Itu bukan untuk anak lelaki.

Lihat. Mereka menempel ini lagi.

Gedungnya dibongkar besok.

Kompensasinya belum turun. Ke mana aku harus pergi?

Ditambah lagi, An Hyeon-seong tidak mengangkat teleponku.

Dia benar-benar meremehkanku. Sungguh.

Seharusnya aku tidak menandatangani

surat perjanjian itu.

Seharusnya begitu.

Jika kau tidak tanda tangan, kau tidak akan bebas.

Aku datang ke sekolah.

Tapi aku ditahan di gerbang, seakan aku penjahat.

Urusan seperti ini

harus diselesaikan langsung agar tidak salah paham.

Mereka tidak menerimaku.

Kalau begitu, datangi rumahnya.

Besok pesta ulang tahun anaknya. Dia tidak bisa mengusirmu

karena banyak orang.

Aku yakin sesuatu dalam diriku rusak.

Jangan lakukan.

Apa?

Apa pun itu.

Jangan lakukan yang kau rencanakan.

Aku bisa mengenali orang yang mau berbuat masalah.

Dari dahulu.

Aku pamit.

Kau pun tak mau melakukannya.

Apa pun yang kau lakukan, takkan ada yang berubah.

Aku tahu.

Aku tahu.

Walau tahu tidak bisa membatalkan yang sudah terjadi, aku tak bisa berhenti.

UNTUK HUI-JU

Pada akhirnya, kisahku tidak akan berakhir bahagia.

Aku akan membunuhmu!

Gu Hae-won! Kau di mana?

Kembalikan Ho-su!

Ho-su!

EPISODE 11, SIAPA PUN, KAPAN PUN, BISA MENJADI MONSTER

Drakula dan vampir sangat berbeda.

Namun, teman-teman mengira kau vampir.

Drakula hanya mengisap darah perempuan. Mereka tidak tahu itu.

Lalu, Drakula sebenarnya putra naga.

Hanya aku yang tahu itu di sekolah.

Ayah memberitahuku.

Jadi, giginya besar, dan…

Apa?

Rumahku bukan ke arah sini.

Drakula tidak boleh memakai gelang perak.

Dia bisa terbakar saat tersentuh perak atau sinar matahari.

Kau banyak bicara seperti ayahmu.

Paman! Kau akan mengantarku ke pestaku, ‘kan?

Paman!

Ada apa ini?

Datangi petugas.

Minta tunjukkan video lainnya.

Ada apa sebenarnya?

Ho-su belum pulang.

Dia pasti hanya main-main.

Gurunya melihat orang ini membawa Ho-su.

Cepat lapor polisi.

Jangan ribut. Belum terjadi apa-apa.

Tamu sudah datang.

- Siapkan makanan. Bilang Ho-su terlambat. - Ibu!

Orang terdekat itu berbahaya.

Mulut mereka lebih pedas.

Jangan menghancurkan citra keluarga.

Ayo cari di sekitar sini dahulu.

Hui-ju.

Lihat! Ada badut!

Anak-anak, jangan berlari. Jangan berlari di sini.

Astaga. Kacau sekali, ya?

- Ya. - Kau menyiapkan pesta yang meriah.

- Terima kasih. Nikmati pestanya. - Kami menikmatinya.

- Bu Jeong. - Di mana?

Apa?

Gu Hae-won. Di mana dia?

Dia cuti setengah hari dan baru masuk sore nanti.

Itu dia.

Sudah kubilang, aku akan membunuhmu jika kau menyentuh anakku.

Apa maksudmu tiba-tiba seperti ini?

Orang-orang melihatmu. Kau tidak masalah?

- Bu Jeong! - Di mana anakku?

Bu Jeong, ada apa?

Bicarakan saja.

Di mana?

Di mana Ho-su?

Pria bertopeng itu, topengnya bukan punya vendor acara.

Aku sudah lapor polisi. Cepat kemari…

Tidak. Kau yang kemari.

Aku akan mencari Ho-su.

GPS orang ini terus menyala.

Benar, dia pergi ke sekitar rumahmu.

Tapi tercatat dia menaiki bus saat anakmu pulang.

Riwayat dan waktu perjalanannya ke kantor sama.

Kami akan hubungi setelah mengecek kamera pengawas bus.

- Kau boleh pulang. - Kenapa dibebaskan?

Periksa catatan panggilannya. Mungkin dia menyuruh orang lain.

Bu, tidak ada bukti atau saksi bahwa dia yang menculik.

Kami tidak bisa menangkapnya.

Datang ke sini pun sudah cukup membantu.

Aku akan bantu.

Aku pintar mencari orang.

Ada telepon. Angkatlah.

LEE IL-SEONG, AYAH JU-YEONG

Meski aku harap kau tahu rasanya

saat satu-satunya hal berharga milikmu direbut,

tapi kurasa itu bukan suamimu.

Tangkap dia. Dia orangnya. Dia membawa Ho-su.

Ke mana kau membawanya? Ke mana?

PEMIMPIN LEE JEONG-EUN

PEMIMPIN LEE JEONG-EUN

- Halo? - Pak Seo, Bu Gu baik-baik saja?

Kau sudah menghubungi Bu Jeong?

Ada apa dengan Hae-won dan Bu Jeong?

Sepertinya kau belum tahu.

Cepat hubungi Bu Gu.

FAVORIT HAE-WON

HAE-WON

TEMPAT BILIAR TOP TEN

Sedang apa di sini?

Percuma ke sana.

Dia tidak menerima teleponku.

Lakukan sampai dia mengangkat.

Kau harus menunjukkan apa yang sudah kau lakukan.

Jika dia tidak mendengarkanmu, kau harus membuatnya melihatnya.

Fokus!

Bagaimana aku bisa fokus?

Ada apa denganmu? Padahal kau juga menyayangi Ho-su.

Bagaimana bisa setenang ini?

Tidak ada yang berubah walau khawatir.

Di saat seperti ini, seharusnya kau berpikir jernih.

Bagaimana jika penculiknya minta uang?

Kau tertawa? Dasar gila.

Kau tidak becus menjaga anak. Beraninya kau tertawa di depanku.

Segalanya pasti mudah bagimu.

Apa?

Kau cukup menyayanginya saja,

dan menyalahkan semuanya padaku.

- Hei! - Ibu! Hentikan.

Apa yang kulakukan? Dia sudah gila.

Dia bicara seenaknya tanpa tahu situasi.

Beri tahu sekarang jika ada orang yang dicurigai.

Pasti semua karena uang.

Apa lagi alasan menculik anak orang kaya?

Astaga!

Jika ada telepon masuk, tolong diangkat.

Baiklah.

Ada telepon. Angkatlah.

PANGGILAN TIDAK TERJAWAB

LEE IL-SEONG, AYAH JU-YEONG

KAU DI MANA?

SEO WOO-JAE PANGGILAN MASUK

Bu Jeong, aku Seo Woo-jae.

- Kau di… - Kau di mana?

- Apa kau bersama Hae-won? - Apa kau…

Aku mendapat telepon dari Bu Lee.

Ada masalah apa?

Hari ini ulang tahun anakku.

Hae-won mendatangiku.

Kebetulan hari ini.

- Bu Jeong. - Tak ada yang terjadi sebelum dia datang.

- Bu Jeong? - Ho-su…

menghilang!

Apa maksudmu?

Tolong cari tahu.

Kau tinggal bersamanya.

Aku di perjalanan menemui Hae-won.

- Aku akan bicara dengannya, dan… - Di mana?

Aku mau ke sana. Di mana?

Ini belum jelas.

Aku akan cari tahu dan menghubungimu.

Bagaimana aku bisa percaya padamu?

Bagaimana aku bisa percaya kalian?

Sial.

Sial.

Sial.

Jangan sentuh!

Jangan sentuh itu! Jangan!

Tidak!

Di mana dia? Ho-su.

Saat itu final kejuaraan three cushion melawan Vito, pemain asal Italia.

Dia pemain kelas dunia.

Ho-su.

- Dari awal, pertandingan finalnya sengit. - Ho-su.

Tiga pukulan berturut-turut dengan sembilan poin.

Vito menyodok bola belakangan.

Tapi dia unggul tujuh poin sampai babak empat.

Semua kira aku akan kalah.

Tapi sejak babak sepuluh,

dia menyodok bola dengan buruk.

Dari situ…

aku mendapat sepuluh poin high run berturut-turut.

High run berturut-turut.

High run berturut-turut.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left