نخستین 200 خط.
Won Ho.
Tunggu sebentar.
Kita...
Kita cerai saja!
"Episode 1."
Halo.
Halo, teman-teman semua. Selamat pagi!
Jumlah penontonnya semakin banyak.
Bagaimana kalau kita mulai? Baik.
Halo, teman-teman semua.
Apakah kalian tahu hari ini hari apa?
Hari ini adalah hari diadakannya acara pemasangan gaun gratis,
yang telah J&White siapkan secara spesial.
Untuk para calon pengantin,
saat kalian melihat-lihat gaun,
biaya yang harus dikeluarkan setiap kali mencoba gaun,
pasti cukup membebani, bukan?
Jika kalian mengunjungi J&White hari ini,
kalian bisa mencoba gaun sepuasnya secara gratis.
"Aku ingin bertemu suami desainer anda!"
Suamiku?
"Sepertinya kesempatan seperti ini jarang ada."
Tentu saja.
Pastikan datang dan lihat langsung suamiku.
Tapi ini rahasia yang hanya aku ketahui,
hati suamiku bahkan lebih tampan daripada wajahnya.
Hari ini juga, demi aku,
dia bahkan membuatkanku jus seperti ini sebelum berangkat kerja.
"Kakak cantik. Desainernya juga datang?"
"Apa kami bisa bertemu langsung dengannya?"
Pokoknya, teman-teman semua,
karena aku sudah mempersiapkan acara hari ini dengan sangat baik,
jangan lewatkan kesempatan ini
dan pastikan untuk mengunjungi toko hari ini.
Acaranya dimulai dari pukul 11.00 Baik, sampai jumpa nanti.
"Sampai jumpa di toko! Aku sudah menantikan hari ini."
"Siaran langsung berakhir."
Hari ini, cuaca di seluruh negeri pada umumnya cerah,
meski sesekali akan berawan.
Pada pagi hari,
kabut tebal akan menyelimuti beberapa wilayah pedalaman,
sehingga para pengguna jalan harus berhati-hati
saat berangkat kerja dan sekolah. Angin akan bertiup cukup kencang
di pegunungan Gangwon dan pesisir timur.
Selamat pagi.
Pagi yang buruk. Suasana hatiku sangat buruk.
Apa ada masalah?
Kamu bertanya karena tidak tahu?
Coba kamu pikirkan baik-baik dengan jujur.
Manajer Song, apa aku berbuat salah.
Kamu minum-minum lagi kemarin, bukan?
Ya, aku minum-minum.
Apa kamu tidak tahu cara menahan diri?
Sudah kucoba, tapi tidak mudah...
Itulah sebabnya kamu terus mengingkari janji, dasar bodoh!
Kamu bukan mantan suami, tapi musuh bebuyutan!
Wakil Presdir.
Selamat pagi.
- Ya. - Selamat pagi.
Akhir-akhir ini, pendapatan perusahaan terus menurun,
jadi mari kita sukseskan acara hari ini,
dan kita ubah suasananya menjadi lebih baik.
- Baik. - Baik.
Kalian siapkan pamflet
dan daftar gaunnya agar bisa langsung menjawab
permintaan pelanggan saat mereka datang.
Kali ini, pelanggan yang datang akan banyak, bukan?
Tentu saja. CEO Baek sudah bekerja keras demi acara ini.
Acara ini akan sukses dan pendapatan perusahaan akan meningkat tajam.
Semangat!
Omong-omong, tolong selesaikan juga penataan ruang pamer pagi ini.
Aku sudah menyelesaikannya.
Aku baru saja memeriksanya dan tidak ada apa-apa.
Apa? Tidak mungkin.
Hei, apa yang kalian lakukan?
Di mana gaun-gaun yang ada di sini?
CEO Ji menyuruhku menggantinya dengan ini.
CEO Ji?
Tidak apa-apa.
Lakukan saja sesuai keinginan CEO Ji.
- Baik. - Benarkah?
Itu pajangan yang dipikirkan CEO Baek siang dan malam.
Yah, pendapat desainer J&White harus dihargai.
Permisi, apa ada orang?
Ya. Selamat datang.
Aku ingin konsultasi harga gaun.
Baik.
Biar aku saja.
Aku akan memandumu.
- Ya, tolong isi ini. - CEO Baek benar-benar...
Orang yang berjiwa besar, sangat besar.
Aku, Baek Mi Young.
CEO perusahaan pernikahan lengkap J&White.
Demi perusahaan, tidak ada yang tidak bisa atau tak akan kulakukan.
Semua gaun di sini sepertinya cocok untukmu.
Kalau begitu, pilih saja...
Ya, Bu.
Ya, pengepasan gaunnya sudah selesai.
Ya, Anda tinggal datang sekali lagi untuk mengepasnya.
Anda tidak punya waktu?
Kalau begitu, aku bisa membawa gaunnya ke sana. Ya, ya.
Jalan buntu akan kutembus.
Hal yang tidak kuketahui akan kupelajari agar bisa kulakukan.
Akan tapi, bahkan orang sepertiku pun
punya rintangan yang sulit diatasi,
yaitu desainer ternama, Ji Won Ho.
Suamiku.
"Acara spesial: Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai."
"Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai."
Yang ini harus menggunakan manik-manik yang sama.
Lihatlah tingkahnya.
Ada saja orang yang membuang sampah di lantai
padahal ada tempat sampah. Aku benar-benar muak, sungguh.
- Apa yang kamu lakukan? - Toh, kamu sedang menyapu.
"Motel Jihwaja."
Permisi.
Dengar, kamu tak boleh berbuat begitu pada orang lain.
Terus kenapa?
Lepaskan.
Menjijikkan sekali.
Kamu hanya tukang bersih-bersih.
"Motel Jihwaja."
Sial...
Hei, berengsek!
Apa?
"Motel Jihwaja."
Sudah kubilang kendalikan amarahmu.
Kenapa melempar barang ke wajah pelanggan?
Untungnya aku berhasil menenangkannya dan meminta maaf.
Jika begitu terus, Ibu bisa dipenjara.
Anakku sendiri dipermalukan seperti itu.
Orang tua mana yang hanya akan diam saja?
Tetap saja, dia itu pelanggan.
Persetan dengan pelanggan, keluarga selalu yang utama.
Bukan begitu, Ha Neul?
Ya, Nenek yang terbaik!
Aduh, cucuku yang manis ini memang pintar.
Omong-omong,
kamu tahu akhir pekan ini hari apa, bukan?
Akhir pekan ada harinya drama berseri.
Anak kurang ajar. Kamu tidak tahu hari ulang tahun ibumu?
Pokoknya, semua tentangmu itu buruk,
tapi ingatanmu yang terburuk. Paham?
Omong-omong, kamu kenal teman Ibu, Gi Sun, bukan?
Menantu Gi Sun, katanya,
menyiapkan hidangan ulang tahun untuknya sampai mejanya penuh.
Ada saja wanita yang sangat beruntung.
Mana ada menantu memasak hidangan ulang tahun
untuk mertuanya?
Tapi itu benar.
Ibu, jangan berharap sedikit pun untuk hal seperti itu.
Uang saku atau liburan mungkin saja, tapi hidangan ulang tahun?
Mimpi Ibu terlalu tinggi.
Apa? Mimpiku terlalu tinggi? Dasar berandal!
- Ha Neul, Ayah antar ke TK, ya. - Ya.
Kamu harus berpamitan pada Nenek.
- Aku berangkat. - Dadah, Ha Neul.
"Selamat ulang tahun."
Benar.
Aku juga ingin membuat menantuku
memasak hidangan ulang tahun untukku.
Mataku sakit.
Kenapa tidak ada seekor pun...
Seseorang pun yang datang?
Mungkin karena ekonomi sedang lesu.
Kalau begini terus, apa kita tidak akan bangkrut?
Bangkrut?
Direktur Song. Tarik kembali ucapanmu..
- Tarik kembali! - Aku tarik kembali.
Sepertinya,
promosi acara ini kurang berhasil.
Bukan kurang berhasil, tapi salah sasaran.
Fokusnya salah.
Bukannya mengadakan acara gratis seperti ini,
harusnya kita mempromosikan gaun seperti apa yang kita jual.
Bahwa J&White berbeda dari butik lain.
Bahwa kita punya sesuatu yang istimewa.
Itulah sebabnya sejak awal aku bilang cara ini tidak akan berhasil.
Benar, bukan?
"Pengepasan Gratis Gaun Calon Mempelai."
Selamat datang!
Halo.
Apa kamu datang untuk melihat acara kami?
Bukan begitu.
Aku datang karena ingin bertemu dengan kedua CEO.
- Kedua CEO? - Ya.
"Proyek Impian: Edisi Pernikahan."
"Kim Hye Won, Penulis, CSB."
Tawaran untuk tampil di acara ragam?
Ya. Pernahkah kamu mendengar tentang "Proyek Impian"?
Aku tahu acara itu.
Acara itu menampilkan orang-orang terkenal di bidangnya,
lalu mengabulkan permohonan orang biasa.
- Yang itu? - Ya.
- Mereka bahkan membangunkan rumah? - Ya, benar.
Ya, benar sekali.
Jadi, kali ini kami berencana mengangkat tema pernikahan.
Bagi orang yang tak bisa adakan pesta pernikahan karena kedaan,
kami akan membuatkan gaun pengantin untuk mereka.
Bagaimana menurut kalian?
No comments yet. Be the first to leave one.