نخستین 200 خط.
Sub bY VIU
Aku tidak pernah berpikir bahwa aku ingin mati.
Aku selalu ingin hidup.
Bekas luka ini ada karena aku ingin diperhatikan.
Aku bahkan tidak menggunakan pisau.
Aku menggunakan penggaris plastik kalau-kalau terasa sakit.
Bukan itu masalahnya sekarang!
Cepat ambil darahku!
Cepat ambil darahku!
Kamu benar.
Aku pasien.
"Episode 9"
Ada seseorang
Ada seseorang yang kusukai.
Astaga, selamat.
Aku ingin mengajaknya berkencan.
Tapi aku tidak mau...
Aku tidak mau menggelengkan kepala seperti ini di depannya.
Jadi, aku ingin cepat sembuh.
Bagaimana caramu mengajaknya berkencan?
Begini...
Kamu mau mendengarnya?
Tentu. Ceritakan.
Aku mulai gugup.
Aku tidak akan bertele-tele.
Maukah kamu berkencan denganku?
Itu saja?
Bagaimana... Bagaimana menurutmu?
Itu sederhana dan jujur.
Kurasa itu akan berhasil.
Benarkah?
Kalau begitu...
Kalau begitu, giliranmu menjawab.
Cepat.
Baiklah. Aku akan memberimu waktu.
Hati-hati di jalan. - Baiklah, sampai jumpa.
Si Joon.
Kenapa kamu memintaku mengobati Han Woo Joo?
Kamu sudah tahu sejak awal, bukan?
Kenapa kamu melakukan itu?
Karena aku tidak tahan melihatmu hidup seperti ini.
Apa salahnya dengan hidupku?
Kamu tidak memedulikan diri sendiri. Kamu hanya memedulikan pasienmu.
Kamu selalu bekerja keras karena kejadian delapan tahun lalu.
Aku mengirim Woo Joo kepadamu
karena kamu didiagnosis mengidap gangguan stres pascatrauma
dan kupikir dia mungkin bisa menyembuhkanmu.
Siapa yang memberimu hak untuk memberiku resep?
Aku hanya ingin kamu melanjutkan hidup secepat mungkin.
Tapi kenapa...
Kenapa kamu melakukan itu?
Ya, kamu benar.
Aku mengidap gangguan stres pascatrauma.
Kejadian delapan tahun lalu
masih sangat traumatis bagiku.
Tiap kali aku melihat pasien gangguan kepribadian ambang
itu mengingatkanku pada kejadian hari itu.
Dan itu membuatku ingin menghindari mereka.
Kamu tidak bisa menghindari mereka selamanya.
Kamu hanya menghukum dirimu sendiri.
Kamu tidak berencana mengobati dirimu sendiri.
Bagaimanapun
Han Woo Joo adalah pasienmu.
Jadi, obatilah dia lagi.
Setelah tahu dia mengidap gangguan kepribadian ambang
aku tidak bisa mengobatinya.
Apa kamu dokter?
Apa kamu psikiater?
Seorang pasien gangguan kepribadian ambang
pernah mengkhianatiku.
Satu insiden seperti itu
sudah lebih dari cukup.
Jika menolak Woo Joo sekarang, maka kamu bukan dokter.
Kamu bukan manusia dan aku tidak akan menemuimu lagi.
Apa aku cantik?
Apa? Apa katamu?
Dasar penyihir.
Dasar penyihir kejam.
Kamu yang paling kejam.
Hari itu, kamu juga membunuhku.
Dan dia pergi begitu saja. Aku tidak percaya ini.
Hei. Bagaimana seseorang bisa berubah begitu tiba-tiba?
Pikiran Dokter Lee pasti sedang sangat kacau hari ini.
Kurasa itu alasannya.
Dokter Park menghukumnya. Dia tidak boleh menemui pasien rawat jalan.
Apa itu artinya dia tidak bisa mengobati siapa pun?
Dia gila kerja.
Dia akan merasa seolah langit menimpanya.
Apakah gara-gara itu? Penggeledahan itu?
Ya.
Siapa yang memberi tahu jaksa?
Woo Joo. Kamu ingat pasien anoreksia
yang menjalani terapi panggung?
Hwang Bo Young. - Ya.
Dia sudah tidak dirawat.
Karena aku?
Karena perkataanku? - Itu bukan salahmu.
Tapi memang benar itu membuat Dokter Lee dalam masalah.
Dokter Lee sedang mengalami banyak hal saat ini.
Kamu harus mengerti.
Ini salahku.
Akulah masalahnya.
Aku tidak tahu selama ini.
Aku merasa sangat bersalah sekarang.
Astaga.
Woo Joo.
Bagaimana rasanya setelah berhasil menipu
dokter polos untuk bisa minum alkohol?
Aku yakin kamu merasa senang.
Selagi kita semua terpuruk.
Hei. Kenapa terus mengomel?
Ganti saja pakaianmu. - Aku akan pulang.
Begitu saja?
Jangan berpikir untuk memaksaku tetap di sini.
Jika memaksaku tetap di sini
kamu akan digeledah habis-habisan.
Baiklah.
Jika kamu ingin pulang, kami harus membiarkanmu pergi.
Tapi setelah kamu sadar.
Kamu tidak boleh pulang hari ini. Jadi, ganti pakaianmu.
Sial.
Aku tidak bisa berganti pakaian sebelum kamu pergi.
Beraninya kamu. Sudah kuduga.
Kembalikan. Itu milikku.
Itu milikku!
Kembalikan. Kembalikan!
Kembalikan. - Perawat Oh.
Kembalikan kepadaku.
Kemarilah. - Lepaskan. Lepaskan aku.
Lepaskan! - Apa yang terjadi?
Aku akan melaporkanmu ke Komisi Hak Asasi Manusia!
Aku akan melaporkanmu ke Komisi Hak Asasi Manusia!
Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Anda akan dialihkan...
Aku tidak bisa menghubungi Dokter Lee.
Kamu berhak memutuskan untuk memulangkan Bu Kim atau tidak.
Dia pasienmu. - Itu memang benar, tapi...
Apa memulangkan dia sekarang adalah hal yang tepat?
Aku ingin mendengar pendapat dokter Lee.
Awalnya, dia adalah pasiennya.
Seperti katanya, dia datang kemari
dan meminta untuk dirawat.
Jika dia mau pergi, kita terpaksa membiarkannya.
Kita tidak bisa mempertahankannya sehari lebih lama.
Dia mengancam akan melaporkan kita
ke Komisi Hak Asasi Manusia.
Kenapa kamu melamun? Telepon saja dia.
Dia mungkin tidak akan mengangkatnya.
Jika tidak diangkat, dia mungkin sangat sibuk.
Dia tampak sangat marah.
Denganmu? Benarkah?
Hei. Dia tidak berpikiran sempit.
Aku sangat ingin akrab dengan Dokter Lee.
Apa aku tipe wanita yang membuat pria mudah bosan?
Dia bukan pria. Dia seorang dokter.
Kamu punya maksud tersembunyi?
Seperti apa?
Maksudku...
Kamu memang tampak agak khawatir.
Dia bukan tipeku.
Kamu begitu cepat jatuh cinta kepada siapa pun.
Hei. Siapa wanita itu?
Apa yang dia lakukan di depan restoranku?
Dia salah satu pasien. - Pasien apa?
Sudah jelas dia habis minum-minum.
Dia pecandu alkohol.
Satu lagi? - Dia bilang dia tahu
yang melaporkan Dokter Lee asalkan diberi minuman.
Dan Woo Joo termakan umpannya.
Katanya dia boleh pulang hari ini.
Apa dia boleh minum?
Ini sulit dipercaya.
Ambil botol itu darinya sekarang!
Ada apa dengan Woo Joo juga?
Ini bisa menyebabkan masalah besar.
Hei. - Apa?
Kamu sungguh tahu siapa yang melaporkan Dokter Lee?
Kamu bilang akan memberi tahu setelah satu minuman
dan kamu sudah minum banyak.
Pelakunya
ada di dalam rumah sakit.
Seorang pasien. - Dokter.
Benarkah? - Gelasku kosong.
Kamu harus pergi sekarang.
Kamu tidak bisa melakukan ini di hari kepulanganmu.
Kamu juga hentikan. - Hei.
Pengadunya adalah seorang dokter.
Dokter yang mana? - Hei.
Dia berpura-pura untuk mendapatkan minuman gratis.
Kamu tinggal di mana? Aku akan memanggilkan taksi.
Aku tidak tinggal di mana pun.
Kamu mau kembali ke rumah sakit? Haruskah aku menelepon mereka?
Kamu meremehkanku?
Untuk apa aku kembali ke sana?
Jika mau tahu siapa pengadunya, ambilkan aku alkohol lagi.
Tidak. Kamu bisa terkena masalah.
Tidak ada minuman lagi sampai kamu memberiku nama.
Kalau begitu, aku akan membeli soju sendiri.
Aku akan mengambilnya sendiri.
Aku akan pergi dan...
Hei.
No comments yet. Be the first to leave one.