هماهنگ با نسخه‌های زیر

Black Clover - 37
ناشر Inisial ZA
37. Seseorang yang Tak Punya Kekuatan Sihir

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2018-06-26
تعداد دانلود: 44
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 190 خط.

Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.

Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.

Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.

Sepertinya sihir kuat tadi benar- benar mengenai dirinya sendiri, ya.

Asta dan yang lainnya berhasil kalahkan pemimpin Mata Matahari Tengah Malam, Licht.

Tapi, tiga orang terkuat di kelompok Mata Matahari Tengah Malam yaitu Tiga Mata muncul.

Duh, situasinya sepertinya cukup parah, ya.

Beraninya serangga seperti kalian sakiti temanku.

Aku benci orang yang sakiti Licht.

Rhya si pengkhianat.

Vetto si keputusasaan.

Fana si pembenci.

Karena kalian sudah datang, aku tak perlu khawatir lagi.

Menghadapi tiga lawan yang kuat, mereka pun terpojok kembali.

Kurasa sekarang sudah saatnya akhiri semua ini.

Sihir Roh: Napas Salamander!

Tapi, tiba-tiba mereka datang.

Komandan Pasukan Belalang Hijau, Jack the Ripper.

Komandan Pasukan Mawar Biru, Charlotte Rosary.

Komandan Pasukan Elang Perak, Nozel Silva.

Sepertinya kau sedang bersenang-senang ya, Yami.

Halaman 37 Seseorang yang Tak Punya Kekuatan Sihir

Syukurlah kau baik-baik saja.

Lalu, Kak Baro berubah jadi manusia lumpur.

Jadi, kalian berdua juga dimanfaatkan oleh Mata Matahari Tengah Malam?

Tapi, tetap saja kakakku dan aku menculik anak-anak itu dan curi sihir mereka.

Karena itulah aku berencana tebus dosaku dan juga dosa kakakku.

Aku akan serahkan diri pada Kesatria Sihir.

Lalu dengan begitu, Asta...

Dia sendiri yang bilang padaku.

Ya.

Setelah masa hukumanmu selesai, ayo kita jadi teman.

Kau itu pengguna sihir yang hebat, jadi kau pasti akan terkenal.

Begitulah katanya.

Aku benar-benar minta maaf.

Tak ada gunanya minta maaf padaku.

Setelah kau tebus kesalahanmu,

kau akan jadi temannya Asta, 'kan?

Kalau begitu, kau juga ikutlah doakan supaya Asta kembali dengan selamat, ya.

Ya.

Dasar, apa sih yang dilakukan si Asta itu?

Cepat kembalilah.

Asta, semoga kau bisa kembali dengan selamat.

Bukan berarti aku peduli dengan nasib si Asta Bego.

Aku tak peduli, ya!

Ah, dasar, kenapa akhir- akhir ini aku jadi begini?

Aku itu sedang mengeluh sama siapa?

Begitu.

Dia juga jadi temannya Asta.

Apa dia juga orang yang disukai Asta?

Kalau ada orang seperti dia, aku pasti akan kalah.

Tidak, bukan waktunya pikirkan hal seperti itu.

Saat Asta dan teman-temannya nanti kembali, aku akan lakukan apa yang kubisa.

Sip!

Bala bantuan, ya?

Hoi, Yami, kau curang.

Kau bersenang-senang melawan musuh seperti mereka seorang diri.

Bagaimana?

Apa mereka terasa nikmat waktu ditebas?

Tidak, tidak, sama sekali tak nikmat.

Mereka itu seperti kertas.

Padahal aku tadi berencana habisi mereka, tapi kalian malah menghalangi.

Mana mungkin.

Kau terlihat babak belur begitu!

Babak belur?

Siapa yang babak belur?

Oh ya, bagaimana kalau kau kuhabisi sekarang saja?

Aku bisa balaskan dendamku selama ini.

Ah, dia kumat lagi.

Bodoh banget.

Maaf, tolong ampuni aku, deh.

Bodoh, mana mungkin aku menghabisimu sekarang!

Kalau mau menghabisimu, aku ingin kau berada dalam kondisi primamu!

Kalau tidak, tak ada gunanya.

Mau sampai kapan kau duduk di sana?

Sebagai laki-laki, kau sangat menyedihkan.

Dasar bodoh.

Tanah di sini mencintaiku, jadi mereka tak ingin aku berdiri, tahu.

Yang bodoh itu kau!

Mana mungkin tanah mencintai sampah sepertimu.

Duh, kasar banget.

Kalau sikapmu terus begitu, kau nanti tak dapat suami, lo!

Wah.

Aku tak butuh suami!

Medan tempur adalah kekasihku!

Medan tempur kekasihmu?

Kasihan banget, ya.

Kenapa aku menghinanya lagi?

Selain itu, kenapa aku jatuh cinta pada pria sepertinya?

Tapi, aku tetap tak bisa berhenti memikirkannya.

Sudah terlambat kalau aku bilang suka padanya sekarang.

Selain itu, kalau aku bilang suka padanya, entah apa pendapat mereka nantinya!

Kakak, apa kau serius?

Dia itu laki-laki, lo!

Kakak serius?

Apa yang kupikirkan?

Sekarang bukan saatnya untuk pikirkan itu.

Mata Matahari Tengah Malam.

Ketua dan para petingginya, ya.

Jadi, petinggi para pengkhianat yang menyerang negeriku berkumpul semuanya di sini, ya.

Sungguh kesempatan yang sangat sempurna.

Akan kubereskan mereka dengan tanganku sendiri.

Wah, keren sekali.

Enyahlah kau dari pandanganku, Orang Asing.

Ya, terima kasih atas perhatianmu, Tn. Berharga Diri Tinggi.

Hoi, bagaimana caranya dia menata rambutnya seperti itu, ya?

Karena dia bangsawan, bukankah rambutnya itu ditata oleh pelayannya?

Aku yakin dia punya penata rambut sendiri, lo.

Ada yang menatakan rambutnya?

Payah, dong?

Kalau begitu, dia menata rambutnya sendiri?

Kalau begitu, dia menjijikkan banget, dong.

Sebelum mereka, apa kalian dulu yang kubereskan, ya?

Jangan sia-siakan energi sihirmu pada orang asing.

Aku takkan menahan diri.

Entah kenapa, aku jadi bersemangat.

Aku juga masih bisa bertarung!

Jangan ikut campur, Tikus Kampungan.

Saat para Komandan sudah turun tangan,

prajurit yang kemampuannya rendah, hanya akan bebani kami.

Terutama anak kampungan sepertimu yang tak punya energi sihir.

Baiklah!

Keputusasaan sejati berada di akhir pertempuran!

Dan keputusasaan dari prajurit yang terkuat itu bumbu terlezat!

Dia itu bicara apa, sih?

Kita akan buru beberapa tikus.

Ayo!

Kau bersemangat sekali sih, Vetto.

Merepotkan saja.

Ya, terserah saja, lah.

Demi Licht, aku akan berusaha sedikit lebih keras!

Karena itulah, biar aku yang hadapi nona cantik itu!

Kalau aku menang, kau harus mau minum denganku, lo!

Kalau kau menang?

Kalau begitu, kita takkan pernah minum bersama.

Sihir Penciptaan Mawar Liar: Tamanan Pemburu Mayat!

Terima ini!

Wah!

Sihir Pemotong: Death Scythe!

Lawanmu adalah aku, Pria Besar!

Komandan Belalang Hijau, ya?

Serangga sepertimu berani- beraninya melawanku.

Jangan remehkan serangga!

Padahal kau hanya belalang rendahan.

Akan kukoyak tubuh dan sayapmu hidup-hidup.

Bear Claw!

Yang punya urusan denganku adalah kau.

Sihir Merkuri: Tombak Perak!

Kau mau sakiti Licht juga?

Aku membencimu.

Matilah.

Apinya lelehkan merkurimu!

Mau bertukar tempat, Tn. Bergaya?

Tutup mulutmu.

Api rendahan seperti itu takkan bisa lukaiku.

Kau pikir, selama ini dengan siapa aku bersaing?

Apa ini?

Mereka seperti bencana alam saja!

Karena debu ini, aku jadi tak bisa melihatnya.

Wah, mereka berusaha keras sekali, ya.

Si Jack itu, tebasannya tadi hampir saja kena, 'kan?

Charlotte juga lumayan.

Kepangnya si Nozel itu juga tak rusak sama sekali.

Komandan bisa melihatnya?

Aku gunakan ki.

Cobalah merasakannya meskipun kau tak bisa melihatnya.

Hoi, Finral.

Ya?

Sihir perpindahan ruangmu setidaknya sudah bisa digunakan sekali saja, 'kan?

Kita akan pulang, 'kan?

Ayo kita lakukan.

Biarkan mereka atasi ini dan...

Komandan Kesatria Sihir memang kuat.

Tapi, mereka takkan bisa kalahkan Tiga Mata.

Karena kami dicintai oleh mana.

Karena itulah,

pasti ada yang tak beres.

Manusia rendahan yang tak dicintai mana dan tak punya energi sihir,

bisa memiliki grimoire itu.

Aku harus segera mendapatkannya kembali.

Aku sudah membuatnya babak belur.

Mana mungkin kubiarkan kabur!

Sudah kuduga kau akan lakukan itu!

Dia menyerang balik?

Gawat.

Komandan Yami!

Ya ampun, sepertinya kau terlalu remehkan bos kami, ya.

Selamat tinggal.

Licht.

Kau juga incar kepala ketuanya, 'kan?

More Indonesian subtitles for Black Clover (ブラッククローバー)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left