نخستین 200 خط.
"Ryeo Un"
"Choi Hyun Wook"
"Seol In Ah"
"Shin Eun Soo"
"Twinkling Watermelon"
"Sponsor produksi"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Staf menjamin keselamatan aktor cilik dalam syuting drama ini"
"Maaf. Seharusnya aku tidak jatuh cinta. Aku membuat kesalahan."
"Aku punya impian dan tujuan."
"Itu impianku dan impian keluargaku juga."
"Pada tahap ini dalam hidupku, mengencani seseorang"
"akan terasa membuang-buang emosi dan waktu, dan itu tidak berguna."
"Tidak berguna?" Apa?
Itu yang ingin dikatakan Kak Eun Ho kepadamu.
Katakan sendiri.
Aku tidak percaya pria ini.
"Katakan sendiri. Aku tidak percaya pria ini"
Aku akan kirim pesan nanti.
Maaf. Jangan hubungi dia sampai dia masuk kuliah.
Hei! - Kakakku minta memberi tahu itu.
Dasar egois.
Diam.
"Episode 10"
Empat selesai. Tinggal satu lagi, bukan?
Berikan nomornya sekarang.
Tidak mungkin. Yang ini, kakak sungguh tidak bisa.
"Tidak mungkin"? Apa maksud Kakak?
Kakak berjanji akan memutuskan hubungan dengan mereka semua.
Cepat serahkan.
Gadis pemain selo itu, bukan?
Serahkan. Ayolah.
Tidak, dia istimewa bagi kakak.
Ini masa yang penting bagi Kakak. Kakak tidak tahu itu?
Masuk kuliah tidak akan mudah
bahkan jika Kakak hanya fokus pada latihan.
Kakak harus mulai serius memikirkan masa depan Kakak.
Kamu melakukan ini demi masa depanmu, bukan masa depan kakak.
Apa?
Kakak harus meraih impian agar kamu bisa bebas dari beban ini.
Kak Eun Ho.
Eun Gyeol, jalani saja hidupmu.
Kakak akan mencari tahu harus bagaimana dengan hidup kakak.
Dari waktu ke waktu, biarkan dirimu menikmati momennya.
Biarkan dirimu jatuh cinta, seperti kakak.
Jangan sia-siakan masa mudamu karena kakak atau keluarga,
sebab kamu tidak bisa mendapatkan kembali masa mudamu.
Biarkan dirimu bersinar selagi bisa.
Lakukan hal-hal yang membuat jantungmu berdebar.
Itu tidak akan membuat duniamu hancur.
Kamu tumbuh menjadi pemuda yang baik.
Kamu mau masuk sebentar? Ada yang ingin kuberikan kepadamu.
Astaga. Pantang bisa memesona.
Pengendalian dirimu mengesankan.
Aku pasti sudah gila.
Bu Choi memberiku gitar Pak Viva.
Aku harus berterima kasih kepadanya. Apa yang baru saja kulakukan?
Ayolah. Tidak apa-apa.
Rasa malu akan membuatmu terjaga di malam hari selama sebulan.
Tapi setelah itu, kamu akan segera melupakannya.
Kenangan memalukan juga berharga.
Astaga. Tidak apa-apa.
Menyukai seseorang juga pengalaman berharga,
seperti cinta pertamamu.
Aku merasa terhormat karena aku orang yang kamu sukai.
Kakak ingat? Hari itu, Kakak bilang kepadaku
hidup tidak perlu sempurna agar bisa bersinar.
Momen-momen kecil yang membuat hidupmu berkelip,
dan kebahagiaan adalah
yang kamu alami saat momen itu terjadi.
Tapi jujurlah kepadaku.
Bisakah aku membiarkan diriku bersinar dari waktu ke waktu?
Aku yakin kamu belum pernah berkencan.
Bisakah aku membiarkan diriku mengikuti hatiku sesekali?
Kamu tidak pernah berkencan, bukan? Sudah kuduga!
Apa duniaku benar-benar tidak akan hancur?
Lihat dirimu, kamu tidak pernah berkencan
Kamu tidak pernah berkencan.
Hei.
Begini...
Potret itu.
Apa itu aku?
Tapi kenapa?
Jangan bilang...
Hei, apa kamu
menyukaiku?
Hei, kamu tahu... - Hei.
Kamu dahulu. - Kamu dahulu.
Atau haruskah aku... - Aku dahulu?
Tentang sebelumnya. - Mari berpura-pura tidak terjadi.
Ya, aku mengerti.
Cuaca ini, udara lembap, dan suasana romantis ini.
Semua hal ini
memprovokasi pikiran kotormu.
"Pikiran kotor?" Apa?
Tidak apa-apa. Aku sangat mengerti.
Anggap saja itu tidak pernah terjadi
dan mari saling menjaga jarak.
Selalu jaga jarak setidaknya lima meter dariku, ya?
Kenapa aku harus melakukan itu?
Kamu tahu alasannya.
Kamu curang untuk mencuri bola dari Yi Chan.
Seperti kataku, aku ingin adil ke kalian berdua sampai festival.
Kamu tidak sepenuhnya salah,
tapi kamu membangun dinding di sekitarmu.
Aku agak tersinggung.
Tentu saja.
Aku tidak bisa bilang aku tidak bertanggung jawab sebagian.
Astaga, anak laki-laki berusia 18 tahun seperti binatang buas.
Kuakui aku lengah.
Kalau begitu, akan kukurangi dua meter.
Selalu jaga jarak setidaknya tiga meter dariku, ya?
Tentang kejadian tadi... - Baiklah.
Selalu jaga jarak setidaknya dua meter dariku. Diskusi selesai.
Sampai jumpa.
Ini gila. Aku pasti sudah gila!
"Tentang kejadian tadi?" Apa yang akan kamu katakan?
Bahwa kamu menyesal? Bahwa itu kesalahan?
Bahwa itu bagian dari misimu? Jika bukan itu...
Jika bukan itu,
apa itu?
Kejadian tadi.
Ada apa?
Ada apa? Kita mau ke mana?
Apa arti tanda-tanda itu?
"Apa arti tanda-tanda itu?"
Artinya, "Jangan pergi. Tetaplah bersamaku."
Kenapa kamu bertanya? Ada yang mengatakan itu kepadamu?
Lalu bagaimana dengan ini?
"Terima kasih sudah menyelamatkanku."
"Dan maafkan aku."
"Aku tidak tahu kamu yang menyelamatkanku."
Itu Yi Chan, bukan?
Yi Chan bilang begitu. Benar, bukan?
Lampunya hijau.
Aku ingin belajar bahasa isyarat.
Agar aku bisa berteman.
Kamu akan mengajariku, bukan?
"Kamu akan mengajariku, bukan?"
Ya. Aku akan mengajarimu.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Jadi, sudah beberapa hari. Kamu senang bekerja sebagai tutor inap?
Ya, itu menyenangkan.
Kamu ingat janjimu kepadaku, bukan?
Biar kukatakan lagi. Aku harus melihat hasilnya dalam sebulan.
Jika tidak, akan ada konsekuensinya.
Jangan khawatir. Aku selalu menepati janjiku.
Kalau begitu, aku akan menantikannya.
Kamu boleh pergi. - Baik, Pak.
Ada lagi yang ingin kamu katakan?
Pak, sebentar lagi Anda akan melakukan perjalanan dinas.
Bagaimana jika Anda membeli mesin faks untuk putri Anda?
Aku menyelamatkanmu, dan kini kamu memerintahku?
Jika Anda membelikannya mesin faks sebagai hadiah,
dia bisa menggunakannya untuk berkomunikasi dengan dunia.
Itu juga bisa bantu Anda mencapai hasil yang Anda mau lebih cepat.
Kurasa kamu belum belajar apa artinya melewati batas.
Maksudku itu bisa memaksimalkan keuntungan Anda, yang Anda suka.
Baiklah, kalau begitu.
Kenapa aku harus menuruti permintaanmu?
Aku pengusaha. Aku tidak pernah menerima kesepakatan merugikan.
Saat aku memberi satu hal, aku selalu dapat dua hal.
Apa yang bisa kamu tawarkan jika aku menuruti permintaanmu?
Apa yang bisa kamu berikan?
Senyumnya.
Apa?
Akan kutunjukkan senyum putri Anda.
Bukan yang palsu.
Senyum asli. Yang hanya bisa dilihat saat seseorang benar-benar bahagia.
Apa?
Kutinggalkan ini karena aku harus menjaga jarak setidaknya dua meter.
Aku mencucinya untukmu saat mengisi bensin
dan memperbaiki beberapa hal.
Tentu saja, dia harus memberitahuku bahwa dia melakukan hal ini.
Suhu hari ini, tingkat kelembapan, suasana,
dan seluruh alam semesta mendoakan hari yang indah untukmu.
Kamu mau berlatih?
"Aku ingin menjadi temanmu."
"Aku ingin lebih mengenalmu."
Bagus.
Senang melihat kalian berdua dalam perjalanan ke sekolah bersama.
Bisa luangkan waktu sebentar sebelum kelasmu?
"SMA Seni Seowon"
Eun Gyeol.
Ya, Bu.
Apa aku lelucon bagimu?
Apa?
Sudah kubilang kamu tidak boleh memakai
bahasa isyarat di rumahku.
Aku ingin tahu alasan Anda, yang bisa kupahami.
Tiap keluarga punya metode pendidikan sendiri.
Aku bisa dengan yakin mengatakan itu cara terbaik membesarkan Chung Ah,
seperti orang yang tidak tuli.
Anda yakin hanya itu alasannya?
Apa ada alasan lain?
Mungkin, Anda sengaja mengisolasi Chung Ah
dan memastikan dia tidak bisa berkomunikasi dengan Pimpinan Yoon
untuk mendapatkan sesuatu.
No comments yet. Be the first to leave one.