نخستین 156 خط.
Kukira perutmu gemuk,
ternyata perutmu berotot.
Apa maksudmu?
Seorang atlet harus memiliki otot perut seperti itu.
Kalian kemari untuk bermain-main?
Mari pemanasan dahulu.
Oper bolanya.
Lempar!
Tangkapan bagus.
Maju. Baiklah.
Jika tidak bisa, rapatkan kaki kalian.
Baiklah.
Satu, dua, tiga, empat.
Kau hanya bisa sampai sejauh itu?
Jangan bicara denganku.
Embuskan napas.
Satu, dua.
- Embuskan napas. - Cukup.
Sedikit lagi. Turunlah.
Halo.
Kita bertemu lagi, Namkoong.
Astaga, aku bukan Namkoong. Aku Namkoong Ji-soo.
Kalian di sini untuk belajar bertinju?
Kami datang untuk merasakan itu,
tapi kurasa kami bisa berhenti di sini.
Kenapa? Kalian harus mempelajarinya.
Itu olahraga terbaik.
Kujamin berat badan kalian akan turun 1kg dalam sepekan.
Kau tahu kami di sini untuk menurunkan berat badan?
Banyak orang datang saat liburan.
Hei, jika sudah selesai latihan,
bisakah kau melatih mereka di sirkuit menggantikanku?
- Aku akan pergi berlari. - Baiklah.
- Pakai set olahraga termudah. - Baiklah.
Teman-teman, ikuti aku.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
[Episode 13, Aku Benci Musim Panas dan Aku Benci Kau Juga.]
Oper.
Aku tahu sehebat apa kau sekarang.
Kau tidak sehebat itu. Ini membosankan.
Aku akan maju. Astaga.
Tipu.
Dasar bodoh. Apa itu tipuan jika kau mengatakannya lebih dahulu?
Maaf.
Hei, Lee Gang.
Hei. Oper.
Bagus.
Itu lemparan yang bagus.
Maaf soal tadi.
Sudah kubilang oper bolanya.
Kau dijaga, bagaimana kau bisa melewati dia?
Kau ingin mengabaikan posisimu?
Aku terus bertanya-tanya apakah kau mata-mata
untuk tim lain.
Paruh pertama berakhir. Mari istirahat 10 menit.
- Baiklah. - Baiklah.
- Kau melihatku bermain? - Ya, kau tampak sangat keren.
Tapi kapan kita pergi?
Sedikit lagi. Kami akan segera selesai.
Kenapa kau merajuk lagi?
Entahlah. Ini panas.
Apa yang kulakukan di sini sendirian?
Astaga.
Hei. Apa yang kau setujui saat bersamaku?
Maafkan aku.
Saat mulutku bosan...
Apa yang kau lakukan?
Aku bosan.
- Semua orang melihat. - Siapa yang melihat?
Tunggu. Istirahat di sini.
Kalian tidak punya pacar yang bisa diundang? Jung-ah bosan.
Apa? Jung-ah?
Bukankah nama pacarmu Joo-hee?
Hei, tutup mulutmu.
Kalian tidak kenal wanita yang bisa kalian undang? Joo-hee...
Maksudku, Jung-ah bosan.
Gong Ju-young, katamu pacarmu cantik,
undang dia.
Kurasa aku tidak boleh mengundangnya sekarang.
Dia sedang dekat dengan pacarnya sekarang.
Apa?
Apa? Sudah berapa bulan mereka bersama?
Sudah sejauh mana hubungan kalian?
Apa? Apa maksudmu?
Maksudku kontak fisik, Bodoh.
Lihat. Bergandengan saja dia hampir tidak pernah.
Ini lebih menyedihkan daripada membuat frustrasi.
Kau ingin tahu cara dekat lebih jauh dengannya?
Tidak ada yang ingin kupelajari darimu.
Astaga, kau hampir membuatku kesal.
Bagaimana denganmu, Kyung-woo? Kau kenal banyak wanita.
Tidak ada yang bisa kau undang?
Tidak. Aku tidak kenal banyak wanita.
Kau pikir aku sepertimu?
Astaga, dasar berandal.
Bagaimana denganmu, Jung Sang-hoon?
Apa itu? Ada apa dengannya?
Apa ada...
Astaga, tidak ada orang di sini yang bisa mengundang pacar mereka.
Astaga, jangan meremehkan kami.
Bukankah seharusnya kau bertanya kepada kami?
Kalian punya pacar yang bisa kalian undang?
- Tidak. - Tidak.
Jab. Satu, dua.
- Satu, dua. Satu, dua, satu. - Jab.
Satu, dua, tiga. Weaving. Satu, dua. Satu, dua. Terakhir, uppercut.
Kalian lihat itu? Sekarang ikuti aku.
Satu, dua. Satu, dua, satu.
Satu, dua, tiga, empat. Satu, dua. Weaving.
Satu, dua. Satu, dua. Terakhir, uppercut.
Bagus.
Bagus. Kita akan melakukannya lagi.
Satu, dua. Satu, dua, satu.
Satu, dua, tiga. Satu, dua, satu, dua.
- Weaving. Satu, dua. - Hei!
Kenapa menyuruh orang yang kali pertama kemari melakukan kombinasi?
- Berhentilah pamer. - Baiklah.
Istirahat 10 menit.
Ikuti aku.
Sayang.
- Aku tidak bisa pergi. - Apa?
Aku bahkan belum mengatakan apa pun.
Apa?
Aku bermain basket dengan yang lain
dan aku ingin tahu apa kau bisa datang
Aku menolak.
[Aku di pusat kebugaran A-ram untuk belajar bertinju.]
Dua. Dua.
Enyahlah.
Maafkan aku, Ja-rim.
Tidak apa-apa.
Layarnya retak.
Aku sungguh minta maaf. Apa yang harus kulakukan?
Tidak, hanya pelindung layarnya yang retak.
Syukurlah.
Baiklah.
Hei, pacarmu tidak datang?
Sepertinya hanya kau yang berpikir kalian berkencan.
Itu tidak benar!
[Beri tahu aku jika kalian sudah selesai berolahraga.]
Ayo. Ayo kita cari makanan. Mari makan.
- Aku juga. - Kau boleh pergi.
Aku berusaha penuh mengajarimu. Apa kau akan begini?
Kenapa kau merengek? Apa kau anak-anak?
Dia lebih tidak merengek daripada Gong Ju-young.
Entah bagaimana dia tahu kita selesai, tapi dia mau aku menyorakinya.
Itu sangat penting bagi pria.
Benar. Bantu dia menjaga harga dirinya.
Kenapa ini sangat penting?
- Kau sudah lama menunggu? - Ya.
- Aku mau pergi. Sampai nanti usai kerja. - Baiklah.
- Sampai nanti. - Baiklah.
Kurasa pacarmu tidak datang.
Dia tidak bisa datang karena punya rencana penting.
Sial. Apa ini?
Permisi, apa Gong Ju-young ada?
No comments yet. Be the first to leave one.