نخستین 200 خط.
"Semua kisah, nama, tokoh"
"Dan insiden di drama ini merupakan fiksi semata"
"Tiga tahun lalu, 22 Juni 2015, pukul 23.40"
"Pantai Kota Poongsan, Sokpo"
Ada sumur tua di kebun di rumah masa kecilku.
Di hari yang cerah, langit yang biru memantul di permukaan sumurnya.
Tapi pada malam hari,
sumur itu kegelapan tidak berdasar.
Kang Woo. Tolong aku, Kang Woo.
Tolong.
Sakit.
Potong dia dengan rapi.
Kang Woo.
Tolong aku, Kang Woo.
Tunggu, Hyung Joon!
- Hyung Joon! - Senyum ke arah kamera.
Siapa kalian?
Hyung Joon!
Lepaskan! Lepaskan, Berengsek!
Jangan bergerak! Tunggu.
Jangan membunuh tanpa izinku.
Paham? Bagus.
- Urus dahulu yang satu ini. - Siapa kalian?
Pikirmu kamu bisa hidup setelah melakukan ini?
Di dunia ini,
banyak yang bisa dikendalikan dengan menghadapinya langsung.
Misalnya,
orang yang dikuasai oleh kemarahan dan kebencian.
Omong kosong!
Bedebah. Hentikan.
Hentikan kataku.
Aku suka tatapanmu.
Tatapan orang yang dikuasai kemarahan.
Ayo.
Lebih marah lagi!
Kemarahan itu akan menjadi penyelamatmu.
Baiklah. Senyum.
Sialan.
Kamu juga ingin membunuh dia.
Aku hanya mengabulkan keinginanmu. Jadi, kenapa melawan?
Dasar gila. Hentikan omong kosongmu!
Mengecewakan. Kukira kamu akan paham.
Berikan itu.
Berterima kasihlah setiap kamu melihat luka itu.
Paham?
Potong pergelangan kakinya. Aku selalu ingin
memotong pergelangan kaki detektif.
Bajingan!
Sial.
Kurang ajar. Kuhabisi kamu setelah aku bebas!
Suara apa itu?
Tunggu. Ada yang jatuh ke air?
- Bos! - Ya?
Ayo ke sana.
- Akan kuangkat mereka. - Diam. Jangan bergerak!
Ada perahu di sana.
Halo? Ya.
Seseorang terjatuh ke laut.
Sejujurnya, menurutku kamu menyebalkan.
Tapi aku menyukaimu karena kamu ahli menangkap kriminal.
Itulah tugas terpenting polisi.
Benar?
Ayah bilang ada sumur di setiap hati manusia.
Jika kita terlalu sering menatapnya,
manusia bisa kehilangan akal sehatnya.
Kata-kata yang telah kulupakan itu terlintas dengan tajam.
Akhirnya aku mengerti.
Aku bertemu sumur yang terburuk hari ini.
Sumur berbau busuk
karena kemarahan dan kebencian.
Ada apa?
"Kebencian menguatkan manusia"
Astaga, lihat itu.
Mengerikan.
"Siapa pun yang berusaha menghentikanku akan dibunuh"
Tanggal 27 Maret lalu, seorang pemimpin kultus
mencabuli dan membunuh putri temannya
dengan dalih membersihkan pikiran jahat gadis itu.
Mereka kecanduan sebuah komunitas daring.
Mereka mengaku membunuh di siaran langsung di internet...
Mereka menikam gadis itu dengan pisau
karena dia menolak keselamatan.
Tragedi ini mengejutkan.
Seorang pria yang dipuji saat membintangi acara TV
- bersama putrinya bulan lalu... - Data pribadinya...
Selanjutnya, berita kejahatan yang dipicu kebencian.
"Voice 2"
"Episode 1 - Golden Time Kedua"
"Di seluruh penjuru dunia, batas waktu di bilik foto"
"Dan waktu tanggap darurat adalah tiga menit"
"Itu karena tiga menit waktu yang cukup"
"Untuk menghadirkan keajaiban di kehidupan manusia. Takai Nobuo"
Setelah Mo Tae Goo dibunuh di rumah sakit jiwa tahun 2017,
Badan Kepolisian Nasional, yang mengakui kepiawaian
Tim Golden Time, berjanji mengembangkannya.
Mereka mengandalkan kami untuk memilih tantangan berikutnya.
Sayangnya, Komandan Tim, Moo Jin Hyuk, cuti
dan pergi ke Amerika Serikat demi pengobatan putranya
dan Agen Oh Hyun Ho berkuliah di Jepang.
Tapi Kapten Jang Kyung Hak, yang pensiun, kembali bergabung
dan menjadi komandan.
Kami juga kedatangan anggota baru, Jin Seo Yul,
yang melindungi Tim Golden Time.
Tapi kabar paling baik,
Detektif Shim Dae Shik yang koma karena Mo Tae Goo
siuman tiga bulan lalu
dan kembali bergabung dengan pasukan.
Tim Golden Time yang baru ini
selalu menyeimbangkan kehidupan dan kematian
dan mendengarkan suara orang yang membutuhkan kami.
Kami berusaha maksimal
untuk berdiri di garda depan di setiap TKP
dan mendatangi korban secepat mungkin.
Itulah kewajiban Tim Golden Time.
Aku kapten satuan Saluran Siaga 112 Tim Golden Time,
Kang Kwon Joo.
Bawa dia kemari. Bawakan dia kemari.
Sudah meneleponnya? Cepat bawa dia kemari.
Bawa dia kemari.
"2 Juni 2018, pukul 17.00"
"Penyanderaan terjadi di kereta di Stasiun Samsu Seongun"
Itu C-4, bahan peledak untuk meledakkan bangunan.
ledakannya bisa membunuh orang dalam radius 10 meter.
Pak.
Ada beberapa penumpang pengidap klaustrofobia
di kereta yang terhenti di rel.
Bagaimana dengan para petinggi?
Mereka sedang bebas tugas. Jadi, mereka sedang kemari.
Bawa dia kemari.
Aku bisa gila.
Berita terkini mengenai tersangka yang membawa dinamit
dan menyandera seorang penumpang
di kereta di Stasiun Samsu Seongun.
Polisi mengepung tersangka.
Menurut polisi, tersangka belum dikenali.
Dia mengajukan permintaan aneh,
yaitu dibawakan wanita yang mengejeknya.
Untungnya, belum ada korban jiwa.
Mayoritas penumpang telah dievakuasi ke tempat aman
berkat kesigapan para pegawai stasiun.
Namun, kecemasan meningkat
karena masih ada beberapa penumpang di kereta.
Bawa dia kemari.
Tenanglah.
Aku Detektif Park Joon Ki dari Tim Golden Time.
Tolong santai saja
dan turunlah dari kereta.
Cukup. Cepat bawa dia kemari.
Kamu bergunjing tentangku dengannya?
Tidak, tenanglah.
Aku akan kembali. Ya?
Enyahlah!
Jangan bergerak.
Pasukan khusus telah dipanggil dan penembak jitu siap di posisi.
Bagaimana selanjutnya?
Tunggu sebentar.
- Tolong aku. - Tolong aku.
Dua sandera tampaknya mahasiswa dari universitas di sekitar sini.
Kami masih berusaha mengenali sandera lain.
Kami berusaha mencari tahu dari mana tersangka naik.
Kurasa kami butuh waktu lebih lama.
Itu dinamit sederhana.
Penjinakannya tidak sulit
jika unit Jihandak diutus ke sana.
Tapi tampaknya mendekati pelaku akan runyam.
Kamu dengar?
Pasukan polisi siap menembak. Apa rencana kita?
Mau mencoba bicara dengan pelaku lewat telepon?
Tunggu. Kami berusaha mencari informasi tentang identitasnya.
Bagaimana dengan Komandan Jang? Dia belum datang?
Dia belum datang.
"Komandan Jang Gyeong Hak"
Turuti perintahku.
Direktur Kang, aku sedang pergi karena urusan mendesak.
Aku tidak bisa bertelepon.
Komandan?
- Bagus. - Dasar gila.
Tolong bebaskan kami.
- Bebaskan kami. - Diamlah.
- Maaf. - Apa kalian juga akan mengucilkanku
dan menggunjingkanku?
Aku dengar ucapan kalian semua di sini!
Sudah kukatakan bawa dia kemari.
Cepat bawa dia kemari.
Spektrum kemarahannya sudah meledak-ledak.
Tanggapannya tidak jelas.
Dia juga mendengar orang mengejeknya di pikirannya.
Apa dia mengidap skizofrenia?
Kapten.
Kami memastikan pelaku naik kereta
di Stasiun Cheonggak 10 menit lalu.
Dia pelanggan di Stasiun Cheonggak.
"Stasiun Cheonggak"
Hubungi asuransi kesehatan daerah Cheonggak dan periksa
penduduk yang pernah diresepkan obat gangguan jiwa.
Periksa juga catatan kasus divisi patroli.
Kapten, kami menemukan kasus serupa di divisi patroli.
Namanya Kang Du Won. Usia 17 tahun.
Dia tinggal di vila Cheongmuk di Cheonggak-dong.
Dia penerima tunjangan kesejahteraan pemerintah.
No comments yet. Be the first to leave one.