نخستین 200 خط.
Musim dingin telah berakhir
Mari singsingkan lengan baju
Pohon-pohon meluruhkan Mantel salju putih
Dan menunjukkan dedaunan hijau segar
Kita keluar dari hari kelam Dan melihat cahaya
Hilangkan segala keresahan Di bawah matahari
Akhirnya kita bisa bergembira
Gali lebih dalam Tabur yang lebih bagus
KASTEL EDENDALE
Rawatlah agar bertahan
Saling peduli Tiap keputusan berharga
Perbaiki kerusakan di masa lalu
Saat inilah skema melelahkan
Bisa diperbarui
Harus bertahan untuk sementara Menjalani masa hukuman dulu
WALI KOTA SEDIH DIPECAT
Telah kuhitung hari sampai aku Berkumpul kembali dengan teman
Bersepeda di luar
Atau joging
Akhirnya kita bisa bergembira
Tanam sedikit benih Cintai pertumbuhannya
Jadikan mekar dan berarti
Dengan ketekunan
Lahirlah hal baru
Buah kehidupan berlimpah
Jika kau hanya melihat gulma Percayalah pada kesuburan Bumi
Matang di dalam tanah
Segera muncul kehidupan baru
Adakalanya kekeringan atau hari suram Tapi Ibu Alam punya cara sendiri
Singkirkan gulma yang tak diperlukan
- Pikiranmu adalah benih - Ini metafora
Kwek, kwek, kwek
Musim semi kembali
Dengarkan alam bernyanyi
Menggilalah Pertahankan sisi anak-anakmu
Beri makan tupai
Jangan berikan hot dog-ku!
Selalu ada ruang untuk bertumbuh
Pikiran kita akan bertumbuh
Selalu ada ruang untuk bertumbuh
Gali lebih dalam Tabur yang lebih bagus
Selalu ada ruang untuk bertumbuh
Cinta kita akan bertumbuh
Selalu ada ruang untuk bertumbuh
Pagi musim semi yang indah.
Aku lewati bersama keluarga favoritku.
Aku mengamati mereka dari luar jendela. Tak apa-apa.
Pokoknya, musim semi membawa pertumbuhan dan perubahan.
Ada hal penting mulai berkembang.
Berkat penyingkapan Paige, Wali Kota Whitebottom harus mundur.
Dia digantikan oleh wali kota sementara, Quincy Leeds.
Dia baik. Semua ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Owen tak bisa mendapatkan sedikit waktunya,
jadi, dia coba fokus pada hal lain hari ini.
Belakangan ini, dia menghubungi
TV dan produksi film untuk lebih sering melakukan syuting berkelas di taman.
Aku sudah kebanyakan bicara. Biar dia saja yang cerita.
Gina Tracker, FBI syuting di taman hari ini!
Tak kusangka kita akan berada di lokasi syuting Gina Tracker.
Kukira kau akan kalem.
- Ya. Lebih bagus? - Lebih aneh.
Owen, kau berhasil. Acara favorit kita di halaman belakang kita.
Ya, ini cukup keren.
Gina Tracker, FBI! Ini bagian dari rencana besar.
Makin banyak yang lihat keindahan taman,
mereka makin ingin datang.
Siapa tahu? Mungkin menarik perhatian wali kota sementara.
Jika tidak, lakukan tari cacing
dengan tubuh panjang Ayah seperti di acara pernikahan.
Sepertinya orang suka.
Jadi, keluarga Tillerman menuju set, tapi mereka tak tahu…
Pak, bisa pelankan suaramu?
Aku harus tenang. Kalian lihat saja nanti.
Pergi ke set. Ayo.
Wow. Banyak truk dan trailer.
Isinya pasti baju olahraga Gina Tracker.
Mereka parkir di atas rumput. Tak apa, bisa kumaklumi.
Oh, ya. Kau tampak maklum.
- Apa kerja mereka? - Ini tempat pakaian, itu properti.
Itu piroteknik.
Piroteknik? Apa akan ada ledakan?
Hanya beberapa squib.
- Wow! Squib. - Apa itu?
Tak tahu, tapi tak bisa kutanya sekarang.
Dan itu pawang hewan kami, Patricia,
yang entah dari Afrika Selatan atau New Jersey. Entahlah.
Maaf, kau bilang pawang hewan?
Ya, ada beberapa rakun di set hari ini.
Kini kau punya asisten pawang hewan. Salam kenal.
Aku tak punya wewenang untuk mempekerjakanmu.
- Pasti bisa. - Itu penata rambut dan rias.
Sedang apa mereka?
Itu penata rias utama kami yang mengecat aktor.
Boleh aku melukis wajah orang?
Bergabung dulu di serikat.
- Pak Turrant. - Ini mereka? Tentu saja!
Nathan Turrant. Senang akhirnya bertemu kalian.
Saat aku dengar,
- aku pikir ini terlalu muluk. - Apa?
Jagawana pemberani yang tinggal di kastel di taman dengan istri jurnalis mandiri
serta dua anak mereka sembari mengurus semua ini? Keren.
Dia pintar memuji. Ayo puji kami lagi.
- Kubaca artikelmu. - Sungguh? Yang mana?
Tempat terbaik untuk beli sabun di Bronx. Tak kusangka ternyata Armando's!
Wow. Kau benar-benar membacanya.
Apa aku… Aku memperhatikan detail.
Itu keunggulanku sebagai sutradara/produser.
Semua acaraku sangat detail, Gina Tracker, FBI. Adam Shooter, ATF,
dan Delvin Barker, ASPCA.
Semuanya begitu.
Kalian mau lihat lokasi syuting kami?
Tentu!
Baiklah. Mari mewujudkan impian.
Kami suka area ini. Terutama Cole. Di sinilah dia kencing.
Aku terpikat oleh bandit kecil alam.
Kami menyusuri taman ini tiga hari.
Saat melewati hutan kecil ini, kami tahu inilah tempatnya.
Ini salah satu tempat favoritku di seluruh taman.
Salah satu… Kau serius?
Owen, jika ini sangat pribadi bagimu, kami bisa cari lokasi lain.
- Hei, kita cari lokasi lain! - Tidak, ini sempurna.
Aku ingin orang melihat keindahan taman ini.
Lihat kabut itu.
Kami yang membuatnya, maaf.
Jangan dihirup. Tidak bagus.
Dimengerti. Tampak indah.
Pak, waktunya rakun makan siang.
Rakun makan siang!
- Boleh aku makan dengan rakun? - Lebih bagus.
Kau bisa bantu Patricia memberi mereka buah.
Jika Cole bisa memberi makan rakun, boleh aku melihat trailer tata rias?
Entahlah. Biar kutanya penanggung jawabnya.
Tunggu, itu aku. Tentu kau bisa!
Terima kasih. Teri…
Paige, ayo, bagaimana denganmu? Kau mau apa?
Mungkin wawancara eksklusif dengan salah satu aktor?
Ya. Itu bakal seru.
Itu bakal seru.
Bagaimana kalau Nicole Fountainebleu, sobat Gina?
Ya! Terima kasih.
- Kalau kau, Ayah? - Aku tidak usah.
Aku bekerja hari ini.
Ide luar biasa! Dengarkan aku,
- mau kumasukkan dalam adegan? - Apa?
Ya! Sebagai figuran. Kau pasti cocok.
- Berakting? - Owen, percayalah padaku soal ini.
Apa yang lebih autentik selain jagawana taman berseragam?
- Entahlah. - Owen, ayolah. Ini Gina Tracker, FBI.
- Aku mau! - Mantap.
Ini luar biasa. Dua hal favoritku di dunia telah bersatu,
Gina Tracker dan taman.
- Kalau keluargamu? - Ya. Tiga hal favorit.
Dua hal yang kusebutkan tadi dan keluargaku.
Tak apa. Kami tahu kau senang.
Lihat itu.
Taman bodoh itu tak tahu apa yang bakal terjadi.
- Bagaimana taman bisa tahu… - Lebih keras.
Kuupayakan. Banyak kapalan yang harus dipijat.
Kukuku patah. Kurasa tersangkut di situ.
Diam! Aku sedang berencana.
- Tunggu aku, Taman. - Jadi, taman itu bisa mendengar juga?
Ya ampun. Berhentilah bicara.
Aku memberi tahu taman itu aku tetap akan membelinya.
Aku akan membelimu, Taman.
Semua batu, bangku, dan pepohonanmu yang konyol.
- Burung-burung? - Akan kubeli juga!
Bagaimana bisa tanpa Wali Kota Whitebottom yang kau setir?
Gampang, akan ada pemilihan khusus untuk menentukan wali kota baru.
Aku tinggal memastikan
kandidat yang menang sudah kusetir.
Jika awalnya gagal, beli lagi, Helen.
Banyak orang sudah mengumumkan akan mencalonkan diri, jadi…
- Aneh. - Aku diam.
Terima kasih. Terus pijat. Aku belum tahu mendukung siapa.
Kita akan wawancarai setiap orang sampai tahu siapa yang siap disetir.
Kita mulai hari ini.
Itu kerja melelahkan yang dadakan. Untuk…
- Kau! - Nah, 'kan?
Aku dan Shampagne harus pergi.
Nanti kami telat mendapatkan pijat pasangan shiatsu Shih Tzu bulanan kami.
Tunggu, kau akan dipijat? Untuk apa kupijat kakimu?
Ini pra-pijat.
Kita tak bisa dipijat dalam keadaan stres.
Terserah.
Siapa si kecil yang beradab? Kau! Ya, kau.
Di mana kau menemukan dua bintang ini?
Di tempat sampah di belakang studio yoga.
Di sanalah aku ingin ditemukan.
- Bagaimana penampilanku? - Wow. Mereka meminyaki kakimu.
Itu dia!
Owen Tillerman, MTNY. Manajer Taman New York.
Penampilanmu alami, Kawan.
Aku memakai bajuku sendiri di tempat kerjaku. Terasa cukup alami.
Itu lucu.
Andai bisa kita pakai, tapi kau figuran.
Jadi, jangan bicara.
Baiklah, tunggu apa lagi?
Ayo mulai syuting! Bawa sampahnya!
- Sampah? - Bagus. Tambahkan lagi.
Dan kalian tahu, taruh jarum di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.