نخستین 200 خط.
Jadi sekarang kau mau membangkang perintahku?
Masa depan pasaran di Korea sangat cerah.
Dibandingkan dengan tim pelopor, sekarang ini boleh dibilang sudah sangat terlambat.
Persiapan sudah selesai dilakukan.
Ditambah, Jo Isa-nim dan Kim Jagga-nim akan ikut serta.
Kau... tanpa meminta persetujuanku terlebih dahulu...
Usiaku sudah melebihi usia di mana segala sesuatu yang kulakukan harus dengan persetujuanmu.
Yi Kyeong...
Jangan ke Korea.
Di situ bukanlah tempat di mana kita bisa memijakkan kaki kita.
Park Moo Il, Jang Tae Joon...
Karena dua orang itu?
Kutemukan di dalam brankas emas.
Kejadian waktu itu, aku sudah dengar dari Jo Isa.
Pukulan dikarenakan dikhianati oleh 30 tahun persahabatan.
Abeoji, aku paham.
Kau tidak mengerti.
Mereka tidak lebih dari serangga yang tidak cukup berharga untuk balas dendam.
Aku tidak bilang jika aku mau balas dendam.
Sekarang ini aku masih ragu.
Balas dendam yang brutal
atau memperalat mereka.
Mau membangun kerajaanku sendiri. Mana yang lebih menguntungkan?
Seo Yi Kyeong Daepyo dari Galeri S telah tiba.
Baik, persilakan dia masuk.
= Episode 6 =-
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn! Super Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
Sudah tiba?
Anda berdua saling kenal, bukan?
Pernah bertemu.
Berkat Isajang-nim.
Informasi terperinci galeriku diberikan kepadanya.
Tetua sedang menunggu.
Kukira ini adalah pertemuan pribadi yang diadakan di tempat yang tenang.
Di sini cukup tenang, bukan?
Menyalakan api di atas obor.
Burung merpati yang berada di dekat akan ikut terbakar juga.
Dengan cepat kamera siaran langsung TV berganti.
Mengontrol media dari luar negeri.
Para staf terkait semuanya merasa panik.
Moo Il sempat bilang...
"Tae Joon, Bong Soo..."
"Minum soju atau goreng burung merpati sebagai lauk teman minum paling mantap."
Baik itu uang ataupun orang.
Di Olympiade '88 tanpa kami Samchongsa (three musketeers) , tidak mungkin bisa menang.
Bisa bertemu dengan kalian seperti ini hari ini, rasanya sungguh menyenangkan.
Berteman baik dengan Moo Il dan Bong Soo. Rasanya bagaikan baru kemarin.
Sekejab mata, sekarang sudah generasi kedua.
Mulai sekarang kalian berdua akan menjadi tangan kanan dan kiriku.
Tetua...
Tetua memiliki perasaan khusus terhadap Moojin Grup.
Jika Seo Daepyo tidak keberatan membantu Tetua,
bantulah Park Gun Woo dalam memimpin Grup.
Begitu ya?
Dalam rangka supaya Moojin memiliki pilihan yang lebih baik.
Paham.
Yakni Park Moo Sam Sajang yang selalu membuat onar.
Seo Daepyo harus mengambil langkah mundur dan membenahi pihak sana dulu.
Tidak perlu!
Aku datang untuk menarik kereta salju Tetua.
Tidak punya niat untuk menarik kereta ini bersama dengan anjing salju yang lain.
Aku juga tidak bisa mengambil langkah mundur.
Jika ingin aku melakukan hal besar, tolong percaya pada pilihanku.
Tahukah Anda keputusan seperti apa yang kuambil sebelum memantapkan diri datang ke mari?
Silakan mengambil keputusan, Tetua.
Alangkah baiknya jika kau memutuskan hubungan dengan Jageun Abeoji dan memilih berdiri di pihak Tetua.
Bukankah dari awal ini adalah targetmu?
Hoejang Moojin Grup yang akan datang.
Tidak boleh sembarangan melempar kartu seperti ini.
Betul.
Seo Yi Kyeong tidak mungkin cuma membantu orang dalam hal barang-barang seni.
Membantu Jageun Abeoji menjadi hoejang dan memperbesar taruhan.
Melipat-gandakan taruhan tanpa sepengetahuan Tetua.
Pasti ini.
Yang kau maksud dengan rencana utama.
Bagaimana ya?
Di dalam rencana itu tidak ada namamu.
Bukankah aku sudah menegaskan jika aku tidak tertarik bekerja sama denganmu?
Aku pun begitu.
Park Gun Woo-ssi...
Kartuku sudah kuperlihatkan padanya.
Diterima atau tidak, Tetua harus mengambil keputusan.
Saat ini di tahun yang lalu, Moojin diaudit secara internal oleh Jaksa.
Transaksi perusahaan berantai yang mendasari bisnis rabat melanggar UU Pengelolaan Devisa.
Pastinya Seo Daepyo juga tahu jelas,
orang seperti apa Park Moo Sam Sajang-nim itu.
Itulah kenapa dia adalah orang yang lebih memiliki nilai pakai.
Aku tidak akan bekerja sama dengan orang-orang yang tidak serakah.
Bagaimana dengan dongsaeng yang mengkhianati hyeong-nya sendiri?
Sudah datang?
Kau baik-baik saja?
Duduklah.
Park Sajang yang menerima audit secara internal
Mencoba membuat kesepakatan dengan jaksa.
Sebagai transaksi pembebasannya, dia membantu mereka meringkus Park Hoejang, ikan paus ini.
Kau sekarang sudah tahu
alasan kenapa Tetua tidak bisa mempercayai Park Sajang.
Sepertinya Park Gun Woo-ssi sama sekali tidak tahu hal ini.
Jika dia tahu sudah pasti terjadi pertumpahan darah di Moojin Grup.
Tetua juga tidak berharap melihat akhir yang seperti ini.
Demi kerja sama Seo Daepyo dengan Park Gun Woo-ssi.
Cobalah Isajang-nim membujuk Tetua.
Posisi impian yang menggiurkan itu.
Orang yang bisa membantunya mewujudkan impian itu adalah aku.
=Ya, Daepyo-nim?=
Jo Isa-nim mana?
Dia dan Se Jin pergi ke gedung kantor yang di Yeoksam-dong.
Suruh mereka segera kembali!
Takki juga.
Aku sama sekali tidak tahu di daerah seperti ini masih ada gedung kita di sini.
Dana operasional, investasi bisnis, umumnya ditangani di sini.
Se Jin-ssi, kau juga nanti akan sering main ke sini.
Ya Jagga-nim, aku baru saja sampai.
Situasi darurat apa?
Sekalipun pohon itu tingginya hanya satu kaki,
apabila posisinya berada di atas gunung,
ia akan bisa menatap lembah sejauh ribuan mil darinya.
Ada kalimat seperti itu di dalam Hanbija?
Satu dari dua alternatif.
Di atas gunungku, pohon mana yang lebih cocok?
Gun Woo?
Atau anak itu?
Jika ditilik dari segi ambisi dan kemampuan,
lebih cocok Seo Daepyo.
Pisau yang terlalu tajam bisa melukai pemiliknya.
Hari ini ingin rasanya aku bisa minum soju bersama dengan teman-teman ini.
Jangan ucapkan kata-kata yang mustahil seperti itu!
Hyeongnim! Gun Woo anak itu mengancamku. Mengancamku!
Tetua di Seongbuk-dong...
Bekerja sama dengannya untuk mendepakku.
Moo Sam!
Tidak selamanya yang keluar dari mulut orang adalah kata-kata.
Jika Gun Woo dibiarkan saja akan terjadi masalah besar.
Hyeongnim, suruh dia ke sini dan berikan dia pelajaran.
Kekacauan ini dimulai dari kau, bukan?
Kau sudah lupa "insiden" di mana kau ditikam?
Hyeong, itu...
Kau kira karena perbuatanmu benar, Gun Woo kuusir?
Orang yang serakah memiliki jalan hidup yang serakah.
Aku berbuat seperti itu karena tidak ingin anakku terluka.
Tapi apa kau bilang? Jang Tae Joon?
Hyeong!
Hyeong, kau tidak apa-apa?
Anakku, aku yang paling mengerti.
Tidak peduli keuntungan apa yang telah ditawarkan oleh Keluarga Jang padanya,
dia adalah anak yang tidak mungkin dibohongin.
Baik.
Kalau ada waktu aku akan mampir ke Seongbuk-dong.
Hari ini kau boleh pulang lebih awal.
Mempersiapkan diri untuk semua kelelahan yang akan kau rasakan keesokan harinya.
Timjang-nim!
Hoejang-nim pasti akan merasa sedih.
Demi mengantar Samchon ke peristirahatannya yang terakhir,
saat meninggalkan Jepang,
mungkin pada saat itu telah diputuskan
bahwa pertempuran ini tidak mungkin dihindari.
No comments yet. Be the first to leave one.