نخستین 200 خط.
Membungkuklah di hadapan.... Tuan kami!
Membungkuklah di hadapan.... Tuan kami!
Membungkuklah di hadapan....
Jembatan Besar Senju, Edo
Jembatan Besar Senju, Edo Berhenti!
Jembatan Besar Senju, Edo
Masaatsu Naito Pimpinan Klan Yunagaya
Tuan, kita ada masalah..
Masaatsu Naito Pimpinan Klan Yunagaya
Masaatsu Naito Pimpinan Klan Yunagaya
Ada apa memangnya?
Masaatsu Naito Pimpinan Klan Yunagaya
Masaatsu Naito Pimpinan Klan Yunagaya
Biaya yang saya rencanakan..
cukup untuk satu perjalanan saja.
Kanetsugu Soma (Kepala Pelayan)
Apa? Kanetsugu Soma (Kepala Pelayan)
Apa?
Uang saku dari Edo pun tinggal sedikit....
Tunggu!
Tolong jangan bilang...
Nampaknya kita harus berlari saja pulangnya.
Baiklah, ayo kita pulang berlari ke Yunagaya!
Yang terakhir sampai rumah bayaran setengah tahunnya akan dipotong!
Satu bulan kemudian
Tolong urus semuanya di saat aku pergi.
Tolong urus semuanya di saat aku pergi.
Tokugawa Yoshimune
Akan saya laksanakan
Tokugawa Yoshimune
Tokugawa Yoshimune
Beri hormat untuk Tuan Kaisar Shogun Yoshimune,
Terusada Matsudaira
Menuju ke perayaan Nikko
Terusada Matsudaira
Terusada Matsudaira
saat ini juga!
Terusada Matsudaira
saat ini juga!
Kunjungan Kaisar Shogun ke Nikko
adalah sebuah acara yang penting, dalam rangka menghormati Tokugawa Ieyasu,
pendiri dari kekaisaran Edo yang diabukan di kuil Nikko Toshogu.
Acara dimaksudkan untuk meningkatkan martabat Kaisar,
dan kian lama tertunda karena biayanya yang tidak main-main.
Bagaimanapun juga, Kaisar Shogun ke-8, Yoshimune Tokugawa,
kembali menghidupkan peringatan tersebut untuk pertama kalinya dalam 65 tahun.
Sebanyak 130.000 orang ikut dalam prosesi tersebut.
Dikatakan rombongan paling depan berangkat pada pukul 2 pagi,
dan yang paling terakhir meninggalkan kastil Edo
paling akhir pada pukul 10 pagi
Kau mau membangkang pada Sang Kaisar?
Tidak Tuan!
Kau tidak mau makan?
Nobutoki Matsudaira
Kau benar-benar memakannya!! Nobutoki Matsudaira
Kau sungguh memakannya!
Tahan!
Orang udik ini mana tahu dunia pemerintahan.
Tunggu dan lihat saja!
Kediaman Edo Klan Hanamaitsu
Nobutoki Kediaman Edo Klan Hanamaitsu
Bagaimana keadaanmu di rumah tahanan sini?
Hamba sudah renungkan dalam-dalam atas kebodohan hamba yang dulu.
Kau terdengar pasrah terhadap takdirmu.
Apapun perintah yang saya terima, akan saya laksanakan.
Nobutoki, kunjungan Kaisar ke Nikko telah membuahkan amnesti padamu.
Status tahanan rumahmu telah dicabut.
Hamba benar-benar berterima kasih!
Karena kau masih keponakanku,
Sang Kaisar telah mengampunimu.
Jangan membuat kesalahan lagi!
Buka lembaran baru, dan tunaikan tugasmu layaknya anggota dewan!
Iwaki, Yunagaya
Kapan Tuan kita akan kembali ya?
Kudengar dia pergi ke Edo sebulan yang lalu. Biar dia menikmati waktu santainya.
Dia sampai ke Edo dalam waktu 5 hari. Dia ingin mempersingkat jalur tempuhnya.
Benar juga.
Hey! Jangan injak lahan padinya!
Jangan main di lahan!
Bocah-bocah nakal itu!
Aku penasaran apakah Tuan Naito akan membawa oleh-oleh ke kita?
Soma pelitnya minta ampun. Palingan kita cuma dapat angin panas doang.
Benar sekali!
Apa itu?
Ada orang datang!
Kubilang untuk tetap jangan main disini!
Jangan pergi kesana!
Beri kami makan!
Apa-apaan itu?
Apa yang terjadi?
Mokichi! Bawa anak-anak!
Mengerti!
Cepat! Cepat!
Kemarilah!
Apa yang kalian lakukan?!
Ayo, ayo!
Ayo, ayo! bikin rusuh, kacaukan! Ayo! ayo!
Tolong, jangan! Jangan lakukan itu!
Jangan diambil!
Minggir.
Pos Jaga Ushiku minggir sana.
Pos Jaga Ushiku
Kalian akan melewatkan pesta pra-nikahnya Pos Jaga Ushiku
Riuh sekali. Aku takut.
Anda masih tidak bisa mengalahkan ketakutan anda?
Lagi-lagi kumat.
Tabib bilang ini akan sulit sembuhnya.
Oh. maka kurasa anda butuh..
Terapi kejut saja!
Tuan! Senang anda bisa bergabung dengan kami lagi!
Maaf tadi atas jeda waktunya!
Tuan, selamat atas pernikahan anda.
Saya sangat iri
kalau anda mendapatkan pasangan istri yang benar-benar cantik.
Tapi jangan lupa, biayanya 30 ryo untuk menebus Nona dari rumah hiburan itu!
Jangan khawatirkan itu sekarang.
Kesampingkan itu di lain hari, dan ayo bersulang!
Perjalanan kita ke Edo berakhir dengan pencarian istri bagi Tuan kita!
Tentunya!
Selamat.
Bulan kemarin kamu untung banyak kan!!
Guru!
Ampuni aku! Bisakah kau mengalah padaku kali ini?
Ampuni aku! Bisakah kau mengalah padaku kali ini? Genpachiro Araki
Genpachiro Araki
Tolonglah! Genpachiro Araki
Genpachiro Araki
Ah! Aku menyerah Genpachiro Araki
Ah! aku menyerah!
Kau juga kan.
Kiyoemon Imamura
Anda mengagumkan. Ingin pekerjaan tetap?
Kenapa tidak? Kedengarannya bagus.
Hey. Suzuki. Bagaimana denganmu?
Tepat sasaran!
Tepat ditengah!
Tuan Yoshi, lebih banyak uang hadiah!
Tuan Yoshi!
Tuan Yoshi! Yoshinosuke Suzuki
Yoshinosuke Suzuki
Tuan, bukannya anda terlalu berambisi! Yoshinosuke Suzuki
Yoshinosuke Suzuki
Tiga?!
Tepat sasaran!
Tuan Yoshi, anda yang terbaik!
Minggir!
Ini uang hadiahmu. Kita akhiri saja sampai sini, oke?
Tolong, jangan kembali lagi Tuan!
Hey, dia melakukannya!
Hirotada Masuda . Kikuchiyo
Terima kasih!
Selamat!
Itu tadi bagus sekali.
Makasih!
Danzo sendiri kemana?
Ia pergi ke Tsuchiura untuk melihat istri dan anaknya.
Ini...
adalah pusaka peninggalan keluargaku. Ambil ini sebagai hadiah upah.
Takdir kami bergantung padamu.
Takdir kami bergantung padamu. Danzo Kumogakure
Danzo Kumogakure
Ingat itu!
Berikan aku minuman lagi.
Kita kehabisan. Kau sudah minum sepanjang hari.
Ayo, makanlah sesuatu.
Ayah!
Jangan minum banyak-banyak.
Wow! Air ini segar sekali! Omiyo, satu putaran lagi.
Yum yum!
Istri dan anaknya, ya?
Si "Brengsek" itu beruntung sekali!
Aku bahkan belum pernah memegang tangan seorang gadis!
Kuharap aku bisa menikah dengan gadis yang secantik Nona Osaki.
Tapi tahukah kau, hanya diantara kita berdua saja...
Keluarga Tuan kita tidak begitu suka. Karena dia seorang wanita penghibur.
Itu cuma rumor gak jelas saja...
Osaki
Osaki, kenapa kau malah disini?
Otomi...
Tuan-mu menunggu. Ayo! Masuk sana!.
Osaki telah hadir!
Wow. Dia menawan sekali.
Anjayyy! Terlalu menawan malahan!
Ini siksaan bagi kaum bujang.
Semangkok nasi dan sup terong
Miso dan kacang panjang-nya bagaimana?
Hentikan!
Tidak boleh ada tarian Buddha! Ini adalah perayaan!
Bikin sial nantinya!
Dasar kalian kurang ajar! Kalian bikin aku kesal saja!
Osaki! Mari sini!
Tuan Naito, Aku...
Terima kasih sudah mau menunggu! Pendeta juga sudah hadir.
Dia disini?
Akulah pendetanya!
Pakaian itu cocok untukmu!
Hey, kau pengelolanya. Waktunya untuk bertukar cawan.
Jika aku boleh sedikit kasar, Tuan Yunagaya telah hadir disini.
Pujalah dia! Pujilah dia!
Permisi!
No comments yet. Be the first to leave one.