نخستین 200 خط.
Tuan Jan...
Tuan Jan!
Ken!
Kapan kau sampai di sini?
kulihat kau tertidur, aku tidak ingin membangunkan kamu.
Aku tidak tidur,
Aku hanya sedang berpikir.
Apa yang ada di pikiran kamu?
Orang tua seperti kita hanya bisa berpikir tentang 1 hal...
Masa lalu.
Jan Dara masih tetap Jan Dara.
Ken masih tetap Ken.
Kita sudah begitu tua.
Ya.
Kita sudah sangat tua.
Tapi hatiku... hati aku menolak utk tua.
Aku masih ingat gadis yg kucintai dalam hidupku, Hyacinth.
Aku masih ingat Madame Boonleung, selalu begitu anggun.
Aku masih ingat si wanita jahat, Nona Kaew.
Aku bahkan masih ingat seseorang yang kita sangat kenal betul.
Apakah kamu mau inhaler?
Tidak.
Aku masih ingat Saisoi, pelayannya Kaew
dan wanita pertamamu.
Dia juga wanita pertamamu.
Betul, kita berbagi harta yang sama saat itu.
Ken, tolong inhalernya!
Apakah kau ingat tanggal tepatnya kapan kita meninggalkan Bangkok
menuju rumah nenekku di Phijit?
Itu sudah lama sekali! Siapa yang ingat?
Aku ingat. Aku tidak akan pernah melupakannya.
Itu 10 Desember 1932.
Hari di mana raja mengesahkan konstitusi.
Tuan Jan, Nyonya sedang menunggu kamu di rumah.
Baiklah.
Jan Sayangku...
Harta ku!
Apakah kamu Ken, anaknya Poom?
Ya, Bu.
Aku tahu semuanya.
Wad mengirim telegraf pagi ini
menceritakan seluruh cerita.
Jan sayangku...
Maafkan aku telah membuat kamu
melalui semua kesengsaraan ini.
Itu semua karena aku memilih pria yang salah
menjadi suami ibumu.
Wisnan bekerja di Kantor Istana.
Dia juga seorang aktor panggung yg berbakat.
Bahkan aku tertipu oleh sandiwaranya.
Tidak pernah terpikir olehku bahwa
dia akan mempraktekkan sandiwaranya di kehidupan nyata seperti yg dilakukannya di atas panggung.
Jadi aku membuatnya menikahi Dara, ibumu.
Aku pikir aku bisa menuntun batang hidungnya.
Tuan Wisnan, mohon maafkan aku.
Aku hamil 4 bulan.
Apa yang kamu lakukan adalah penghinaan untuk keluarga aku! Keparat!
Tolong, Tuanku! Aku akan memberimu bulan dan bintang,
Aku akan memberi kamu segalanya!
Hanya berjanjilah bahwa skandal ini tidak pernah meninggalkan rumah ini.
Baiklah.
Sebutkanlah keinginan kamu.
Aku ingin kepemilikan segalanya, rumah, tanah,
dan semua bisnis di Bangkok milik keluargamu.
Si Lintah sialan itu!
Bagaimana dengan ayahku, Jom?
Dimana dia sekarang? Apa yang terjadi padanya?
Jangan menyiksa dirimu
dengan hal-hal yang tidak perlu.
Apa yang sudah berlalu biarlah berlalu.
Sekarang kamu di sini, sayangku...
istirahatkanlah tubuh dan jiwa mu.
Sementara itu, kau dan aku...
dapat merencanakan pembalasan dendam yg bagus terhadap
sampah yg pernah kamu panggil Ayah.
Bagaimana dengan itu, sayangku?
Sayangku Hyacinth, Ken dan aku telah tiba dengan selamat di Phijit.
Kami tinggal dengan nenekku,
Satu-satunya orang tua dalam keluarga
yang selalu menunjukkan kebaikannya terhadap aku
sejak hari aku dilahirkan.
Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku harus meninggalkan rumah
dan pergi ke Phijit secara tergesa-gesa.
Tapi jika aku tetap tinggal di Bangkok,
Aku mungkin sudah ditembak mati seperti anjing gila
oleh pria yang selama ini aku kira adalah ayahku.
Hidupku di sini sangat berbeda dengan hari-hari ku di Bangkok.
Udara segar,
langit cerah,
dan segalanya tampak begitu tenang.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa benar-benar bebas.
Aku hanya berteman dengan temanku, Ken.
Karena semua pelayan di sini adalah wanita tua keriput.
Jangan khawatir mengenai aku,
Aku merasa benar-benar damai di sini.
Kangen kamu selamanya, Jan Dara.
Tuan Jan, aku tidak bisa tahan lagi.
Kenapa? Kerja mu terlalu berat?
Berat pantat mu!
Setiap hari aku membuat karangan bunga melati, mengangkut air
dan masak dengan sekelompok wanita tua!
Tuan Jan, jiwaku serasa melayu.
Seperti pohon yang mengiginkan setetes air ajaib.
Apa yang harus kita lakukan? Sini bukan seperti Bangkok.
Jika kita nakal di sini, Nenek akan menguliti kita hidup-hidup.
apa kamu tidak takut padanya?
Aku takut! Sampai pipis di celanaku!
Nenekmu lebih menakutkan daripada Tuan Wisnan.
Tapi begini, aku dengar cerita dari para pelayan laki2 tentang
suatu rumah bordil bernama lentera merah-hijau.
apakah tidak ingin kesana?
Tidak.
Tapi aku ingin!
Jadi aku ingin kau mmberiku uang untuk kesana
kerumah bordil itu, sekali saja.
Aku akan sangat berterima kasih.
Aku ingin melepaskan stressku disana.
supaya aku bisa kembali lega!
Ini ambil semuanya.
Selamat malam pak!
Maafkan aku tapi semua gadis sudah di booking malam ini.
Kecuali "Nona Patum", tidak begitu muda
tapi pelayanannya .legendaris (jebreeet abis)
Itu semua cuma bualan mu?
Tidak, Pak! Patum tdk pernah mengecewakan pelanggannya selama ini.
Atau anda dapat menunggu para gadis muda,tapi setidaknya 1 jam lagi
Okelah Patum pun jadi!
Apakah kamu dari Bangkok?
Ya.
Berbisnis?
Tidak, hanya tinggal sementara.
Di mana kamu tinggal?
Rumah Phijitvanich di pinggir kota. Kamu tau?
Tentu saja aku tau.
Dulu aku adalah pelayan di sana.
Jadi, kamu tahu cerita tentang Dara,
wanita yang diperkosa.
Nona Dara tidak pernah diperkosa.
Melainkan pelayan wanita yang pergi bersamanya
yang diperkosa.
Apa yang kau bicarakan?
17 tahun yang lalu ketika Nyonya berwisata bersama Nona Dara
melewati hutan untuk mengunjungi kerabatnya di sebuah desa terpencil,
Jom dan dua pria lainnya
menyergap kami dan menculik Dara
beserta pelayannya yg masih berusia 17 thn ke tempat persembunyian mereka di hutan.
Di sana...
Pelayan itu diperkosa secara brutal oleh anak buah Jom
sementara Jom sendiri di pondok
bermesraan dengan Dara layaknya kekasih.
Pelayan tersebut adalah aku.
Aku sangat takut saat itu.
Ketika kedua org tersebut tidur,
Aku melarikan diri dan lapor ke polisi.
Apa yang terjadi dengan Jom?
Aku tidak tahu.
Aku tidak pernah melihat dia lagi sejak hari itu.
Tapi dia tidak memperkosa Dara, aku yakin tentang itu.
Mengapa kamu ingin tahu semua ini?
Aku tidak pernah berpikir bahwa perjalanan Ken ke rumah bordil
akan memberiku informasi yg berharga ini.
"Nona Patum", yang pernah melayani ibuku,
menunjukkan kepada Ken rumah Wiangchai
di mana ayahku, Jom, pernah tinggal.
Yang paling penting, aku tau bahwa...
aku bukan anak yg lahir dari perkosaan
sebagaimana Tuan Wisnan tuduhkan kepada aku.
Mereka telah pindah ke Timur Laut! Bagaimana kita bisa menemukan mereka?
Tuan Jan. Nona Patum juga mengatakan kepadaku tentang seorang polisi...
Kapten RUANG... gimana gitu...
Ya! Kapten Ruangyos. Dia bertanggung jawab atas kasus tersebut saat itu.
Aku telah mencari setiap berkas kasus dari 17 tahun yang lalu.
Tidak ada kasus seperti yang kamu ceritakan.
Tidak ada apapun tentang perkosaan dan penculikan Nona Dara.
Dan tidak ada laporan apapun
tentang tembak-menembak antara polisi dan bandit.
Bagaimana kalau Kapten Ruangyos?
Kapten Ruangyos... Meninggalkan kepolisian 17 thn yg lalu.
Itu berarti aku tak akan pernah bertemu dia lagi dalam kehidupan ini.
masih bisa.
Kapten Ruangyos adalah pamanku.
Setelah ia mengundurkan diri, Dia menghabiskan hidupnya dalam kesendirian,
menjalani hidup sebagai petani di dalam hutan
dan nyaris tak pernah mengunjungi kota.
Hanya aku yg kadang² mengunjunginya
Aku bisa membawamu bertemu dia
tapi aku tidak yakin apakah dia akan mau berbicara denganmu.
Dia adalah Jan Dara,
cucu Nyonya Phijitraksa.
Dia ingin bertemu denganmu.
pulanglah. aku tidak tau apa-apa.
Tunggu Pak.
Harap kasihanilah aku.
Selama hidupku ini aku belum pernah melihat ayah dan ibu ku.
Aku hanya ingin tahu siapa ayahku.
Dan apakah ia baik-baik saja.
Jika dia masih hidup,
Aku berharap aku bisa berlutut di kaki nya setidaknya sekali.
Baru jiwaku bisa tenang.
Kau datang ke orang yang tepat.
No comments yet. Be the first to leave one.