نخستین 200 خط.
Translate 🇫🇷~🇮🇩: Risqi Adittya
"Di sini, titik tengah Prancis."
Raoul sayang, Aku sedang jalan-jalan sama Ayah...
dan kami mampir ke Bruyère-Allichamps...
di titik tengah Prancis.
Aku mau ikut kemah remaja. Kamu bagaimana?
Semoga kemahnya campur.
Kirim salam dari sepupumu, Martine.
UANG JAJAN
Tanahnya granit dan kedap air.
Sungai kecil, sungai besar, danau...
mengairi seluruh daerah.
Raoul Briquet, kamu tidak mencatat apa-apa.
Bawa kartu pos itu ke sini. Cepat.
Aku tahu. Itu Allichamps!
Itu kota kecil, atau lebih tepatnya desa...
yang letaknya tepat di tengah Prancis.
Ini monumennya, di kartu pos.
Kalian bisa lihat di sana?
Lucu, ya. Boleh? Biar mereka semua bisa lihat.
Begini alamat di kartu posnya:
Tertulis: Raoul Briquet...
HLM Béranger...
Thiers...
Puy-de-Dôme, Prancis...
Eropa...
Alam Semesta.
Ada yang di sini tahu Allichamps?
Laurent, coba jelaskan. Raoul, kamu duduk saja.
Oke, beri tahu apa yang kamu tahu tentang Allichamps.
Ayahku tukang cukur.
Mereka mengadakan pertemuan di sana.
- Konvensi! - Mereka makan banyak. Aku bosan...
jadi aku jalan-jalan di taman.
- Ada lagi? Mathieu? Cerita, dong. - Belum pernah ke sana.
Kamu angkat tangan tadi.
Kamu menulis Thiers, Puy-de-Dôme...
bukannya pakai kode pos: Thiers, 63300.
Kamu hafal kode pos, ya.
Tetap duduk.
- Ada apa? - Kamu lupa meninggalkan kuncinya.
Tukang pindahnya menunggu. Mereka tidak bisa masuk.
- Ini. - Terima kasih.
Sampai nanti malam.
Penjarakan aku lagi. Dudukan aku di paku.
Makan topimu. Muntahkan isi perutku ke kucing.
Bunuh pusarku. Cium pantatku.
"Si Pelit" karya Molière.
Telat lagi, Fougerie?
Adegan Harpagon...
Babak IV, Adegan 7, sampai baris ke-15.
- Desmouceaux, bacakan. - Aku tidak belajar.
Maksudmu apa? Maju ke sini.
Aku tidak hafal.
- Bukankah sudah Ibu tugaskan? - Iya, Bu.
- Kalian semua sudah belajar? - Sudah, Bu.
- Lalu? - Aku bahkan tidak punya teksnya.
Kamu punya lima menit untuk belajar. Nanti Ibu kembali ke kamu.
Privadier, beri tahu teksnya.
"Pencuri! Perampok! Pembunuh!
Tolong!
Aku habis! Aku mati! Uangku diambil!"
Cukup. Froment, sekarang coba.
Aku tidak tahu.
- Sampai mana kamu membacanya? - Tidak tahu.
Aku belajar sampai "Dia sekarang di mana?"
Cuma segitu? Padahal Ibu bilang sampai baris ke-15.
Ibu benar-benar marah. Fayet, kamu coba.
"Pencuri! Perampok! Pembunuh! Tolong!"
Aku habis! Aku dibunuh! Uangku diambil!
- "Siapa pelakunya?" - Kamu duduk. Sama saja.
Coba pakai perasaan sedikit, dan jangan terlalu cepat bicaranya.
Hurbagnac, giliranmu.
"Pencuri! Pembunuh! Pembunuh! Tolong!
Aku habis! Aku dibunuh! Uangku diambil."
Lumayan, tapi coba lebih berapi-api.
Soalnya Harpagon benar-benar sudah gila.
"Pencuri! Perampok! Pembunuh! Tolong!"
- "Aku habis!" - "Aku habis! Aku dibunuh!"
Kamu mau apa, Nak?
Kamu bukan murid sini.
Kamu ke sini naik apa? Mobil?
Kamu jatuh dari helikopter?
Kamu tidak bisa dengar atau bicara?
Dari Dinas Sosial. Mereka kirim anak baru pertengahan Juni?
Ayo ke kepala sekolah.
Beliau tidak ada. Kecamatan memberi surat lain tidak?
Kita tanya Richet.
"Siapa pelakunya? Dia perginya ke mana?
- "Dia sembunyi di mana?" - Kamu sudah hafal sekarang?
"Pencuri! Perampok! Pembunuh! Tolong!
Aku habis. Aku dibunuh. Uangku diambil."
Lumayan untuk kerja lima menit.
Kalau kamu belajar, pasti hafal semua!
Brouillard, giliranmu.
"Pencuri! Perampok! Pembunuh! Tolong!
- "Aku habis! Aku dibunuh!" - Berhenti.
Sepertinya kamu tidak mengerti apa yang kamu ucapkan.
Nada suaranya datar. Dengarkan Ibu.
"Pencuri! Pembunuh! Pembunuh!
Tolong! Aku habis.
Uangku diambil!"
Kamu paham? Coba lagi.
"Pencuri! Perampok! Pembunuh! Tolong..."
Aku keras kepala sama seperti kamu! Tidak peduli berapa lama pun.
Kita akan di sini sampai kamu bisa.
"Pencuri! Pembunuh! Pembunuh!
Tolong! Aku..."
Duduk. Permisi, Bu Petit.
Ini Julien Leclou. Dia seumuran dengan kelasmu.
Masih ada tempat. Duduklah di sana.
Pasti ada yang salah.
Penjaga sekolah mengantarnya dengan surat dari Balai Kota.
- Kita bagaimana? - Tanya kepala sekolah.
- Kamu tinggal di sini? - Di Les Mureaux.
- Itu bukan kawasan perumahan. - Oh ya? Aku tinggal di sana.
Garderet, ambil alih sampai aku kembali.
Sekarang aku tunjukkan Harpagon yang sebenarnya.
"Pencuri! Perampok! Pembunuh! Tolong!"
Aku habis. Mereka mengambil uangku.
Siapa pelakunya? Dia perginya ke mana?
Bagaimana aku menemukannya? Lari? Tidak lari?
Kembalikan uangku.
Ah, itu aku. Pikiranku kacau.
Aku tidak tahu di mana aku, siapa aku, apa yang kulakukan.
Oh, uangku sayang, emas kesayanganku...
"Aku kehilangan sandaran, penghibur, kebahagiaanku."
Penampilan yang bagus! Anda mengajari mereka drama?
Aku punya murid-murid yang baik.
Ini soal Julien Leclou.
Masukkan dia ke kelas Bu Petit.
Bagaimana kalau dia tidak setingkat dengan yang lain?
Aku tidak tahu tingkatnya.
Dia dirujuk Dinas Sosial sebagai kasus khusus.
- Halo, Yah. - Halo, Patrick.
- Aku bereskan belanjaan. - Kamu lupa daftarnya.
Aku ingat semuanya.
Satu kilo gula, satu botol minyak.
Roti, apel.
- Buka jendelanya, tolong. - Tentu, Yah.
Aku banyak baca sampai mataku sakit.
- Namamu siapa? - Frank.
- Kalau kamu? - Sylvie.
Richard, bisa antarkan Gregory pulang untukku?
Aku masih ada beberapa urusan.
Dadah, Gregory.
Jadi anak baik. Dah!
Dah, Sayang.
Lihat. Ada yang pindah masuk.
Itu Pak Richet.
Selamat pagi, Richard. Kamu ngapain di sini?
- Kami tinggal di lantai yang sama. - Jadi kita tetangga.
- Lydie. - Aku pasti kenal ibumu.
Adikmu?
Bukan. Aku harus antar dia ke lantai sembilan.
- Kamu mau lihat apartemennya? - Aku tunjukkan denahnya.
Kamu akan paham. Ini dapurnya.
Aku lupa bukuku.
- Sepedamu rusak? - Tidak, rantainya lepas.
- Kalian punya TV? - Tentu saja.
- Tadi malam acaranya apa? - Serial Amerika: "Columbo."
Ceritanya gimana?
Mereka mau menyabotase mobil balap...
jadi ada yang menggergaji setirnya...
dan mobilnya meledak.
- Apa Columbo pelakunya? - Bukan, penjahatnya yang melakukannya.
- Terus Columbo menangkapnya? - Tentu. Dia selalu berhasil!
Kamu utang aku.
- Berapa? - Dua franc.
- Akan kupikirkan. - Santai saja.
Cuma dua franc!
- Ya, aku mau uang itu. - Tentu. Aku juga.
- Itu uang jajanku. - Buat apa?
Permen dan kolam renang.
Katanya Sylvie lahir di tempat sampah.
Kamu dari tempat sampah?
Aku dari Toulon.
- Tempat sampah Toulon! - Tempat sampah plastik?
- Aku dapat lima franc seminggu. - Buat apa?
- Aku beli buku. - Kalau kamu?
Aku tidak dapat apa-apa.
- Kamu habiskan semua? - Aku tidak dapat apa-apa.
- Boleh aku masuk? - Tidak, pergi sana.
Biarkan aku lihat kelasmu.
- Pulang sana. - Kamu tidak mau aku berkunjung?
- Tidak, pergi. - Setidaknya ucapkan selamat tinggal.
Dapat ciuman tidak? Dah.
Jadi anak baik. Sampai nanti malam.
Apa kabar, Patrick?
Pengemudinya pakai gas peledak.
Columbo menebak waktu menemukan kaleng kosong.
Tidak. Columbo dapat bocoran.
- Dia dapat telepon anonim. - Tidak, kamu salah besar.
Columbo memergoki montirnya memotong selang rem.
Indah sekali.
Barang bagus. Aku belum pernah lihat.
- Kamu lagi apa? - Ini punya ayahku.
Simpan di rumah. Di sini dilarang.
Baiklah.
Ada apa? Ayo main!
No comments yet. Be the first to leave one.