Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Omar Bin Khattab ( Series ) Full

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Umar bin Khattab - Episode 02
ناشر Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2014-06-30
تعداد دانلود: 122
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 2

Selamat pagi, Abu Bakar.

Selamat pagi.

Kau tak datang ke Darun Nadwah bersama kami?

Kami membutuhkanmu.

Tidak.

Sekarang aku sibuk, kalian takkan butuh aku.

Ada apa dengan Abu Bakar?

Ia sudah jarang muncul di pertemuan.

Mungkin ia sibuk dengan sesuatu yang serius dan dirahasiakan olehnya.

Sebelumnya ia sangat suka bergaul.

Ah, Umar!

Bagaimana kabarmu, Umar?

Aku baik kalau pamanku juga baik.

Ikutlah bersama kami, atau kau juga sibuk?

Juga? Tak ada yang menjauhkanku dari urusan kaum.

Kalau mereka menginginkan sesuatu, maka itu keinginanku juga.

Mari.

Mari.

Abu Bakar!

Utsman, kau mau ke mana?

Ke tempat pertemuan.

Apa ada hal baru yang perlu diselesaikan?

Tidak, ini diskusi biasa saja.

Kalau ada hal yang baru, kau yang pertama mengetahuinya.

Sepertinya kau meresahkan sesuatu.

Kalau kau mau, kau bisa mengatakannya padaku,

akan kucoba membantumu semampuku.

Apa yang kupunya adalah sesuatu yang akan bermanfaat bagimu.

Aku tak akan menyembunyikannya tanpa membaginya kepada yang aku cintai.

Kau adalah sahabat terbaikku.

Begitu juga denganmu, tapi...

Tinggalkan pertemuan sekarang dan ikut denganku.

Bagaimana pendapatmu dengan saudaramu ini?

Siapa? Kau?

Pernahkah aku membohongimu?

Pastinya tidak. Kau orang paling jujur dan baik.

Dan seseorang yang paling jujur adalah Muhammad bin Abdullah.

Jelas seperti yang kaukatakan, jujur dan dapat dipercaya.

Tapi kenapa dengannya? Kau tak mau bicara?

Tentu, dengan syarat kau berjanji bahwa kau tak akan menyebarkannya,

meskipun kau suka atau tidak dengan apa yang kukatakan.

Kau jadi membuatku resah, aku berjanji,

tentu apa yang kauminta untuk disembunyikan pasti sangat serius.

Ya, benar.

Orang Arab belum pernah mendengar yang seperti ini sebelumnya.

Dan itu memberikan jalan yang benar di kehidupan ini dan kehidupan akhirat.

Akhirat? Apa itu akhirat?

Bagaimana keadaan sepupumu? Maksudku Muhammad.

Ia baik-baik saja, dengan rahmat Tuhannya.

Siapa Tuhannya?

Aku melihatmu tadi dengannya di jalan pegunungan.

Kau melihatnya?

Apa yang kalian lakukan?

Kau bersujud kemudian berdiri.

Itu bukanlah sujud yang dilakukan di dekat berhala.

Jadi, aku belum pernah melihatnya atau kau bersujud kepada berhala kita.

Yang kaulihat adalah salat, Ayah,

di mana Tuhan memerintahkannya melalui nabi-Nya.

Nabi? Maksudmu...

Keponakan Ayah, Muhammad,

ia adalah seorang nabi.

Dan wahyu yang diberikan padanya adalah dari langit.

Itu adalah Alquran, Perkataan Tuhan. Aku mengikuti agama, Islam.

Nabi, wahyu, Alquran, Islam.

Kau sudah bicara banyak, Nak.

Duduklah dan ceritakan tentang agama yang kausebutkan ini,

lalu apa artinya?

Kau mau ke mana, Ammar?

Aku ada urusan yang harus kudatangi.

Kau sering pergi keluar

dan aku tak tahu apa yang kauperbuat.

Kalau aku bertanya, kau hanya bilang mendatangi sebuah urusan.

Urusan apa? Dan kau, Umi Ammar?

Aku pergi ke rumah Abu Hakam bin Hisyam.

Istrinya menyuruhku datang karena ada suatu hal.

Harusnya Ibu bilang, "untuk melayaninya".

Apa ia tak cukup punya budak?

Budaknya sedang tak sehat.

Lagi pula, kita berutang jasa kepada Bani Makzhum.

Bukankah kita sekutunya?

Ya, sekutunya, bukan budaknya.

Ibu mungkin mantan budak wanita yang dimiliki oleh mereka,

tapi ia membebaskan Ibu dan menikahkan dengan ayah sebelum ia meninggal.

Karena itu Bani Makhzum mau agar Ibu melayani mereka,

sebagaimana Ibu masih-

Tidak, Nak.

Jangan buru-buru, atau kau akan jerumuskan kita sampai tak bisa menghadapinya.

Kita tak boleh mengabaikan keinginan orang.

Saat aku datang dari Yaman ke kota ini,

Bani Makhzum menerimaku dan memberikan perlindungan padaku,

menjadikanku sekutunya, jadi aku berutang nyawa kepada mereka.

Tak ada yang memiliki nyawa selain penciptanya.

Apa yang ia katakan?

Anakku, ia menunjukkan kepada kita kebenaran, jadi tetaplah bersamanya.

Dan jangan beri tahu seorang pun tentang kalian berdua sampai Tuhan berkehendak diungkapkan.

Selamat datang, Umar. Selamat datang, Keponakanku.

Duduk di sini.

Bagaimana keadaan Khattab?

Ia baik.

Kau ke sini ingin mengunjungi pamanmu atau ada maksud lain?

Apa pun itulah.

Kalau berkunjung, kau diterima.

Kabar apa yang kaupunya?

Beberapa percakapan yang kita dengar dan tak menyenangkan.

Aku tak menyangka pamanku Abu Hakam tak menyadarinya.

Maksudmu Muhammad.

Kalau apa yang kita dengar benar,

kita tak punya bukti untuk menahannya sampai ia menunjukkan dirinya di khalayak ramai.

Kita tak tahu apa tujuannya.

Dan juga tak yakin dengan apa yang terjadi dengannya,

atau ia mulai berseru demi meningkatkan kekuatan untuk melawan kita

dan kita harus menghentikannya.

Aku yakin Muhammad menyebarkan agamanya secara rahasia,

mendekati orang yang bisa ia percaya.

Kenapa ia tak mulai dengan kita, petinggi kaum Quraisy?

Ia mungkin sudah menduga

demi Latta, kita tak akan menerima apa pun darinya.

Bahkan sebelum dengar apa yang ia sampaikan?

Kita tak perlu dengar

lebih dari apa yang kita dapatkan sekarang ini untuk melawannya.

Sudah terlalu buruk baginya kalau ia menolak agama nenek moyang kita.

Padahal itu yang menjadikan kita tuan atas Bangsa Arab.

Saat ia menyatakan akan menjadi nabi,

ia mengatakan kita harus mengikuti dan taat padanya kalau kita mau mematuhi Tuhan.

Bagaimana kita bisa menerima seseorang dari Bani Hasyim sebagai pemimpin kita

dan kita jadi pengikutnya?

Bisakah kita biarkan ini terjadi

saat kita bersaing dengan mereka demi kehormatan dan kekuasaan?

Apa kita tak menerima Bani Hasyim sebagai pemimpin kita.

Ia berkata: Aku tidaklah memintamu menaati aturan Bani Hasyim,

tapi untuk menaati aturan Tuhan

yang sudah mengutusku sebagai rasul kepadamu dan seluruh manusia.

Dan yang satu ini...

Apa ia termasuk pengikutnya?

Apa kau pengikutnya, Sumayyah?

Ya, maksudku, aku tak mengerti apa yang Anda inginkan, Tuan,

jadi aku beri jawaban untuk menyenangkan Anda.

Inilah wanita bijaksana yang ingin beri jawaban yang menyenangkan.

Bicaralah, jangan khawatir.

Kau adalah pengikutnya, 'kan?

Benar, Tuan, aku pengikutnya.

Bagus, lalu kami sebagai apa?

Anda juga sama, Tuan.

Sama?

Manusia memiliki derajat yang berbeda, Tuan.

Kami adalah sekutu dan mengikuti Anda.

Bukankah sudah kuberi tahu bahwa Sumayyah adalah wanita yang bijaksana?

Mendiang sepupu kami, Abu Hudzaifah melakukan hal yang tepat saat membebaskannya

dan menikahkannya dengan sekutunya, Yassir Al-Ansi.

Tak perlu, tak perlu. Aku tak butuh susu itu, terima kasih.

Kau mengerti, Keponakanku?

Haruskah Muhammad menyeru manusia untuk mengikuti agamanya,

ia akan minta kita untuk mematuhinya dengan cara kenabian,

dan ia tetap bagian dari Bani Hasyim.

Demi Latta, kalau ia menyeru kita untuk ikut agamanya,

kita akan berikan jawaban yang sangat kasar.

Sumayyah.

Untuk makan malam, siapkan makanan dan panci bagi siapa saja yang datang.

Siapkan makanan dalam jumlah besar, jangan irit.

Baiklah, Tuanku.

Ikrimah, perintahkan budak kita untuk mengundang orang makan malam.

Mereka harus mengundang setiap tamu, orang yang lewat atau orang miskin.

Jadikanlah kita yang pertama mengundang mereka.

Tahun Ke-3

Setelah Diutusnya Nabi

Hei.

Apa yang kaulakukan dengan para wanita ini, Bocah?

Apa kau sudah dewasa?

Hei, orang tua.

Jadi laporan selama ini benar,

tapi tak ada yang melihat dengan mata sendiri.

Jadi, begini kau beribadah.

Kami sudah dengar tentang Muhammad dan agamanya

bahwa ia meninggalkan agama kami.

Awalnya hanya bisikan, sekarang semakin terdengar.

Sebagian kami memercayainya, sebagian tidak.

Buruk sekali! Kupikir jumlah kalian sekarang banyak,

sampai kami tak sadar terhadap apa yang terjadi, kupikir tak terjadi apa-apa.

Abu Sufyan, kami sudah coba semampu kami

agar kau tak lihat hal yang tak kausuka ini,

serta tak menghadapi tanggapan negatifmu.

Oleh karena itu, kami pilih tempat ini untuk salat.

Kita lakukan ini sebagai ketaatan kepada perintah Rasulullah.

Rasulullah?

Tuhan menghendakimu melihat kita hari ini.

Tinggalkan kami seperti kami menjauh dan kembalilah dengan keinginan baik kami.

Kau tak menanyakan apa yang kami lakukan dan kami tak akan menanyakan apa yang kaulakukan.

Baik, baik. Hal yang aneh bisa terjadi.

Abdullah bin Mas'ud, atau Ibn Umm Abd,

penggembala yang dipekerjakan oleh Uqbah bin Abi Muait,

Omar Bin Khattab ( Series ) Full subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Omar Bin Khattab ( Series ) Full

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left