Frieren: Beyond Journey's End

Frieren: Beyond Journey's End (葬送のフリーレン)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

SousounoFrieren-06[1080pAV110Bit]
ناشر sph21

برچسب‌ها

1080
تاریخ انتشار: 2023-11-09
تعداد دانلود: 117
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 166 خط.

Jadi, seperti inikah imbas dari latihannya?

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

Kau tak akan bertarung melawan naga itu, 'kan?

Lantas kenapa kau terus berlatih?

Saat aku datang ke desa ini,

semua orang cemas dan takut setengah mati karena naga itu.

Tapi sekarang, orang-orang itu tertawa bahagia.

Mereka bilang, "Desa ini aman karena kita punya Tuan Stark."

Padahal aku tak pernah berbuat apa pun.

Naga itu belum menyerang lagi

karena ia sedang tak mau saja.

Kalau naga itu menyerang desa ini,

akankah kau melawannya?

Aku lebih memilih mati. Tapi kau tahu?

Bagi penduduk desa ini, aku adalah pahlawan.

Aku Stark, pahlawan desa ini.

Akulah yang harus melindungi desa ini.

Namun,

aku mungkin saja akan kabur saat naga itu menyerang.

Bahkan codet di dahiku ini

adalah buah kejengkelan guruku padaku,

karena aku tak mau melawan monster.

Baru kali itu dia memukulku.

Aku pasti sudah mengecewakannya.

Akhirnya,

guruku tak pernah memujiku lagi.

Apa?

Tuan Stark,

aku yakin kau tak akan kabur.

- Kau tahu apa soal diriku? - Aku memang tak tahu apa-apa.

Tapi aku ingat aku setakut apa saat itu.

Takut?

Saat pertama kali berhadapan dengan monster,

aku terbilang

sudah berlatih lebih dari cukup.

Tapi aku tiba-tiba gemetar karena ketakutan,

dan akhirnya lari terbirit-birit.

Monster itu terus mengejarku.

Dan entah kenapa, Nona Frieren tak mau membantuku.

Wah, guruku juga seperti itu.

Akhirnya, saat monster itu makin dekat,

aku memperkuat tekadku,

dan aku jadi berani.

Ternyata, yang kubutuhkan saat itu hanyalah tekad.

Semua yang telah kaupelajari selama ini tak mungkin sia-sia.

Mungkin kau seorang pengecut yang tak berdaya,

tapi aku yakin tekadmu

untuk melindungi desa ini sungguh tulus.

Tekad, ya?

Bagaimana tadi?

Entahlah.

Aku tak tahu...

tapi aku yakin semua akan baik-baik saja.

Dia tak ada di sini. Jadi, dia kabur?

Padahal aku sudah yakin padanya.

Baiklah.

Fern, saatnya main petak umpet dengan si naga.

Apa?

Frieren.

Kau memintaku mengulur waktu selama 30 detik, 'kan?

Kau lama sekali.

Bisakah kau berjanji satu hal?

Kalau aku mati saat kita bertarung,

bisakah kau menjamin akan membunuh naga itu?

Baiklah, aku janji.

Tapi kenapa kau bertindak sejauh ini hanya demi warga desa?

Apa?

Menurutku, pertanyaanmu aneh saja.

Aku sudah tinggal di desa ini selama tiga tahun.

- Baru sebentar, 'kan? - Itu lama sekali.

Oke, mari beraksi!

- Tanganmu gemetar. - Karena ini jelas mengerikan.

Tak usah tertawa.

Kau memang seperti Eisen.

Guruku?

Wah, lawan kita tangguh sekali.

Eisen, tanganmu gemetar. Kau ketakutan?

Ya.

Kau langsung mengaku, ya?

Tak ada salahnya merasa takut.

Ketakutan inilah

yang berhasil menjadikanku diriku yang sekarang.

Bahkan gemetarnya sama.

Begitu rupanya.

Ternyata, Guru...

juga ketakutan.

Yang kubutuhkan

hanyalah tekad.

Dia berada dalam jangkauan si naga.

Naga itu belum menyerang.

Si naga berhati-hati.

Rupanya firasatku benar.

Pantas saja desa ini tak pernah diserang lagi.

Naga adalah hewan cerdas.

Naga tak mau memulai pertarungan saat lawannya tangguh.

Alasan Eisen memukul Stark

bukan karena Stark lemah

atau telah mengecewakannya.

Kami bertengkar dan berpisah.

Kau memukulnya?

Itu refleks tubuhku semata.

Aku sungguh menyesali perbuatanku.

Aku ketakutan saat itu.

Aku ketakutan, Frieren.

Dia benar-benar orang yang menakjubkan.

Muridku

akan menjadi Warrior yang luar biasa.

Oke! Tembak sekarang!

Ayo! Tunggu apa lagi?

Aku sudah melakukan yang kauminta!

Kau mau mengerjaiku, ya?

Berani-beraninya kau, Wanita Busuk!

- Kau sama saja seperti Guru... - Naganya sudah mati.

Apa?

"Wanita Busuk," katanya?

Ini takkan berakhir baik.

Aku

sungguh membunuhnya?

Aku membunuh seekor naga

dengan tanganku sendiri?

Stark.

Kerja yang bagus.

Kinerjamu sungguh melampaui dugaanku. Bagus sekali.

Gunung harta karun!

Jangan diambil semuanya, ya.

Kau cuma boleh mengambil tiga.

Aku sungguh tak habis pikir.

Bisa-bisanya kau terobsesi dengan semua ini.

Ini gunung harta karun.

Guru bilang pertualangan Grup Pahlawan

jadi benar-benar konyol gara-gara kau.

Begitukah?

Katanya,

pertualangannya memang konyol, tapi amat berkesan.

Wah! Benar-benar keluar es serut!

Pencariannya tak sia-sia, 'kan?

Dan es serutnya Sangat lembut! Tidak kasar!

Kau benar!

Konyol sekali.

Kau sungguh tak keberatan dengan ini?

Biarkan saja.

Lagi pula, perjalanan kita baru dimulai.

Bahkan Hero dari Selatan, yang dikenal sebagai manusia terkuat,

dibunuh oleh Tujuh Sage of Destruction, bawahan Demon King.

Tak ada jaminan kita bisa pulang hidup-hidup.

Eisen, kau mau perjalanan yang sulit dan menyakitkan saja?

Jujur saja,

aku menginginkan perjalanan seru yang bisa kita sebut konyol

dan kita tertawakan begitu kita pulang.

Lihat!

Esnya meleleh kalau disentuh.

- Jangan disentuh. Itu makanan. - Konyol...

Omong-omong, di mana siropnya?

Aku tak punya sihir yang bisa menghasilkan sirop.

- Tidak ada? - Ini makin konyol saja.

Bagaimana? Kau bisa menerawangnya?

Bisa.

Tapi sihir ini sungguh biasa saja.

Yah, maaf kalau tubuhku tidak menarik.

Apa?

- Kecil sekali. - Tidak kecil, ya!

Baiklah, apa rencanamu sekarang, Stark?

Kau juga boleh kembali ke tempat Eisen.

Guru sudah memintamu mengajakku, 'kan?

Lagi pula,

aku juga ingin ikut

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left