نخستین 198 خط.
Tuan Veldora, skak.
Permainanmu semakin bagus saja, Ifrit.
Saya tersanjung.
Oh, iya, Ifrit.
Kurasa tidak lama lagi kamu akan melampaui kemampuanku.
Aku akan menunggu sampai saat itu tiba.
Ba-Baik!
Padahal yang kali ini menang kan aku.
Tapi, sepertinya waktuku sudah tidak banyak.
Maksud Anda?
Kelihatannya tidak lama lagi aku akan meninggalkan tempat ini.
A-Apa?
Benar-benar hari yang indah.
Sudah banyak hal yang terjadi.
Setelah berhasil menyelamatkan murid- murid Shizu di Kerajaan Ingrassia,
Rimuru pun akan kembali ke Tempest.
Topeng itu ....
Kenapa topengnya?
Kalau tidak salah,
Pahlawan yang menyegelku menggunakan topeng itu.
Tidak, apa cuma mirip, ya?
Shizu mendapatkannya dari Pahlawan, lalu Rimuru memberikannya pada Chloe.
Apa jangan-jangan saling berhubungan, ya?
Sepertinya itu tidak mungkin. Iya, akunya saja yang berlebihan.
Waktu itu, kupikir hari-hari yang menyenangkan sudah menanti Tuan Rimuru ...
... begitu beliau kembali ke negara monster.
Kupikir juga akan seperti itu.
Tapi, salah satu murid Shizu, Hinata Sakaguchi, muncul.
Penghalang besar yang dibuat Hinata membuat magi di dalamnya dimurnikan ...
... sehingga Tuan Rimuru tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Wanita itu sama sekali tidak bisa diajak bicara baik-baik.
Sepertinya dia lumayan keras kepala.
Tidak kusangka Tuan Rimuru sampai dibuat terpojok begini.
Bisa saja dia akan kalah.
Benarkah? Apa itu tidak masalah?
Kalau Tuan Rimuru mati, kita akan—
Tidak perlu cemas!
Percayalah pada Rimuru dan lihatlah baik-baik.
Rimuru punya ide.
Enyahkan semuanya!
Peleburan!
Hebat sekali.
Rimuru sudah membuat tubuh bayangan terlebih dahulu.
Dia menyembunyikan tubuh aslinya dan melawan Hinata dengan tubuh bayangannya.
Benar-benar taktik yang cerdik!
Risikonya memang tinggi, tapi aku sangat terkesan.
Sekarang, akhirnya dia bisa pulang.
Tapi, sepertinya ada sesuatu yang ganjil.
Ada yang aneh dengan Tempest.
Negara monster diserang oleh orang-orang serakah.
Berurusan dengan manusia memang sangat memusingkan.
Tapi, Rimuru ingin hidup berdampingan dengan manusia yang rumit ini.
Iya, sepertinya beliau berusaha untuk mengikuti peraturan buatan manusia.
Beliau tampak sangat tenang.
Akan tetapi, sebenarnya emosi dia sangat kacau bak diterjang badai.
Dia terlihat bisa mengamuk kapan saja.
Kuharap perasaan Rimuru tidak akan terluka lebih dari ini.
Aku tidak bisa berkata apa-apa.
Iya.
Meski hanya sempat berbincang sebentar dengan Rimuru,
tapi aku bisa merasakan kedekatannya dengan Shion.
Sosok yang bisa jadi contoh teladan dan tahu betul cara menghormati.
Tapi Shion yang malang itu ....
Aku tidak tega melihat Rimuru terluka begini.
Biasanya kita tidak merasa sedih saat ada monster yang mati.
Jiwa mereka akan kembali ke dalam lingkaran reinkarnasi ...
... dan belajar dari kehidupan sebelumnya untuk terlahir dalam keadaan yang lebih baik.
Bukankah memang begitu cara kerja alam ini?
Iya, itu benar.
Sekarang, bagaimana kalau kita coba perjelas situasinya?
Kenapa Rimuru sampai merasa sesedih ni?
Apa Anda tidak merasa kesepian, Tuan Veldora?
Anda tidak akan bisa bertemu lagi dengan Nona Shion yang periang, lugu,
dan masih harus banyak belajar itu.
Mungkin kesedihan yang dirasakan bergantung dari kedekatan hubungan kita dengan orang itu.
Belakangan ini, saya baru menyadari akan hal itu.
Begitu rupanya.
Sepertinya menganggap kematian Shion sebagai suatu hal yang lumrah ...
... membuatku tidak menyadari rasa sedih yang dia rasakan.
Dulu saya pernah membunuh temannya Shizu yang bernama Pirino.
Saat itu, saya hanya makhluk yang memikirkan diri sendiri ...
... dan bertindak hanya karena melihatnya sebagai ancaman.
Meski begitu, saya tetap sudah melakukan sebuah dosa.
Dan karena itulah saya dan Shizu tidak bisa saling berkomunikasi satu sama lain.
Ifrit ....
Sudah terlambat untuk menyesalinya.
Karena saya pikir kalau kematian adalah hal yang wajar terjadi,
saya jadi tidak menyadari kesedihan Shizu.
Shizu menganggap dosa yang saya lakukan sebagai perbuatannya ...
... dan rasa penyesalannya itu melukai hatinya begitu dalam.
Seandainya Tuan Veldora tidak mengamati Tuan Rimuru seperti sekarang,
Anda pasti tidak akan bisa memahaminya meski ratusan tahun telah berlalu.
Benar katamu.
Kalau dipikir-pikir, yang namanya kematian itu ternyata tidak bisa dianggap enteng.
E-Eh, begini ....
Meski kemungkinannya sangat kecil ....
Tidak, sebenarnya ini hampir mustahil ....
Tapi ada sebuah dongeng mengenai membangkitkan orang mati!
Tuan Veldora!
"Membangkitan orang mati"?
Kalau hal itu memang benar-benar ada ....
Kisah mengenai seorang gadis dan naga.
Lahir dari seekor naga dan seorang manusia, gadis tersebut dibesarkan sebagai putri naga.
Suatu hari,
sang ayah yang merupakan seekor naga memberikan anak naga yang berasal dari tubuhnya ...
... untuk dijadikan sebagai temannya.
Cerita ini .... Putri naga yang dimaksud itu ....
Iya, maksudnya Milim.
Aku sendiri tidak tahu cerita lengkapnya.
Kalau jiwa mereka masih ada di dalam penghalang ini, berarti ....
Kemungkinannya adalah 3,14 persen.
Ada kemungkinan 3,14 persen mereka yang sudah mati bisa dibangkitkan.
Itu sudah cukup, 'kan?
Lihatlah! Sepertinya Rimuru juga punya kesimpulan yang sama denganku.
Dia sudah kembali bersemangat!
Benar. Sepertinya beliau juga sudah membulatkan tekadnya.
Iya, dia sudah siap mengambil 10.000 jiwa manusia dan menanggung dosa tersebut ...
... untuk menjadi seorang Raja Iblis Sejati.
Tidak perlu khawatir, Rimuru.
Kamu tidaklah sendirian.
Aku akan ikut menanggung dosa tersebut.
Merekalah yang membunuh Shion dan yang lainnya.
Baiklah,
akan kumulai.
Serangan balasan sudah dimulai, ya.
Iya. Mengingat betapa marahnya Rimuru, suasananya jadi sangat panas.
Kemarahan rekan-rekan Rimuru pun sudah tidak terbendung.
Mereka semua yang biasanya sangat tenang, kali ini berubah menjadi tak kenal ampun.
Meski begitu, Rimuru sempat berpesan pada Benimaru sebelum bertarung.
"Kalau aku berubah menjadi monster yang tak berakal,
perintahkan mereka yang bisa bertarung untuk segera melenyapkanku."
Itu benar-benar tugas yang berat.
Aku sih pasti akan menolak.
Benar sekali.
Dulu mungkin saya akan mengiyakannya, tapi sekarang tidak akan saya terima.
Terlebih saya tidak memiliki kemampuan untuk memimpin para monster,
sehingga mustahil rasanya bisa menghentikan Tuan Rimuru.
Perkataanmu ada benarnya.
Rimuru tidak akan memberikan permintaan yang mustahil,
jadi karena itulah dia memercayakannya pada Benimaru.
Sejujurnya, aku merasa agak iri padanya.
Yah, Rimuru tidak akan membuat rekan-rekannya sedih,
jadi evolusinya sebagai Raja Iblis pasti akan berhasil.
Benar juga. Lebih baik kita percaya padanya.
Ah, Tuan Veldora, lihat!
Matilah!
Terbakarlah kalian atas kemarahan dewa!
Megiddo!
Rimuru yang baik hati itu ....
Rimuru yang sangat tidak suka menyakiti orang lain itu ...
Dia membunuh para prajurit musuh tanpa keraguan sedikit pun.
Dia memilih cara terbaik untuk membunuh mereka dan melakukannya tanpa ragu.
Jujur, kebulatan tekadnya itu benar-benar mengerikan.
Iya.
Sekali marah, orang yang biasanya tenang akan menjadi sangat menyeramkan.
Ada banyak contoh seperti itu yang bisa ditemukan di tulisan suci.
Ternyata beliau cukup tenang dan tidak langsung membunuh Raja Edmaris dari Falmuth.
Iya.
Kalau aku sih, pasti sudah langsung kuhabisi semuanya tanpa pikir panjang.
Tapi kalau seperti itu, bukankah nanti akan sangat sulit untuk membereskan semuanya?
Kalau pemimpin Kerajaan Falmuth ...
... sampai terbunuh, mereka pasti akan mengerahkan semua pasukannya, 'kan?
Gereja Suci Barat juga tidak akan tinggal diam ...
... sehingga untuk menghindari perang yang berkepanjangan,
sepertinya tindakan Tuan Rimuru sudah tepat.
Ternyata rumit juga.
Meski tidak dibunuh, dia tidak akan diberi ampun, 'kan?
Kalau aku sih pasti akan langsung kubunuh,
tapi Rimuru cukup tenang dalam menghadapinya.
Kesabaran yang luar biasa.
Tapi, bukankah memang harusnya begitu, ya?
Ah, evolusinya sudah dimulai, ya?
Ada yang aneh dengan Rimuru.
Beliau terlihat sempoyongan.
Iya. Aku sendiri kurang paham karena tidak pernah mengalaminya,
tapi sepertinya evolusi menjadi Raja Iblis bukanlah hal yang mudah.
Ah, dia itu Arch Demon.
Tidak salah lagi.
Terlebih, dia bukanlah iblis rendahan yang baru saja lahir,
tapi iblis berbahaya yang sudah hidup sangat lama.
Benarkah?
Ifrit, sekalipun kamu adalah roh tingkat tinggi yang lebih unggul daripada iblis,
kamu bisa merasakan kekuatan yang dia miliki, 'kan?
Iya. Di mata saya, dia hanya Greater Demon biasa.
Itu adalah bukti kalau dia bisa menirunya dengan sangat sempurna.
Apalagi, dia langsung muncul begitu saja meski tidak dipanggil secara khusus.
Apa jangan-jangan dia sudah hidup lebih lama daripada aku, ya?
Tidak, itu tidak mungkin.
Bosan sekali.
Bosan? Tuan Veldora, ini kan saat yang sangat menegangkan,
apa Anda tidak merasakannya?
Tapi, bukankah kenyataannya memang begitu, ya?
Karena Rimuru tertidur akibat proses evolusinya,
kita jadi tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di luar sana.
Tentu saja aku akan merasa bosan!
Yah, tapi ... sepertinya bermain pun tidak akan menghilangkan bosan.
Begitu Rimuru menjadi Raja Iblis, dia pasti akan sangat sibuk,
jadi sebaiknya aku juga mencari cara agar terbebas jadi Penjara Tanpa Batas ini.
No comments yet. Be the first to leave one.