هماهنگ با نسخه‌های زیر

ZOMBIE LAND SAGA REVENGE episode 11
ناشر MarBot
retail from iQIYI.

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2021-06-28
تعداد دانلود: 12
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 170 خط.

Apa yang terjadi?

Eh? Kok jadi pusing...

Padahal sejak menjadi zombi, aku selalu sehat.

Ada yang salah dengan tubuhku.

Aku harus beri tahu Pak Kotaro tentang ini.

Jadi sepertinya kita telah tersapu ombak.

Oh, ini mengejutkan.

Ke mana kita pergi? Bisa balik?

Tenang, toh kita enggak akan mati kalau tenggelam, kayaknya.

Mungkin bisa sampai ke pulau tidak berpenghuni. Lalu bertualang di sana.

Zombi main gim bertahan hidup?

Boleh juga 'tuh, cebol.

Sebaiknya kita dandan dulu supaya siap kalau terjadi apa-apa.

Ini sangat parah.

Sial! Aku tidak tahu apa yang terjadi.

Seperti menurunnya tingkat populasi,

ini kutukan yang akan menghantam Saga di era Reiwa.

Dampak yang tidak bisa kita redam di satu tahun lalu pada akhir era Heisei

lebih besar dari dugaan.

Kita harus keluar dari sini.

- Apa? Apa? Apa? - Hei! Hei! Hei!

Ini sih Saga, bukan pulau tidak berpenghuni.

Dan lumayan dekat dari tempat kita.

Sialan. Penduduknya memang 'dikit, sih.

Junko, kotak apa itu?

Satu set peralatan boneka Ozaki.

Gawat kalau sampai basah.

Kamu memang gadis yang dapat diandalkan, ya.

Ada apa?

Rumah kita mau roboh karena sudah peyot!

Gawat! Ambil semua barang berharga kalian!

Rumah kita rata sama tanah.

Padahal kostum kita dan alat musik Pak Kotaro masih di sana...

Daripada itu, alat rias kita!

'Gimana, nih?

Maafkan aku, harusnya aku membawanya.

Berarti, kita dalam masalah besar.

Saking banyaknya yang terjadi, aku tidak bisa berkata-kata.

Aku juga.

Aku paham. Tapi apa yang harus kita lakukan setelah ini?

Neng Sanko!

Bu Machiko!

Apa yang kamu lakukan di sini?

Siapa dia?

Rekan kerja paruh waktu di pabrik.

Jadi begini, rumah kami tersapu ombak.

Puing-puing di belakangmu itu rumahmu?

Wah, parah juga rupanya.

Berhubung teman-temanmu juga di sini,

ayo kita ke Mal Kation.

Di sana jadi pengungsian.

Serius?

Kerusakannya lumayan besar.

Pengungsian resmi sudah penuh dengan korban,

jadi semua orang ke sini.

Aku paham tidak boleh depresi di saat seperti ini,

tapi tetap saja sulit.

Di mana Pak Kotaro sekarang, ya?

Maaf, ya. Kalian harus tinggal di sini karena tidak ada tempat kosong.

Tidak masalah, kok. Kami sangat terbantu.

Terima kasih sudah meminjami kami tikar biru ini.

Terima kasih banyak!

Itu merek terkenal sih, jadi mungkin bagus.

Di lantai bawah juga ada kardus dan selimut.

Nanti ambil saja, ya.

Sebentar, siapa nama teman-temanmu?

- Ah... - Ah, nama dia Ichiko.

Aku Niko!

Lalu Yonko, Itsuko, dan Mutsuko.

Oh, mudah diingat.

Aku Machiko.

A-Ah, Tae— Di mana Zeroko?

Eh? Dia hilang!

Baik, silakan.

Zeroko, kamu tidak boleh makan itu!

Saya mohon maaf.

'Gak apa-apa, kok. Kalian juga kerepotan, 'kan?

Kamu pasti lapar, ya? Makan saja.

Aduh! Iya, iya.

Ka-Kami juga mau ikut membantu.

Ah, rasanya terbantu sekali.

Neng Sanko memang dikenal sebagai pekerja keras,

tapi rupanya kalian juga, ya.

Istirahat yang cukup, ya.

Kalau sampai pingsan, nanti kami kerepotan.

Kami tidak apa-apa, kok! 'Kan kami ini zombi—

Maksudku pekerja keras.

Hah?

Aku mau pulang ke rumah!

Yuk pulang, Mah.

Pah, ayo pulang!

Tu, wa, ga, pat!

Pak Okoba!

Aku sudah dapat beberapa info.

Semua tempat juga kena?

Ya. Keseluruhan Saga dan beberapa lokasi di prefektur sebelah juga mati listrik.

Beberapa menara transmisi juga mati, jadi kita tidak bisa menggunakan ponsel dan Internet.

Padahal aku sudah bilang pada atasan untuk punya telepon satelit.

Lalu lintas juga kacau balau.

Warga yang daerahnya terdampak parah mengungsi di tempat evakuasi.

Mau berpencar untuk cari info lagi?

Berikut siaran dari Kation Mal cabang Karatsu yang menjadi pengungsian saat ini.

NBK Fukuoka melapor.

Bagaimana kehidupan sehari-hari Anda di sini?

Repot juga ternyata kalau banyak orang yang mengungsi. Repot 'kan, ya?

Ini pengungsian terbesar di daerah sini, jadi semua penduduk Saga pergi ke sini.

Enggak semua sih kayaknya.

Tapi tidak kusangka kami akan bermalam di tempat kami biasa belanja.

Benar juga, saya kangen dengan rumah saya.

Tapi, kita harus tetap ceria di sini.

Kalau tidak, saya pasti tidak akan bertahan di sini.

Kami harus bersyukur di saat seperti ini.

Anak kecil dan orang tua yang paling cemas.

Kami juga belum tahu sampai kapan akan di sini.

Anak-anakku masih kecil. Si Bungsu yang berumur dua tahun mirip dengan ibunya.

Tapi untung mbak-mbak yang mengajak mereka bermain.

Ah, pas banget mereka ada di sana.

- Kami akan menyanyi sekarang. - Hore!

Franchouchou?!

Sas imut banget, ya?

- Ya, 'kan? - Oke semuanya, ayo kemari!

Mereka nyanyi apa hari ini, ya?

Nantikan saja.

Halo, bocil-bocil. Kalian sudah berkumpul rupanya.

Jangan dorong-dorong, oke?

Kalau begitu, kami akan menyanyikan beberapa lagu lagi hari ini.

Lihat penampilan kami, ya.

Satu, dua, tiga, empat.

Apakah kalian tampil setiap hari?

A-Ah, iya.

Saat siang hari, kami membantu banyak hal

dan seusai makan malam, kami menyanyi dan menari.

Melihat senyum kalian, sepertinya kalian menikmati ini.

Ka-Kami hanya melakukan apa yang kami bisa lakukan saja.

Halo ketua grup, Dwi. Bisa jelaskan alasan kalian melakukan ini?

Halo! Kami hanya melakukan apa yang kami bisa!

Itu bukan jawaban pertanyaannya!

Jika saya menyalahkan Anda yang seenaknya membangkitkan mereka dari kubur

serta memaksa mereka menjadi idol demi kepentingan pribadi.

Maksudku, kami hanya melakukan apa yang kami bisa!

- Kaget! - Aku masih hidup...

Aku tidak akan mati!

Hei, ada orang di sana? Ada 'gak?

Aduh, celanaku jadi basah kuyup 'gini.

Ada? Ada 'gak? Yang mana, nih?

Di sana kau rupanya! Bertahanlah!

Tolong rawat beliau.

Eh? Kamu 'gimana?

Aku harus pergi ke suatu tempat.

Eh? Tu-Tunggu!

Ada banyak hal yang ingin kutanyakan!

Jangan sembrono.

Sia-sia, ya.

Anda tidak akan mati.

Franchouchou pasti akan menyelamatkan Saga.

Ayo berjuang lagi hari ini!

Ya!

Eh?

Hei, hei. Hari ini Franchouchou mau nyanyi apa, ya?

Apa, ya...

Jadi susah, nih.

Pas kerja malah pecah-pecah riasannya.

Bakal bahaya kalau tidak pakai masker.

Romero, diam ya.

Aku sudah pinjam alat rias dari Bu Machiko untuk jaga-jaga.

Tapi tidak bisa.

Harus pakai alat rias khusus kita.

Bagian lain juga terlihat bakal pecah saat kita menyanyi nanti.

Kalau terjadi, tidak bisa kita sembunyikan dengan masker.

Padahal semua orang sudah menanti kita.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left