نخستین 200 خط.
-=Semua karakter, sekolah, tempat, perusahaan dan lainnya di drama ini hanya fiktif.=-
Maafkan aku.
Kenapa?
Jun Woo, aku pulang sendiri saja.
Sungguh tak apa.
Hari ini aku ingin mengantarmu.
Hari ini ulang tahunku...
aku gak mau kau pulang sendirian.
-=Episode 15=- Memeluk Bekas Lukamu
Masuklah.
Iya. Makasih sudah mengantarku.
Aku khawatir kau tersesat.
Tadi maaf ya.
Bicara begitu tanpa mikirin perasaanmu.
Aku juga.
Aku tahu gimana perasaanmu.
Kau khawatir mama akan memarahiku.
Entah mamaku tahu atau tidak,
kau harus menepati janji.
Untuk hari ini makasih.
Ultah terbaik dalam hidupku.
Masa?
Sampai jumpa.
Iya.
Jun Woo, selamat ultah.
Makasih.
Sudah pergilah.
Mama pulang lebih awal.
Iya.
Hari ini meeting mama singkat.
Pengawalku gak di rumah.
Mama tahu.
Mama menyuruhnya berhenti.
Mama memikirkannya, dan merasa mama agak keras padamu.
Dan kali ini nilaimu naik.
Ma, sebetulnya...
hari ini ultahnya Jun Woo.
Aku tahu tak seharusnya kulanggar janji yang telah kusepakati,
tapi aku ingin merayakan ultahnya,
jadi aku ke rumahnya Jun Woo.
Aku meminta pengawal untuk membolehkanku pergi.
Aku gak sendirian.
Aku ke sana dengan Chan Yeol, Da Heen,
dan yang lainnya.
Maafkan aku.
Tak seharusnya kamu langgar janjimu.
Kenapa kamu lakukan?
Karena aku menyukai Jun Woo.
Mulai sekarang, akan kutepati janjiku pada mama.
Aku akan ikut hagwon dan les privat yang mama carikan.
Dan seperti yang mama mau...
Tidak, lebih baik kulakukan sendiri.
Baiklah.
Iya.
Kamu bilang lebih baik melakukannya sendiri.
Hari ini ada tes level matematika, tapi kalau gak mau tak apa.
Aku mau. Terima kasih mama sudah susah payah mencarikan hagwon.
Tesnya jam berapa? Aku harus siap-siap.
Soo Bin.
Ambillah. Mama tahu tak nyaman tanpa hape.
Eonni, kabarmu baik?
Berkali-kali aku menelponmu
tapi Anda tak menelpon balik. Aku kecewa.
Oh, Aku sibuk.
Aku lagi ke Seoul ini.
Kubuatkan beberapa lauk, nanti aku mampir.
Apa perlu ke perusahaan?
Tidak, aku tak perlu lauk.
Yeon Woo-ssi, maafkan aku...
tapi aku agak sibuk, aku harus pergi.
Oh, iya.
Sebetulnya, hari ini ultahnya s Jun Woo
makanya aku mampir.
Iya, baiklah. Nanti telpon ya.
- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
Ini.
Kalian kok bisa tahu?
- Tiup lilinnya. - Moga bahagia selalu.
- Selamat ulang tahun. - Selamat.
Baiklah.
Masuklah!
Yeon Woo-ssi, kita ketemuan sebentar.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Saem ~
Lihat yang ini.
Seperti ini.
Halo.
Lee Jung Min-ssi ada?
Aku.
Oh Han Kyeol Seonsaeng-nim menyuruh saya kesini.
- Kamu Choi Jun Woo? - Iya.
Senang bertemu denganmu.
Kesininya lama tidak?
Tidak, tak apa.
Masuklah.
Sebelumnya kamu pernah belajar menggambar?
Tidak.
Hanya les menggambar di hagwon seni saat saya masih kecil.
Kamu sangat berbakat, persis seperti yang dikatakan Han Kyeol.
Kamu suka menggambar?
Iya.
Sejak kecil, saya suka corat-coret...
rasanya sangat menyenangkan.
Saya rasa hal itu membuat saya senang.
Bagus, itulah yang namanya bakat.
Tapi mempersiapkan portfolio untuk bisa kuliah tidaklah mudah.
Karena mulaimu agak terlambat
- kamu harus berusaha lebih keras. - Tak masalah.
- Kalau begitu hari ini kita mulai? - Tentu.
Jun Woo.
Bagian ini harusnya seperti ini.
Yeon Woo-ssi.
Memgenai Soo Bin dan Jun Woo...
Anda sudah tahu, 'kan?
Bisa minta tolong?
Apa?
Jun Woo...
apa tak bisa pindah ke tempatmu kerja?
Apa?
Kurasa saat ini mereka jangan dibiarkan bersama di Seoul.
Aku bermaksud memindahkan Soo Bin ke sekolah lain,
tapi karena kerjaanku aku tak bisa.
Bukankah lebih baik Jun Woo tinggal bersamamu?
Yeon Woo-ssi, aku tahu...
sekarang aku seolah sangat egois. Aku tahu betul.
Aku benar-benar minta maaf.
Tapi kalau menyangkut anakku, aku tidak bisa mentolelir.
Aku pengecut ya?
Maafkan aku.
Tapi begini... Yeon Woo-ssi, Soo Bin...
kusarankan ini karena aku merasa Soo Bin sangat menyukai Jun Woo.
Kurasa dia sangat menyukainya.
Anak perempuan seusianya cintanya begitu besar.
Kalau Anda mencegahnya
Anda sendiri saat usia itu tak bisa mengendalikan perasaan.
Aku tahu Jun Woo anak yang luar biasa...
karena dia menuruni sifatmu.
Dia sangat baik.
Tapi seperti yang Anda tahu.
saat ini mereka harus lebih fokus belajar.
Aku yakin Anda juga menginginkan Jun Woo
saat ini fokus dalam belajar.
Yeon Woo-ssi,
untuk sementara waktu kita pisahkan mereka.
Iya?
Setidaknya kita harus lakukan sesuatu. Apa lagi yang bisa kita lakukan?
Yeon Woo-ssi, aku benar-benar...
Aku benar-benar minta maaf.
Sungguh maafkan aku.
Tapi kumohon.
Ya?
Aku sampai memohon begini, jadi tolong lakukan.
Apa Anda sudah bertemu Jun Woo sendiri?
Anda tak mengatakan apa-apa...
yang mungkin melukai perasaannya, kan?
Eonni.
Di dunia ini, bukan eonni saja yang jadi ibu.
Aku pun seorang ibu.
Memang aku tak sekompeten Anda,
tapi aku juga seorang ibu.
Aku juga
bisa melakukan apapun demi anakku.
Kalau untuk anakku, aku tak takut pada apapun.
Anda tahu apa?
Aku menghargai perasaannya Jun Woo.
Bagiku
perasaannya lebih penting dari apapun...
di dunia ini.
Eonni, begini. Aku bukan tak mau menghargai...
atau menginjak-injaknya.
Mamanya Soo Bin tak tahu kalian pacaran, 'kan?
Iya.
Seonsaeng-nim.
- Seonsaeng-nim. - Iya.
Itu...
Bentar lagi, shift-ku.
Iya, Jun Woo.
Yakin kau bisa mengatur ini dengan kerja paruh waktumu?
No comments yet. Be the first to leave one.